<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Science Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/category/science/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/category/science/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Apr 2021 02:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Science Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/category/science/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tes GeNose Resmi Menjadi Opsi Syarat Perjalanan Domestik</title>
		<link>https://101wired.com/2021/04/tes-genose-resmi-menjadi-opsi-syarat-perjalanan-domestik/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/04/tes-genose-resmi-menjadi-opsi-syarat-perjalanan-domestik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2021 02:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[1 April]]></category>
		<category><![CDATA[Genose]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Domestik]]></category>
		<category><![CDATA[Tes Genose]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Alat tes pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada, GeNose resmi digunakan sebagai salah satu syarat perjalanan domestik per tanggal 1 April mendatang. Hal ini disampaikan melalui surat edaran satgas Covid-19 tentang perjalanan dalam negeri pada masa pandemi.  Dalam surat edaran tersebut, alat screening Covid-19 buatan Indonesia, GeNose menjadi salah satu opsi syarat perjalanan domestik selain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/tes-genose-resmi-menjadi-opsi-syarat-perjalanan-domestik/">Tes GeNose Resmi Menjadi Opsi Syarat Perjalanan Domestik</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Alat tes pendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/GeNose" target="_blank" rel="noreferrer noopener">GeNose</a> resmi digunakan sebagai salah satu syarat perjalanan domestik per tanggal 1 April mendatang. Hal ini disampaikan melalui surat edaran satgas Covid-19 tentang perjalanan dalam negeri pada masa pandemi. </p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam surat edaran tersebut, alat <em>screening</em> Covid-19 buatan Indonesia, GeNose menjadi salah satu opsi syarat perjalanan domestik selain tes PCR dan <em>swab antigen</em>. </p>



<p class="has-text-align-justify">“Ruang lingkup Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri [PPDN] yang menggunakan seluruh moda transportasi untuk seluruh wilayah Indonesia” ujar ketua satgas Covid-19 Doni Monardo yang dikutip dari surat edaran no.12 tahun 2021 mengenai perjalanan domestik.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada poin kedua, penggunaan GeNose akan diperluas dari yang sebelumnya hanya terdapat pada moda transportasi kereta api menjadi seluruh moda transportasi baik darat laut maupun udara, sebagai alat pendeteksi virus COVID-19.</p>



<p class="has-text-align-justify">Salah satu poin pada surat edaran tersebut mensyaratkan tes negatif PCR maupun GeNose pada perjalanan darat menggunakan transportasi pribadi</p>



<p class="has-text-align-justify">“Pelaku perjalanan daerah menggunakan transportasi darat pribadi dihimbau untuk melakukan tes RT-PCR atau tes negatif GeNose COVID-19 di <em>rest area</em> sebagai syarat melanjutkan perjalanan”&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski begitu, tes GeNose COVID 19 tidak diwajibkan bagi anak-anak usia dibawah lima tahun. Terlepas dari hal tersebut, tes GeNose juga tidak diperlukan apabila seseorang melakukan perjalanan rutin dalam satu wilayah yang sama maupun perjalanan moda transportasi laut dengan pelayaran terbatas antar pulau dalam jangkauan wilayah yang sama.&nbsp;</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/GqRf09sGQ5T9ciok529jS-13EaBB6dP8H6Madw8Xz0VT-vr3QqRrPPcUM4UTLjnt7VyQtZZVq9DMihcGJ75jbmwSm6lXALip-QyHaFclOJ_fSXFSMkIt3s96IWKaWQv7fnvY3JVd" alt=""/><figcaption>credit: tirto</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Sebenarnya, seperti apa GeNose itu, dan bagaimana cara kerjanya? GeNose adalah alat pendeteksi COVID-19 buatan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Alat tersebut diklaim memiliki waktu deteksi yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan tes PCR maupun<em> swab antigen</em> yang memakan waktu 1-3 hari.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dilansir dari Tirto, GeNose dapat mendeteksi virus corona baru dalam tubuh manusia lebih cepat, dalam waktu 2 menit, hasil tes positif/negatif COVID-19 sudah keluar. Hal ini diperjelas oleh kepala tim pengembang GeNose Prof. Kuwat Triyana,</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kalau sebelumnya butuh waktu sekitar 3 menit, kemarin saat uji di BIN sudah bisa turun menjadi 80 detik sehingga lebih cepat lagi,”</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain hasil yang keluar lebih cepat, Prof. Kuwat juga menyatakan bahwa akurasi hasil GeNose juga lebih tinggi dan harga yang dikeluarkan untuk melakukan tes terbilang cukup terjangkau yaitu sekitar 15-20 ribu Rupiah untuk sekali tes.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Cara kerja GeNose sendiri menurut Dian Kesumaputra, mendeteksi VOC (<em>Volatile Organic Compound</em>) yang terbentuk karena adanya infeksi COVID-19, yang keluar dari hembusan nafas manusia.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Nafas yang masuk kedalam kantong GeNose kemudian akan langsung diidentifikasi melalui sensor-sensor yang ada pada kantong tersebut yang datanya akan langsung diolah melalui kecerdasan buatan atau AI (<em>Artificial Intelligence</em>).</p>



<p class="has-text-align-justify">GeNose juga sudah dilengkapi dengan sistem <em>cloud computing </em>yang memungkinkan untuk mendeteksi virus corona secara <em>Real Time</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dilansir dari Tirto, sebelum diluncurkan ke publik, GeNose sendiri sudah melalui tahap uji coba atau <em>profiling </em> menggunakan 600 sampel data valid di rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit lapangan COVID-19 Bambanglipuro di Yogyakarta. Hasil dari tes tersebut menunjukkan akurasi GeNose mencapai 97 persen. </p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2020/05/27/tiga-startup-inovasi-covid-19-asal-indonesia-lolos-ke-kompetisi-global/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tiga Startup Inovasi COVID-19 asal Indonesia Lolos ke Kompetisi Global</a></p>



<p>Meski begitu, pada awal munculnya GeNose, banyak yang mempertanyakan hasil dari tes itu sendiri, walaupun telah sukses melakukan ujicoba menggunakan data valid, tetapi hasil dari percobaan tersebut belum masuk pada jurnal ilmiah manapun.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut pakar biologis Ahmad Rusdan, sebelum hasil uji dipublikasikan, tidak seharusnya GeNose mendapat izin edar, ia juga mempertanyakan gas yang dideteksi oleh GeNose tersebut</p>



<p class="has-text-align-justify">“Gas ini munculnya kapan? Pada pasien yang seperti apa, gejala ringan atau berat? Orang yang sudah sembuh, masih pemulihan, itu antibodinya masih ada, kan. Nah kalau ini apakah gasnya sudah hilang?” kata Ahmad kepada reporter <em>Tirto</em>, Desember 2020.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto GeNose sudah melalui tahap uji klinis di 10 rumah sakit di seluruh Indonesia dan dari hasil uji klinis tersebut GeNose memiliki tingkat akurasi hingga 97 persen. Pada 22 Maret 2021,&nbsp; GeNose resmi mendapatkan izin edar dari kementrian kesehatan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">“GeNose Covid 19 yang menjadi inovasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan,”</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada akhirnya, tanggal 1 April  produk buatan anak bangsa ini resmi menjadi salah satu standar syarat perjalanan domestik.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/tes-genose-resmi-menjadi-opsi-syarat-perjalanan-domestik/">Tes GeNose Resmi Menjadi Opsi Syarat Perjalanan Domestik</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/04/tes-genose-resmi-menjadi-opsi-syarat-perjalanan-domestik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mobil Tanpa Awak, Kolaborasi Apple dan Hyundai Gagal di Tengah Jalan</title>
		<link>https://101wired.com/2021/02/kolaborasi-hyundai-dan-kia-dengan-apple-membuat-mobil-otonom/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/02/kolaborasi-hyundai-dan-kia-dengan-apple-membuat-mobil-otonom/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kartika Aprilia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 06:19:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Hyundai]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Otonom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabar mengenai kolaborasi antar perusahaan Korea Selatan, Hyundai dan Kia dengan Apple, berencana mengembangkan mobil tanpa awak tampaknya tidak jadi terlaksana. Menurut laporan tersebut, kedua perusahaan hampir menyelesaikan kesepakatan besar yang akan mengarah pada pembuatan &#8220;Apple Car&#8221;. Rumor menyebutkan bahwa Kia Motors &#8211; anak perusahaan Hyundai &#8211; akan membantu Apple memproduksi Apple Car pertama, yaitu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/kolaborasi-hyundai-dan-kia-dengan-apple-membuat-mobil-otonom/">Mobil Tanpa Awak, Kolaborasi Apple dan Hyundai Gagal di Tengah Jalan</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Kabar mengenai kolaborasi antar perusahaan Korea Selatan, Hyundai dan Kia dengan Apple, berencana mengembangkan mobil tanpa awak tampaknya tidak jadi terlaksana. Menurut laporan tersebut, kedua perusahaan hampir menyelesaikan kesepakatan besar yang akan mengarah pada pembuatan &#8220;Apple Car&#8221;.</p>



<p class="has-text-align-justify">Rumor menyebutkan bahwa Kia Motors &#8211; anak perusahaan Hyundai &#8211; akan membantu <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Apple_Inc." target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apple</a> memproduksi Apple Car pertama, yaitu mobil otonom berjalan. Apple dan Hyundai hampir mencapai kesepakatan, yang bisa bernilai sekitar $ 3,6 miliar, menurut sebuah surat kabar Korea. Jika rumor tersebut benar, maka Apple akan merilis produk kendaraan listrik pertamanya pada tahun 2024 mendatang.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/24/inilah-keseruan-yang-menanti-di-apple-wwdc-2020/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Inilah Keseruan yang Menanti di Apple WWDC 2020!</a></p>



<p>Pasca rumor beredar, pihak Hyundai menepis bahwa perusahaan tidak sedang dalam tahap pembicaraan mengenai Apple Car. Saham Hyundai sempat turun sebesar 8,4% sementara saham Kia turun 15,3% usai mengkonfirmasi bantahan mengenai tidak melanjutkan proyek mobil listrik otonom <em>self-driving.</em></p>



<p>“Kami tidak sedang dalam tahap pembicaraan dengan Apple tentang pengembangan mobil <em>self-driving</em>”. Pihak Hyundai mengkonfirmasi.</p>



<p>Meski pihak Hyundai mengaku bahwa telah banyak perusahaan yang mengantri untuk melakukan kerja sama ini. Namun lagi-lagi Hyundai belum memberi keputusan karena masih dalam tahap awal.</p>



<p>Mobil <em>self-driving</em> menggabungkan berbagai sensor untuk melihat sekelilingnya, seperti radar. Sistem kontrol lanjutan menafsirkan informasi sensorik untuk mengidentifikasi jalur navigasi yang sesuai, serta rintangan dan rambu yang relevan.</p>



<p>Dilansir dari Hyundai Motor Group, berdasar standar SAE (Society Automotive Engineers), total ada 6 tingkat otonomi kendaraan. Di Level 0 hingga 2, pengemudi harus memegang kendali selama perjalanan di dalam kendaraan. Di sisi lain, pada Level 3 hingga 5, kendaraan akan bertanggung jawab. Pada level ini pengemudi tidak harus selalu &#8216;mengemudikan&#8217; mobil.</p>



<p>Sebagian besar kendaraan Hyundai berada di level 2. Pada level 2, kendaraan dapat mengontrol kemudi meskipun manusia yang duduk di kursi Anda harus <em>standby </em>untuk mengendalikan mobil kapanpun bila diperlukan. Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) atau sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut, tidak mengizinkan pengemudi untuk mengartikan istilah “lepas tangan” secara harfiah. Sehingga Anda tetap menjadi pengendali utama ditambah tetap memperhatikan apa yang ada disekitar mobil karena semua fitur hanya dapat membantu sebagian.</p>



<p>Kendaraan di level 3-5, merupakan kendaraan ‘cerdas’. Sistem otomatis memantau secara keseluruhan dan mengambil tindakan yang sesuai. Perbedaan mendasar antara level 3,4, dan 5 adalah bergantung pada seberapa pintar mobil tersebut dan seberapa besar kebutuhan pengemudi.</p>



<p>Masih dari sumber media yang sama, kendaraan level 3 hanya dapat mendeteksi segala sesuatu di sekitarnya dan dapat membuat keputusan sendiri di jalan raya, meski demikian pengemudi tetap waspada dan siaga mengontrol manual kapan saja.</p>



<p>Pada kendaraan level 4, mobil dapat beroperasi dalam mode mengemudi sendiri atau <em>self-driving. </em>Terdapat fitur setir dan pedal gas dan rem untuk pengemudi jika terjadi keadaan darurat, namun tidak sering digunakan. Kekurangannya, sistem tersebut tidak bisa digunakan dalam semua kondisi, misalnya saat <em>offroad, </em>Anda<em> </em>harus<em> </em>mengambil alih kendali.</p>



<p>Kendaraan level 5, mobil tidak membutuhkan perhatian dari pengemudi. Selain itu, kendaraan akan terbebas dari GPS, bisa pergi kemana saja dan melakukan apapun yang bisa Anda inginkan. Mobil otonom sebagian sudah ada dan sedang menjalani pengujian di beberapa tempat, tetapi belum ada yang tersedia untuk umum.Sepak terjang Hyundai sudah tidak diragukan lagi. Dari sisi kapasitas, Hyundai diakui memiliki banyak pengalaman baik kendaraan listrik maupun mobil <em>self-driving</em>. Produsen mobil tersebut diketahui sudah memiliki usaha patungan dengan perusahaan teknologi otomotif Aptiv untuk mengembangkan dan menguji kendaraan otonom dan layanan robotaxi.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/kolaborasi-hyundai-dan-kia-dengan-apple-membuat-mobil-otonom/">Mobil Tanpa Awak, Kolaborasi Apple dan Hyundai Gagal di Tengah Jalan</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/02/kolaborasi-hyundai-dan-kia-dengan-apple-membuat-mobil-otonom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
