<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Marketing Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/digital-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/digital-marketing/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2020 04:15:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Digital Marketing Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/digital-marketing/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>YouTube Select, Program Baru yang Untungkan Brand dan Pengiklan</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/youtube-select-program-baru-yang-untungkan-brand-dan-pengiklan/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/youtube-select-program-baru-yang-untungkan-brand-dan-pengiklan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 08:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Brand Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Advertising]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube Select]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2663</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut postingan pada official website mereka, YouTube mencoba merilis sebuah program baru yang membantu pengiklan mendapatkan lebih banyak penonton. Program ini diciptakan setelah melihat berbagai perusahaan berusaha mempertahankan pendapatan iklan di tengah keputusan mereka memangkas anggaran iklan sebagai akibat dari pandemi COVID-19.  Program ini akan menggantikan Google Preferred yang menjual paket penayangan iklan untuk ditampilkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/youtube-select-program-baru-yang-untungkan-brand-dan-pengiklan/">YouTube Select, Program Baru yang Untungkan Brand dan Pengiklan</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Menurut postingan pada <em>official website</em> mereka, YouTube mencoba merilis sebuah program baru yang membantu pengiklan mendapatkan lebih banyak penonton. Program ini diciptakan setelah melihat berbagai perusahaan berusaha mempertahankan pendapatan iklan di tengah keputusan mereka memangkas anggaran iklan sebagai akibat dari pandemi COVID-19. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Program ini akan menggantikan Google Preferred yang menjual paket penayangan iklan untuk ditampilkan pada 5% channel YouTube berdasarkan popularitas dan engagement.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Menurut data yang dihimpun eMarketer, jaringan televisi konvensional di Amerika Serikat kehilangan pendapatan iklan mencapai 12 miliar dollar hingga pertengahan tahun 2020. Hal ini disebabkan banyak <em>brand </em>meminimalisir pengeluaran untuk pertandingan olahraga yang biasanya mendatangkan banyak keuntungan.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2666" aria-describedby="caption-attachment-2666" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/tubefilter.com_-1024x629.jpg" alt="Menurut Comscore, YouTube memiliki jangkauan dan jumlah penonton rumahan lebih tinggi dari gabungan 3 layanan streaming beriklan lainnya." width="1024" height="629" /><figcaption id="caption-attachment-2666" class="wp-caption-text">YouTube Select. Credit image: Tubefilter.com.</figcaption></figure>
<p>YouTube menjadi salah satu pilihan hiburan populer bagi sebagian besar orang. Tercatat ada 100 juta orang menonton YouTube via televisi hingga Maret 2020. Layanan digital dan streaming dipandang YouTube sebagai potensi untuk menarik berbagai pengiklan yang ingin menjangkau audiens televisi sekaligus fleksibilitas untuk segera mengakhiri kampanye iklan mereka.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>YouTube Select menyediakan fitur bernama <em>line-ups </em>yang membantu pengiklan dan <em>brand </em> menemukan konten yang sesuai. <em>Line-ups </em>adalah campuran beragam paket konten mulai dari tema olahraga, teknologi, kecantikan dan mode, serta hiburan dan lainnya yang dirancang menurut relevansi dan kebutuhan secara lokal maupun global. Lineups ini mencakup YouTUbe Originals, live sports, film, berita, hingga beragam konten dari <em>creator </em>populer. Tahun ini, <em>line-ups </em>yang dirilis adalah <em>line-ups </em>Amerika Serikat yang bertujuan untuk memperluas jangkauan kampanye iklan dalam berbagai saluran yang terlah tersedia maupun saluran baru yang akan datang. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Pengiklan dapat menjangkau audiens baru dengan beragam cara menampilkan iklan pada laman teratas beragam kategori seperti fashion, sport, hingga hiburan atau pada <em>section </em>YouTube Kids, Sports, Music dan Originals melalui <em>sponsorship </em>dan program yang ditawarkan. YouTube Select menyediakan layanan untuk membeli paket-paket penayangan iklan untuk menjangkau penonton televisi, terlepas dari apakah mereka streaming video YouTube secara mandiri atau menontonnya via YouTube TV.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2665" aria-describedby="caption-attachment-2665" style="width: 484px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/charles-deluvio-unsplash.jpg" alt="YouTube Select memberikan opsi untuk menampilkan iklan pada konten khusus seperti YouTube Kids." width="484" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2665" class="wp-caption-text">Klien YouTube Select bisa menampilkan iklan di laman YouTube Kids. Credit image: Chares Deluvio Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Keuntungan penggunaan YouTube Select adalah <em>brand suitability controls </em>alias kontrol kesesuaian merek yang akan menjamin <em>brand safety</em>. Pengiklan dan <em>brand </em>memiliki kebebasan dan kontrol penuh untuk menayangkan iklan mereka hanya pada video yang telah dikurasi oleh mesin dan diverikasi oleh manusia pada semua <em>line-ups</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Untuk mendukung layanan <em>line-ups</em>, YouTube juga akan meluncurkan <em>Brand Lift Measurement</em> untuk membantu berbagai <em>brand </em>mengukur pencapaian mereka. Cukup menjanjikan, YouTube membeberkan bahwa <em>global lineups </em>meningkatkan <em>awareness</em> sebanyak 13% dan peningkatan minat pembelian sebanyak 9% pada 2019.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Meski awalnya didekasikan untuk wilayah Amerika Serikat, <em>line-up</em> YouTube Select ini akan tersedia untuk beberapa negara Eropa dan Asia Pasifik melalui Google Ads, Display &amp; Video 360 serta reservasi. Pengiklan atau perusahaan juga bisa menghubungi <em>team </em>Google Sales untuk mempelajari lebih lanjut mengenai metode pembelian yang tersedia di daerah mereka.</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/youtube-select-program-baru-yang-untungkan-brand-dan-pengiklan/">YouTube Select, Program Baru yang Untungkan Brand dan Pengiklan</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/youtube-select-program-baru-yang-untungkan-brand-dan-pengiklan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pro-Kontra Brand Marketing via TikTok, Sudah Tahu?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 07:17:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Brand Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Content Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Content Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesuksesan TikTok pada tahun 2018 berlanjut hingga kuartal pertama 2020 dengan jumlah unduhan sebanyak 315 juta di seluruh penjuru dunia. Nggak heran banyak brand tertarik untuk mencoba strategi marketing mereka melalui platform ini, tapi ada juga yang masih ragu. Is it worth the hype?</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/">Pro-Kontra Brand Marketing via TikTok, Sudah Tahu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Akhir-akhir ini video bersimbol not balok mungkin membanjiri media sosialmu. Selebritas seperti Marsha Aruan, Zara ex JKT48, dan selebgram tak mau ketinggalan. Mereka mulai rajin mengunggah konten di aplikasi yang satu ini. Ialah TikTok, <a href="https://101wired.com/2020/05/23/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/"><em>platform</em> video yang jadi andalan anak-anak muda terutama gen Z buat mencari hiburan</a>.</p>
<p>TikTok berhasil menuai sukses sebagai aplikasi paling didownload tahun 2018. Tak sampai di situ, kesuksesan TikTok berlanjut hingga kuartal pertama 2020. Aplikasi ini memiliki <a href="https://wallaroomedia.com/blog/social-media/tiktok-statistics/#:~:text=In%20Q1%20of%202020%2C%20the,those%20coming%20from%20the%20U.S.).">jumlah unduhan sebanyak 315 juta</a> di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Nggak heran banyak brand tertarik untuk mencoba strategi marketing mereka melalui platform ini. Meski begitu, sebagian lainnya masih ragu.<em> Is it worth the hype?</em></p>
<p>



</p>
<p><strong>Karakteristik Tik-Tok dan Usernya</strong></p>
<p>



</p>
<p>Tik-Tok merupakan aplikasi untuk mengunggah maupun menonton video singkat berdurasi 15-60 detik. Menargetkan usia 13-24 tahun, konten Tik-Tok memiliki ragam video. Sebut saja video menari, memasak, hewan peliharaan, hingga parodi dan lipsync.</p>
<p>



</p>
<h5><strong>TikTok sebagai Brand Marketing: Pro &amp; Kontra</strong></h5>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2456" aria-describedby="caption-attachment-2456" style="width: 753px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/unsplash.png" alt="Ilustrasi Pembuatan Marketing Plan dan Pemasaran Brand yang Efektif" width="753" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2456" class="wp-caption-text">Ilustrasi Pembuatan Marketing Plan. Credits image: Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Kepopuleran TikTok membuat banyak <em>brand </em>melirik <em>platform</em> satu ini untuk menarik lebih banyak konsumen. Meski begitu, tak sedikit pula <em>brand</em> yang masih ragu untuk memperluas <em>marketing</em> mereka ke TikTok.</p>
<p>Mari memikirkan hal paling penting dulu. Pertama, kita perlu mencermati jenis strategi untuk menambah <em>engagement </em>konten mereka di TikTok:</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li><em>Brand</em> dapat membuat kanal mereka sendiri dan mengunggah konten yang relevan.</li>
<li><em>Brand</em> juga bisa bekerja sama dengan <em>influencer </em>atau selebgram untuk menjangkau target audiens. Seperti halnya platform video lain, seorang selebgram berpotensi besar menarik audiens lewat TikTok. Kuncinya, membiarkan influencer membuat konten sesuai dengan karakteristik dan nilai-nilai yang mereka bawa. Sebaiknya konten yang dibuat bersifat ringan sesuai karakteristik mayoritas pengguna TikTok. Mayoritas Gen Z pun lebih memilih video yang tampak “asli” ketimbang “polesan”. Mereka menghindari konten <em>high-production </em>seperti iklan-iklan televisi. <em>Be personal and authentic.</em></li>
<li><em>Brand</em> juga bisa memilih untuk memasang iklan di TikTok. Fitur ini tergolong baru dan masih diuji coba. </li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2453" aria-describedby="caption-attachment-2453" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/freepik-2.jpg" alt="Ilustrasi Pembuatan Strategi Digital Marketing dan Media Sosial" width="626" height="444" /><figcaption id="caption-attachment-2453" class="wp-caption-text">Ilustrasi Strategi Marketing. Credits image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Fitur seperti Hashtag dan karakteristik Tik-Tok perlu dimaksimalkan untuk menciptakan User-Generated Content. Hashtag dan Challenge akan membuat konten lebih mudah diingat dan dicari oleh pengguna. Brand dapat memanfaatkan fitur ini pada kanal mereka sendiri. Namun, disarankan untuk mempopulerkannya dulu lewat influencer atau selebgram agar audiens terbiasa. </p>
<p>Setelah ada ketertarikan, nantinya diharapkan akan muncul beragam User-Generated Content. Gen Z diharapkan menjadi pioneer karena sifat mereka yang suka terlibat suatu kegiatan. Challenge semacam ini sangat berpotensi menarik user dan calon konsumen. Nantinya, diharapkan mereka mau berpartisipasi lebih lanjut terhadap brand, termasuk melakukan pembelian.</p>
<h5>Pro dan Kontra Penggunakan TikTok sebagai Strategi Marketing</h5>
<p>



</p>
<p>Bukti kesuksesan brand marketing melalui Tik-Tok telah dituai oleh beberapa brand internasional. </p>
<p>NBA mencoba membuat profil organisasi yang lebih fun melalui kanal TikTok mereka. Hal itu dilakukan dengan mengunggah konten seperti momen off-stage lucu para atlet. Kadang mereka juga mengunggah video yang memperlihatkan maskot mereka. </p>
<p>Serupa dengan NBA, The Washington Post mencoba menunjukkan &#8220;keaslian&#8221; organisasi lewat TikTok. Mereka memperlihatkan sisi yang menghibur di balik newsroom yang membuat user merasa tersentuh. </p>
<p>Hal ini membuat <em>user</em> merasa mengenal brand dalam cara yang jauh lebih otentik. Akibatnya, akan timbul kepercayaan terhadap brand tersebut.</p>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2455" aria-describedby="caption-attachment-2455" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/PIXABAY-2-1024x682.jpg" alt="Tampilan Aplikasi Video Populer TikTok" width="1024" height="682" /><figcaption id="caption-attachment-2455" class="wp-caption-text">Tampilan Aplikasi TikTok. Credit image: Pixabay.</figcaption></figure>
<p>Di sisi lain, strategi brand marketing melalui TikTok dianggap juga memiliki kelemahan. </p>
<p>Pertama, karakteristik dan user TikTok mungkin kurang sesuai dengan beberapa brand. Brand tersebut bisa jadi punya target market dengan usia jauh berbeda. Akhirnya, mereka kurang bisa memahami strategi yang tepat untuk melakukan marketing melalui TikTok. Kebanyakan brand telah lebih dulu memproduksi iklan dengan format televisi. Format keduanya sangat berbeda, sehingga iklan tersebut sulit disesuaikan dengan format aplikasi TikTok. </p>
<p>Kedua, strategi marketing ini hanya cocok untuk tujuan tertentu. Misalnya, untuk meningkatkan awareness ketimbang meningkatkan penjualan atau tujuan monetisasi lainnya. Tingginya tarif iklan juga membuat beberapa brand enggan menggunakan TikTok untuk marketing. </p>
<p>Ketiga, permasalahan brand safety. Beberapa brand mencemaskan minimnya kontrol dalam konteks ditampilkannya brand pada konten video TikTok.</p>
<p>



</p>
<p>Terlepas dari pro dan kontra penerapan brand marketing via TikTok, platform ini memang unik. Baik secara algoritma maupun karakteristiknya, dan hal ini telah diakui oleh para ahli. </p>
<p>Brand perlu mempertimbangkan audiens yang semakin cerdas dalam mengonsumsi iklan. TikTok dapat menjadi alternatif dalam menciptakan brand marketing yang unik dan berbeda.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/">Pro-Kontra Brand Marketing via TikTok, Sudah Tahu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
