<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hacker Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/hacker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/hacker/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 May 2020 09:37:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Hacker Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/hacker/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 08:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Hacker]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Data]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus pembajakan WhatsApp semakin marak akhir-akhir ini. Kemudahan pertukaran informasi di dunia maya tampaknya dimanfaatkan sebagian oknum untuk melakukan kejahatan siber. Modusnya, mengaku sebagai identitas tertentu dan meminta uang kepada kontak terdekat orang tersebut. Selain berpotensi merusak reputasi, kita tentu tak ingin data pribadi kita jatuh ke tangan orang lain dan dimanfaatkan untuk tujuan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/">WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Kasus pembajakan WhatsApp semakin marak akhir-akhir ini. Kemudahan pertukaran informasi di dunia maya tampaknya dimanfaatkan sebagian oknum untuk melakukan kejahatan siber. Modusnya, mengaku sebagai identitas tertentu dan meminta uang kepada kontak terdekat orang tersebut. Selain berpotensi merusak reputasi, kita tentu tak ingin data pribadi kita jatuh ke tangan orang lain dan dimanfaatkan untuk tujuan yang tak semestinya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Apa saja sih tanda WhatsApp kita mungkin telah dibajak? </strong></p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Unduhan Aplikasi Asing di Ponsel</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Apakah kalian pernah merasa tidak pernah mengunduh suatu aplikasi, namun aplikasi itu berada di deretan layar kalian? Hal ini patut diwaspadai lho. Justru karena hal ini sering luput dari perkiraan (nggak banyak orang yang mengecek jumlah atau ikon aplikasi kecuali sedang ingin menggunakannya), banyak <em>hacker</em> memanfaatkan hal ini untuk memasang malware sebagai jebakan penyadapan akun WhatsAppmu.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Perhatikan Tanda Read pada Percakapan</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Beberapa orang punya kebiasaan menunda untuk membalas chat, entah karena sedang beraktivitas atau lupa. Kalau kamu salah satu dari mereka, coba ingat-ingat dan cek lagi setiap chat yang kamu punya. Kalau seingatmu ada pesan yang belum dibuka, namun ternyata sudah terbaca, kamu perlu hati-hati. Apalagi jika kejadian tersebut berulang.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>WhatsApp Logout Secara Tiba-Tiba</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Akun WhatsApp nggak semudah itu LogOut seperti pada Instagram atau media sosial lainnya. Kalau tiba-tiba akunmu keluar, ada potensi nomermu sedang berpindah ke ponsel atau perangkat lain lho. </p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Pentingnya Cek Riwayat Log In</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Meski terlihat sepele, fitur pengecekan riwayat pada WhatsApp ini akan sangat berguna untuk memantau aktivitas akunmu, termasuk melihat daftar <em>log-in device</em>. Cara mengeceknya sangat mudah, tinggal klik titik tiga di ujung kanan atas.</p>
<figure id="attachment_2673" aria-describedby="caption-attachment-2673" style="width: 625px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/freepik-2-2.jpg" alt="WhatsApp sebetulnya memiliki fitur enkripsi yang membuat percakapan hanya bisa diketahui dua pihak yang berkirim pesan. Namun, rupanya beberapa perusahaan keamanan tetap melihat celah pembajakan pada aplikasi satu ini." width="625" height="417" /><figcaption id="caption-attachment-2673" class="wp-caption-text">Ilustrasi WhatsApp Web. Credit image: Freepik.</figcaption></figure>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Pesan terkirim tanpa sepengetahuanmu</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Merasa belum membalas atau mengirimkan suatu pesan? Pesan yang terkirim dengan sendirinya ke kontak yang ada maupun nomor asing bisa menjadi salah satu tanda WhatsApp telah diretas, lho.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Cara Mencegah Agar WhatsApp Tak Diretas</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Maksimalkan Pengamanan dengan 2 Factor Authentification</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Kode ini berbeda dengan OTP, tujuannya agar orang tidak sembarangan bisa masuk ke akun Anda dan membajak kode QR. Kode 2FA terdiri dari 6 angka dan bisa didapatkan dari menu Setting, Account, lalu pilih Two Step Verification. </p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Menggunakan Pemindai Sidik Jari</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Fitur ini bisa dijadikan alternatif 2FA sebagai pengaman akun untuk mempersulit para hacker yang ingin membajak akun Anda. Pilih menu Setting, Privacy, dan pilih Fingerprint Lock. Setelahnya, Anda akan diminta merekam sidik jari untuk menjadi “kunci” untuk membuka akun WhatsApp Anda. Setelah memilih menu tersebut dan melakukan perekaman sidik jari, WhatApp akan terkunci secara otomatis beberapa menit kemudian.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Berjaga-jaga dengan LogOut WhatsApp</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Fitur logout from all devices yang tersedia di WhatsApp Web bisa menjadi alternatif untuk mengontrol aktivitas akun yang tidak diinginkan. Jika melihat ada aktivitas akun mencurigakan yang bukan berasal darimu, lebih baik pilih menu “log out from all devices”.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Bagaimana jika WhatsApp terlanjur diretas?</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2672" aria-describedby="caption-attachment-2672" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/christian-wiediger-unsplash.png" alt="Jika ingin memastikan percakapan pada WhatsApp tetap aman, kamu juga bisa memilih opsi yang sedikit merepotkan seperti mengaktifkan notifikasi keamanan." width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2672" class="wp-caption-text">Ilustrasi Percakapan di WhatsApp. Credit image: Christian Wiediger/Usnplash.</figcaption></figure>
<p>Hal termudah pertama yang bisa dilakukan adalah menginstall ulang WhatsApp yang telah terpasang untuk mendapatkan kode OTP. Syaratnya, Anda masih menggunakan nomor yang terdaftar pada akun WhatsApp tersebut karena kode OTP akan dikirimkan ke nomor tersebut. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Anda juga bisa masuk ke WhatsApp dengan nomor ponsel yang terdaftar dan memverifikasinya dengan 6 kode yang akan dikirimkan melalui SMS. Pilih negara Anda untuk memasukkan kode negara secara otomatis lalu masukkan nomor ponsel di kotak bagian kanan (tanpa angka 0). Kode akan dikirimkan dalam waktu maksimal 10 menit. Jika telah berhasil masuk, perangkat lain yang menggunakan akun Anda akan melog-out akun secara otomatis. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Jika Anda telah mengaktifkan verifikasi dua langkah atau 2 Factor Authentification, Anda akan diminta kode keamanan jika ada indikasi peretasan. Kode itu menjaga akun agar tak sembarangan log-in pada perangkat lain. Bagaimana jika lupa kode 2FA? Anda harus menunggu selama 7 hari untuk bisa log-in tanpa kode ini. Meski begitu, 6 kode yang didapatkan lewat SMS akan memastikan sang hacker telah log-out dari akun Anda.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah menonaktifkan akun. WhatsApp menyediakan layanan pengaduan di <a href="mailto:support@whatsapp.com">support@whatsapp.com</a>. Kirimkan sebuah email ke alamat tersebut dengan frasa “Hilang/Dicuri: Silahkan nonaktifkan akun saya” pada badan email, seperti dilansir India Today. Anda punya 30 hari untuk mengaktifkan akun Anda sebelum akun tersebut dihapus sepenuhnya.</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/">WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Tokopedia: Cara Mencegah Kebocoran Data Virtual</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2020 05:48:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Hacker]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Data]]></category>
		<category><![CDATA[Tokopedia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Maret 2020, publik digemparkan dengan kebocoran data salah satu marketplace terkemuka di Indonesia, Tokopedia. Tak tanggung-tanggung ada 15 juta pengguna yang datanya disebarkan di forum online. Ini pentingnya mencegah kebocoran data bagi perusahaan maupun individu!</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/">Belajar dari Tokopedia: Cara Mencegah Kebocoran Data Virtual</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Bulan Maret 2020, publik digemparkan dengan kebocoran data salah satu <em>marketplace </em>terkemuka di Indonesia, Tokopedia. Tak tanggung-tanggung ada 15 juta pengguna yang datanya disebarkan di forum <em>online</em>, bahkan diperkirakan masih banyak lagi. Data yang dibocorkan termasuk <em>hash</em> nama pengguna, <em>e-mail</em>, <em>hash password</em> yang tersimpan di dalam sebuah file <em>database</em> PostgreSQL. Selain itu, data yang diretas juga mencakup tanggal lahir, kode aktivasi e-mail, kode reset password, detail lokasi, <em>ID messenger</em>, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun hingga waktu terakhir log-in. Meski demikian, data tersebut masih terlindungi dengan kode spesifik “salt” yang mengcover sandi pengguna dengan algoritma. Belum terlacaknya kode tersebut membuat <em>hacker</em> membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenkripsi informasi dan sandi pengguna. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Pertama kali dibeberkan ke publik oleh akun @underthebreach, kejadian ini telah dikonfirmasi sendiri oleh pihak Tokopedia. Tokopedia menjamin sandi pengguna masih aman karena adanya kode <em>salt</em>, namun untuk mengantisipasi kejahatan yang lebih jauh, pengguna diminta mengubah <em>password</em> akun dan mencopot layanan keuangan yang terhubung dengan akun Tokopedia.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2617" aria-describedby="caption-attachment-2617" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/UNSPLASH-9.jpg" alt="Perlindungan data menjadi penting seiring dengan meningkatnya aktivitas hacking karena sangat merusak reputasi instansi atau perusahaan" width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2617" class="wp-caption-text">Ilustrasi Proses Hacking Data. Credit image: Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Bisnis <em>e-commerce</em> di Indonesia memang mengalami perkembangan pesat, meski begitu kenaikan ini juga disertai dengan meningkatnya resiko peretasan data siber. Berdasarkan riset yang ditulis Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky wilayah Asia Tenggara, para pembuat keputusan bisnis TI dari wilayah tersebut mengakui kehilangan rata-rata US$1,10 juta karena ancaman virtual ini. Sebagian besar bisnis di Asia Tenggara yang mengalami pelanggaran data (53%) juga membayar kompensasi kepada klien atau pelanggan, mengalami masalah dengan menarik pelanggan baru (51%), dikenai penalti atau denda (41%), dan kehilangan beberapa mitra bisnis (30%).</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Hal yang Perlu diterapkan Perusahaan untuk Mencegah Kebocoran Data Pengguna</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Untuk perusahaan besar maupun kecil, berikut adalah hal-hal yang dapat diterapkan untuk mencegah terjadinya kebobolan data.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>1. Menggunakan Perangkat Lunak Resmi dan Terpercaya</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Perusahaan perlu menggunakan perangkat lunak berlisensi yang diambil dari situs atau sumber resmi untuk menghindari virus dan <em>malware</em> lainnya yang berpotensi pada kebocoran data. Jika menggunakan layanan penyimpanan, perusahaan juga perlu mencari <em>cloud</em> terpercaya yang memiliki sistem otentifikasi akurat dan kredibel serta tidak membaginya dengan pihak ketiga yang tidak dipercaya. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>2. Edukasi Sumber Daya Manusia tentang Keamanan Siber</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2614" aria-describedby="caption-attachment-2614" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/MIMI-THIAN-UNSPLASH.jpg" alt="Sumber daya manusia sangat penting untuk menjaga dan memastikan seluruh manajemen informasi dalam perusahan berjalan dengan semestinya." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2614" class="wp-caption-text">Ilustrasi Proses Edukasi SDM tentang Kebocoran Data. Credit image: Mimi Thian/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Pelatihan dan edukasi adalah komponen utama yang sangat penting untuk menjaga keamanan data. <em>Basic</em> yang perlu diajarkan adalah mengenali situs web yang “mencurigakan” sehingga bisa tahu kapan harus menghindari atau tidak membukanya. Selain itu juga hindari menyimpan <em>file </em>dari situs potensial tersebut. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>3. Backup dan Manajemen Informasi</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Selain untuk pencegahan, langkah ini tentunya sangat berguna ketika <em>breach </em>atau kebocoran data telah terjadi. Selalu siapkan <em>backup </em>atau salinan untuk setiap data yang tersimpan dan lakukan pembaruan atau peralatan dan aplikasi secara berkala supaya proteksi semakin terjamin dan memperkecil celah <em>hacker</em> untuk menyusupi data. Pusat Operasi Keamanan (SOC) juga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan <em>e-commerce</em> berskala besar yang menangani jutaan data. Nantinya mereka akan memberikan <em>insight</em> mengenai ancaman, alat, teknik terkini yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber. Perusahaan juga bisa menjaga informasi dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). SMKI merupakan bagian dari sistem manajemen dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk membangun, mengimplementasikan, mengoperasikan, memantau, memelihara, dan meningkatkan keamanan informasi. Tercatat ada 159 organisasi di Indonesia yang telah menerapkan standar ini.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2615" aria-describedby="caption-attachment-2615" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/PROGRESSIVE-INSURANCE-UNSPLASH.jpg" alt="Backup data sangat krusial untuk mencegah serangan hacker." width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2615" class="wp-caption-text">Ilustrasi Proses Backup Data. Credit image: Progressive Insurance/Unsplash.</figcaption></figure>
<p><strong>Cara Melindungi Data Pribadi secara Mandiri</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Tak hanya perusahaan, tentu setiap individu dapat berkontribusi mencegah penyebaran data dengan memproteksi data pribadinya sendiri. Ini dia beberapa langkah yang bisa kamu terapkan secara mandiri:</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Selalu Waspada terhadap segala bentuk kebocoran: Phising, “Free Access”, dan Situs Mencurigakan.</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Sebetulnya, kunci utama untuk perlindungan data secara mandiri maupun bagi perusahaan berakar pada kewaspadaan. Kebocoran biasanya berawal dari hal-hal kecil yang mungkin tidak kita sadari lho, mulai dari sembarangan mengakses Wi-fi gratis, membuka tautan di media sosial atau e-mail, bahkan hanya mengakses suatu situs tertentu, lho. Perlu dipastikan bahwa sumber, tautan, atau link terkait berasal dari institusi resmi. Kalau perlu, <em>googling</em> dan cari tahu dulu sebelum mengakses lebih lanjut. Untuk mengenali situs yang aman, periksalah apakah ada gambar gembok di bagian kiri atas <em>browser</em> Anda. Situs yang aman juga biasanya dimulai dengan <em>https://</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Jaga data pribadi</li>
</ol>
<figure id="attachment_2613" aria-describedby="caption-attachment-2613" style="width: 726px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/MICHAEL-GEIGER-UNSPLASH.jpg" alt="Mulai dari malware, phising, iming-iming wifi gratis, kini aplikasi pemantau virus corona palsu pun menjadi sarana hacker untuk membobol data para korbannya." width="726" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2613" class="wp-caption-text">Ilustrasi Malware sebagai indikasi kebocoran data. Credit image: Michael Geiger/Unsplash.</figcaption></figure>
<p></p>
<p></p>
<p>Perlakukan data pribadi virtual seperti saat kita berkomunikasi dengan orang asing secara langsung. Jangan mudah percaya dan memberikan informasi pribadi begitu saja dalam aplikasi percakapan digital.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Menggunakan password berbeda untuk setiap akun</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Sebagai orang yang mudah lupa, seringkali kita memilih untuk menggunakan <em>password</em> yang “seragam” untuk setiap akun yang kita miliki. Namun, ada baiknya jika kita memilih <em>password</em> berbeda untuk menghindari kebocoran data, lho. Dengan begitu, jika satu akun diretas, akun lain masih bisa terlindungi. Penting juga memilih <em>password</em> rumit yang terdiri dari huruf, angka, dan tanda baca serta fitur enkripsi <em>password</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Log out</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Log Out juga penting banget untuk dilakukan, apalagi jika menyangkut layanan keuangan. Akun yang belum dilog-out akan sangat mudah disusupi oleh <em>hacker</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Pakai Perlindungan Tambahan</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>PIN pada ponsel adalah salah satu proteksi privasi yang penting nih. Hal ini akan membuat data pada ponselmu aman dan tidak sembarangan terbuka jika suatu saat ponselmu hilang atau tidak berada bersamamu. Jika sering membuka ponsel di tempat umum, bisa juga menggelapkan layar atau memasang filter layar gelap agar data tidak mudah terbaca orang sekitar.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2618" aria-describedby="caption-attachment-2618" style="width: 865px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/YURA-FRESH-UNSPLASH.jpg" alt="PIN pada ponsel yang umumnya terdiri dari 4 pin ini akan mencegah orang lain membaca data dalam perangkat bila ponsel Anda tercecer atau dicuri." width="865" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2618" class="wp-caption-text">Ilustrasi PIN pada ponsel. Credit image: Yura Fresh/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>6. Perhatikan Application Permission</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Meski tampaknya sepele, ternyata ini salah satu cara <em>hacker</em> menyusupi data pada perangkat tanpa sepengetahuan kita. Untuk <em>fintech</em>, pastikan aplikasi yang Anda gunakan sudah berizin dari pihak yang berwenang, dalam hal ini Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</p>
<p></p>
<p></p>
<p>7. Rahasiakan Kode OTP</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Kode ini sangat penting karena mengatur akses terhadap akun-akunmu lho. Jangan sembarangan memberikannya apalagi jika hanya lewat pesan singkat yang tidak jelas siapa pengirimnya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>8. Update Software</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Seperti pada perusahaan, setiap perangkat kita pasti memiliki permintaan pembaruan secara berkala. Jangan menundanya, fitur-fitur tersebut akan memaksimalkan proteksi data dari kebocoran yang mungkin terjadi.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2612" aria-describedby="caption-attachment-2612" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/DAN-NELSON-UNSPLASH.jpg" alt="Update software sangat penting dilakukan karena fitur seperti security patch dapat meningkatkan proteksi data pada perangkat Anda." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2612" class="wp-caption-text">Ilustrasi Update Software. Credit image: Dan Nelson/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Dari langkah-langkah di atas, mana saja yang sudah kamu terapkan, 101 Wired People? Jangan cuma mengandalkan pengamanan data dari perusahaan atau layanan publik, kamu juga bisa memulainya dari diri sendiri lho. Nggak ada ruginya, kok.</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/">Belajar dari Tokopedia: Cara Mencegah Kebocoran Data Virtual</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
