<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kebocoran Data Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/kebocoran-data/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/kebocoran-data/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Aug 2021 23:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Kebocoran Data Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/kebocoran-data/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seberapa Aman Data Kita Dilindungi di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 23:31:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Data]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan data]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4175</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEBERAPA AMAN DATA KITA DILINDUNGI DI INDONESIA Perkembangan teknologi yang pesat selalu dibarengi dengan sisi gelap dunia siber. Jika penggunaan teknologi digital tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik, maka banyak resiko yang harus dihadapi. Yang paling umum terjadi yakni kebocoran data pribadi yang dapat menjadi sumber dari panjangnya daftar kejahatan siber.&#160; Daftar Panjang Kasus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/">Seberapa Aman Data Kita Dilindungi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SEBERAPA AMAN DATA KITA DILINDUNGI DI INDONESIA</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Perkembangan teknologi yang pesat selalu dibarengi dengan sisi gelap dunia siber. Jika penggunaan teknologi digital tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik, maka banyak resiko yang harus dihadapi. Yang paling umum terjadi yakni kebocoran data pribadi yang dapat menjadi sumber dari panjangnya daftar kejahatan siber.&nbsp;</p>



<p><strong>Daftar Panjang Kasus Kebocoran Data</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Sempat gempar di tahun lalu, 91 juta data Tokopedia Bocor, pelaku menjual data di <em>darkweb</em> berupa <em>user</em> ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor ponsel, dan <em>password</em>. Semua dijual dengan harga US$ 5.000 atau sekitar Rp 74 juta.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Masih di tahun 2020, kita tentu ingat insiden <em>zoombombing</em>&nbsp; Wakil Presiden RI. Tepatnya di akhir Juni 2020, webinar di Zoom yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin diduga diretas. Saat Wapres berbicaa, tiba-tiba tampilan layar Ma’ruf Amin penuh dengan&nbsp; coretan. Aksi peretasan tersebut terjadi di hadapan ribuan orang yang menjadi peserta webinar.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada Agustus 2020, terjadi kasus peretasan situs berita Tempo.co dan Tirto. Pemimpin Redaksi (Pemred) Tempo.co saat itu memberi keterangan, “Muncul warna hitam dan muncul lagu Gugur Bunga, di dalamnya ada pesan-pesan yang terkait dengan <em>stop hoax</em>, jangan bohongi rakyat Indonesia, kembali ke etika jurnalistik yang benar, patuhi Dewan Pers. Jangan berdasarkan orang yang bayar saja. Itu sampai jam 1 kurang sepuluh,” katanya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dan yang terbaru, masih lekat diingatan kita <a href="https://101wired.com/2021/05/21/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">kasus kebocoran 279 data pribadi masyarak</a>at Indonesia pada awal Juni lalu. Kebocoran ini berasal dari data BPJS yang diduga dijual ke forum peretas Raid Forum pada 12 Mei 2021. Menurut Laporan Indonesia Cyber Security independent Resilience Team (CISRT) insiden ini mengakibatkan Indonesia mengalami kerugian materil mencapai Rp 600 triliun.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini, isu kebocoran data kembali menyeruak. Kali ini muncul dugaan data KTP&nbsp; dengan potret diri (selfie) bocor dan diperjualbelikan di media sosial. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) polri tengah menyelidiki isu ini. namun belum dapat dijelaskan secara rinci mengenai kebenaran isu tersebut.&nbsp;</p>



<p><strong>Sistem Keamanan Indonesia&nbsp;</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="694" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-1024x694.jpg" alt="" class="wp-image-4250" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-1024x694.jpg 1024w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-300x203.jpg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-768x521.jpg 768w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-1536x1041.jpg 1536w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-2048x1388.jpg 2048w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-215x146.jpg 215w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-50x34.jpg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-111x75.jpg 111w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credit: Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan keamanan siber di Indonesia pada 2020 membaik. Indonesia duduk di peringkat ke 21 dari 76 negara. Pun demikian BSSN juga memaparkan bahwa kasus kebocoran data akibat<a href="https://www.trendmicro.com/vinfo/us/security/definition/Data-Stealing-Malware" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Malware <em>Information Stealer</em> </a>sepanjang tahun 2020 mencapai 79.439 kasus. Target pencurian informasi terbesar berada di sektor pemerintahan sebanyak 40%, disusul oleh sektor keuangan sebesar 27%, dan sektor telekomunikasi sebesar 15%. Selanjutnya sektor penegakan hukum 9%, transportasi 8%, dan BUMN lainnya 1%.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan hasil monitoring keamanan siber BSSN tahun 2020, informasi yang dicuri umumnya berupa <em>username</em> dan <em>password</em> yang berkaitan. Informasi tersebut sebagian besar masih <em>valid</em> dan dapat digunakan untuk mengakses sistem elektronik pada sektor yang terdampak.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan laporan data keamanan siber dari compritech.com, hingga 24 Maret 2021, Indonesia menjadi salah satu dari 20 negara yang keamanan sibernya paling buruk.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pratama persadha, <em>Chairman</em> Lembaga Riset Keamanan Siber (CISSReC), mengatakan, bahwa Cyber Security Index menetapkan Indonesia dalam peringkat ke 40 keamanan siber. Menurutnya peringkat 40 sebenarnya berada pada ranking yang sedang-sedang saja, namun dalam persoalan keamanan siber, hal tersebut bukanlah produk akhir.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Artinya ketika membeli satu server yang paling mutakhir, sistem operasi paling baru sekalipun, bukan berate cukup. Bisa jadi saat ini kuat, besok tidak kuat. Seperti kita sakit, saat ini flu, besok sembuh. Tapi bukan berarti tidak bisa kena flu lagi kan? Sama seperti ini, sistem keamanan itu&nbsp; adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus, tidak bisa&nbsp; hanya bilang sekarang aman, lalu tidak ada yang perlu dilakukan lagi. Ini seperti polisi dan penjahat, kejar-kejaran terus,”&nbsp; ujarnya dalam diskusi Bersama radio Sonora, beberapa waktu lalu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari data paparan publikasi hasil monitoring keamanan siber tahun 2020, BSSN mendeteksi adanya kasus siber kriminal <em>Email</em> <em>Phising</em> sebanyak 2.549. 55,63% dilakukan pada siang hari atau jam kerja. <em>Email</em> <em>Phising</em> adalah usaha untuk mendapatkan informasi penting dan rahasia secara tidak sah, seperti <em>User</em> <em>ID</em>, <em>Password</em>, PIN, informasi rekening bank, informasi kartu kredit, dsb. Dari data kasus <em>Phising</em> tersebut, 66% target <em>Email</em> <em>Phising</em> adalah <em>email</em> grup, 15 % <em>email</em> pribadi, dan 19% lainnya tidak terdeteksi.&nbsp;</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: </p>



<p class="has-text-align-justify">Sementara di tahun yang sama ada 9.749 Kasus <em>Web</em> <em>Defacement</em>. Yakni Tindakan mengubah tampilan halaman utama sebuah website. Korban peretasan ini paling dominan dialami oleh situs Pendidikan tinggi atau akademik, sebanyak 35%, situs pemerintah daerah sebanyak 32%, dan situs swasta 21%. Tindak pretasan ini juga dominan dilakukan pada hari kerja.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kasus data <em>breach</em> di Indonesia&nbsp; atau kebocoran data&nbsp; pribadi, menjadi komoditas target pencurian. Kecendrungannya akan sama di tahun 2021. Yang harus dicermati dari kasus ini adalah&nbsp; sejumlah kasus kebocoran data&nbsp; terjadi karena kesalahan konfigurasi/ kerentanan yang ada <em>inhern</em> dalam aplikasi. Misalnya ada informasi sensitif yang dapat diakses secara langsung, karena kesalahan direktori. Ada juga kasus kebocoran data karena <em>backup</em> data yang dilakukan admin sebuah aplikasi disimpan dalam <em>public&nbsp; directori</em>, atau diakses secara publik sehingga pihak manapun yang tidak terotentifikasi dapat mengunduh data tersebut. Terakhir, cukup melegakan, <em>password </em>yang terdampak pada kasus kebocoran data umumnya telah diproteksi dengan algoritma <em>hence</em> tertentu sehingga membuat peretas ini sulit menemukan data password pengguna.&nbsp;</p>



<p><strong>KASUS KEBOCORAN DATA LAYANAN ELEKTRONIK</strong></p>



<p>Mei, Tokopedia, 91 juta data</p>



<p>Nov, Red Doorz 5,8 juta data</p>



<p>Nov, Cermati 2,9 juta data</p>



<p>Jul, Kredit Plus, 890 ribu data</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara&nbsp; mandiri masyrakat bisa mengamankan data pribadi dengan upaya mengganti <em>password</em> secara berkala, tidak mengklik tautan <em>link</em> sembarangan, tidak memberitahu kode rahasia atau <em>password</em>, dsb. Namun&nbsp; Jika kebocoran data bersumber dari suatu aplikasi atau layanan elektronik&nbsp; atau institusi pemerintah seperti banyak kasus yang terjadi di Indonesia, maka masyarakat sulit untuk melakukan pencegahan mandiri. Pratama Persadha mengatakan, yang kebanyakan terjadi saat suatu institusi atau layanan elektronik mengalami kebocoran data, maka pihak tersebut juga merasa sebagai korban, padahal pihak pihak tersebut yang mengumpulkan data masyarakat memiliki kewajiban melindungi data data yang sudah mereka koleksi. Hal ini dikarena Indonesia masih belum memiliki Undang-undang perlindungan data pribadi.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Sampai saat ini tidak ada sanksi yang bisa menjerat lembaga-lembaga yang membocorkan data masyarakat indonesia. Karena kita tidak ada UU nya. Harusnya ada UU perlindungan data pribadi. Akhirnya instusi yang megalami kebocoran data itu juga (merasa) menjadi korban. Padahal nggak dong, seharusnya (insitusi) sebagai pelaku juga karena mereka mengkoleksi data masyarakat,” kata Pratama.</p>



<p><strong>Apa yang dapat terjadi jika data bocor?</strong></p>



<p>Ada beberapa kemungkinan bahaya yang harus kita waspadai dan dapat menjadi indikasi bahwa data pribadi kita telah bocor ke pihak-pihak lain. Diantaranya:&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Telemarketing. Jika kita sering mendapat penawaran sebuah produk atau jasa melalui telepon atau email , terlebih jika pihak yang menawarkan jasa/barang tersebut sudah mengetahui nama lengkap kita. Maka bisa jadi nomor telepon kita sudah bocor ke pihak pihak lain. Seperti misalnya penawaran kartu kredit, penawaran pinjaman online, iklan, dsb. Inilah yang paling sering terjadi di masyarakat.</li><li><em>Phising</em> <em>Scamming</em> atau usaha untuk melakukan penipuan dengan mengiming-imingi korban hadiah besar. Biasanya Pelaku akan menyebutkan data data korban seperti nama, alamat, umur, atau <em>user ID </em>dalam suatu layanan elektronika milik korban, sehingga membuat korban lebih percaya dan terjerat.&nbsp;</li><li>Pencurian uang <em>digital</em> sangat memungkinkan terjadi jika data-data korban sudah dicuri dari sebuah layanan dompet&nbsp; <em>digital</em>, atau akun <em>e-commerce</em>.&nbsp;</li><li>Dalam kasus yang lebih serius, bisa terjadi pengalihan rekening bank.&nbsp;</li><li>Jika data foto KTP dan foto <em>selfie</em>&nbsp; yang berhasil&nbsp; dicuri, maka dapat dijadikan data untuk mengajukan pinjaman online (pinjol), terutama pinjol ilegal yang kini marak beredar. Mengingat syarat pengajuan pinjol ilegal cukup mudah.</li></ul>



<p>BSSN, dalam paparan publikasi hasil monitoring keamanan siber tahun 2020, memaparkan beberapa hal yang membuat suatu informasi dapat dicuri dengan mudah.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Pengguna tidak menyadari perangkatnya telah terinfeksi <em>malware</em> pencuri informasi</li><li>Pengguna jarang mengganti <em>password</em> secara berkala</li><li>Pengguna menggunakan <em>password</em> yang sama untuk beberapa layanan sistem elektronik&nbsp;</li><li>Pengguna tidak memiliki <em>end</em> <em>point</em> <em>protection</em> pada perangkatnya untuk mendeteksi adanya malware</li></ol>



<p><strong>Beberapa Upaya Ini Bisa Kita Lakukan</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Ada beberapa upaya mandiri yang dapat kita lakukan untuk menghindari data pribadi kita dicuri. Yang paling mudah menurut ketua CISSReC, Pratama Persadha adalah mengubah password akun secara berkala, jangan gunakan password yang sama untuk akun yang berbeda, hindari mengklik tautan <em>link</em> yang disebarkan melalui pesan sms atau aplikasi percakapan.&nbsp; Sementara sebagai upaya menghindari pencurian foto ktp dan foto <em>selfie</em>, Alfons Tanujaya, Pakar Keamanan <em>Cyber</em>, seperti dilansir dalam CNN Indonesia menyarankan agar setiap kali kita melakukan verifikasi foto <em>selfie</em> untuk layanan elektronik tertentu, usahakan memakai baju bermotif agar sulit diedit. Pastikan juga untuk memakai baju yang berbeda-beda untuk tiap verifikasi foto <em>selfie </em>di akun yang berbeda-beda.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun seperti halnya Pratama Persada, Peneliti Keamanan Siber, Teguh Aprianto dalam Diskusi Publik Perlindungan Konsumen “Ratusan Juta Data Pengguna Media Sosial di Jebol&#8217; di kanal Youtube BPKN-RI beberapa waktu lalu, juga mengatakan jika kebocoran data berasal dari situs institusi pemerintah atau situs situs layanan elektronik lain, sesungguhnya tidak ada yang bisa kita lakukan sebagai konsumen.</p>



<p class="has-text-align-justify">Maka hal tersebut seharusnya dapat&nbsp; menjadi dasar kuat penyusunan Undang-Undang&nbsp; Perlindungan Data Pribadi harus disegerakan.</p>



<p><strong>Rani R, Jakarta</strong></p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/">Seberapa Aman Data Kita Dilindungi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 08:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Hacker]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Data]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus pembajakan WhatsApp semakin marak akhir-akhir ini. Kemudahan pertukaran informasi di dunia maya tampaknya dimanfaatkan sebagian oknum untuk melakukan kejahatan siber. Modusnya, mengaku sebagai identitas tertentu dan meminta uang kepada kontak terdekat orang tersebut. Selain berpotensi merusak reputasi, kita tentu tak ingin data pribadi kita jatuh ke tangan orang lain dan dimanfaatkan untuk tujuan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/">WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Kasus pembajakan WhatsApp semakin marak akhir-akhir ini. Kemudahan pertukaran informasi di dunia maya tampaknya dimanfaatkan sebagian oknum untuk melakukan kejahatan siber. Modusnya, mengaku sebagai identitas tertentu dan meminta uang kepada kontak terdekat orang tersebut. Selain berpotensi merusak reputasi, kita tentu tak ingin data pribadi kita jatuh ke tangan orang lain dan dimanfaatkan untuk tujuan yang tak semestinya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Apa saja sih tanda WhatsApp kita mungkin telah dibajak? </strong></p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Unduhan Aplikasi Asing di Ponsel</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Apakah kalian pernah merasa tidak pernah mengunduh suatu aplikasi, namun aplikasi itu berada di deretan layar kalian? Hal ini patut diwaspadai lho. Justru karena hal ini sering luput dari perkiraan (nggak banyak orang yang mengecek jumlah atau ikon aplikasi kecuali sedang ingin menggunakannya), banyak <em>hacker</em> memanfaatkan hal ini untuk memasang malware sebagai jebakan penyadapan akun WhatsAppmu.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Perhatikan Tanda Read pada Percakapan</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Beberapa orang punya kebiasaan menunda untuk membalas chat, entah karena sedang beraktivitas atau lupa. Kalau kamu salah satu dari mereka, coba ingat-ingat dan cek lagi setiap chat yang kamu punya. Kalau seingatmu ada pesan yang belum dibuka, namun ternyata sudah terbaca, kamu perlu hati-hati. Apalagi jika kejadian tersebut berulang.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>WhatsApp Logout Secara Tiba-Tiba</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Akun WhatsApp nggak semudah itu LogOut seperti pada Instagram atau media sosial lainnya. Kalau tiba-tiba akunmu keluar, ada potensi nomermu sedang berpindah ke ponsel atau perangkat lain lho. </p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Pentingnya Cek Riwayat Log In</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Meski terlihat sepele, fitur pengecekan riwayat pada WhatsApp ini akan sangat berguna untuk memantau aktivitas akunmu, termasuk melihat daftar <em>log-in device</em>. Cara mengeceknya sangat mudah, tinggal klik titik tiga di ujung kanan atas.</p>
<figure id="attachment_2673" aria-describedby="caption-attachment-2673" style="width: 625px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/freepik-2-2.jpg" alt="WhatsApp sebetulnya memiliki fitur enkripsi yang membuat percakapan hanya bisa diketahui dua pihak yang berkirim pesan. Namun, rupanya beberapa perusahaan keamanan tetap melihat celah pembajakan pada aplikasi satu ini." width="625" height="417" /><figcaption id="caption-attachment-2673" class="wp-caption-text">Ilustrasi WhatsApp Web. Credit image: Freepik.</figcaption></figure>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Pesan terkirim tanpa sepengetahuanmu</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Merasa belum membalas atau mengirimkan suatu pesan? Pesan yang terkirim dengan sendirinya ke kontak yang ada maupun nomor asing bisa menjadi salah satu tanda WhatsApp telah diretas, lho.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Cara Mencegah Agar WhatsApp Tak Diretas</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Maksimalkan Pengamanan dengan 2 Factor Authentification</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Kode ini berbeda dengan OTP, tujuannya agar orang tidak sembarangan bisa masuk ke akun Anda dan membajak kode QR. Kode 2FA terdiri dari 6 angka dan bisa didapatkan dari menu Setting, Account, lalu pilih Two Step Verification. </p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Menggunakan Pemindai Sidik Jari</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Fitur ini bisa dijadikan alternatif 2FA sebagai pengaman akun untuk mempersulit para hacker yang ingin membajak akun Anda. Pilih menu Setting, Privacy, dan pilih Fingerprint Lock. Setelahnya, Anda akan diminta merekam sidik jari untuk menjadi “kunci” untuk membuka akun WhatsApp Anda. Setelah memilih menu tersebut dan melakukan perekaman sidik jari, WhatApp akan terkunci secara otomatis beberapa menit kemudian.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Berjaga-jaga dengan LogOut WhatsApp</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Fitur logout from all devices yang tersedia di WhatsApp Web bisa menjadi alternatif untuk mengontrol aktivitas akun yang tidak diinginkan. Jika melihat ada aktivitas akun mencurigakan yang bukan berasal darimu, lebih baik pilih menu “log out from all devices”.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Bagaimana jika WhatsApp terlanjur diretas?</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2672" aria-describedby="caption-attachment-2672" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/christian-wiediger-unsplash.png" alt="Jika ingin memastikan percakapan pada WhatsApp tetap aman, kamu juga bisa memilih opsi yang sedikit merepotkan seperti mengaktifkan notifikasi keamanan." width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2672" class="wp-caption-text">Ilustrasi Percakapan di WhatsApp. Credit image: Christian Wiediger/Usnplash.</figcaption></figure>
<p>Hal termudah pertama yang bisa dilakukan adalah menginstall ulang WhatsApp yang telah terpasang untuk mendapatkan kode OTP. Syaratnya, Anda masih menggunakan nomor yang terdaftar pada akun WhatsApp tersebut karena kode OTP akan dikirimkan ke nomor tersebut. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Anda juga bisa masuk ke WhatsApp dengan nomor ponsel yang terdaftar dan memverifikasinya dengan 6 kode yang akan dikirimkan melalui SMS. Pilih negara Anda untuk memasukkan kode negara secara otomatis lalu masukkan nomor ponsel di kotak bagian kanan (tanpa angka 0). Kode akan dikirimkan dalam waktu maksimal 10 menit. Jika telah berhasil masuk, perangkat lain yang menggunakan akun Anda akan melog-out akun secara otomatis. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Jika Anda telah mengaktifkan verifikasi dua langkah atau 2 Factor Authentification, Anda akan diminta kode keamanan jika ada indikasi peretasan. Kode itu menjaga akun agar tak sembarangan log-in pada perangkat lain. Bagaimana jika lupa kode 2FA? Anda harus menunggu selama 7 hari untuk bisa log-in tanpa kode ini. Meski begitu, 6 kode yang didapatkan lewat SMS akan memastikan sang hacker telah log-out dari akun Anda.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah menonaktifkan akun. WhatsApp menyediakan layanan pengaduan di <a href="mailto:support@whatsapp.com">support@whatsapp.com</a>. Kirimkan sebuah email ke alamat tersebut dengan frasa “Hilang/Dicuri: Silahkan nonaktifkan akun saya” pada badan email, seperti dilansir India Today. Anda punya 30 hari untuk mengaktifkan akun Anda sebelum akun tersebut dihapus sepenuhnya.</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/">WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Tokopedia: Cara Mencegah Kebocoran Data Virtual</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2020 05:48:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Hacker]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Data]]></category>
		<category><![CDATA[Tokopedia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Maret 2020, publik digemparkan dengan kebocoran data salah satu marketplace terkemuka di Indonesia, Tokopedia. Tak tanggung-tanggung ada 15 juta pengguna yang datanya disebarkan di forum online. Ini pentingnya mencegah kebocoran data bagi perusahaan maupun individu!</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/">Belajar dari Tokopedia: Cara Mencegah Kebocoran Data Virtual</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Bulan Maret 2020, publik digemparkan dengan kebocoran data salah satu <em>marketplace </em>terkemuka di Indonesia, Tokopedia. Tak tanggung-tanggung ada 15 juta pengguna yang datanya disebarkan di forum <em>online</em>, bahkan diperkirakan masih banyak lagi. Data yang dibocorkan termasuk <em>hash</em> nama pengguna, <em>e-mail</em>, <em>hash password</em> yang tersimpan di dalam sebuah file <em>database</em> PostgreSQL. Selain itu, data yang diretas juga mencakup tanggal lahir, kode aktivasi e-mail, kode reset password, detail lokasi, <em>ID messenger</em>, hobi, pendidikan, waktu pembuatan akun hingga waktu terakhir log-in. Meski demikian, data tersebut masih terlindungi dengan kode spesifik “salt” yang mengcover sandi pengguna dengan algoritma. Belum terlacaknya kode tersebut membuat <em>hacker</em> membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenkripsi informasi dan sandi pengguna. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Pertama kali dibeberkan ke publik oleh akun @underthebreach, kejadian ini telah dikonfirmasi sendiri oleh pihak Tokopedia. Tokopedia menjamin sandi pengguna masih aman karena adanya kode <em>salt</em>, namun untuk mengantisipasi kejahatan yang lebih jauh, pengguna diminta mengubah <em>password</em> akun dan mencopot layanan keuangan yang terhubung dengan akun Tokopedia.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2617" aria-describedby="caption-attachment-2617" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/UNSPLASH-9.jpg" alt="Perlindungan data menjadi penting seiring dengan meningkatnya aktivitas hacking karena sangat merusak reputasi instansi atau perusahaan" width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2617" class="wp-caption-text">Ilustrasi Proses Hacking Data. Credit image: Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Bisnis <em>e-commerce</em> di Indonesia memang mengalami perkembangan pesat, meski begitu kenaikan ini juga disertai dengan meningkatnya resiko peretasan data siber. Berdasarkan riset yang ditulis Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky wilayah Asia Tenggara, para pembuat keputusan bisnis TI dari wilayah tersebut mengakui kehilangan rata-rata US$1,10 juta karena ancaman virtual ini. Sebagian besar bisnis di Asia Tenggara yang mengalami pelanggaran data (53%) juga membayar kompensasi kepada klien atau pelanggan, mengalami masalah dengan menarik pelanggan baru (51%), dikenai penalti atau denda (41%), dan kehilangan beberapa mitra bisnis (30%).</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Hal yang Perlu diterapkan Perusahaan untuk Mencegah Kebocoran Data Pengguna</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Untuk perusahaan besar maupun kecil, berikut adalah hal-hal yang dapat diterapkan untuk mencegah terjadinya kebobolan data.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>1. Menggunakan Perangkat Lunak Resmi dan Terpercaya</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Perusahaan perlu menggunakan perangkat lunak berlisensi yang diambil dari situs atau sumber resmi untuk menghindari virus dan <em>malware</em> lainnya yang berpotensi pada kebocoran data. Jika menggunakan layanan penyimpanan, perusahaan juga perlu mencari <em>cloud</em> terpercaya yang memiliki sistem otentifikasi akurat dan kredibel serta tidak membaginya dengan pihak ketiga yang tidak dipercaya. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>2. Edukasi Sumber Daya Manusia tentang Keamanan Siber</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2614" aria-describedby="caption-attachment-2614" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/MIMI-THIAN-UNSPLASH.jpg" alt="Sumber daya manusia sangat penting untuk menjaga dan memastikan seluruh manajemen informasi dalam perusahan berjalan dengan semestinya." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2614" class="wp-caption-text">Ilustrasi Proses Edukasi SDM tentang Kebocoran Data. Credit image: Mimi Thian/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Pelatihan dan edukasi adalah komponen utama yang sangat penting untuk menjaga keamanan data. <em>Basic</em> yang perlu diajarkan adalah mengenali situs web yang “mencurigakan” sehingga bisa tahu kapan harus menghindari atau tidak membukanya. Selain itu juga hindari menyimpan <em>file </em>dari situs potensial tersebut. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>3. Backup dan Manajemen Informasi</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Selain untuk pencegahan, langkah ini tentunya sangat berguna ketika <em>breach </em>atau kebocoran data telah terjadi. Selalu siapkan <em>backup </em>atau salinan untuk setiap data yang tersimpan dan lakukan pembaruan atau peralatan dan aplikasi secara berkala supaya proteksi semakin terjamin dan memperkecil celah <em>hacker</em> untuk menyusupi data. Pusat Operasi Keamanan (SOC) juga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan <em>e-commerce</em> berskala besar yang menangani jutaan data. Nantinya mereka akan memberikan <em>insight</em> mengenai ancaman, alat, teknik terkini yang digunakan oleh pelaku kejahatan siber. Perusahaan juga bisa menjaga informasi dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). SMKI merupakan bagian dari sistem manajemen dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk membangun, mengimplementasikan, mengoperasikan, memantau, memelihara, dan meningkatkan keamanan informasi. Tercatat ada 159 organisasi di Indonesia yang telah menerapkan standar ini.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2615" aria-describedby="caption-attachment-2615" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/PROGRESSIVE-INSURANCE-UNSPLASH.jpg" alt="Backup data sangat krusial untuk mencegah serangan hacker." width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2615" class="wp-caption-text">Ilustrasi Proses Backup Data. Credit image: Progressive Insurance/Unsplash.</figcaption></figure>
<p><strong>Cara Melindungi Data Pribadi secara Mandiri</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<p>Tak hanya perusahaan, tentu setiap individu dapat berkontribusi mencegah penyebaran data dengan memproteksi data pribadinya sendiri. Ini dia beberapa langkah yang bisa kamu terapkan secara mandiri:</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Selalu Waspada terhadap segala bentuk kebocoran: Phising, “Free Access”, dan Situs Mencurigakan.</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Sebetulnya, kunci utama untuk perlindungan data secara mandiri maupun bagi perusahaan berakar pada kewaspadaan. Kebocoran biasanya berawal dari hal-hal kecil yang mungkin tidak kita sadari lho, mulai dari sembarangan mengakses Wi-fi gratis, membuka tautan di media sosial atau e-mail, bahkan hanya mengakses suatu situs tertentu, lho. Perlu dipastikan bahwa sumber, tautan, atau link terkait berasal dari institusi resmi. Kalau perlu, <em>googling</em> dan cari tahu dulu sebelum mengakses lebih lanjut. Untuk mengenali situs yang aman, periksalah apakah ada gambar gembok di bagian kiri atas <em>browser</em> Anda. Situs yang aman juga biasanya dimulai dengan <em>https://</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Jaga data pribadi</li>
</ol>
<figure id="attachment_2613" aria-describedby="caption-attachment-2613" style="width: 726px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/MICHAEL-GEIGER-UNSPLASH.jpg" alt="Mulai dari malware, phising, iming-iming wifi gratis, kini aplikasi pemantau virus corona palsu pun menjadi sarana hacker untuk membobol data para korbannya." width="726" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2613" class="wp-caption-text">Ilustrasi Malware sebagai indikasi kebocoran data. Credit image: Michael Geiger/Unsplash.</figcaption></figure>
<p></p>
<p></p>
<p>Perlakukan data pribadi virtual seperti saat kita berkomunikasi dengan orang asing secara langsung. Jangan mudah percaya dan memberikan informasi pribadi begitu saja dalam aplikasi percakapan digital.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Menggunakan password berbeda untuk setiap akun</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Sebagai orang yang mudah lupa, seringkali kita memilih untuk menggunakan <em>password</em> yang “seragam” untuk setiap akun yang kita miliki. Namun, ada baiknya jika kita memilih <em>password</em> berbeda untuk menghindari kebocoran data, lho. Dengan begitu, jika satu akun diretas, akun lain masih bisa terlindungi. Penting juga memilih <em>password</em> rumit yang terdiri dari huruf, angka, dan tanda baca serta fitur enkripsi <em>password</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Log out</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Log Out juga penting banget untuk dilakukan, apalagi jika menyangkut layanan keuangan. Akun yang belum dilog-out akan sangat mudah disusupi oleh <em>hacker</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Pakai Perlindungan Tambahan</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>PIN pada ponsel adalah salah satu proteksi privasi yang penting nih. Hal ini akan membuat data pada ponselmu aman dan tidak sembarangan terbuka jika suatu saat ponselmu hilang atau tidak berada bersamamu. Jika sering membuka ponsel di tempat umum, bisa juga menggelapkan layar atau memasang filter layar gelap agar data tidak mudah terbaca orang sekitar.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2618" aria-describedby="caption-attachment-2618" style="width: 865px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/YURA-FRESH-UNSPLASH.jpg" alt="PIN pada ponsel yang umumnya terdiri dari 4 pin ini akan mencegah orang lain membaca data dalam perangkat bila ponsel Anda tercecer atau dicuri." width="865" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2618" class="wp-caption-text">Ilustrasi PIN pada ponsel. Credit image: Yura Fresh/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>6. Perhatikan Application Permission</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Meski tampaknya sepele, ternyata ini salah satu cara <em>hacker</em> menyusupi data pada perangkat tanpa sepengetahuan kita. Untuk <em>fintech</em>, pastikan aplikasi yang Anda gunakan sudah berizin dari pihak yang berwenang, dalam hal ini Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</p>
<p></p>
<p></p>
<p>7. Rahasiakan Kode OTP</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Kode ini sangat penting karena mengatur akses terhadap akun-akunmu lho. Jangan sembarangan memberikannya apalagi jika hanya lewat pesan singkat yang tidak jelas siapa pengirimnya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>8. Update Software</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Seperti pada perusahaan, setiap perangkat kita pasti memiliki permintaan pembaruan secara berkala. Jangan menundanya, fitur-fitur tersebut akan memaksimalkan proteksi data dari kebocoran yang mungkin terjadi.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2612" aria-describedby="caption-attachment-2612" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/DAN-NELSON-UNSPLASH.jpg" alt="Update software sangat penting dilakukan karena fitur seperti security patch dapat meningkatkan proteksi data pada perangkat Anda." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2612" class="wp-caption-text">Ilustrasi Update Software. Credit image: Dan Nelson/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Dari langkah-langkah di atas, mana saja yang sudah kamu terapkan, 101 Wired People? Jangan cuma mengandalkan pengamanan data dari perusahaan atau layanan publik, kamu juga bisa memulainya dari diri sendiri lho. Nggak ada ruginya, kok.</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/">Belajar dari Tokopedia: Cara Mencegah Kebocoran Data Virtual</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/belajar-dari-tokopedia-cara-mencegah-kebocoran-data-virtual/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
