Apple AirTag akhirnya diluncurkan pada event Spring Loaded 20 April 2021 kemarin. Apple AirTag adalah sebuah device dimana user dapat memasangnya dimanapun dan khususnya di barang-barang berharga sehingga user dapat melacak lokasinya melalui aplikasi terbaru Apple, yaitu Find My.
Tanggal Rilis dan Harga
Setelah dirumorkan beberapa lama, akhirnya Apple meluncurkan produk device tracker mereka, yaitu Apple AirTags. AirTags dibanderol di Amerika pada harga $29 per keping atau $99 untuk satu paket (berisi 4 piece) atau sekitar Rp. 500.000 untuk satu itemnya dan Rp. 1.500.000 untuk satu paket berisi 4 item.

User dapat mulai membeli AirTags secara pre-order pada 23 April 2020 di Amerika. Untuk Indonesia, seperti biasa harus bersabar dulu ya.
Bagaimana Cara Menggunakan AirTags?
Dilansir dari event Apple Spring Loaded, AirTags merupakan device berukuran seperti koin, sehingga untuk menggunakannya kalian harus memasangnya ke strap atau memasukkannya kedalam kantong barang yang ingin di lacak.
Tidak seperti tracker pada umumnya, AirTags tidak memiliki perekat sehingga dapat ditempelkan ke laptop atau remot. Namun tentunya akan banyak aksesoris yang mulai membuat perekat untuk AirTags ini.

AirTags menggunakan teknologi yang sama seperti iPhone dengan Find My iPhone. Yaitu menggunakan sinyal Bluetooth yang dapat menyimpan energi, sehingga ketika sebuah device ditandai sebagai hilang, maka Apple devices di seluruh dunia akan memberikan notifikasi apabila ada yang menemukannya.
Jika user menemukan AirTags yang hilang, maka pengguna dapat masuk ke aplikasi Find My dan kemudian pengguna dapat mengklik informasi identitas AirTags tersebut dan memberikannya kepada yang bersangkutan.
AirTags juga menggunakan teknologi Ultra Wideband (U1) yang disematkan pada iPhone 11 ke atas sehingga memungkinkan pengguna untuk menikmati fitur Precision Finding sehingga memungkinkan user untuk melakukan tracking lokasi AirTags dengan lebih akurat.
Desain dan Kekuatan Baterai
Apple membuat AirTags dengan bahan dasar plastik di bagian belakang dan metal di bagian depan. Sehingga dapat dikatakan bahwa AirTags mempunyai fitur water-resistant, namun hal ini belum dapat dipastikan karena belum adanya sertifikasi yang mendukungnya. Jadi, jangan gunakan AirTags untuk melacak ikan peliharaan kalian, ya!
Baterai yang terkandung dalam AirTags diklaim mampu bertahan dalam waktu satu tahun. Selain itu, baterai AirTags juga dapat dilepas dan diganti apabila tenaganya sudah habis.
Baca juga: Warna Ungu Menjadi Warna Terbaru Pada iPhone 12
Bagaimana Apple Menjaga Privasi Penggunanya?
Salah satu masalah yang timbul dengan adanya AirTags adalah ketika seorang user tiba-tiba saja meletakkan AirTags-nya ke dalam tas user lain tanpa sepengetahuannya untuk tujuan yang tidak baik, seperti mengikuti mereka.
Apple juga membuat fitur Unwanted Tag Detection dalam AirTags. Sehingga hal ini dapat menjaga privasi user lain. Cara kerjanya adalah, di awal, tiap user diwajibkan untuk mengatur AirTags dengan Apple device mereka. Kemudian, apabila user mencoba untuk meletakkan AirTags itu ke orang lain, maka AirTags akan memberikan suara notifikasi sehingga mampu memperingatkan user lain bahwa ada AirTags milik orang lain yang berada di dalam tasnya.


[…] Baca juga: AirTags, Teknologi Location Tracker dari Apple untuk Menjaga Barang-Barang Berharga! […]