<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artificial Intelligence Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/artificial-intelligence/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/artificial-intelligence/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2020 06:30:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Artificial Intelligence Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/artificial-intelligence/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 06:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Meet]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makin canggih, Google Meet keluarkan fitur keren yang menguntungkan para pengguna setia aplikasi teleconference. Setingkat lebih unggul dari pesaingnya seperti Zoom dan Skype, Google Meet meluncurkan fitur denoiser atau noise cancellation yang memanfaatkan teknologi AI (Artifical Intelligence) atau kecerdasan buatan dan Machine learning alias pembelajaran mesin yang bertujuan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi saat rapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/">Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Makin canggih, Google Meet keluarkan fitur keren yang menguntungkan para pengguna setia aplikasi <em>teleconference</em>. Setingkat lebih unggul dari pesaingnya seperti Zoom dan Skype, Google Meet meluncurkan fitur <em>denoiser </em>atau <em>noise cancellation</em> yang memanfaatkan teknologi AI (<em>Artifical Intelligence</em>) atau kecerdasan buatan dan <em>Machine learning</em> alias pembelajaran mesin yang bertujuan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi saat rapat atau <em>video call</em> lho.</p>



<p>Cara bekerjanya adalah dengan menekan suara-suara selain dari para pembicara, misalnya saja suara saat menulis dengan pena, menuang air dalam gelas, atau membuka kotak makan. Suara ini akan diminimalisir bahkan dihilanggkan sehingga tidak akan masuk ke video.</p>



<p><p>Fitur <em>denoiser</em> ini juga ideal untuk menyaring <em>environment </em>rumah tangga, mulai dari penyedot debu, anak-anak dan hewan peliharaan, serta beragam perabot rumah tangga lainnya.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2904" aria-describedby="caption-attachment-2904" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/today.line_.ne_.jpg" alt="Logo Google Meet yang bisa digunakan untuk meeting online" width="300" height="225"><figcaption id="caption-attachment-2904" class="wp-caption-text">Logo Google Meet. Credit image: today.line.me</figcaption></figure></p>



<p>Fitur ini muncul justru dari pengalaman team Google sendiri saat melakukan rapat. Memiliki beberapa orang dari beragam lokasi sekaligus membuat perbedaan zona waktu tak dapat dihindari saat <em>meeting online</em>. Ide <em>noise cancellation </em>terbersit ketika gangguan suara saat sarapan terasa cukup mengganggu jalannya rapat.</p>



<p>Seperti halnya dalam teknologi pengenalan suara yang membutuhkan data tentang mana pembicaraan dan mana yang bukan, fitur <em>denoiser</em> ini juga menggunakan teknik <em>machine learning </em>serupa. Teknologi AI akan mengenali mana yang merupakan <em>noise </em>dan mana yang merupakan suara pembicara dan hanya mempertahankan suara percakapan tersebut dalam panggilan video. Algoritma yang dipakai terdiri atas campuran beragam dataset berisi <em>noise </em>dan suara percakapan.&nbsp;</p>



<p><p>Cara menggunakan fitur ini juga cukup mudah. Bagi pengguna G Suite, fitur ini tersedia secara <em>default</em> alias otomatis, sehingga jika pengguna ingin membiarkan noise selama percakapan, maka pengguna perlu mematikan fitur ini pada bagian <em>setting</em>. Lain halnya dengan versi web dari Google Meet, untuk menggunakannya pengguna perlu menuju <em>setting. </em>Fitur ini akan terlihat di bawah tab <em>Audio</em>, di antara ikon <em>microphone </em>dan <em>speakers </em>dengan label nama <em>“Noise cancellation: Filters out sound that isn’t speech.”</em></p>
<figure id="attachment_2903" aria-describedby="caption-attachment-2903" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/google-meet-audio-settings-noise-cancellation-2020.png" alt="Setting Denoiser pada Google Meet yakni pada Audio Setting" width="1024" height="895"><figcaption id="caption-attachment-2903" class="wp-caption-text">Setting Denoiser pada Google Meet. Credit image: Venture Beat</figcaption></figure></p>



<p>Dilansir dari Venture Beat, <em>team</em> Google Meet mengaku ada beberapa kesulitan untuk mengembangkan fitur ini yakni pengenalan <em>range </em>nada dari berbagai suara serta jarak atau kedekatan dari suara. Aspek tersebut sangat menentukan keberhasilan penyaringan suara. Google Meet mengaku tak ingin salah mengenali mana suara yang harusnya dipertahankan dan dihapus maupun sebaliknya.</p>



<p>Selain itu, Google juga mencoba terobosan keamanan percakapan dengan menyediakan enkripsi <em>end-to-end </em>bagi Google Meet. Privasi akhirnya kembali menjadi pertimbangan karena proses penyaringan suara melalui fitur <em>denoiser</em> akan dilakukan di server Google selama panggilan berlangsung dan dikirim kembali ke pengguna yang melakukan panggilan. Meski begitu, <em>team </em>Google mengaku tidak akan mengetahui atau memantau isi percakapan kecuali jika pengguna memutuskan untuk merekamnya.</p>



<p>Fitur ini akan dirilis untuk aplikasi Android dan iOS akhir bulan ini lho! Dikutip dari Venture Beat, Kamis (11/6/2020), fitur ini akan digulirkan lebih dulu di Google Meet versi web.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/">Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Artifical Intelligence di Indonesia, Sudah Siap Belum?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/masa-depan-artifical-intelligence-di-indonesia-sudah-siap-belum/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/masa-depan-artifical-intelligence-di-indonesia-sudah-siap-belum/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2020 03:02:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Kata.ai]]></category>
		<category><![CDATA[Machine Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Nodeflux]]></category>
		<category><![CDATA[Prosa.ai]]></category>
		<category><![CDATA[Robot]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2591</guid>

					<description><![CDATA[<p>AI merupakan simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakannya. China termasuk salah satu negara yang mulai menerapkan AI ke seluruh sendi kehidupan. Bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/masa-depan-artifical-intelligence-di-indonesia-sudah-siap-belum/">Masa Depan Artifical Intelligence di Indonesia, Sudah Siap Belum?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><em>Artificial Intelligence</em> memiliki banyak keuntungan bagi kehidupan manusia. Di bidang produksi, penerapan AI secara signifikan  dapat meminimalkan biaya dan mempercepat waktu produksi, menghasilkan harga produk dan layanan yang lebih murah. Di bidang manufaktur, <em>automatization</em> akan sangat berguna mengingat banyaknya kegiatan produksi yang dilakukan berulangkali. China termasuk salah satu negara yang mulai menerapkan AI ke seluruh sendi kehidupan. Bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p></p>
<p></p>
<p><em>Artificial Intelligence</em> atau Kecerdasan Buatan memiliki banyak definisi. Namun, intinya adalah teknologi yang membuat suatu sistem komputer mampu belajar, berpikir, dan bertindak secara mandiri. Biasanya dengan mempelajari tren dan sejarah aktivitas, untuk selanjutnya melakukan tindakan terkalkulasi. Menurut definisi lainnya, AI merupakan simulasi kecerdasan manusia dalam mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakannya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Meski banyak negara mulai mempertimbangkan penggunaan AI, Indonesia tampaknya belum sepenuhnya siap mengadopsi teknologi ini. Survei pada lebih dari seratus pemimpin bisnis dan karyawan yang dilakukan <em>IDC Asia/Pasifik </em>serta <em>Microsoft Indonesia</em>, menunjukkan baru empat belas persen perusahaan yang jadi responden menggunakan AI untuk kegiatan operasional masing-masing. Sementara 42 persen baru berencana ataupun sedang dalam tahap uji coba.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2593" aria-describedby="caption-attachment-2593" style="width: 654px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FRANCK-V-UNSPLASH.jpg" alt="Pada industri manufaktur, ada beberapa penerapan AI misalnya algoritma genetik, simulated annealing, tabu search, dan algoritma immune system." width="654" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2593" class="wp-caption-text">Ilustrasi Penggunaan AI pada Industri Manufaktur. Credit image: Franck V/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Jika perkembangan AI di China terhitung cukup masif, misalnya penggunaan kamera untuk mengidentifikasi identitas calon pembeli dari kamera di berbagai restoran cepat saji, Indonesia masih tertinggal beberapa langkah. Penggunaan AI di Indonesia masih terbatas pada<em> chatbot </em>di aplikasi pesan instan misalnya WhatsApp, LINE, dan Telegram. <em>Chatbot</em> ialah program komputer yang didesain untuk menstimulasi percakapan dengan pengguna manusia dalam sebuah <em>platform</em> berbentuk teks maupun audio. <em>Chatbot</em> ini cukup populer ditandai dengan berkembangnya jumlah <em>bot</em> di LINE sebanyak 25%.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Di Indonesia sendiri sebetulnya mulai banyak <em>start up</em> yang menggunakan AI untuk menunjang kegiatan bisnisnya atau bahkan menjadikan AI tersebut sebagai bisnis. Contohnya saja Deligence.ai, Prosa.ai, Snapcart, Kata.ai, Dattabot, Sonar, BJtech, Eureka.ai, dan AIsensum, Nodeflux, dan Bahasa.ai. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Prosa.ai, Kata.ai, BJtech, dan Bahasa.ai sama-sama bergerak di bidang <em>startup conversational</em> yang spesialisasinya membuat <em>chatbot</em> untuk keperluan bisnis. Prosa.ai memiliki konsep serupa, namun lebih dikhususkan pada konten teks dan pidato. Snapcart merupakan aplikasi yang memberikan <em>reward cashback </em>pada pembeli yang memindai dan mengunggah kwitansi pembelian yang mereka punya. Sonar platform menyediakan jasa pemantauan media sosial secara <em>real-time</em> dan pengukuran sentimen. Nodeflux mengembangkan platform analitik video cerdas pertama di Indonesia dan menawarkan layanan pengenalan wajah, deteksi sampah, pembacaan plat, hingga pemantauan banjir. Hampir sama dengan Nodeflux, Delligence.ai menawarkan pengecekan kerusakan kendaraan, deteksi identitas kendaraan hingga <em>road scene</em> dan <em>logo analytic</em>. Dattabot merupakan perusahaan <em>big data analytic </em>yang paling komprehensif di Indonesia. Aisensum bergerak di kemitraan monetisasi data, sementara Eureka menyediakan layanan kemitraan antara operator seluler dengan perusahaan dari berbagai industri.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Pemerintah Indonesia pun mulai melirik AI untuk mempermudah proses birokrasi yang kerap terhambat. Hal ini tampak dari rencana Presiden Joko Widodo untuk mengganti jabatan eselon III dan IV dengan kecerdasan buatan.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2595" aria-describedby="caption-attachment-2595" style="width: 695px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/STEPHEN-DAWSON-UNSPLASH.jpg" alt="Salah satu pembahasan yang sedang hangat mengenai AI di Indonesia adalah mengenai regulasi pengumpulan data pribadi yang sangat vital bagi teknologi ini. Di sisi lain, perlu batasan yang jelas gar privasi dan hak setiap orang tidak dicederai." width="695" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2595" class="wp-caption-text">AI digunakan sebagai teknologi untuk pengumpulan data. Credit image: Stephen Dawson/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Terlepas dari beberapa penerapan AI di Indonesia, data menunjukkan masih banyak pebisnis yang ragu mengadopsi teknologi ini. Tantangan yang dihadapi adalah kesediaan membuka akses data, transformasi ke arah digital, termasuk akses terhadap talenta sumber daya manusia yang memiliki kecakapan. Menurut riset <em>Government AI Readiness Index 2019</em> yang dirilis <em>Oxford Insight</em>, Indonesia masih menempati peringkat 5 di bawah negara ASEAN lain yakni Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Sementara di peringkat dunia, Indonesia berada di posisi 57 dari 194 negara dengan skor 5,420.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Kalau menurutmu, Indonesia sudah siap mengadopsi teknologi <em>Artificial Intelligence</em> belum?</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/masa-depan-artifical-intelligence-di-indonesia-sudah-siap-belum/">Masa Depan Artifical Intelligence di Indonesia, Sudah Siap Belum?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/masa-depan-artifical-intelligence-di-indonesia-sudah-siap-belum/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mirip Game, Filter Game Instagram Seru Buat Isi Kebosananmu!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/mirip-game-filter-game-instagram-seru-buat-isi-kebosananmu/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/mirip-game-filter-game-instagram-seru-buat-isi-kebosananmu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2020 02:36:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Flying Face]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram Filter]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram Stories]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2515</guid>

					<description><![CDATA[<p>Deretan filter AR di Instagram ini bisa jadi alternatif menghilangkan bosan tanpa membuatmu mengorbankan RAM dan storage!</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/mirip-game-filter-game-instagram-seru-buat-isi-kebosananmu/">Mirip Game, Filter Game Instagram Seru Buat Isi Kebosananmu!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Problem saat karantina adalah kamu jadi terlalu bosan untuk melakukan hampir semua aktivitas. Main game bisa mencerahkan lagi moodmu yang sempat down, lho. Deretan filter AR di Instagram ini bisa jadi alternatif menghilangkan bosan tanpa membuatmu mengorbankan RAM dan storage!</p>
<p></p>
<p></p>
<p>1. Flying Face</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2524" aria-describedby="caption-attachment-2524" style="width: 576px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/flying-face-di-instagram-stories-576x1024.jpg" alt="Filter Instagram yang mirip dengan Flappy Bird." width="576" height="1024" /><figcaption id="caption-attachment-2524" class="wp-caption-text">Filter Instagram Flying Face. Credits image: Net Ilham.</figcaption></figure>
<p>Filter satu ini masuk 8 Filter Terpopuler seperti diberitakan Kompas, lho. Mirip Flappy Bird, game satu ini menampilkan karakter burung yang wajib melewati sederetan pipa untuk menyelamatkan diri. Semakin banyak pipa yang kamu lewati, nilai yang kamu dapatkan semakin tinggi. Kalau Flappy Bird dimainkan dengan jari tangan, filter Flying Face ini menggunakan AR dan kamu mesti memainkannya dengan kedipan matamu. Serunya, filter yang satu ini bisa dimainkan dalam mode dual-player, alias kamu bisa mengajak temanmu untuk ikut bermain dan bersaing nilai, lho. FIlter ini pun bisa dipakai untuk kamera depan maupun belakang. Cara mendapatkan filter ini cukup dengan mengikuti akun @dvoshansky yang membuat filter ini, pilih stories dan efek normal, cari filter stories dan pilih “Flying Face”. Siapkan ketahanan mata ya biar skormu paling tinggi!</p>
<p></p>
<p></p>
<p>2. Game Jawab Cepat</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2519" aria-describedby="caption-attachment-2519" style="width: 827px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/INSTAGRAM-STORY-@VANESSAANGELOFFICIAL.jpeg" alt="Filter Jawab Cepat yang bikin ngakak" width="827" height="783" /><figcaption id="caption-attachment-2519" class="wp-caption-text">Filter Instagram Jawab Cepat. Credit image: Instagram Story @vanessaangelofficial.</figcaption></figure>
<p>Game yang satu ini bisa kamu mainkan sendiri, tapi lebih seru kalau dimainkan bareng-bareng. Akan ada seseorang yang berperan sebagai penanya dan peserta lainnya bakal menjawab cepat setiap pertanyaan yang dilontarkan karena hampir tidak ada waktu berpikir. Kalau sudah begitu, pasti jawaban jujur atau ngasal yang akan keluar, sehingga diharapkan filter ini bakal menghibur banget sangat dipakai. Cukup cari akun noorbagus untuk mendapatkan filter ini, lalu tekan layar untuk memulai game atau mengganti pertanyaan.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>3. HeadQuiz</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2522" aria-describedby="caption-attachment-2522" style="width: 707px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/URBANASIA.jpg" alt="Filter HeadQuiz seperti Eat Bulaga untuk menguji imajinasi dan kosakatamu." width="707" height="552" /><figcaption id="caption-attachment-2522" class="wp-caption-text">Filter Instagram Headquiz. Credits image: Urbanasia.</figcaption></figure>
<p>HeadQuiz ini memiliki konsep yang hampir mirip dengan EatBulaga, kuis penuh humor yang sempat viral beberapa tahun lalu. Reaksi kebingungan dan penasaran dari dua peserta yang saling menebak menjadi daya tarik kuis yang coba diterapkan ke filter. Pakai kamera belakangmu dan arahkan ke seorang teman. Dia harus menebak stiker yang muncul di layar smartphonemu. Filter ini bakal kamu dapetin secara cuma-cuma setelah follow akun Instagram @karetsatu.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>4. Bales Pantun</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2518" aria-describedby="caption-attachment-2518" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/DETIK-INET.jpeg" alt="Filter Instagram Tebak Pantun untuk mengasah kreativitas." width="700" height="700" /><figcaption id="caption-attachment-2518" class="wp-caption-text">Filter Instagram Tebak Pantun. Credit image: Inet.detik.com.</figcaption></figure>
<p>Nggak asing dengan aksi selebritas balas-balasan pantun di layar televisi? Kamu juga bisa mengasah kemampuan pantunmu pakai filter ini. Cukup kunjungi dan ikuti akun @ariandryian di IG buat menemukan filter ini. Lumayan lah, otakmu akan semakin kreatif setelah mencoba game yang satu ini.</p>
<p></p>
<p></p>
<h6 class="wp-block-heading">5. Fest Finder</h6>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2523" aria-describedby="caption-attachment-2523" style="width: 758px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/WARTA-GAMES.jpg" alt="Filter Instagram Fest Finder merupakan pengembangan dari filter Instagram sebelumnya, yakni Gram Invaders, masih dari creator yang sama @ThreeUK." width="758" height="423" /><figcaption id="caption-attachment-2523" class="wp-caption-text">Filter Instagram Fest Finder. Credits image: Warta Games.</figcaption></figure>
<h6 class="wp-block-heading">Bosan dengan game yang simpel? Instagram juga menyediakan game yang lumayan advanced, lho. Game yang satu ini menceritakan karakter gadis berambut ungu yang berusaha buat mencari temannya yang hilang di festival. Yang perlu kamu lakukan adalah menggerakkan karakter ini dengan menekan layar, melewati setiap level sampai teman yang dimaksud ditemukan oleh si karakter utama. Walaupun terdengar gampang, nggak mudah buat memainkan game ini karena lokasi festival dirancang super chaos dan temannya terus berpindah-pindah dari tempat keduanya berjanji bertemu. Yuk, coba kunjungi instagram @threeuk dan cari instagram stories Fest Finder untuk mencoba game ini!</h6>
<p></p>
<p></p>
<p>Setelah tahu caranya, kamu mungkin tertarik buat mencoba atau menyimpan filter instagram di atas. Jangan lupa ajak teman-temanmu buat berkompetisi biar quarantinemu makin seru. Pssst, pamer nilai di IG Story <em>won’t hurt you,</em> lho.</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/mirip-game-filter-game-instagram-seru-buat-isi-kebosananmu/">Mirip Game, Filter Game Instagram Seru Buat Isi Kebosananmu!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/mirip-game-filter-game-instagram-seru-buat-isi-kebosananmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
