<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>digital banking Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/digital-banking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/digital-banking/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 May 2021 06:28:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>digital banking Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/digital-banking/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2021 06:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[digital banking]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran Jenius, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital. Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di platform Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran <a href="https://www.btpn.com/id/tentang-kami/segmen-usaha/jenius" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Jenius</a>, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di <em>platform </em>Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. Semenjak saat itu perlahan banyak bank-bank besar mulai bergerak untuk mendigitalisasi layanan perbankan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ditambah dengan perkembangan pesat jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 117 juta pada tahun 2020, dan ditambah dengan keterbatasan untuk melakukan transaksi manual yang diakibatkan oleh hadirnya pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sebagian besar kegiatan jual beli secara langsung menyebabkan jumlah peningkatan yang cukup masif pada sektor <em>e-commerce</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini membuat banyak bank mulai merambah untuk mendigitalisasi seluruh layanan perbankan untuk mendorong efisiensi dan memperluas jangkauan untuk mengakuisisi calon nasabah terutama para kaum millennial yang sangat melek dengan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, untuk melakukan transisi digital membutuhkan investasi yang cukup besar. Di tahun 2019, HSBC menggelontorkan lebih dari 68 triliun rupiah untuk pembelanjaan teknologi, di tahun yang sama CITIgroup menggelontorkan 130 triliun, namun DBS hanya mengeluarkan 10 triliun saja untuk pembaharuan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Di tengah perkembangan teknologi yang berkembang cepat, para bank juga melakukan kolaborasi dengan <em>fintech</em> seperti GoPay, WeChat Pay, yang menghadirkan fitur-fitur layaknya perbankan seperti transfer antar bank maupun pembayaran tagihan. Berdasarkan <em>roadmap </em>yang dikeluarkan oleh OJK, hadirnya kaum millennial memaksa bank untuk menyesuaikan diri agar bisa bersaing dengan <em>fintech</em>.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa negara seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Korea Selatan dan beberapa negara maju lainnya sudah mulai mengembangkan sistem perbankan berbasis internet atau <em>internet-based only banking </em>yang memanfaatkan aplikasi pada ponsel pintar. Hal ini mendorong Indonesia untuk melakukan transisi dari perbankan konvensional menuju perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam dua tahun terakhir, beberapa lembaga bank nasional seperti BCA salah satunya sudah mulai melakukan transformasi layanan dengan menempuh cara akuisisi Bank Royal senilai 988 miliar di tahun 2019, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan <a href="https://101wired.com/2021/05/21/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">bank digital</a> BCA. Selain dari BCA, beberapa bank besar seperti Bank Mega juga sudah melebarkan sayapnya ke <em>digital banking, </em>hingga bank syariah melalui Bank Net Syariah milik NTI Indonesia juga sudah terjun ke dunia tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &amp; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Umumnya, perpindahan transisi konvensional ke digital ini lebih banyak menargetkan kaum millennial yang memiliki mobilitas tinggi, untuk bisa menarik perhatian tersebut ada beberapa aspek ekspektasi millenial terhadap bank, mulai dari <em>invisible payment, multi banking, digital banking experience, </em>akses perbankan 24/7 dan <em>omnichannel expectation</em>. Aspek-aspek itulah yang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bisa menciptakan iklim perbankan digital. </p>



<p class="has-text-align-justify">Inovasi dan peningkatan layanan perbankan yang masih minim, ditambah dengan regulasi yang belum mengakomodir para bank untuk melakukan perkembangan digital secara cepat, hal ini juga ditambah dengan proses transisi dari konvensional ke digital yang memakan waktu yang tidak sedikit.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ancaman siber juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan transisi <em>digital banking, </em>seperti <em>system failure, cyber security risk, </em>hingga <em>digital black-out</em>. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frost &amp; Sullivan di tahun 2018 menyebutkan kejahatan siber yang terjadi di Indonesia akan menyebabkan kerugian masif hingga 478 triliun rupiah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Lalu, bagaimana peluang <em>digital banking </em>di Indonesia sendiri kedepannya? Meski saat ini sudah banyak bank konvensional yang mulai transisi dari konvensional menuju digital, ditambah dengan melonjaknya jumlah pengguna internet di Indonesia, serta munculnya <em>fintech</em> yang mulai marak menyebabkan para pemain bank konvensional harus bisa bersaing dengan keadaan tersebut. </p>



<p class="has-text-align-justify"><br>Kolaborasi antara <em>fintech </em>dan bank konvensional dapat membantu mengurangi beban operasional bank menurut survei PwC Indonesia di tahun 2016. Namun perlu diperhatikan, infrastruktur dan keamanan juga wajib diperhatikan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Dengan itu, diharapkan di tahun 2050 dunia perbankan di Indonesia sudah seutuhnya berganti menjadi digital.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bank Digital: Masa Depan Perbankan Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tommy Rasta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 02:34:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[digital banking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, menabung melalui bank konvensional dengan datang langsung ke bank sudah menjadi suatu hal yang biasa. Seiring perkembangan zaman, masyarakat semakin dipermudah dengan hadirnya bank digital. Bank digital atau digital banking bukanlah mobile banking yang sudah lama ada. Bank digital merupakan konsep bank baru tanpa adanya cabang fisik. Cukup melalui ponsel, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/">Bank Digital: Masa Depan Perbankan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, menabung melalui bank konvensional dengan datang langsung ke bank sudah menjadi suatu hal yang biasa. Seiring perkembangan zaman, masyarakat semakin dipermudah dengan hadirnya bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital atau <em>digital banking</em> bukanlah <em>mobile banking</em> yang sudah lama ada. Bank digital merupakan konsep bank baru tanpa adanya cabang fisik. Cukup melalui ponsel, kita bisa langsung menabung dan melakukan transaksi tanpa perlu lagi datang ke bank. Dengan begitu, masyarakat mempunyai pilihan yang semakin beragam dalam hal kenyamanan untuk menabung.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan perbankan digital, seolah-olah cabang bank buka dalam waktu 24 jam sehari. Layanan bank digital memang dirancang untuk menjadi sangat intuitif dan mudah untuk digunakan oleh semua pengguna. Untuk mengetahui apa itu bank digital, 101Wired akan mengulasnya untuk kalian.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="700" height="394" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169.jpeg" alt="bank-jago" class="wp-image-4083" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169.jpeg 700w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-300x169.jpeg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-260x146.jpeg 260w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-50x28.jpeg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-133x75.jpeg 133w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption>Foto: Bank Jago</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Perbankan digital memberikan pelayanan seperti layaknya perbankan konvensional secara umum, akan tetapi memiliki perbedaan yaitu segala urusan pelayanan perbankan dilakukan secara mandiri melalui aplikasi perbankan di <em>smartphone</em>. Perbankan digital memungkinkan nasabah untuk memperoleh layanan perbankan secara mandiri (<em>self-service</em>) tanpa harus datang langsung ke bank.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut <a href="https://www.ojk.go.id/id/Default.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Otoritas Jasa Keuangan (OJK)</a>, layanan perbankan digital memungkinkan calon nasabah dan/atau nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan, dan penutupan rekening, termasuk memperoleh informasi lain dan transaksi di luar produk perbankan, antara lain nasihat keuangan (<em>financial advisory</em>), investasi, transaksi sistem perdagangan berbasis elektronik (<em>e-commerce</em>), dan kebutuhan lainnya dari nasabah bank.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://infobanknews.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200331-WA0016.jpg" alt=""/><figcaption>Foto oleh BRI</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital memiliki perbedaan dengan <em>m-banking, sms banking, e-banking</em> dan layanan lainnya yang berbasis internet. Perbedaan tersebut yaitu layanan <em>m-banking, sms banking, </em>dan <em>e-banking</em> merupakan layanan perbankan yang dapat diakses sendiri melalui <em>smartphone</em> dengan fitur mulai dari transaksi pembayaran, pembelian, transfer, hingga penarikan tunai tanpa kartu di mesin ATM.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lebih dari pada hal tersebut <em>digital banking</em> mencakup keseluruhan layanan perbankan dari administrasi rekening, otorisasi transaksi, pengelolaan keuangan; dan/atau pembukaan, penutupan rekening, transaksi digital dan pelayanan produk keuangan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti yang telah dijelaskan diatas.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2019/02/ojk-1200x900.jpg" alt=""/><figcaption>Foto oleh Investasi Online</figcaption></figure></div>



<p>Bank digital menawarkan sejumlah keuntungan baik bagi konsumen maupun pemilik bisnis. Berikut adalah beberapa keuntungannya:&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Akses kapan saja dan dimana saja: Dengan akses 24 jam non-stop ke rekening perbankan anda baik melalui <em>website</em> ataupun <em>mobile banking</em>, anda dapat mengakses rekening anda tanpa terpaut dengan jam kantor bank konvensional.</li><li>Tarif yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah: Dengan terbukanya akses informasi ke banyak bank melalui channel <em>online</em>, nasabah dapat membandingkan tarif-tarif yang ditetapkan oleh bank sehingga nasabah dapat memilih bank sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka tanpa harus mengunjungi bank konvensional satu per satu.</li><li>Kesamarataan: Bank digital memungkinkan akses bagi orang yang mungkin tidak mempunyai waktu untuk mengunjungi bank konvensional,  juga mampu menjangkau orang yang belum pernah mengenal sistem perbankan sama sekali melalui <em>website</em> dan <em>mobile banking.</em></li></ul>



<p>Meskipun sangat nyaman dan mudah diakses, bukan berarti bank ini tidak memiliki kekurangan:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Downtime</em>: Anda akan mengalami berbagai masalah jika anda hanya mengandalkan bank digital sebagai akses perbankan anda. Karena, sewaktu-waktu <em>website</em> dan <em>mobile banking</em> dapat mengalami <em>downtime</em> atau pemadaman layanan sementara untuk perbaikan. Pikirkan kembali ya sebelum menggunakan sepenuhnya.</li><li>Waktu belajar: Bagi mereka yang tidak terlalu paham dengan penggunaan teknologi, mencerna bank digital melalui <em>website</em> dan <em>mobile banking</em> mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga membingungkan.</li><li>Keamanan: Akan selalu ada kemungkinan akun rekening <em>online</em> anda diretas oleh <em>hacker</em>; Namun jangan khawatir, pihak perbankan selalu mengembangkan tingkat perlindungan dan keamanan dari bank digital mereka. Penggunaan autentikasi multifaktor dan verifikasi kode OTP adalah beberapa cara perbankan untuk meningkatkan keamanan.</li></ul>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital memberikan orang lebih banyak cara untuk mengakses fungsi perbankan yang mereka butuhkan untuk mengelola keuangan mereka melalui fasilitas perbankan. Khususnya dalam pandemi Covid-19, dimana layanan tatap muka tidak dapat dilangsungkan. Banyak sekali orang yang menggunakan dan membutuhkan fasilitas bank ini.</p>



<p class="has-text-align-justify"><a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OJK </a>sendiri dalam sebuah webinar nasional menyatakan bahwa masa depan bank digital di Indonesia memang suatu keharusan yang tidak dapat dibendung lagi. <a href="https://www.ojk.go.id/id/tentang-ojk/pages/dewan-komisioner.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Heru Kristiyana</a>, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menyatakan bahwa di masa pandemi dan kebijakan <em>lockdown, </em>nasabah perbankan Indonesia sudah terbiasa menggunakan layanan perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sehingga, tidak mungkin apabila nantinya pandemi telah berakhir, nasabah dengan senang hati mau untuk kembali menggunakan layanan bank konvensional. Hal ini berlaku khususnya bagi para generasi milenial yang sudah terbiasa dengan digitalisasi. Heru menambahkan bahwa OJK sebagai regulator perbankan di Indonesia harus mampu untuk mengantisipasi permintaan masyarakat atas layanan perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebagai regulator perbankan di Indonesia, OJK nantinya akan membuat peraturan serta kebijakan yang memudahkan dan tidak membelenggu para <em>stakeholders</em> agar <em>digital banking</em> dapat tumbuh dan berkembang melayani nasabah di seluruh Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/">Bank Digital: Masa Depan Perbankan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
