<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/indonesia/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Aug 2021 23:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Indonesia Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seberapa Aman Data Kita Dilindungi di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 23:31:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Data]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan data]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4175</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEBERAPA AMAN DATA KITA DILINDUNGI DI INDONESIA Perkembangan teknologi yang pesat selalu dibarengi dengan sisi gelap dunia siber. Jika penggunaan teknologi digital tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik, maka banyak resiko yang harus dihadapi. Yang paling umum terjadi yakni kebocoran data pribadi yang dapat menjadi sumber dari panjangnya daftar kejahatan siber.&#160; Daftar Panjang Kasus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/">Seberapa Aman Data Kita Dilindungi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>SEBERAPA AMAN DATA KITA DILINDUNGI DI INDONESIA</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Perkembangan teknologi yang pesat selalu dibarengi dengan sisi gelap dunia siber. Jika penggunaan teknologi digital tidak dibarengi dengan literasi digital yang baik, maka banyak resiko yang harus dihadapi. Yang paling umum terjadi yakni kebocoran data pribadi yang dapat menjadi sumber dari panjangnya daftar kejahatan siber.&nbsp;</p>



<p><strong>Daftar Panjang Kasus Kebocoran Data</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Sempat gempar di tahun lalu, 91 juta data Tokopedia Bocor, pelaku menjual data di <em>darkweb</em> berupa <em>user</em> ID, email, nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor ponsel, dan <em>password</em>. Semua dijual dengan harga US$ 5.000 atau sekitar Rp 74 juta.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Masih di tahun 2020, kita tentu ingat insiden <em>zoombombing</em>&nbsp; Wakil Presiden RI. Tepatnya di akhir Juni 2020, webinar di Zoom yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin diduga diretas. Saat Wapres berbicaa, tiba-tiba tampilan layar Ma’ruf Amin penuh dengan&nbsp; coretan. Aksi peretasan tersebut terjadi di hadapan ribuan orang yang menjadi peserta webinar.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada Agustus 2020, terjadi kasus peretasan situs berita Tempo.co dan Tirto. Pemimpin Redaksi (Pemred) Tempo.co saat itu memberi keterangan, “Muncul warna hitam dan muncul lagu Gugur Bunga, di dalamnya ada pesan-pesan yang terkait dengan <em>stop hoax</em>, jangan bohongi rakyat Indonesia, kembali ke etika jurnalistik yang benar, patuhi Dewan Pers. Jangan berdasarkan orang yang bayar saja. Itu sampai jam 1 kurang sepuluh,” katanya.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dan yang terbaru, masih lekat diingatan kita <a href="https://101wired.com/2021/05/21/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">kasus kebocoran 279 data pribadi masyarak</a>at Indonesia pada awal Juni lalu. Kebocoran ini berasal dari data BPJS yang diduga dijual ke forum peretas Raid Forum pada 12 Mei 2021. Menurut Laporan Indonesia Cyber Security independent Resilience Team (CISRT) insiden ini mengakibatkan Indonesia mengalami kerugian materil mencapai Rp 600 triliun.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Kini, isu kebocoran data kembali menyeruak. Kali ini muncul dugaan data KTP&nbsp; dengan potret diri (selfie) bocor dan diperjualbelikan di media sosial. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) polri tengah menyelidiki isu ini. namun belum dapat dijelaskan secara rinci mengenai kebenaran isu tersebut.&nbsp;</p>



<p><strong>Sistem Keamanan Indonesia&nbsp;</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="694" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-1024x694.jpg" alt="" class="wp-image-4250" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-1024x694.jpg 1024w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-300x203.jpg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-768x521.jpg 768w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-1536x1041.jpg 1536w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-2048x1388.jpg 2048w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-215x146.jpg 215w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-50x34.jpg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pexels-mikhail-nilov-6963944-scaled-1-111x75.jpg 111w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Credit: Unsplash</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan keamanan siber di Indonesia pada 2020 membaik. Indonesia duduk di peringkat ke 21 dari 76 negara. Pun demikian BSSN juga memaparkan bahwa kasus kebocoran data akibat<a href="https://www.trendmicro.com/vinfo/us/security/definition/Data-Stealing-Malware" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Malware <em>Information Stealer</em> </a>sepanjang tahun 2020 mencapai 79.439 kasus. Target pencurian informasi terbesar berada di sektor pemerintahan sebanyak 40%, disusul oleh sektor keuangan sebesar 27%, dan sektor telekomunikasi sebesar 15%. Selanjutnya sektor penegakan hukum 9%, transportasi 8%, dan BUMN lainnya 1%.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan hasil monitoring keamanan siber BSSN tahun 2020, informasi yang dicuri umumnya berupa <em>username</em> dan <em>password</em> yang berkaitan. Informasi tersebut sebagian besar masih <em>valid</em> dan dapat digunakan untuk mengakses sistem elektronik pada sektor yang terdampak.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan laporan data keamanan siber dari compritech.com, hingga 24 Maret 2021, Indonesia menjadi salah satu dari 20 negara yang keamanan sibernya paling buruk.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pratama persadha, <em>Chairman</em> Lembaga Riset Keamanan Siber (CISSReC), mengatakan, bahwa Cyber Security Index menetapkan Indonesia dalam peringkat ke 40 keamanan siber. Menurutnya peringkat 40 sebenarnya berada pada ranking yang sedang-sedang saja, namun dalam persoalan keamanan siber, hal tersebut bukanlah produk akhir.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Artinya ketika membeli satu server yang paling mutakhir, sistem operasi paling baru sekalipun, bukan berate cukup. Bisa jadi saat ini kuat, besok tidak kuat. Seperti kita sakit, saat ini flu, besok sembuh. Tapi bukan berarti tidak bisa kena flu lagi kan? Sama seperti ini, sistem keamanan itu&nbsp; adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus, tidak bisa&nbsp; hanya bilang sekarang aman, lalu tidak ada yang perlu dilakukan lagi. Ini seperti polisi dan penjahat, kejar-kejaran terus,”&nbsp; ujarnya dalam diskusi Bersama radio Sonora, beberapa waktu lalu.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dari data paparan publikasi hasil monitoring keamanan siber tahun 2020, BSSN mendeteksi adanya kasus siber kriminal <em>Email</em> <em>Phising</em> sebanyak 2.549. 55,63% dilakukan pada siang hari atau jam kerja. <em>Email</em> <em>Phising</em> adalah usaha untuk mendapatkan informasi penting dan rahasia secara tidak sah, seperti <em>User</em> <em>ID</em>, <em>Password</em>, PIN, informasi rekening bank, informasi kartu kredit, dsb. Dari data kasus <em>Phising</em> tersebut, 66% target <em>Email</em> <em>Phising</em> adalah <em>email</em> grup, 15 % <em>email</em> pribadi, dan 19% lainnya tidak terdeteksi.&nbsp;</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: </p>



<p class="has-text-align-justify">Sementara di tahun yang sama ada 9.749 Kasus <em>Web</em> <em>Defacement</em>. Yakni Tindakan mengubah tampilan halaman utama sebuah website. Korban peretasan ini paling dominan dialami oleh situs Pendidikan tinggi atau akademik, sebanyak 35%, situs pemerintah daerah sebanyak 32%, dan situs swasta 21%. Tindak pretasan ini juga dominan dilakukan pada hari kerja.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kasus data <em>breach</em> di Indonesia&nbsp; atau kebocoran data&nbsp; pribadi, menjadi komoditas target pencurian. Kecendrungannya akan sama di tahun 2021. Yang harus dicermati dari kasus ini adalah&nbsp; sejumlah kasus kebocoran data&nbsp; terjadi karena kesalahan konfigurasi/ kerentanan yang ada <em>inhern</em> dalam aplikasi. Misalnya ada informasi sensitif yang dapat diakses secara langsung, karena kesalahan direktori. Ada juga kasus kebocoran data karena <em>backup</em> data yang dilakukan admin sebuah aplikasi disimpan dalam <em>public&nbsp; directori</em>, atau diakses secara publik sehingga pihak manapun yang tidak terotentifikasi dapat mengunduh data tersebut. Terakhir, cukup melegakan, <em>password </em>yang terdampak pada kasus kebocoran data umumnya telah diproteksi dengan algoritma <em>hence</em> tertentu sehingga membuat peretas ini sulit menemukan data password pengguna.&nbsp;</p>



<p><strong>KASUS KEBOCORAN DATA LAYANAN ELEKTRONIK</strong></p>



<p>Mei, Tokopedia, 91 juta data</p>



<p>Nov, Red Doorz 5,8 juta data</p>



<p>Nov, Cermati 2,9 juta data</p>



<p>Jul, Kredit Plus, 890 ribu data</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara&nbsp; mandiri masyrakat bisa mengamankan data pribadi dengan upaya mengganti <em>password</em> secara berkala, tidak mengklik tautan <em>link</em> sembarangan, tidak memberitahu kode rahasia atau <em>password</em>, dsb. Namun&nbsp; Jika kebocoran data bersumber dari suatu aplikasi atau layanan elektronik&nbsp; atau institusi pemerintah seperti banyak kasus yang terjadi di Indonesia, maka masyarakat sulit untuk melakukan pencegahan mandiri. Pratama Persadha mengatakan, yang kebanyakan terjadi saat suatu institusi atau layanan elektronik mengalami kebocoran data, maka pihak tersebut juga merasa sebagai korban, padahal pihak pihak tersebut yang mengumpulkan data masyarakat memiliki kewajiban melindungi data data yang sudah mereka koleksi. Hal ini dikarena Indonesia masih belum memiliki Undang-undang perlindungan data pribadi.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Sampai saat ini tidak ada sanksi yang bisa menjerat lembaga-lembaga yang membocorkan data masyarakat indonesia. Karena kita tidak ada UU nya. Harusnya ada UU perlindungan data pribadi. Akhirnya instusi yang megalami kebocoran data itu juga (merasa) menjadi korban. Padahal nggak dong, seharusnya (insitusi) sebagai pelaku juga karena mereka mengkoleksi data masyarakat,” kata Pratama.</p>



<p><strong>Apa yang dapat terjadi jika data bocor?</strong></p>



<p>Ada beberapa kemungkinan bahaya yang harus kita waspadai dan dapat menjadi indikasi bahwa data pribadi kita telah bocor ke pihak-pihak lain. Diantaranya:&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Telemarketing. Jika kita sering mendapat penawaran sebuah produk atau jasa melalui telepon atau email , terlebih jika pihak yang menawarkan jasa/barang tersebut sudah mengetahui nama lengkap kita. Maka bisa jadi nomor telepon kita sudah bocor ke pihak pihak lain. Seperti misalnya penawaran kartu kredit, penawaran pinjaman online, iklan, dsb. Inilah yang paling sering terjadi di masyarakat.</li><li><em>Phising</em> <em>Scamming</em> atau usaha untuk melakukan penipuan dengan mengiming-imingi korban hadiah besar. Biasanya Pelaku akan menyebutkan data data korban seperti nama, alamat, umur, atau <em>user ID </em>dalam suatu layanan elektronika milik korban, sehingga membuat korban lebih percaya dan terjerat.&nbsp;</li><li>Pencurian uang <em>digital</em> sangat memungkinkan terjadi jika data-data korban sudah dicuri dari sebuah layanan dompet&nbsp; <em>digital</em>, atau akun <em>e-commerce</em>.&nbsp;</li><li>Dalam kasus yang lebih serius, bisa terjadi pengalihan rekening bank.&nbsp;</li><li>Jika data foto KTP dan foto <em>selfie</em>&nbsp; yang berhasil&nbsp; dicuri, maka dapat dijadikan data untuk mengajukan pinjaman online (pinjol), terutama pinjol ilegal yang kini marak beredar. Mengingat syarat pengajuan pinjol ilegal cukup mudah.</li></ul>



<p>BSSN, dalam paparan publikasi hasil monitoring keamanan siber tahun 2020, memaparkan beberapa hal yang membuat suatu informasi dapat dicuri dengan mudah.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Pengguna tidak menyadari perangkatnya telah terinfeksi <em>malware</em> pencuri informasi</li><li>Pengguna jarang mengganti <em>password</em> secara berkala</li><li>Pengguna menggunakan <em>password</em> yang sama untuk beberapa layanan sistem elektronik&nbsp;</li><li>Pengguna tidak memiliki <em>end</em> <em>point</em> <em>protection</em> pada perangkatnya untuk mendeteksi adanya malware</li></ol>



<p><strong>Beberapa Upaya Ini Bisa Kita Lakukan</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Ada beberapa upaya mandiri yang dapat kita lakukan untuk menghindari data pribadi kita dicuri. Yang paling mudah menurut ketua CISSReC, Pratama Persadha adalah mengubah password akun secara berkala, jangan gunakan password yang sama untuk akun yang berbeda, hindari mengklik tautan <em>link</em> yang disebarkan melalui pesan sms atau aplikasi percakapan.&nbsp; Sementara sebagai upaya menghindari pencurian foto ktp dan foto <em>selfie</em>, Alfons Tanujaya, Pakar Keamanan <em>Cyber</em>, seperti dilansir dalam CNN Indonesia menyarankan agar setiap kali kita melakukan verifikasi foto <em>selfie</em> untuk layanan elektronik tertentu, usahakan memakai baju bermotif agar sulit diedit. Pastikan juga untuk memakai baju yang berbeda-beda untuk tiap verifikasi foto <em>selfie </em>di akun yang berbeda-beda.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun seperti halnya Pratama Persada, Peneliti Keamanan Siber, Teguh Aprianto dalam Diskusi Publik Perlindungan Konsumen “Ratusan Juta Data Pengguna Media Sosial di Jebol&#8217; di kanal Youtube BPKN-RI beberapa waktu lalu, juga mengatakan jika kebocoran data berasal dari situs institusi pemerintah atau situs situs layanan elektronik lain, sesungguhnya tidak ada yang bisa kita lakukan sebagai konsumen.</p>



<p class="has-text-align-justify">Maka hal tersebut seharusnya dapat&nbsp; menjadi dasar kuat penyusunan Undang-Undang&nbsp; Perlindungan Data Pribadi harus disegerakan.</p>



<p><strong>Rani R, Jakarta</strong></p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/">Seberapa Aman Data Kita Dilindungi di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/08/seberapa-aman-data-kita-dilindungi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2021 06:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[digital banking]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran Jenius, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital. Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di platform Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran <a href="https://www.btpn.com/id/tentang-kami/segmen-usaha/jenius" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Jenius</a>, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di <em>platform </em>Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. Semenjak saat itu perlahan banyak bank-bank besar mulai bergerak untuk mendigitalisasi layanan perbankan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ditambah dengan perkembangan pesat jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 117 juta pada tahun 2020, dan ditambah dengan keterbatasan untuk melakukan transaksi manual yang diakibatkan oleh hadirnya pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sebagian besar kegiatan jual beli secara langsung menyebabkan jumlah peningkatan yang cukup masif pada sektor <em>e-commerce</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini membuat banyak bank mulai merambah untuk mendigitalisasi seluruh layanan perbankan untuk mendorong efisiensi dan memperluas jangkauan untuk mengakuisisi calon nasabah terutama para kaum millennial yang sangat melek dengan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, untuk melakukan transisi digital membutuhkan investasi yang cukup besar. Di tahun 2019, HSBC menggelontorkan lebih dari 68 triliun rupiah untuk pembelanjaan teknologi, di tahun yang sama CITIgroup menggelontorkan 130 triliun, namun DBS hanya mengeluarkan 10 triliun saja untuk pembaharuan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Di tengah perkembangan teknologi yang berkembang cepat, para bank juga melakukan kolaborasi dengan <em>fintech</em> seperti GoPay, WeChat Pay, yang menghadirkan fitur-fitur layaknya perbankan seperti transfer antar bank maupun pembayaran tagihan. Berdasarkan <em>roadmap </em>yang dikeluarkan oleh OJK, hadirnya kaum millennial memaksa bank untuk menyesuaikan diri agar bisa bersaing dengan <em>fintech</em>.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa negara seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Korea Selatan dan beberapa negara maju lainnya sudah mulai mengembangkan sistem perbankan berbasis internet atau <em>internet-based only banking </em>yang memanfaatkan aplikasi pada ponsel pintar. Hal ini mendorong Indonesia untuk melakukan transisi dari perbankan konvensional menuju perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam dua tahun terakhir, beberapa lembaga bank nasional seperti BCA salah satunya sudah mulai melakukan transformasi layanan dengan menempuh cara akuisisi Bank Royal senilai 988 miliar di tahun 2019, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan <a href="https://101wired.com/2021/05/21/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">bank digital</a> BCA. Selain dari BCA, beberapa bank besar seperti Bank Mega juga sudah melebarkan sayapnya ke <em>digital banking, </em>hingga bank syariah melalui Bank Net Syariah milik NTI Indonesia juga sudah terjun ke dunia tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &amp; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Umumnya, perpindahan transisi konvensional ke digital ini lebih banyak menargetkan kaum millennial yang memiliki mobilitas tinggi, untuk bisa menarik perhatian tersebut ada beberapa aspek ekspektasi millenial terhadap bank, mulai dari <em>invisible payment, multi banking, digital banking experience, </em>akses perbankan 24/7 dan <em>omnichannel expectation</em>. Aspek-aspek itulah yang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bisa menciptakan iklim perbankan digital. </p>



<p class="has-text-align-justify">Inovasi dan peningkatan layanan perbankan yang masih minim, ditambah dengan regulasi yang belum mengakomodir para bank untuk melakukan perkembangan digital secara cepat, hal ini juga ditambah dengan proses transisi dari konvensional ke digital yang memakan waktu yang tidak sedikit.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ancaman siber juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan transisi <em>digital banking, </em>seperti <em>system failure, cyber security risk, </em>hingga <em>digital black-out</em>. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frost &amp; Sullivan di tahun 2018 menyebutkan kejahatan siber yang terjadi di Indonesia akan menyebabkan kerugian masif hingga 478 triliun rupiah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Lalu, bagaimana peluang <em>digital banking </em>di Indonesia sendiri kedepannya? Meski saat ini sudah banyak bank konvensional yang mulai transisi dari konvensional menuju digital, ditambah dengan melonjaknya jumlah pengguna internet di Indonesia, serta munculnya <em>fintech</em> yang mulai marak menyebabkan para pemain bank konvensional harus bisa bersaing dengan keadaan tersebut. </p>



<p class="has-text-align-justify"><br>Kolaborasi antara <em>fintech </em>dan bank konvensional dapat membantu mengurangi beban operasional bank menurut survei PwC Indonesia di tahun 2016. Namun perlu diperhatikan, infrastruktur dan keamanan juga wajib diperhatikan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Dengan itu, diharapkan di tahun 2050 dunia perbankan di Indonesia sudah seutuhnya berganti menjadi digital.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebocoran Identik dengan Data BPJS Kesehatan: Bahaya Apa Saja Yang Mengintai 279 Juta Warga Indonesia?</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tommy Rasta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 11:08:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[279 juta data]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS]]></category>
		<category><![CDATA[data bocor]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[peretas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4095</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jagat dunia maya hari ini ramai memperbincangkan temuan kebocoran data 279 juta warga Indonesia yang dijual di pasar gelap (black market). Temuan ini pertama kali didapatkan dari akun Twitter @ndagels yang mengunggah twit tentang kebocoran data yang identik dengan data BPJS Kesehatan kemudian menjadi viral di jagat maya. Disebutkan, data yang bocor dan dijual ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/">Kebocoran Identik dengan Data BPJS Kesehatan: Bahaya Apa Saja Yang Mengintai 279 Juta Warga Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Jagat dunia maya hari ini ramai memperbincangkan temuan kebocoran data 279 juta warga Indonesia yang dijual di pasar gelap (<em>black market)</em>. Temuan ini pertama kali didapatkan dari akun Twitter <a href="https://twitter.com/ndagels/status/1395205718911819778?">@ndagels</a> yang mengunggah twit tentang kebocoran data yang  identik dengan data BPJS Kesehatan kemudian menjadi viral di jagat maya.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
https://twitter.com/ndagels/status/1395205718911819778
</div></figure>



<p class="has-text-align-justify">Disebutkan, data yang bocor dan dijual ke forum online &#8216;Raid Forums&#8217; sebanyak 279 juta penduduk. Unggahan itu juga menyebutkan bahwa data tersebut bersumber dari BPJS Kesehatan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Diketahui, Informasi data pribadi yang terdapat dalam kebocoran data itu meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, bahkan kabarnya juga nilai gaji tiap-tiap korban.</p>



<p class="has-text-align-justify">Ratusan juta data tersebut dijual oleh seorang anggota forum dengan akun &#8220;Kotz&#8221;. Dalam keterangannya, Kotz mengatakan, data tersebut berisi NIK, nomor ponsel, email, alamat, dan gaji. Data tersebut termasuk data penduduk Indonesia yang telah meninggal dunia.&nbsp;</p>



<p>Dari data 279 juta orang tersebut, 20 juta di antaranya disebut memuat foto pribadi. Penjual juga menyertakan tiga tautan berisi sampel data yang bisa diunduh secara gratis.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dilansir dari Kompas, BPJS Kesehatan menyatakan tengah menelusuri dan melacak informasi yang menyebutkan dugaan kebocoran data penduduk bersumber dari data BPJS Kesehatan. Pelacakan untuk memastikan apakah data itu memang data dari BPJS Kesehatan atau bukan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma&#8217;ruf menyatakan bahwa pihak BPJS Kesehatan tengah melakukan penyelidikan atas dugaan kebocoran data yang disebut bersumber dari BPJS Kesehatan. “Saat ini kami sedang melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah data tersebut berasal dari BPJS Kesehatan atau bukan,” ujar Iqbal.</p>



<p class="has-text-align-justify">Iqbal juga menyatakan bahwa BPJS Kesehatan sudah mengerahkan tim khusus untuk melacak dan menemukan sumbernya. Iqbal juga menyatakan bahwa BPJS Kesehatan konsisten untuk memastikan bahwa keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi sebaik-baiknya dan terjaga dengan aman.</p>



<p class="has-text-align-justify">Iqbal melanjutkan bahwa dengan big data kompleks yang tersimpan di server BPJS, BPJS Kesehatan memiliki sistem pengamanan data yang ketat dan berlapis. Iqbal juga memastikan bahwa BPJS Kesehatan secara rutin telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan perlindungan data yang lebih maksimal.</p>



<p>Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang juga turun tangan menangani masalah ini, melalui Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, menyatakan bahwa Kominfo) juga masih mendalami dugaan kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Kementerian Kominfo belum dapat memastikan apakah informasi 279 juta data penduduk itu bocor dan benar dijual di forum peretas Raid Forums. Dedy menambahkan bahwa pihak Kominfo langsung melakukan pendalaman untuk menelusuri dugaan kebocoran data tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">&#8220;Kominfo menemukan bahwa sampel data diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan. Hal tersebut didasarkan pada data Noka (Nomor Kartu), Kode Kantor, Data Keluarga/Data Tanggungan, dan status Pembayaran yang identik dengan data BPJS Kesehatan,&#8221; ujar Dedy melalui keterangan tertulis dilansir melalui IDNTimes, Jumat (21/5/2021).</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Ancaman Kebocoran Data Terhadap Warga Indonesia</strong></h3>



<p class="has-text-align-justify">Dilansir dari CNBC, Pratama Persadha, Pakar Keamanan dari CISSReC, mengatakan bahwa data-data yang bocor dan dijual di pasar gelap dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan negatif.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/04/06/data-pengguna-facebook-bocor-130-ribu-data-dari-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Data Pengguna Facebook Bocor! 130 Ribu Data Dari Indonesia</a></p>



<p class="has-text-align-justify"><br>Sebab kandungan data di dalamnya yakni nama, nomor handphone hingga nomor KTP., dapat digunakan untuk tujuan yang negatif bahkan kriminal. Menurut Pratama, salah satu contohnya adalah dari nomor ponsel dapat dicek apakah memiliki dompet digital. Bila ada, dapat dilakukan <em>social engineering</em> untuk mengambil alih akun dan menguras isi dompet digital tersebut.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://asset.kompas.com/crops/xmG7yYLxRnzwxCrYFIQTMt0L3B0=/0x0:1095x730/750x500/data/photo/2021/05/20/60a62f3343489.png" alt=""/><figcaption>Foto oleh Kompas</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu dari ponsel pengguna juga dapat diambil alih dengan cara mengirimkan <em>link phising</em>. Data nomor ponsel juga dapat digunakan untuk mengirim iklan-iklan spam yang mengandung virus yang dapat berakibat pada hilangnya akses pengguna terhadap <em>smartphone </em>mereka.</p>



<p class="has-text-align-justify">Ancaman lain yang dapat mengintai adalah data yang bocor akan dieksploitasi. Misalnya, dengan membuat KTP palsu dan digunakan untuk kepentingan kriminal. Salah satu contoh kepentingan kriminal itu adalah mengajukan pinjaman atas nama korban.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu, data KTP palsu tersebut dapat digunakan oleh pelaku dengan berpura-pura menjadi pemilik KTP dan melakukan kejahatan di sektor perbankan.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/">Kebocoran Identik dengan Data BPJS Kesehatan: Bahaya Apa Saja Yang Mengintai 279 Juta Warga Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Parakacuk: &#8216;Bully&#8217; dengan Kearifan Lokal</title>
		<link>https://101wired.com/2021/04/parakacuk-bully-dengan-kearifan-lokal/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/04/parakacuk-bully-dengan-kearifan-lokal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2021 00:50:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Game]]></category>
		<category><![CDATA[gamecom Team]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Parakacuk]]></category>
		<category><![CDATA[Video Game]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari pengembang yang sama dengan game A Day Without Me, Parakacuk adalah sebuah game dengan tema kekerasan anak SMA. Game yang seharusnya keluar pada tahun ini harus diundur satu tahun lagi karena dari pihak pengembang ingin mengoptimalkan grafik dan performa dari game yang digadang-gadang menjadi Bully versi Indonesia. Sebelum diundur perilisan resminya, Gamecom Team sebelumnya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/parakacuk-bully-dengan-kearifan-lokal/">Parakacuk: &#8216;Bully&#8217; dengan Kearifan Lokal</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dari pengembang yang sama dengan <em>game</em> A Day Without Me, <em>Parakacuk</em> adalah sebuah <em>game</em> dengan tema kekerasan anak SMA. <em>Game</em> yang seharusnya keluar pada tahun ini harus diundur satu tahun lagi karena dari pihak pengembang ingin mengoptimalkan grafik dan performa dari <em>game</em> yang digadang-gadang menjadi <em>Bully</em> versi Indonesia.</p>



<p>Sebelum diundur perilisan resminya,<a href="https://gamecomteam.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Gamecom Team</a> sebelumnya telah merilis versi demo dari <em>Parakacuk</em> yang dirilis pada bulan Februari kemarin, dan setelah mendapatkan banyak masukan dari para pengguna. Maka melalui instagram resmi mereka, perilisan <em>Parakacuk</em> ini akan diundur satu tahun lagi untuk meningkatkan performa dari <em>game</em> tersebut. </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Terimakasih atas semua dukungan kalian selama ini! Kalian semua UwU</em></p><p><em>Karena alasan dibawah ini kami dengan berat hati, tapi mungkin sangat senang karena mengundur game Parakacuk ke tahun 2022!</em></p><p><em>Jadi nih gaes, salah satu alasan kenapa bulan lalu kami harus merilis demo dan akan merilis gamenya dalam waktu dekat (akhir tahun 2021),</em></p><p><em>Karena adanya kendala di dalam perusahaan yang mana kemungkinan kami tidak bisa bertahan lama,</em></p><p><em>Karena hal itulah kami harus merilis Parakacuk atau game yang mana kami sendiri idam-idamkan sebagai bentuk game yang ingin kami rilis jikalau memang itulah game terakhir dari Gamecom Team dan untuk mendapatkan feedback dari versi demo sesegera mungkin.</em></p></blockquote>



<p>Lalu, seperti apa sih <em>Parakacuk</em>? dihimpun dari berbagai sumber, 101Wired akan memberikan sedikit ulasan mengenai <em>Parakacuk</em>.&nbsp;</p>



<p>Terinspirasi dari <em>game</em> <em>Bully</em> dan <em>Yakuza</em>, <em>Parakacuk </em>merupakan <em>game action</em> yang bercerita tentang seorang siswa bernama Budi yang baru saja pindah ke SMK 69 Jancuk. Budi yang menginginkan kehidupan sekolah yang damai harus berkutat dengan geng penguasa sekolah tersebut.</p>



<p>Dalam <em>game</em> tersebut, Budi harus mengumpulkan orang-orang yang ingin bergabung dengan gengnya untuk bisa mengalahkan geng terkuat di sekolah tersebut, dan jika melihat <em>trailernya</em> sendiri Budi akan berhadapan dengan berbagai macam petarung secara 1v1.&nbsp;</p>



<p>Apabila melihat <em>trailer</em> yang diunggah oleh Gamecom Team, pertarungan yang disajikan oleh Parakacuk ini terasa kaku, dan kualitas gambar karakater yang diperlihatkan juga agak sedikit kurang dibandingkan dengan <em>game</em> dengan <em>genre</em> yang serupa.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/s50IkZVoQyWikWzbSIr1-Df2ZUDNM7XcJK19s-72FpN_yA1I580zGyh7yPtBfifi_lrNDmW1aBvTLb2oLwFYt3jmOFz_HRTcUSf1t9qaohXfZLhuY7FVz5kdJUEmWagWKS33vwlN" alt=""/><figcaption>credit: Youtube Gamecom Team</figcaption></figure>



<p>Pertarungan yang dihadirkan pada Parakacuk ini termasuk sederhana, dan tidak sekompleks<em> game</em> pertarungan 1v1 pada umumnya. Namun yang menjadi perhatian visual penilaian ketika bertarung mengingatkan pada <em>game Devil May Cry</em>.&nbsp;</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/2-TiCYISuzUTBoGfKd0L_8VCDj0ze0ggOlk5_CFgh12BIVmfnEnCX25-3mizuoSNUGejGHOa9bh-kg-_fTU3gw-6oMDV6-0qqTZ1V6zCHXakOszECWi9b1yiXeD2D6NQ2w-7Xzzc" alt=""/><figcaption>credit: Kotak Game</figcaption></figure></div>



<p>Meski begitu, <em>game</em> ini termasuk sulit. Berdasarkan ulasan dari situs kotakgame, untuk mengalahkan musuh dalam <em>game</em> <em>Parakacuk</em> ini, mereka cukup kewalahan untuk bisa mengalahkan musuh yang ada, meski tingkat kesulitannya sudah disesuaikan pada tingkat yang sangat mudah. </p>



<p>Baca juga:<a href="https://101wired.com/2021/03/25/seorang-fan-gta-berhasil-memperbaiki-bug-di-gta-online/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Seorang Fan GTA Berhasil Memperbaiki Bug di GTA Online</a></p>



<p>Dalam <em>Parakacuk</em>, senjata yang digunakan cukup beragam, kebanyakan merupakan benda-benda yang bisa ditemukan di sekolah, seperti gagang sapu, dan sepasang <em>gear </em>sepeda, dan dalam <em>game</em> ini Budi juga bisa membawa lebih dari satu senjata. Untuk tempat bertarungnya sendiri, ada beberapa lokasi di sekolah yang bisa dijadikan tempat bertarung, seperti ruang kelas, halaman sekolah, dan masih banyak lagi.&nbsp;</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/0erkED4tR-09efK4Mq_xzwYDgpQArvTJd5XYLZ0inSGKz_t3BgQetUdcfjchNC8PNtJdvRcAXjiLWgmsMYmVlFpltzKYEbBjHnxD_AkuVoOmjkS5TX1RqRoOKO5WrDA7Ki4F4h9y" alt=""/><figcaption>credit: Media Formasi</figcaption></figure></div>



<p>Sedangkan ulasan dari Media Formasi, pertarungan yang dihadirkan dalam <em>Parakacuk </em>ini terasa hambar, kombo bertarung yang disajikan juga terkesan monoton dan seringkali terjadi <em>delay</em> dalam pertarungan. Gerakan <em>finisher</em> pada <em>game</em> ini sangatlah kaku, dan mekanisme bertarung terkesan membosankan, dimana pemain harus menunggu diserang terlebih dahulu agar bisa melakukan serangan balik.&nbsp;</p>



<p>Salah satu bagian <em>best-worst </em>dalam <em>Parakacuk</em> ini adalah beragamnya kata-kata umpatan yang muncul dalam <em>game</em> ini, mulai dari bahasa Inggris, Indonesia hingga Jawa. Jadi sambil menikmati <em>game</em>, pemain juga bisa mengetahui kata-kata umpatan dalam berbagai bahasa. Sayangnya, menurut Media Formasi, umpatan yang terdengar pada <em>game</em> ini terasa seperti <em>text-to-speech</em>, jadi <em>feel</em> yang dirasakan pemain sangat kurang.&nbsp;</p>



<p>Secara keseluruhan, tidak heran jika Gamecom Team memutuskan untuk mengundur perilisan <em>Parakacuk</em> selama setahun. Berkaca dari ulasan yang ada di media dan dari <em>trailer</em> itu sendiri, <em>game </em>ini terasa sangat membosankan. Meskipun konsep yang ditawarkan cukup menarik, dan belum ada di kalangan pengembang <em>game</em> di Indonesia.&nbsp;</p>



<p><br>Semoga dengan ditundanya perilisan <em>Parakacuk</em> ini, nantinya hasil akhir yang keluar akan jauh lebih baik dan membuat harum industri <em>game </em>di Indonesia</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/parakacuk-bully-dengan-kearifan-lokal/">Parakacuk: &#8216;Bully&#8217; dengan Kearifan Lokal</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/04/parakacuk-bully-dengan-kearifan-lokal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
