<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>New Normal Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/new-normal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/new-normal/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2020 09:53:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>New Normal Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/new-normal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Telemedicine, Masa Depan Layanan Kesehatan New Normal?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2020 09:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Telemedicine]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjaga kesehatan menjadi aspek penting selama masyarakat melakukan lockdown dan social distancing. Mengikuti pola konsumsi yang bergeser ke digital, semua sektor bergerak dengan strategi online. Tak terkecuali sektor kesehatan. Kini, semakin banyak layanan kesehatan yang dilakukan secara daring, alias telemedicine. Apakah konsultasi digital ini merupakan masa depan kesehatan di era new normal? Apa yang Berubah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/">Telemedicine, Masa Depan Layanan Kesehatan New Normal?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menjaga kesehatan menjadi aspek penting selama masyarakat melakukan lockdown dan social distancing. Mengikuti pola konsumsi yang bergeser ke digital, semua sektor bergerak dengan strategi online. Tak terkecuali sektor kesehatan. Kini, semakin banyak layanan kesehatan yang dilakukan secara daring, alias telemedicine. Apakah konsultasi digital ini merupakan masa depan kesehatan di era new normal?</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apa yang Berubah pada New Normal?</h3>



<p>Budaya new normal dapat diartikan sebagai upaya pembiasaan diri untuk “hidup bersama” COVID-19. Keamanan dari resiko penularan virus COVID-19 akan menjadi penting. Bahkan, menjadi pertimbangan utama publik dalam melakukan berbagai transaksi.&nbsp;</p>



<p>Hal ini tampaknya mulai menjadi pertimbangan banyak perusahaan. Survei ICIO Community bertajuk ‘Indonesia CIO Priorities Survey During Pandemic COVID 19 &amp; Beyond’ menunjukkan banyak perusahaan mulai memikirkan potensi transformasi ke arah digital. Survei yang dilakukan tanggal 12 Juni hingga 15 Juni 2020 ini melibatkan 50 CIO (Chief Information Officer) dari berbagai industri mulai dari logistik, telekomunikasi, asuransi, manufaktur, layanan kesehatan dan masih banyak lagi.</p>



<p>Rupanya, sebanyak 57 % dari responden, menyatakan bahwa perubahan model bisnis baru berbasis digital harus segera dilakukan jika perusahaan atau organisasi mereka ingin bertahan dan bisa terus tumbuh.&nbsp;</p>



<p>Sejak pandemi, semakin banyak orang yang peduli pada kesehatan mereka. Masyarakat semakin punya kecenderungan <em>patient-centric</em>: mereka haus akan akses informasi dan data kesehatan mereka mulai dari keputusan rawat inap hingga alternatif pengobatan yang bisa dipilih. Keputusan medis sering kali dibuat bersama antara dokter dengan pasien.&nbsp;</p>



<p>Kesadaran ini semakin mendorong perubahan pada sektor kesehatan. Mereka tak lagi berfokus pada layanan kuratif, tapi juga menjadikan promotif, preventif, dan rehabilitatif sebagai prioritas layanan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tumbuhnya Telemedicine di Tengah Pandemi</h3>



<p><p>Salah satu cara yang diadaptasi layanan kesehatan dalam new normal adalah telemedicine alias pengobatan jarak jauh. Seperti yang kita ketahui, rumah sakit sedang memprioritaskan pasien corona. Dari segi pengguna layanan kesehatan, mereka yang hendak berobat juga memiliki kekhawatiran lebih tinggi untuk menyambangi kawasan tersebut. Telemedicine memfasilitasi mereka yang ingin berobat namun menghindari kontak di rumah sakit maupun klinik.</p>
<figure id="attachment_3294" aria-describedby="caption-attachment-3294" style="width: 807px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/apps-main-mobile.png" alt="Aplikasi Halodoc termasuk salah satu layanan kesehatan yang populer selama masa pandemi" width="807" height="664"><figcaption id="caption-attachment-3294" class="wp-caption-text">Tampilan aplikasi Halodoc. Credit image: Halodoc.</figcaption></figure></p>



<p>Beragam platform telemedicine di Indonesia semakin populer dan diminati sejak pandemi. Menurut CEO Halodoc, layanan telemedicine di aplikasi mereka meningkat hingga 600% terutama pada segmen konsultasi dokter dan pengantaran obat. Halodoc juga mencatat kenaikan pengguna layanan rapid test dan PCR hingga 100.000 pengguna. Seperti yang diketahui, saat ini ada beberapa aplikasi kesehatan yang telah terdaftar di Indonesia seperti Halodoc, KlikDokter, maupun AloDokter.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kepopuleran Telemedicine sebagai Ladang Bisnis Baru&nbsp;</h3>



<p><p>Pemerintah juga mulai bekerjasama dengan layanan kesehatan daring untuk mengoptimalkan sektor kesehatan di tengah pandemi. Menurut laman COVID19.go.id, pemerintah sangat menganjurkan masyarakat untuk berobat secara online melalui Telemedicine Association atau Atensi. Atensi terdiri atas 12 layanan perusahaan kesehatan digital yang menyediakan fasilitas konsultasi medis secara daring. Kabarnya, telah ada lebih dari 300 ribu masyarakat yang sudah memanfaatkan layanan ini.</p>
<figure id="attachment_3293" aria-describedby="caption-attachment-3293" style="width: 683px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Anna-Shvets-Pexels-683x1024.jpeg" alt="Ilustrasi konsultasi kesehatan daring yang banyak dilakukan via video call dan foto" width="683" height="1024"><figcaption id="caption-attachment-3293" class="wp-caption-text">Ilustrasi konsultasi kesehatan daring. Credit image: Anna Shvets/Pexels.</figcaption></figure></p>



<p>Pemerintah pun bekerja sama dengan Halodoc dalam aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi yang fungsi utamanya memiliki tracing dan tracking pasien COVID-19 ini sekarang juga menyediakan layanan kesehatan daring. Untuk mengakses layanan telemedicina Halodoc di aplikasi PeduliLindungi, pengguna bisa menekan tombol Periksa Diri pada beranda. Nantinya, pengguna akan diarahkan masuk ke Halodoc pada bagian Konsultasi Dokter.</p>



<p>Perkembangan terakhir usaha pemerintah Indonesia dalam bidang telemedicine tampak dalam kerjasama mereka dengan pemerintah Inggris pada 22 Juni 2020. Nantinya, kerja sama tersebut akan meliputi pelayanan kesehatan, pencegahan dan pengontrolan penyakit, hingga pengembangan riset, tenaga, dan teknologi di bidang kesehatan.</p>



<p><p>Indonesia bahkan telah menyetujui kolaborasi dalam digitalisasi pelayanan kesehatan <em>telemedicine </em>berbasis komunitas. Kerjasama penanganan COVID-19 akan dilakukan melalui teknologi big data dan artificial intelligence sebagai metode berbagi data.</p>
<figure id="attachment_3296" aria-describedby="caption-attachment-3296" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Kai-Pilger-Unsplash.jpg" alt="Ilustrasi aplikasi telemedicine di berbagai negara" width="750" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3296" class="wp-caption-text">Ilustrasi aplikasi telemedicine. Credit image: Kai Pilger/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Kepopuleran aplikasi Telemedicine juga menjadi ladang bagi perusahaan dari sektor lain untuk menjalin afiliasi.&nbsp;</p>



<p>Aplikasi dompet digital DANA baru-baru ini menggandeng YesDok sebagai fitur tambahan pada aplikasi mereka. Pembayaran akan dilakukan melalui saldo dana. Pengguna yang ingin memulai konsultasi bisa memulainya lewat menu Health. Konsultasi ini dilakukan lewat panggilan video pada browser. Proses pembelian dan pengantaran obat juga dapat dilakukan dalam satu layanan.</p>



<p><p>Serupa dengan DANA, sektor pariwisata tak mau ketinggalan. Traveloka melihat telemedicine sebagai peluang untuk meningkatkan komitmen kesehatan mereka. Traveloka, mengumumkan kerja sama dengan sejumlah penyedia layanan kesehatan terkemuka seperti Prodia, Klinik Pintar, dan Biotest untuk menghadirkan layanan Tes COVID-19 dalam platformnya.&nbsp; Hadirnya layanan ini menjadikan Traveloka sebagai platform satu pintu yang memungkinkan pengguna untuk tidak saja memesan tiket pesawat, namun juga sekaligus memenuhi kewajiban protokol kesehatan selama perjalanan.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3292" aria-describedby="caption-attachment-3292" style="width: 675px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/1677513849p.jpg" alt="Tes Rapid Traveloka untuk menjjaga penggunanya tetap aman selama berwisata" width="675" height="338"><figcaption id="caption-attachment-3292" class="wp-caption-text">Tes Rapid Traveloka. Credit image: traveloka.com</figcaption></figure></p>



<p>Layanan Tes COVID-19 yang mencakup layanan uji tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dan Rapid Test ini dapat diakses melalui Traveloka Xperience pada kategori produk Pelengkap Travel (Travel Essentials). Saat ini, layanan dari Traveloka ini dapat diakses para pengguna yang berada di 44 kota dan kabupaten di Indonesia melalui aplikasi, website, maupun mobile web Traveloka secara bertahap mulai tanggal 10 Juni 2020.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hambatan Penerapan Telemedicine di Masa Depan&nbsp;</h3>



<p>Meski semakin populer, penerapan telemedicine ini tampaknya masih perlu banyak adaptasi dan pembenahan. Menurut<a href="https://theconversation.com/telekonsultasi-medis-meningkat-pesat-saat-pandemi-covid-19-tapi-muncul-tiga-masalah-baru-140228"> survei The Conversation</a> yang melibatkan 22 dokter umum dan spesialis di berbagai daerah di Indonesia, ada beberapa temuan yang berpotensi memunculkan masalah.&nbsp;</p>



<p><p>Pertama, platform yang populer dipakai untuk layanan telemedicine ternyata justru aplikasi WhatsApp. Pada sisi lain, isu ini belum diatur dalam regulasi di Indonesia terkait dengan pengawasan sistematis untuk prosedur yang dilakukan.Peraturan No. 74 Tahun 2020 tentang Kewenangan Klinis dan Praktik Kedokteran Melalui Telemedicine pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia hanya berlaku saat pandemi, namun bagaimana dengan keberlangsungan praktik semacam ini di masa depan?</p>
<figure id="attachment_3295" aria-describedby="caption-attachment-3295" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Edward-Jenner-Pexels-1024x682.jpeg" alt="Ilustrasi telemedicine menggunakan video call" width="1024" height="682"><figcaption id="caption-attachment-3295" class="wp-caption-text">Ilustrasi telemedicine. Credit image: Edward Jenner/Pexels.</figcaption></figure></p>



<p>Isu keamanan dan kerahasiaan data seperti rekam medis pasien menjadi isu yang berpotensi menjadi masalah selama telemedicine dilakukan dalam aplikasi percakapan, bukan platform e-health yang telah terdaftar dan memiliki izin.</p>



<p>Kedua, telemedicine yang melibatkan video dan foto belum tentu bisa menyelesaikan suatu permasalahan medis. Selain masalah keamanan data yakni potensi tersebarnya percakapan, akurasi medis juga bisa terganggu. Hal ini karena tidak adanya pemeriksaan langsung yang dapat meningkatkan subjektivitas dokter maupun pasien sehingga terjadi terapi yang tidak tepat.</p>



<p>Ketiga, secara akses internet dan teknologi, tentu layanan ini tak bisa didapatkan oleh semua orang. Beberapa masyarakat di pedalaman masih menyukai tatap muka dan mungkin belum mampu beradaptasi dengan platform semacam ini.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/">Telemedicine, Masa Depan Layanan Kesehatan New Normal?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Protokol Kesehatan Gojek Sebagai Strategi New Normal</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2020 03:50:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Gojek]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3227</guid>

					<description><![CDATA[<p>‘New Normal’ siap menjadi kultur baru di Indonesia. Perlahan menggeliat dari pandemi COVID-19, seluruh sektor mulai bergerak. Tak terkecuali layanan ojek online dan pesan antar makanan. Gojek menunjukkan komitmennya melalui penerapan sederet protokol kesehatan untuk sambut New Normal. Bagi Para Mitra Gojek Gojek telah menyiapkan posko aman bagi para mitranya. Hal ini untuk menjamin kesehatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/">Inilah Protokol Kesehatan Gojek Sebagai Strategi New Normal</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>‘New Normal’ siap menjadi kultur baru di Indonesia. Perlahan menggeliat dari pandemi COVID-19, seluruh sektor mulai bergerak. Tak terkecuali layanan ojek online dan pesan antar makanan. Gojek menunjukkan komitmennya melalui <a href="https://www.gojek.com/blog/gojek/posko-aman-bersama-gojek/">penerapan sederet protokol kesehatan</a> untuk sambut New Normal.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagi Para Mitra Gojek</strong></h4>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek telah menyiapkan posko aman bagi para mitranya. Hal ini untuk menjamin kesehatan dan kebersihan mitra maupun kendaraan mereka. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Posko Aman Bersama ini dioperasikan secara bertahap di 16 kota mulai dari Jabodetabek hingga Batam. Posko ini juga memiliki petugas yang terlatih, termasuk mitra yang tergabung dalam beragam komunitas. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan pendapatan tambahan bagi mereka.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Undangan untuk menyambangi Posko Aman Bersama bagi mitra akan dikirim lewat aplikasi. Nantinya di posko ini, mitra akan mendapat tiga jenis layanan. </p>
<figure id="attachment_3232" aria-describedby="caption-attachment-3232" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/posko-aman-bersama-gojek-03-1024x684.jpg" alt="Pengecekan Suhu Tubuh Driver dilakukan secara rutin" width="1024" height="684" /><figcaption id="caption-attachment-3232" class="wp-caption-text">Pengecekan Suhu Tubuh Driver. Credit image: Gojek.com.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Pertama, pengecekan suhu tubuh. Mitra akan diukur suhunya minimal satu minggu sekali. Data pengukuran akan dikumpulkan dalam sistem. Sehingga, pengguna tak perlu khawatir karena Gojek memastikan kesehatan para mitra sebelum kembali beroperasi.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Kedua, pembagian paket kesehatan setiap bulan. Paket kesehatan bagi para mitra terdiri atas masker, hand sanitizer, dan vitamin. Ketiga, penyemprotan kendaraan dengan disinfektan. Protokol ini akan menjamin kebersihan kendaraan sebelum mitra menjemput penumpang. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Ketiga layanan tersebut tetap mematuhi physical distancing karena dilakukan secara drive thru.</p>
<figure id="attachment_3231" aria-describedby="caption-attachment-3231" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/posko-aman-bersama-gojek-01-1024x684.jpg" alt="Sterilisasi Kendaraan Driver dilakukan secara rutin melalui posko" width="1024" height="684" /><figcaption id="caption-attachment-3231" class="wp-caption-text">Sterilisasi Kendaraan Driver. Credit image: Gojek.com</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek juga rutin mengedukasi para mitra tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut meliputi istirahat yang cukup, rajin cuci tangan, menggunakan hand sanitizer, masker, dan sarung tangan saat bertugas. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Driver juga dihimbau untuk membersihkan helm dengan disinfektan secara rutin. Tak sampai di situ, Gojek juga meminta para driver membersihkan kendaraan mereka. Hal ini ditekankan mengingat banyak area motor kerap terpapar kontak fisik. Misalnya saja bagian pegangan belakang jok, rem tangan, maupun stang motor. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Sebagai pencegahan menularnya COVID-19, driver diminta mengurangi kontak fisik maupun pembicaraan dengan pelanggan.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagi para Pengguna Layanan Gojek</strong></h4>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek memberikan standar layanan baru bagi pengguna maupun mitra, yakni Sekat Pelindung. Sekat ini akan berperan sebagai proteksi ekstra dari penyebaran virus saat berkendara. Sekat ini diberikan gratis secara bertahap pada layanan GoCar di 16 kota.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Pengguna juga diberikan <a href="https://www.gojek.com/blog/gojek/info-driver-lebih-lengkap/">akses data kesehatan para driver</a>. Misalnya status verifikasi suhu tubuh driver maupun kebersihan kendaraan mereka. Data ini bisa diakses melalui aplikasi Gojek, tepatnya pada bagian profil driver, setelah pelanggan memesan layanan Go-Ride maupun Go-Car.</p>
<figure id="attachment_3229" aria-describedby="caption-attachment-3229" style="width: 585px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/info-driver-lebih-lengkap-IDN-585x1024.jpg" alt="Status Verifikasi Suhu dan Kendaraan Driver yang bisa dilihat pengguna lwat aplikasi" width="585" height="1024" /><figcaption id="caption-attachment-3229" class="wp-caption-text">Status Verifikasi Suhu dan Kendaraan Driver. Credit image: Gojek.com.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek menyarankan pengguna memakai helm sendiri untuk layanan Go-Ride. Gojek juga menghimbau penumpang mematuhi anjuran kesehatan COVID-19. Misalnya menerapkan etika bersin dan batuk, memakai masker, dan hand sanitizer. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Serupa dengan Go-Ride, pada layanan Go-Car, penumpang diminta memakai hand sanitizer sebelum dan setelah memegang gagang pintu mobil. Penumpang juga dilarang membuang sampah seperti masker atau tisu di dalam mobil. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek juga berkomitmen membagikan masker dan hairnet bagi pengguna sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, Gojek menganjurkan pembayaran menggunakan Gopay untuk meminimalisir kontak fisik selama transaksi.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/">Inilah Protokol Kesehatan Gojek Sebagai Strategi New Normal</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi New Normal, Huawei Dorong Perkembangan Teknologi 5G di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 08:08:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[Huawei]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2787</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak 2018, rupanya Indonesia sudah berupaya menerapkan jaringan super canggih ini. Huawei dan 3 operator lainnya kembali mengungkap rencana adaptasi 5G tahun ini.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/">Hadapi New Normal, Huawei Dorong Perkembangan Teknologi 5G di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Pada Global Analyst Summit yang diadakan 18 Mei hingga 20 Mei 2020 lalu, Huawei menyarankan pengembangan adopsi teknologi seperti 5G, Cloud, dan Artificial Intelligence sebagai strategi menghadapi “new normal” yang akan berimbas pada perekonomian.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Sebetulnya, teknologi yang satu ini bukan merupakan hal baru bagi sektor telekomunikasi di Indonesia. Yup, salah satu operator ponsel yakni Telkomsel telah menguji teknologi ini bertepatan dengan Asian Games dua tahun silam di Gelora Bung Karno. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Huawei bersama Telkomsel dan XL telah mengantongi beragam kerjasama untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan penerapan 5G di Indonesia. Menurut pihak Huawei, adopsi teknologi ini di Indonesia sebetulnya bisa rampung sebelum tahun 2022 lho.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<figure id="attachment_2791" aria-describedby="caption-attachment-2791" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/katemangostar-freepik.jpg" alt="" width="626" height="377" /><figcaption id="caption-attachment-2791" class="wp-caption-text">Ilustrasi penggunaan teknologi 5G.<br />Credit image: Katemangostar/Freepik.</figcaption></figure>
<p>Mohamad Rosidi, Direktur ICT Strategy Huawei INdonesia, menyebutkan bahwa faktor yang mendukung uji coba 5G di Indonesia adalah kesediaan infrastruktur seperti Palapa Ring atau Tol Langit serta jaringan serat atau fiber hingga menara pemancar alias base transceiver station (BTS). Sementara dari sisi teknologi, Huawei juga mengaku telah menunjukkan kesiapan.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Hal ini ditunjukkan oleh peluncuran smartphone flagship terbarunya, P40 Pro, di Indonesia, Jumat (10/4/2020). Memakai teknologi SoC Kirin 990, ponsel ini telah mendukung jaringan 5G, meski belum dapat digunakan di Indonesia karena belum adanya regulasi yang mengatur akses jaringan 5G bagi seluruh operator seluler. Saat ini, Huawei menonaktifkan fungsi 5G di P40 Pro sehingga ponsel tersebut hanya bisa menggunakan teknologi jaringan maksimal hingga 4G LTE saja.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<figure id="attachment_2789" aria-describedby="caption-attachment-2789" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/huawei.com_-1024x422.png" alt="Ponsel Huawei P40 Pro yang mendukung jaringan 5G" width="1024" height="422" /><figcaption id="caption-attachment-2789" class="wp-caption-text">Ponsel Huawei P40 Pro. Credit image: huawei.com</figcaption></figure>
<p>Regulasi dan harmonisasi spektrum atau tempat sinyal menetap atau hidup tampaknya menjadi hambatan lain yang genting dihadapi dalam penerapan teknologi 5G. Teknologi satu ini membutuhkan alokasi frekuensi tersendiri. Saat ini, di Indonesia hanya tersedia 2 spektrum frekuensi untuk jaringan 5G yakni 2.6GHz dan 3.5GHz.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Rosidi melihat bahwa spektrum terbaik bagi 5G sebetulnya ialah 3.5Gz. Meski begitu, Indonesia kemungkinan besar akan memperhitungkan iklim dan ekosistem untuk kemudian memilih spektrum 2.6GHz sebagai alokasi teknologi 5G. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Tantangan lainnya adalah perlunya kolaborasi jaringan nirkabel dan fixed untuk meningkatkan jumlah pelanggan mengingat cukup rendahnya penetrasi jaringan berbasis serat optik di Indonesia.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Huawei menyatakan tengah berusaha melakukan koordinasi dengan pemerintah dan sejumlah operator mengenai penerapan teknologi 5G di Indonesia. Hingga kuartal III tahun 2019, Huawei telah menyepakati lebih dari 50 kontrak komersial 5G dengan berbagai operator di seluruh dunia. Selain itu, perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok itu juga telah mengapalkan lebih dari 150.000 BTS 5G ke beberapa negara.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Menurutmu, Indonesia sudah siap belum mengadopsi teknologi ini? Komen di bawah ya, peeps!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/">Hadapi New Normal, Huawei Dorong Perkembangan Teknologi 5G di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
