<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Work From Home Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/work-from-home/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/work-from-home/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2020 06:30:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Work From Home Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/work-from-home/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 06:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Meet]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makin canggih, Google Meet keluarkan fitur keren yang menguntungkan para pengguna setia aplikasi teleconference. Setingkat lebih unggul dari pesaingnya seperti Zoom dan Skype, Google Meet meluncurkan fitur denoiser atau noise cancellation yang memanfaatkan teknologi AI (Artifical Intelligence) atau kecerdasan buatan dan Machine learning alias pembelajaran mesin yang bertujuan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi saat rapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/">Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Makin canggih, Google Meet keluarkan fitur keren yang menguntungkan para pengguna setia aplikasi <em>teleconference</em>. Setingkat lebih unggul dari pesaingnya seperti Zoom dan Skype, Google Meet meluncurkan fitur <em>denoiser </em>atau <em>noise cancellation</em> yang memanfaatkan teknologi AI (<em>Artifical Intelligence</em>) atau kecerdasan buatan dan <em>Machine learning</em> alias pembelajaran mesin yang bertujuan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi saat rapat atau <em>video call</em> lho.</p>



<p>Cara bekerjanya adalah dengan menekan suara-suara selain dari para pembicara, misalnya saja suara saat menulis dengan pena, menuang air dalam gelas, atau membuka kotak makan. Suara ini akan diminimalisir bahkan dihilanggkan sehingga tidak akan masuk ke video.</p>



<p><p>Fitur <em>denoiser</em> ini juga ideal untuk menyaring <em>environment </em>rumah tangga, mulai dari penyedot debu, anak-anak dan hewan peliharaan, serta beragam perabot rumah tangga lainnya.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2904" aria-describedby="caption-attachment-2904" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/today.line_.ne_.jpg" alt="Logo Google Meet yang bisa digunakan untuk meeting online" width="300" height="225"><figcaption id="caption-attachment-2904" class="wp-caption-text">Logo Google Meet. Credit image: today.line.me</figcaption></figure></p>



<p>Fitur ini muncul justru dari pengalaman team Google sendiri saat melakukan rapat. Memiliki beberapa orang dari beragam lokasi sekaligus membuat perbedaan zona waktu tak dapat dihindari saat <em>meeting online</em>. Ide <em>noise cancellation </em>terbersit ketika gangguan suara saat sarapan terasa cukup mengganggu jalannya rapat.</p>



<p>Seperti halnya dalam teknologi pengenalan suara yang membutuhkan data tentang mana pembicaraan dan mana yang bukan, fitur <em>denoiser</em> ini juga menggunakan teknik <em>machine learning </em>serupa. Teknologi AI akan mengenali mana yang merupakan <em>noise </em>dan mana yang merupakan suara pembicara dan hanya mempertahankan suara percakapan tersebut dalam panggilan video. Algoritma yang dipakai terdiri atas campuran beragam dataset berisi <em>noise </em>dan suara percakapan.&nbsp;</p>



<p><p>Cara menggunakan fitur ini juga cukup mudah. Bagi pengguna G Suite, fitur ini tersedia secara <em>default</em> alias otomatis, sehingga jika pengguna ingin membiarkan noise selama percakapan, maka pengguna perlu mematikan fitur ini pada bagian <em>setting</em>. Lain halnya dengan versi web dari Google Meet, untuk menggunakannya pengguna perlu menuju <em>setting. </em>Fitur ini akan terlihat di bawah tab <em>Audio</em>, di antara ikon <em>microphone </em>dan <em>speakers </em>dengan label nama <em>“Noise cancellation: Filters out sound that isn’t speech.”</em></p>
<figure id="attachment_2903" aria-describedby="caption-attachment-2903" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/google-meet-audio-settings-noise-cancellation-2020.png" alt="Setting Denoiser pada Google Meet yakni pada Audio Setting" width="1024" height="895"><figcaption id="caption-attachment-2903" class="wp-caption-text">Setting Denoiser pada Google Meet. Credit image: Venture Beat</figcaption></figure></p>



<p>Dilansir dari Venture Beat, <em>team</em> Google Meet mengaku ada beberapa kesulitan untuk mengembangkan fitur ini yakni pengenalan <em>range </em>nada dari berbagai suara serta jarak atau kedekatan dari suara. Aspek tersebut sangat menentukan keberhasilan penyaringan suara. Google Meet mengaku tak ingin salah mengenali mana suara yang harusnya dipertahankan dan dihapus maupun sebaliknya.</p>



<p>Selain itu, Google juga mencoba terobosan keamanan percakapan dengan menyediakan enkripsi <em>end-to-end </em>bagi Google Meet. Privasi akhirnya kembali menjadi pertimbangan karena proses penyaringan suara melalui fitur <em>denoiser</em> akan dilakukan di server Google selama panggilan berlangsung dan dikirim kembali ke pengguna yang melakukan panggilan. Meski begitu, <em>team </em>Google mengaku tidak akan mengetahui atau memantau isi percakapan kecuali jika pengguna memutuskan untuk merekamnya.</p>



<p>Fitur ini akan dirilis untuk aplikasi Android dan iOS akhir bulan ini lho! Dikutip dari Venture Beat, Kamis (11/6/2020), fitur ini akan digulirkan lebih dulu di Google Meet versi web.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/">Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 07:37:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Big Tech Company]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Sillicon Valley]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Office]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “new normal” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah workflow mereka lho, tak terkecuali 5 big tech company [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “<em>new normal</em>” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah <em>workflow</em> mereka lho, tak terkecuali 5 <em>big tech company</em> ini!</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Google</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2726" aria-describedby="caption-attachment-2726" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/KAI-WENZEL-UNSPLASH.jpg" alt="juga memberikan insentif sebanyak $1000 selama karyawan mereka bekerja dari rumah." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2726" class="wp-caption-text">Ilustrasi Google. Credit image: Kai Wenzel/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Melalui <em>official blog</em> mereka, sang CEO Sundar Pichai telah mengumumkan rencana pembukaan kantor secara bertahap. Tidak semua jabatan diwajibkan kembali ke kantor, beberapa yang terpanggil akan dikontak oleh manajer mereka pada 10 Juni, sementara sisanya masih bisa bekerja dari rumah. Karyawan yang tidak masuk ke dalam daftar tidak dikenai kewajiban ke kantor dan dapat menjalankan sistem <em>Work from Office</em> secara <em>volunteer  </em>hingga akhir tahun nanti.</p>
<p>



</p>
<p>Dimulai pada 6 Juli, perlahan karyawan akan kembali bekerja di kantor dengan sistem rotasi dan memenuhi kapasitas manusia di gedung sebanyak 10%. Google memastikan fasilitas kesehatan dan keamanan yang memadai seperti protokol <em>social distancing</em> dan sanitasi yang tinggi sekaligus membatasi jumlah orang yang memasuki wilayah kerja. Kebijakan ini bertujuan untuk menyusun alokasi waktu yang adil bagi setiap karyawan Google. Pada bulan September jika keadaan memungkinkan, program rotasi akan dilanjutkan hingga kapasitas gedung mencapai 30%. Sundar berharap keadaan ini dapat membawa pelajaran yang berarti bagi fleksibilitas budaya kerja di Google.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Apple</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2728" aria-describedby="caption-attachment-2728" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ZHANG-KAIYV-UNSPLASJ.jpg" alt="Apple memutuskan untuk membuka kembali ratusan store mereka di China dan sebagian wilayah Asia lainnya." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2728" class="wp-caption-text">Ilustrasi Apple. Credit image: Zhang Kaiyv/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Dikutip dari <em>Business Insider</em>, tak seperti <em>big tech company </em>lainnya, Apple memutuskan untuk mengembalikan karyawan ke kantor mulai akhir Mei, menyusul rencana pembukaan ratusan store mereka yang sempat tutup karena pandemi.  Menurut Bloomberg, Apple bahkan telah memulai fase pertama <em>Work From Office</em> bagi beberapa karyawan di beberapa daerah. Rencana ini diperkirakan berlanjut hingga mencapai fase kedua pada bulan Juli. Masih belum ada keterangan jabatan mana yang diwajibkan <em>Work From Office</em> pada fase pertama. Yang jelas, karyawan akan melaporkan kehadirannya di kantor secara rutin atau pada waktu-waktu tertentu. Kebijakan anti-mainstream ini nampaknya diambil karena Apple merupakan model bisnis yang menggantungkan keuntungan pada penjualan <em>hardware</em>, tak seperti Twitter, Facebook atau yang lainnya. Bekerja <em>remote </em>dalam memproduksi <em>hardware </em>tentu tak semudah bekerja dengan fasilitas kantor, apalagi kacamata VR Apple kabarnya sempat tertunda pembuatannya karena karyawan harus bekerja dari rumah.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Facebook</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2723" aria-describedby="caption-attachment-2723" style="width: 910px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ALEX-HANEY-UNSPLASH.jpg" alt="Meski menyediakan opsi bekerja remote, Facebook mengaku akan memonitor dengan ketat lokasi para pekerjaannya agar tidak terjadi kecurangan penghasilan." width="910" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2723" class="wp-caption-text">Ilustrasi Facebook. Credit image: Alex Haney/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Facebook memberi opsi<em> fifty-fifty</em> yakni mengumumkan kesempatan bekerja <em>remote</em> permanen sejak 21 Mei 2020, disusul kebijakan <em>Work From Office</em> yang diwajibkan bagi beberapa jabatan. Facebook akan membuka kantor mereka di beberapa negara seperti Eropa dan Asia mulai 5 Juli dengan protokol kesehatan yang ketat dan penyesuaian terhadap kebijakan negara setempat. Beberapa jabatan yang diminta kembali masuk kantor umumnya berkaitan dengan operasional dan manajer jaringan, <em>hardware, </em>serta petugas keamanan, staf kafetaria dan petugas antar-jemput bus. Karyawan yang tidak diwajibkan ke kantor diprioritaskan bekerja dari rumah hingga akhir tahun. Opsi <em>remote</em> disediakan bagi karyawan di Amerika Serikat, dan mereka diwajibkan memberi tahu perusahaan mengenai rencana lokasi kerja mereka hingga batas waktu 21 Januari 2021. Tujuannya untuk menyesuaikan besaran gaji dengan biaya hidup di wilayah bekerja <em>remote</em>.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><strong>Twitter</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2727" aria-describedby="caption-attachment-2727" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/sARA-KURFE-UNSPLASJ.jpg" alt="Ada kemungkinan Twitter memperpanjang masa bekerja dari rumah hingga 2021." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2727" class="wp-caption-text">Ilustrasi Twitter. Credit image: Sara Kurfe/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Salah satu kebijakan ekstrim <em>big tech company</em> diambil oleh CEO Twitter yang membolehkan karyawan bekerja<em> remote</em> secara permanen, sejauh ini tanpa syarat tertentu. Melalui BuzzFeed News, Twitter mengumumkan tidak akan membuka kantor hingga September dan memastikan tidak ada perjalanan kerja selama periode tersebut. </p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Microsoft</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2725" aria-describedby="caption-attachment-2725" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FRANCK-V-UNSPLASH-2.jpg" alt="Microsoft telah memulai kebijakan bekerja remote sejak Maret 2020." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2725" class="wp-caption-text">Ilustrasi Microsoft. Credit image: Franck V./Unsplash</figcaption></figure>
<p>Microsoft juga termasuk <em>big tech company</em> yang memilih untuk membiarkan karyawannya bekerja dari rumah hingga Oktober. Meski begitu, tampaknya CEO Microsoft Satya Nadella tak begitu menyukai sistem kerja seperti ini. Ia merasa cukup khawatir terhadap efek psikologis dan potensi burn-out yang mungkin dialami sebagian besar pekerja selama Work From Home.</p>
<p>



</p>
<p>Dari sederet kultur kerja <em>big tech company</em> di atas, mana kebijakan yang paling oke menurutmu, 101 Wired People? Bagikan pendapatmu di kolom komentar yah!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Party sambil Produktif saat WFH, Kenapa Tidak?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/party-sambil-produktif-saat-wfh-kenapa-tidak/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/party-sambil-produktif-saat-wfh-kenapa-tidak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 03:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Aquos]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Electronics]]></category>
		<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Neck Speaker]]></category>
		<category><![CDATA[SHARP]]></category>
		<category><![CDATA[Sinar Maju]]></category>
		<category><![CDATA[Sound Partner]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2687</guid>

					<description><![CDATA[<p>101 Wired People, apakah perusahaanmu termasuk salah satu yang menerapkan kebijakan Work From Home?  Bekerja dari rumah dan dari kantor tentu punya banyak perbedaan dan kamu perlu melalui berbagai adaptasi. Salah satunya, selama bekerja di rumah kamu mungkin harus menyelesaikan beragam “pekerjaan rumah” yang biasanya ditunda setelah jam pulang kerja. Kalau kamu tidak tinggal sendiri, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/party-sambil-produktif-saat-wfh-kenapa-tidak/">Party sambil Produktif saat WFH, Kenapa Tidak?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>101 Wired People, apakah perusahaanmu termasuk salah satu yang menerapkan kebijakan <em>Work From Home</em>? </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Bekerja dari rumah dan dari kantor tentu punya banyak perbedaan dan kamu perlu melalui berbagai adaptasi. Salah satunya, selama bekerja di rumah kamu mungkin harus menyelesaikan beragam “pekerjaan rumah” yang biasanya ditunda setelah jam pulang kerja. Kalau kamu tidak tinggal sendiri, beberapa kali anggota keluarga juga pasti akan mengajakmu berkomunikasi. Saat bekerja dari rumah, kebosanan juga seringkali menyerang. Selain tidak bisa berinteraksi dengan rekan kerja, suasana yang terlalu sepi mungkin membuatmu malas untuk bangkit dari tempat tidur dan memulai hari. Beberapa orang menyiasati hal ini dengan mendengarkan musik.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Musik menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan endorfin atau hormon kebahagiaan yang membangkitkan semangat lho. Bagi sebagian orang, musik menumbuhkan produktivitas kerja sehingga mereka merasa harus “ditemani” <em>headset </em>atau <em>earphone </em>selama menuntaskan tugas. Kamu salah satunya? </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Kamu perlu membuat “<em>party</em>”mu sendiri agar WFH tidak membosankan tanpa kehilangan fokus pada sekelilingmu. SHARP mencoba membuat terobosan baru dengan Neck Speaker Aquos Sound Partner AN-SS1. Sesuai namanya, <em>speaker </em>ini dipasang di leher dan tidak menutupi telinga sehingga kamu masih bisa mendengarkan keadaan sekitarmu.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2693" aria-describedby="caption-attachment-2693" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/website-sharp-1024x366.jpg" alt="3D Sound Effect membuat speaker satu ini tak hanya cocok digunakan untuk mendengarkan musik, tapi juga menimbulkan sensasi berbeda saat menonton film atau bermain game." width="1024" height="366" /><figcaption id="caption-attachment-2693" class="wp-caption-text">3D Sound Effect pada Sound Partner SHARP. Credit image: Official Website SHARP Indonesia.</figcaption></figure>
<p>Dengan fitur <em>bluetooth</em>, <em>speaker</em> satu ini bersifat <em>hands-free</em> dan <em>ear-free</em>. Hal ini ternyata bisa menjadi cara baru mendengarkan musik yang lebih sehat untuk telinga lho karena suara tidak langsung terekspos ke telinga. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Harus bekerja lembur malam ini? Sharp Neck Speaker Aquos Sound Partner siap menemani harimu dengan baterai yang bertahan selama 14 jam.</p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2692" aria-describedby="caption-attachment-2692" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/twitter-sharpindonesia-1024x576.jpg" alt="Sound Partner dari SHARP ini sangat cocok untuk multitasking. Selain fungsi utama mendengarkan musik, speaker ini juga bisa dihubungkan ke perangkat pintar untuk menjawab telepon. " width="1024" height="576" /><figcaption id="caption-attachment-2692" class="wp-caption-text">Ilustrasi ketahanan baterai SHARP Sound Partner. Credit image: Official Twitter Sharp Indonesia.</figcaption></figure>
<p>Speaker ini juga nggak akan nganggur meski pandemi telah berakhir dan kamu nggak lagi <em>Work From Home</em>. Berbentuk seperti kalung tanpa kabel yang menjuntai, <em>speaker </em>ini siap dibawa berolahraga santai setiap sore. SHARP Aquos Sound Partner juga bisa digunakan di akhir pekan untuk bermain game atau melakukan aktivitas lain dengan <em>mobile device </em>maupun TV lho.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Siap jadi DJ di <em>party</em>mu sendiri saat WFH? Kapan lagi mendengarkan musik secara nyaman, aman, sekaligus gaya? Produk ini bisa didapatkan di <a href="https://www.sinarmaju.co.id/audio-dan-video/sharp-neck-speaker-aquos-sound-partner-an-ss1">Sinar Maju</a> dengan harga Rp 1.270.000,- saja. </p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/party-sambil-produktif-saat-wfh-kenapa-tidak/">Party sambil Produktif saat WFH, Kenapa Tidak?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/party-sambil-produktif-saat-wfh-kenapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
