<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Facebook Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/facebook/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Apr 2021 02:54:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Facebook Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/facebook/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Data Pengguna Facebook Bocor! 130 Ribu Data Dari Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/04/data-pengguna-facebook-bocor-130-ribu-data-dari-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/04/data-pengguna-facebook-bocor-130-ribu-data-dari-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2021 02:43:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[bocor]]></category>
		<category><![CDATA[data pengguna]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3899</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lebih dari 500 juta data pribadi pengguna Facebook bocor di Internet, dan dari 533 juta data yang bocor tersebut, 130.331 data merupakan data pengguna Facebook Indonesia. Dengan bocornya data tersebut, para ahli keamanan informatika percaya bahwa data-data tersebut akan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.&#160; Dilansir dari Business Insider, sebanyak 533 juta data Facebook diketahui bocor di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/data-pengguna-facebook-bocor-130-ribu-data-dari-indonesia/">Data Pengguna Facebook Bocor! 130 Ribu Data Dari Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Lebih dari 500 juta data pribadi pengguna Facebook bocor di Internet, dan dari 533 juta data yang bocor tersebut, 130.331 data merupakan data pengguna Facebook Indonesia. Dengan bocornya data tersebut, para ahli keamanan informatika percaya bahwa data-data tersebut akan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dilansir dari Business Insider, sebanyak 533 juta data Facebook diketahui bocor di sebuah forum <em>hacker</em>, pada hari Sabtu (03/04) data yang bocor merupakan data pribadi seperti nomor telepon pribadi, identitas lengkap, alamat surel, dan lokasi pengguna.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Lebih dari 100 negara terkena dampak dari kebocoran data ini, dimana Inggris dan India menjadi negara dengan data yang paling banyak bocor. Dilansir dari Tempo, akun UnderTheBreach mencatat jumlah data pengguna Facebook Indonesia termasuk sedikit dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia (11,67 juta akun), Singapura (3,07 juta akun) dan Filipina (879 ribu akun).</p>



<p class="has-text-align-justify">Pihak dari Insider kemudian melakukan <em>review</em> terhadap sampel data-data yang bocor tersebut dengan mencocokkan ID yang tertera pada data tersebut dengan nomor telepon yang ada pada ID <a href="https://101wired.com/2020/06/25/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Facebook</a> pengguna, selain itu Insider juga menggunakan alamat surel yang ada pada <em>data set</em> tersebut yang digunakan untuk fitur Facebook Password Reset yang mana bisa digunakan untuk memperlihatkan sebagian dari nomor telepon pengguna.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebenarnya kejadian bocornya data ini merupakan buntut dari <em>security breach</em> yang terjadi pada tahun 2019, dan menurut <a href="https://twitter.com/UnderTheBreach/status/1378314424239460352" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Alon Gal</a>, CTO dari firma Hudson Rock yang berkutat di bidang <em>cybercrime intelligence, </em>data yang bocor tersebut dapat digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab seperti <em>scamming </em>maupun <em>impersonation </em>yang memaksa pengguna untuk menyerahkan data penting pengguna kepada pihak tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kejadian bocornya data pengguna ini bukanlah kali pertama, dilansir dari Selfkey, sudah lebih dari 6 kali Facebook mengalami kejadian <em>security breach</em> yang berakhir pada bocornya data pribadi pengguna. Berikut adalah beberapa kejadian <em>security breach </em>terbesar Facebook yang dihimpun dari berbagai sumber</p>



<p>2013 &#8211; Facebook Bug</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada tahun 2013, Facebook menemukan sebuah bug yang berujung pada enam juta data yang terekspos tanpa izin. Data berupa nomor telepon seluler dan alamat surel pengguna menyebar cepat. Sebenarnya kejadian <em>technical glitch</em> ini sudah ada satu tahun sebelumnya, tetapi baru diketahui pada tahun 2013, Meski pada akhirnya pihak Facebook memperbaiki kesalahan tersebut dan menyerahkan laporan kebocoran data tersebut kepada pihak berwajib.&nbsp;</p>



<p>2018 &#8211; Cambridge Analytica&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">September 2018 terjadi lagi <em>security breach, </em>dan mungkin skandal ini merupakan yang terbesar dimana sebuah firma yang berada di bidang analisis data politik, Cambridge Analytica yang bekerja sebagai bagian dari tim kampanye mantan Presiden AS, Donald Trump. Dilansir dari Wired, Cambridge Analytica diduga memiliki 50 juta data pengguna Facebook tanpa izin dari pihak Facebook.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Mereka mendapatkan data-data tersebut melalui aplikasi pihak ketiga yang dikembangkan oleh Universitas Cambridge. Dalam sebuah tayangan di salah satu stasiun televisi Inggris, Channel 4, terlihat beberapa petinggi Cambridge Analytica mengatakan bahwa mereka bisa melakukan ekstorsi terhadap politisi di Amerika Serikat, dan menggunakan propaganda untuk membantu klien mereka dalam menyebarkan rasa ketakutan pada warga Amerika.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Pada akhirnya, CEO dari Cambridge Analytica ditangkap oleh pihak FBI dan Mark Zuckerberg menuliskan postingan permintaan maaf yang cukup panjang dan berjanji akan mencegah kasus serupa terjadi kembali.</p>



<p>2019 &#8211; Penyalahgunaan Facebook API oleh grup <em>hacker </em>Vietnam.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebuah ahli keamanan asal Ukraina, Bob Diachenko menemukan kebocoran data yang disebabkan penyalahgunaan Facebook API oleh sebuah grup <em>hacker </em>asal Vietnam. Sebanyak 300 juta data yang berisikan nomor telepon seluler pengguna menyebar secara luas selama dua minggu berturut2, dan hal serupa terjadi kembali pada Maret 2020, dimana sebanyak 29 juta data bocor, Tidak diketahui apakah kebocoran data tersebut berdampak besar kepada para pengguna, tetapi dengan bocornya data tersebut, semakin rawan bagi para pengguna untuk terkena serangan siber seperti <em>phishing.&nbsp;</em></p>



<p class="has-text-align-justify">Hingga saat ini belum ada tuntutan pasti kepada pihak Facebook mengenai kebocoran data yang terjadi selama satu tahun belakangan ini, sepertinya pihak Facebook juga dianggap terlalu menyepelekan masalah ini, seperti yang dilansir dari DW, Liz Sheperd selaku juru bicara Facebook dalam cuitannya mengatakan bahwa data-data yang bocor tersebut sudah ada sejak tahun 2019, dan hal tersebut sudah diperbaiki pada Agustus 2019.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Sudah seharusnya, kita sebagai pengguna <em>platform </em>media sosial seperti Facebook wajib berhati-hati dalam memberikan data pribadi, baik itu nomor telepon maupun data diri, dan sebaiknya gunakan fitur keamanan <em>two factor authenticaton</em> untuk mencegah terjadinya kebocoran data pribadi anda.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/data-pengguna-facebook-bocor-130-ribu-data-dari-indonesia/">Data Pengguna Facebook Bocor! 130 Ribu Data Dari Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/04/data-pengguna-facebook-bocor-130-ribu-data-dari-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saingi Google Maps, Facebook Akusisi Mapillary</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 05:33:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Google Maps]]></category>
		<category><![CDATA[Mapillary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Facebook company strikes again. Tampaknya, mereka ingin menjadi pioneer kuat dalam beragam sektor digital. Tak cukup fakta bahwa Instagram mengalahkan Snapchat dan WhatsApp yang bersiap menyaingi Zoom. Kini, mereka bersiap jadi kompetitor Google Maps dengan mengakuisisi Mapillary, startup pemetaan dunia asal Swedia. Apa itu Mapillary? Aplikasi ini beroperasi dengan menyediakan pencitraan jalan. Pencitraan jalan ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/">Saingi Google Maps, Facebook Akusisi Mapillary</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Facebook company strikes again. Tampaknya, mereka ingin menjadi pioneer kuat dalam beragam sektor digital. Tak cukup fakta bahwa Instagram mengalahkan Snapchat dan <a href="https://101wired.com/2020/05/22/pembaruan-fitur-video-call-whatsapp-siap-saingi-zoom/">WhatsApp yang bersiap menyaingi Zoom</a>. Kini, mereka bersiap jadi kompetitor Google Maps dengan mengakuisisi Mapillary, startup pemetaan dunia asal Swedia.</p>
<p>



</p>
<h4 class="wp-block-heading">Apa itu Mapillary?</h4>
<p>



</p>
<p>Aplikasi ini beroperasi dengan menyediakan pencitraan jalan. Pencitraan jalan ini didapatkan dari gambar yang diunggah pengguna.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Gambar-gambar ini selanjutnya akan diproses oleh perangkat lunak untuk menentukan aspek yang ada di dalam gambar. Misalnya saja marka jalan atau rambu lalu lintas. Perangkat tersebut juga memungkinkan pembuat peta untuk memasukkan data ke dalam peta mereka sendiri.</p>
<p>



</p>
<p>Aplikasi yang didirikan tahun 2013 ini <a href="https://blog.mapillary.com/news/2020/06/18/Mapillary-joins-Facebook.html">mengumumkan akuisisi Facebook lewat blog</a> mereka pada 18 Juni 2020. Ketentuan maupun nilai akuisisi tidak disebutkan jelas dalam postingan tersebut.</p>
<figure id="attachment_3175" aria-describedby="caption-attachment-3175" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Mapillary_2015-08-07_Insjön_Sweden-1024x582.jpg" alt="Contoh pengenalan gambar untuk peta Mapillary yang berasal dari pengguna" width="1024" height="582"><figcaption id="caption-attachment-3175" class="wp-caption-text">Contoh pengenalan gambar untuk peta Mapillary. Credit image: Blog.mapillary.com</figcaption></figure>



<p></p>
<h4 class="wp-block-heading">Sinergi Mapillary &amp; Facebook</h4>
<p>



</p>
<p>Apa yang membuat mereka menjadi pesaing kuat Google Maps? Untuk pengumpulan gambar sebagai bahan pemetaan, Mapillary mengandalkan pengguna. Di sisi lain, Google memanfaatkan tim internal mereka.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Kelebihannya, Google punya kontrol lebih terhadap kualitas foto. Di sisi lain, miliaran gambar dari pengguna Mapillary akan memberikan aktualisasi peta yang lebih tinggi. Hal ini karena skala dan potensi update yang lebih besar.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<figure id="attachment_3174" aria-describedby="caption-attachment-3174" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/2020-06-18-Mapillary-joins-Facebook1-compressed-1024x578.png" alt="Peta Mapillary yang selalu update berkat gambar dari milyaran penggunanya" width="1024" height="578"><figcaption id="caption-attachment-3174" class="wp-caption-text">Peta Mapillary. Credit image: Blog.Mapillary.com</figcaption></figure>
<p>Hasil pemetaan jalan aplikasi asal Swedia ini diharapkan bisa membantu fitur peta Facebook menjadi lebih akurat. Facebook memang mengandalkan peta untuk fitur tertentu mereka misalnya Facebook Marketplace. Fitur ini memungkinkan pengguna membeli dan menjual barang dari orang-orang di daerah mereka.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Facebook mengatakan menggunakan kombinasi pembelajaran mesin, citra satelit, dan kemitraan dengan komunitas pemetaan untuk meningkatkan peta.</p>
<p>



</p>
<p>Berdasarkan keterangan pihak Mapillary, tidak ada perubahan yang terlalu masif setelah akuisisi Facebook. Platform ini tetap bisa mengunggah citra dan menggunakan data peta dari gambar di platform. Bahkan, citra ini sekarang dibebaskan untuk keperluan komersial.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Hal ini yang membedakan aplikasi pemetaan dari Swedia ini sebelum dan sesudah akuisisi Facebook. Seperti yang diketahui, sebelumnya aplikasi tersebut tak memperbolehkan penggunanya menggunakan citra untuk tujuan komersial.</p>
<p>



</p>
<p>Dilansir dari Crunchbase, Mapillary sendiri telah mengumpulkan $ 24,5 juta dari investor selama tujuh tahun terakhir. Pendukung modal ventura termasuk Sequoia Capital, Atomico, dan BMW iVentures.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/">Saingi Google Maps, Facebook Akusisi Mapillary</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Facebook &#038; PayPal Tambah Perusahaan Global yang “Suntik” GoJek</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/facebook-paypal-tambah-deretan-perusahaan-global-yang-menyuntik-gojek/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/facebook-paypal-tambah-deretan-perusahaan-global-yang-menyuntik-gojek/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2020 05:05:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Big Tech Company]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Gojek]]></category>
		<category><![CDATA[Gopay]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Paypal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2859</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah berhasil menjadikan salah satu big tech company, Google, sebagai investor, GoJek kini mengumumkan kerjasama investasi dengan Facebook dan PayPal. Kesepakatan ini menandai prestasi GoJek sebagai perusahaan Indonesia pertama yang berhasil menerima investasi dari perusahaan global yang dibawahi Mark Zuckerberg tersebut. Tak sampai di situ saja, Google dan Tencent dikabarkan kembali berinvestasi di perusahaan Dekacorn [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/facebook-paypal-tambah-deretan-perusahaan-global-yang-menyuntik-gojek/">Facebook &amp; PayPal Tambah Perusahaan Global yang “Suntik” GoJek</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah berhasil menjadikan salah satu <em>big tech company</em>, Google, sebagai investor, GoJek kini mengumumkan kerjasama investasi dengan Facebook dan PayPal. Kesepakatan ini menandai prestasi GoJek sebagai perusahaan Indonesia pertama yang berhasil menerima investasi dari perusahaan global yang dibawahi Mark Zuckerberg tersebut. Tak sampai di situ saja, Google dan Tencent dikabarkan kembali berinvestasi di perusahaan Dekacorn tersebut.</p>



<p><strong>Sinergi GoJek dan Global Corporation Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital</strong></p>



<p>CEO Gojek, Andre Soelistyo mengaku kesuksesan kerjasama ini tak terlepas dari kontribusi GoFood dan perluasan cakupan layanan GoPay di sektor lain baik di lingkup internal maupun eksternal dari ekosistem Gojek.</p>



<p><p>Layanan pembayaran digital Gojek tersebut tak dipungkiri telah menyumbang pencapaian sebagai dompet digital terbesar di Indonesia yang memfasilitasi miliaran transaksi pengguna setiap tahunnya.</p>
<figure id="attachment_2862" aria-describedby="caption-attachment-2862" style="width: 889px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/EDI-KURNIAWAN-UNSPLASH.jpg" alt="Ilustrasi Gopay pada Aplikasi Gojek yang merupakan dompet digital andalan mereka" width="889" height="500"><figcaption id="caption-attachment-2862" class="wp-caption-text">Ilustrasi Gopay pada Aplikasi Gojek. Credit image: Edi Kurniawan/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Bersiap melanjutkan komitmen tersebut, Gojek mengaku bercita-cita terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital bagi UMKM di Indonesia maupun Asia Tenggara.</p>



<p>Pendanaan yang diterima dari beragam perusahaan global tersebut akan dimanfaatkan Gojek untuk mendukung misinya dengan memfokuskan layanan pembayaran dan keuangan melalui GoPay.</p>



<p>Bersama PayPal, Facebook, serta Tencent dan Google, GoJek akan berupaya mendukung digitalisasi UMKM dengan merangkul usaha kecil dan menengah yang beroperasi di pinggir jalan hingga berbagai bisnis berskala besar yang ingin memperkuat pembayaran digital mereka.</p>



<p><p>Cita-cita ini perlahan diwujudkan melalui investasi GoJek dan PayPal yakni kesepakatan integrasi layanan pembayaran PayPal pada aplikasi Gojek. Kedua perusahaan ini akan berkolaborasi dan membuka akses bagi para pengguna GoPay ke jaringan PayPal yang terdiri dari 25 juta merchant di seluruh dunia. Hal ini bertujuan memperbesar kesempatan dan perluasan potensi UMKM atau bisnis kecil yang belum beralih pada layanan perbankan. Jenis pembayaran ini&nbsp; dinilai jauh lebih aman dan lebih adaptif saat pandemi menyerang ketimbang pembayaran tunai.</p>
<figure id="attachment_2863" aria-describedby="caption-attachment-2863" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/FIKRI-RASYID-UNSPLASH.jpg" alt="Ilustrasi Penggunaan Aplikasi Gojek yakni Go-Ride" width="750" height="500"><figcaption id="caption-attachment-2863" class="wp-caption-text">Ilustrasi Penggunaan Aplikasi Gojek. Credit image: Fikri Rasyid/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p><strong>Kesuksesan Gojek Meraup Investor Global dan Nasional Sejak 2016</strong></p>



<p>Sejak diluncurkan pada 2015, <a href="https://infokomputer.grid.id/tag/gojek">Gojek</a> telah berhasil membantu ratusan ribu merchant untuk melakukan digitalisasi dan memberikan mereka akses kepada lebih dari 170 juta pengguna <a href="https://infokomputer.grid.id/tag/gojek">Gojek</a> di seluruh Asia Tenggara. Pencapaian ini tidak diraih dengan mudah, lho.</p>



<p>Founder &amp; CEO Gojek, Nadiem Makarim menuturkan, saat mendirikan Gojek pada Oktober 2010, dia mengaku kesulitan untuk memperoleh pendanaan. Bahkan, dia harus bekerja sambilan untuk membiayai startup yang didirikannya. Namun, sejak 2016 ia akhirnya melihat titik terang setelah beberapa investasi masuk ke GoJek.&nbsp;</p>



<p>Ini dia kilas balik perjalanan GoJek merangkul beragam investasi dari perusahaan global maupun nasional:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>2016</li></ol>



<p>Bulan Agustus, perusahaan Global seperti Capital Group Markets, KKR, Farallon Capital, dan Warburg Pincus menyuntikkan dana ke GoJek dengan total sebesar 550 juta dolar AS atau setara Rp 7,2 triliun.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="2"><li>2017</li></ol>



<p>Dimulai pada bulan Mei, Tencent menyuntikkan triliunan rupiah ke GoJek, nilainya ditaksir mencapai US$ 100 juta hingga US$ 150 juta, Meski begitu, pihak Tencent dan GoJek belum menjelaskan secara rinci investasi satu ini. Hanya selang beberapa bulan, perusahaan cina JD.com menggelontorkan US$ 100 juta atau setara RP 1,3 triliun pada Gojek.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3"><li>2018</li></ol>



<p>Mengawali tahun, Google turut berpartisipasi menjadi investor GoJek melalui perusahaan induknya, Alphabet pada bulan Januari. Kabar yang beredar menyebutkan Google tidak masuk sendirian namun berkolaborasi dengan Temasek Holding, perusahaan online asal Cina dan menyumbangkan dana hingga US$ 1,2 miliar atau Rp 16 triliun. Bulan berikutnya, Februari, giliran perusahaan nasional yang resmi berinvestasi pada startup ini. GoJek diguyur dana sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun dari PT Astra Internasional Tbk. Djarum Group&nbsp; melalui anak perusahaannya PT Global Digital Niaga juga turut mengucurkan dana yang tidak bersedia disebutkan nominalnya.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="4"><li>2019 dan 2020</li></ol>



<p>Sejak akhir tahun lalu hingga April 2020, GoJek telah mengantongi sejumlah investor kelas kakap mulai dari Unilever Swiss Holding, East Ventures Growth, PT Mandiri Capital Indonesia hingga Google Asia Pacific. Mengacu perubahan Anggaran Dasar terakhir per 23 April 2020, total ada sekitar 130 nama tercatat sebagai pemegang saham Gojek, baik investor institusi maupun individu. Total jumlah saham yang diterbitkan (dari Seri A hingga Seri P) mencapai 1.706.496 unit dengan nilai total modal disetor Rp 689.876.809.000.</p>



<p>Gojek kini menjelma menjadi <em>decacorn super app</em> yang menembus valuasi US$ 10 miliar. Startup Indonesia memang oke punya, ya!</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/facebook-paypal-tambah-deretan-perusahaan-global-yang-menyuntik-gojek/">Facebook &amp; PayPal Tambah Perusahaan Global yang “Suntik” GoJek</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/facebook-paypal-tambah-deretan-perusahaan-global-yang-menyuntik-gojek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Catch Up, Aplikasi Alternatif Keluaran Facebook untuk yang Nggak Suka Video Call</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/catch-up-aplikasi-alternatif-keluaran-facebook-untuk-yang-nggak-suka-video-call/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/catch-up-aplikasi-alternatif-keluaran-facebook-untuk-yang-nggak-suka-video-call/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 08:15:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Catch Up]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Video Call]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2795</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk menghindari kontak tubuh demi menghentikan penyebaran virus COVID-19, masyarakat dihimbau untuk tidak bertemu atau berkunjung dengan orang lain. Sayangnya, manusia tidak selalu tahan dengan hal ini mengingat kebutuhan mereka sebagai makhluk sosial. Aplikasi teleconference menjadi salah satu pelarian untuk menuntaskan kebutuhan komunikasi tersebut. Namun, sebagian orang kurang nyaman dengan video call karena alasan tertentu. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/catch-up-aplikasi-alternatif-keluaran-facebook-untuk-yang-nggak-suka-video-call/">Catch Up, Aplikasi Alternatif Keluaran Facebook untuk yang Nggak Suka Video Call</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Untuk menghindari kontak tubuh demi menghentikan penyebaran virus COVID-19, masyarakat dihimbau untuk tidak bertemu atau berkunjung dengan orang lain. Sayangnya, manusia tidak selalu tahan dengan hal ini mengingat kebutuhan mereka sebagai makhluk sosial. Aplikasi<i> teleconference</i> menjadi salah satu pelarian untuk menuntaskan kebutuhan komunikasi tersebut. Namun, sebagian orang kurang nyaman dengan video call karena alasan tertentu. Facebook melihat ini sebagai peluang untuk meluncurkan sebuah aplikasi komunikasi alternatif bernama Catch Up yang menghubungkan orang-orang menggunakan audio saja.</p>
<p>



</p>
<p>Pembuatan Catch Up didasarkan pada permasalahan yang sering terjadi ketika panggilan telepon. Kita tak pernah tahu kapan seseorang siap menerima telepon atau justru terganggu dengan panggilan tersebut. Telepon yang tidak terjawab pada akhirnya dimasukkan pada <i>voicemail</i>, sementara tidak semua penerima mau repot-repot mengecek daftar voicemail mereka. Di tengah maraknya aplikasi <i>teleconference</i> dengan sistem <i>video-call</i>, Facebook melihat bahwa banyak user tidak selalu siap atau nyaman menerima panggilan berbasis video entah karena mempertimbangkan kesiapan visual mereka maupun karena mereka sedang melakukan pekerjaan lain dalam waktu bersamaan.</p>
<figure id="attachment_2799" aria-describedby="caption-attachment-2799" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/teknologi.id_.jpg" alt="Fitur Aplikasi Catch Up menampilkan &quot;Ready to Call&quot; di samping kontak penerima" width="1024" height="768"><figcaption id="caption-attachment-2799" class="wp-caption-text">Fitur Aplikasi Catch Up. Credit Image: Teknologi.id.</figcaption></figure>



<p></p>
<p>Catch Up pun menambahkan fitur yang mendukung tujuan tersebut dengan menyediakan label “<i>ready to talk</i>” di samping nama kontak. Setiap <i>user</i> yang telah mendownload aplikasi ini dapat mengatur label tersebut ketika mereka siap untuk menerima panggilan telepon. Kamu tidak harus memiliki akun Facebook, WhatsApp atau lainnya untuk dapat bertelepon lewat aplikasi ini. Kamu hanya harus mendownload aplikasi Catch Up dan langsung bisa memulai panggilan dengan seluruh daftar kontakmu sebanyak 8 orang. Tidak hanya <i>group calls</i>, kamu juga bisa membuat panggilan satu lawan satu.</p>
<p>



</p>
<p>Aplikasi ini memiliki <i>interface</i> yang sederhana dan mudah dipelajari, bahkan bagi pengguna lanjut usia. Untuk memulai panggilan telepon sangatlah mudah, kamu hanya perlu menekan tombol Join yang terletak di samping kontak yang memasang label “Ready to Talk”. Untuk menambahkan anggota kontak lainnya, klik tombol “add”. Menariknya, kamu bisa mengatur jenis privasi dari panggilan itu lho, jadi tidak semua orang bisa dengan sembarangan bergabung.</p>
<figure id="attachment_2798" aria-describedby="caption-attachment-2798" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/technokidda.png" alt="Tampilan Aplikasi Catch Up di Google Play Store." width="800" height="450"><figcaption id="caption-attachment-2798" class="wp-caption-text">Tampilan Aplikasi Catch Up di Google Play Store. Credit image: Technokidda</figcaption></figure>



<p></p>
<p>Hingga saat ini, Catch Up masih diuji coba di wilayah Amerika Serikat. Kita tunggu ya kapan mereka akan merilisnya secara resmi untuk Android maupun iOS!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/catch-up-aplikasi-alternatif-keluaran-facebook-untuk-yang-nggak-suka-video-call/">Catch Up, Aplikasi Alternatif Keluaran Facebook untuk yang Nggak Suka Video Call</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/catch-up-aplikasi-alternatif-keluaran-facebook-untuk-yang-nggak-suka-video-call/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 07:37:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Big Tech Company]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Sillicon Valley]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Office]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “new normal” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah workflow mereka lho, tak terkecuali 5 big tech company [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “<em>new normal</em>” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah <em>workflow</em> mereka lho, tak terkecuali 5 <em>big tech company</em> ini!</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Google</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2726" aria-describedby="caption-attachment-2726" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/KAI-WENZEL-UNSPLASH.jpg" alt="juga memberikan insentif sebanyak $1000 selama karyawan mereka bekerja dari rumah." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2726" class="wp-caption-text">Ilustrasi Google. Credit image: Kai Wenzel/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Melalui <em>official blog</em> mereka, sang CEO Sundar Pichai telah mengumumkan rencana pembukaan kantor secara bertahap. Tidak semua jabatan diwajibkan kembali ke kantor, beberapa yang terpanggil akan dikontak oleh manajer mereka pada 10 Juni, sementara sisanya masih bisa bekerja dari rumah. Karyawan yang tidak masuk ke dalam daftar tidak dikenai kewajiban ke kantor dan dapat menjalankan sistem <em>Work from Office</em> secara <em>volunteer  </em>hingga akhir tahun nanti.</p>
<p>



</p>
<p>Dimulai pada 6 Juli, perlahan karyawan akan kembali bekerja di kantor dengan sistem rotasi dan memenuhi kapasitas manusia di gedung sebanyak 10%. Google memastikan fasilitas kesehatan dan keamanan yang memadai seperti protokol <em>social distancing</em> dan sanitasi yang tinggi sekaligus membatasi jumlah orang yang memasuki wilayah kerja. Kebijakan ini bertujuan untuk menyusun alokasi waktu yang adil bagi setiap karyawan Google. Pada bulan September jika keadaan memungkinkan, program rotasi akan dilanjutkan hingga kapasitas gedung mencapai 30%. Sundar berharap keadaan ini dapat membawa pelajaran yang berarti bagi fleksibilitas budaya kerja di Google.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Apple</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2728" aria-describedby="caption-attachment-2728" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ZHANG-KAIYV-UNSPLASJ.jpg" alt="Apple memutuskan untuk membuka kembali ratusan store mereka di China dan sebagian wilayah Asia lainnya." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2728" class="wp-caption-text">Ilustrasi Apple. Credit image: Zhang Kaiyv/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Dikutip dari <em>Business Insider</em>, tak seperti <em>big tech company </em>lainnya, Apple memutuskan untuk mengembalikan karyawan ke kantor mulai akhir Mei, menyusul rencana pembukaan ratusan store mereka yang sempat tutup karena pandemi.  Menurut Bloomberg, Apple bahkan telah memulai fase pertama <em>Work From Office</em> bagi beberapa karyawan di beberapa daerah. Rencana ini diperkirakan berlanjut hingga mencapai fase kedua pada bulan Juli. Masih belum ada keterangan jabatan mana yang diwajibkan <em>Work From Office</em> pada fase pertama. Yang jelas, karyawan akan melaporkan kehadirannya di kantor secara rutin atau pada waktu-waktu tertentu. Kebijakan anti-mainstream ini nampaknya diambil karena Apple merupakan model bisnis yang menggantungkan keuntungan pada penjualan <em>hardware</em>, tak seperti Twitter, Facebook atau yang lainnya. Bekerja <em>remote </em>dalam memproduksi <em>hardware </em>tentu tak semudah bekerja dengan fasilitas kantor, apalagi kacamata VR Apple kabarnya sempat tertunda pembuatannya karena karyawan harus bekerja dari rumah.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Facebook</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2723" aria-describedby="caption-attachment-2723" style="width: 910px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ALEX-HANEY-UNSPLASH.jpg" alt="Meski menyediakan opsi bekerja remote, Facebook mengaku akan memonitor dengan ketat lokasi para pekerjaannya agar tidak terjadi kecurangan penghasilan." width="910" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2723" class="wp-caption-text">Ilustrasi Facebook. Credit image: Alex Haney/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Facebook memberi opsi<em> fifty-fifty</em> yakni mengumumkan kesempatan bekerja <em>remote</em> permanen sejak 21 Mei 2020, disusul kebijakan <em>Work From Office</em> yang diwajibkan bagi beberapa jabatan. Facebook akan membuka kantor mereka di beberapa negara seperti Eropa dan Asia mulai 5 Juli dengan protokol kesehatan yang ketat dan penyesuaian terhadap kebijakan negara setempat. Beberapa jabatan yang diminta kembali masuk kantor umumnya berkaitan dengan operasional dan manajer jaringan, <em>hardware, </em>serta petugas keamanan, staf kafetaria dan petugas antar-jemput bus. Karyawan yang tidak diwajibkan ke kantor diprioritaskan bekerja dari rumah hingga akhir tahun. Opsi <em>remote</em> disediakan bagi karyawan di Amerika Serikat, dan mereka diwajibkan memberi tahu perusahaan mengenai rencana lokasi kerja mereka hingga batas waktu 21 Januari 2021. Tujuannya untuk menyesuaikan besaran gaji dengan biaya hidup di wilayah bekerja <em>remote</em>.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><strong>Twitter</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2727" aria-describedby="caption-attachment-2727" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/sARA-KURFE-UNSPLASJ.jpg" alt="Ada kemungkinan Twitter memperpanjang masa bekerja dari rumah hingga 2021." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2727" class="wp-caption-text">Ilustrasi Twitter. Credit image: Sara Kurfe/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Salah satu kebijakan ekstrim <em>big tech company</em> diambil oleh CEO Twitter yang membolehkan karyawan bekerja<em> remote</em> secara permanen, sejauh ini tanpa syarat tertentu. Melalui BuzzFeed News, Twitter mengumumkan tidak akan membuka kantor hingga September dan memastikan tidak ada perjalanan kerja selama periode tersebut. </p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Microsoft</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2725" aria-describedby="caption-attachment-2725" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FRANCK-V-UNSPLASH-2.jpg" alt="Microsoft telah memulai kebijakan bekerja remote sejak Maret 2020." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2725" class="wp-caption-text">Ilustrasi Microsoft. Credit image: Franck V./Unsplash</figcaption></figure>
<p>Microsoft juga termasuk <em>big tech company</em> yang memilih untuk membiarkan karyawannya bekerja dari rumah hingga Oktober. Meski begitu, tampaknya CEO Microsoft Satya Nadella tak begitu menyukai sistem kerja seperti ini. Ia merasa cukup khawatir terhadap efek psikologis dan potensi burn-out yang mungkin dialami sebagian besar pekerja selama Work From Home.</p>
<p>



</p>
<p>Dari sederet kultur kerja <em>big tech company</em> di atas, mana kebijakan yang paling oke menurutmu, 101 Wired People? Bagikan pendapatmu di kolom komentar yah!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
