<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Google Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/google/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/google/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Apr 2021 13:26:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Google Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/google/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Google Down, Warganet Panik Tidak Bisa Gunakan Layanan Google</title>
		<link>https://101wired.com/2021/04/google-down-kemarin-warganet-panik-sulit-gunakan-layanan-google/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/04/google-down-kemarin-warganet-panik-sulit-gunakan-layanan-google/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2021 13:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[google down]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan google]]></category>
		<category><![CDATA[warganet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3929</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis (8/4) siang kemarin, warganet di tiga negara yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia tidak bisa mengakses layanan Google selama beberapa jam. Meski begitu, di Indonesia hanya sebagian wilayah saja yang terkena dampak down dari Google menyebabkan warganet panik. Wilayah yang terdampak adalah Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.  Pemadaman serentak ini menyebabkan warganet tidak bisa mengakses seluruh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/google-down-kemarin-warganet-panik-sulit-gunakan-layanan-google/">Google Down, Warganet Panik Tidak Bisa Gunakan Layanan Google</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kamis (8/4) siang kemarin, warganet di tiga negara yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia tidak bisa mengakses layanan Google selama beberapa jam. Meski begitu, di Indonesia hanya sebagian wilayah saja yang terkena dampak <em>down</em> dari Google menyebabkan warganet panik. Wilayah yang terdampak adalah Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. </p>



<p>Pemadaman serentak ini menyebabkan warganet tidak bisa mengakses seluruh layanan Google, mulai dari <em>search, </em>YouTube, hingga layanan <em>Google Meet</em>. Media sosial, ramai dengan pembicaraan padamnya layanan dari Google ini. Banyak dari warganet justru kebingungan, dan beberapa malah menyalahkan salah satu penyedia layanan Internet milik negara, Indihome</p>



<p>Dilansir dari Liputan 6, kata Indihome dan Google menjadi <em>trending topic </em>hangat di media sosial <em>twitter.</em></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>&#8220;Ternyata semua yang menggunakan Indihome, termasuk saya tidak bisa membuka Google termasuk Youtube,&#8221; tulis salah satu warganet di Twitter.</em></p><p><em>&#8220;Kasian Indihome sama Telkom dituduh, jelas-jelas emang layanan Google yang down,&#8221; timpal seorang pengguna.</em></p><p><em>&#8220;Dear, </em><a href="https://www.liputan6.com/tag/indihome" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>Indihome</em></a><em>. Maaf ya hari ini aku suuzon sama kamu. Padahal emang dari Google-nya lagi ada problem,&#8221; tulis pengguna lainnya.</em></p></blockquote>



<p>Menanggapi hal tersebut, pihak Indihome langsung memberikan klarifikasi terkait dengan padamnya layanan Google,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>&#8220;Halo, Sobat. Saat ini sedang ada kendala akses Google (Youtube, Gmail, Google, dll) dan gangguan ini dialami oleh pihak Google. Silahkan Sobat coba akses secara berkala, ya. Selanjutnya, Sobat bisa menghubungi kami di akun @IndiHomeCare,&#8221;</em></p></blockquote>



<p>Melansir dari Liputan Tekno pada (8/4) banyak dari warganet tidak bisa mengakses tiga layanan terpopuler Google. 64% pengguna tidak bisa melakukan <em>log in</em> ke akun Google, dan 34% tidak bisa mengakses layanan mesin pencarian.&nbsp;</p>



<p>Begitu juga dengan layanan surel, GMail. Sebanyak 54% tidak bisa <em>log in</em>, 27% tidak bisa mengakses situs, dan 17% tidak bisa menerima maupun mengirim surel. Sedangkan untuk layanan YouTube 63% mengalami gangguan ketika sedang memutar video, 32% tidak bisa membuka situs YouTube, dan 4% tidak bisa melakukan <em>log in.</em></p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2021/03/24/google-chrome-bantu-tunarungu-dengan-menyediakan-fitur-live-caption/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Google Chrome Bantu Tunarungu dengan Menyediakan Fitur Live Caption</a> </p>



<p>Selain tiga layanan populer tersebut, layanan lainnya juga terkena dampak dari <em>down</em>nya Google tersebut hingga banyak dari warganet mengeluhkan hal tersebut di media sosial</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>“Google meet down??</em></p><p><em>gila gw lg praktikum suara ngep ngep, presenting ilang, suara putus putus” </em>cuit akun Lyseungiee di <em>twitter</em></p><p>“<em>gmail, youtube, meet, classroom tadi sempet down ini udah bisa tapi masih lemot</em>” cuit akun MahfudOfficial</p></blockquote>



<p>Pemadaman layanan Google pada Kamis kemarin bukanlah kali pertama. Pada 20 Agustus 2020, terjadi pemadaman layanan Google di seluruh dunia selama enam jam, dimana para warganet tidak bisa mengakses layanan Google Drive, Google Meet dan Google Voice. Hal ini juga diakui oleh pihak google, adanya disrupsi pada GSuite Dashboard. Meski begitu tidak diketahui pasti penyebab dari kejadian tersebut.</p>



<p>Lima bulan setelahnya, pada Desember 2020, Google kembali mengalami pemadaman secara global, dimana pengguna tidak bisa mengakses seluruh layanan dari Google, mulai dari GMail hingga Google Play. Permasalahan terjadi akibat gagalnya sistem Google Accounts. Google sendiri mengklasifikasikan permasalahan ini sebagai pengurangan kapasitas pada <em>central ID user management system</em>.&nbsp;</p>



<p>Namun, pihak Google Indonesia membantah adanya pemadaman layanan Google pada Kamis kemarin. Kepada CNN Indonesia, pihak Google membantah bahwa sistem mereka lumpuh, dan tetap bisa berfungsi secara normal</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“<em>Enggak ada yang down, disini aman kok</em>” </p></blockquote>



<p>Pihak Google juga mengatakan bahwa untuk mendeteksi adanya masalah pada layanan Google. Para pengguna bisa mengakses Google Workspace Status Dashboard dan bukan melalui situs Down Detector, dan melalui pantauan dari Detik pada kejadian pemadaman tersebut. Tidak terdeteksi adanya permasalahan pada layanan Google pada saat kejadian berlangsung.&nbsp;</p>



<p>Dengan padamnya layanan Google kemarin memunculkan banyak pertanyaan. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa data yang ditunjukkan oleh Down Detector dengan Google Workspace berbeda?, dan apakah kejadian ini akan terulang di masa mendatang?</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/google-down-kemarin-warganet-panik-sulit-gunakan-layanan-google/">Google Down, Warganet Panik Tidak Bisa Gunakan Layanan Google</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/04/google-down-kemarin-warganet-panik-sulit-gunakan-layanan-google/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sering Insomnia? Cobain Terobosan dari Google Clock Ini!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/sering-insomnia-cobain-terobosan-dari-google-clock-ini/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/sering-insomnia-cobain-terobosan-dari-google-clock-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2020 02:13:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Clock]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Sleep Time]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2964</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pandemi membuat kita mengalami beragam efek pada tubuh. Stress yang menumpuk secara berkala membuat banyak orang kesulitan tidur di malam hari. Melalui aplikasi mereka, Google Clock menyediakan fitur unik mulai dari calming sound hingga “alarm sunrise” yang bakal menambah kualitas tidurmu.  Fitur-fitur unik ini diluncurkan dalam sebuah menu bernama “Bedtime” yang terpasang pada pembaruan aplikasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/sering-insomnia-cobain-terobosan-dari-google-clock-ini/">Sering Insomnia? Cobain Terobosan dari Google Clock Ini!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Pandemi membuat kita mengalami beragam efek pada tubuh. Stress yang menumpuk secara berkala membuat banyak orang kesulitan tidur di malam hari. Melalui aplikasi mereka, Google Clock menyediakan fitur unik mulai dari calming sound hingga “alarm sunrise” yang bakal menambah kualitas tidurmu. </p>
<p>



</p>
<p>Fitur-fitur unik ini diluncurkan dalam sebuah menu bernama <a href="https://9to5google.com/2020/06/01/google-clock-bedtime/">“Bedtime”</a> yang terpasang pada pembaruan aplikasi Google Clock. Google menambahkan pembaruan ini mengingat tingginya fenomena insomnia pada bulan April-Mei 2020 selama pandemi COVID-19. Melalui aplikasi ini, kamu bisa mengatur jadwal tidur dan bangun harianmu. Selain itu, kamu juga bisa memantau statistiknya setiap hari. Hal ini berguna untuk memperkirakan durasi tidur yang akan kamu peroleh. Nantinya, gambaran ini mempermudah kamu untuk menyesuaikan pola tidur dengan jadwal mendatang.</p>
<figure id="attachment_2967" aria-describedby="caption-attachment-2967" style="width: 663px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/9to5.jpg" alt="Pengaturan Bed Time pada Google Alarm. " width="663" height="663" /><figcaption id="caption-attachment-2967" class="wp-caption-text">Pengaturan Bed Time pada Google Clock. Credit image: 9to5google.</figcaption></figure>
<h3><strong>Macam-Macam Turunan Fitur Bedtime</strong></h3>
<p>Kamu tipikal seseorang yang tidak bisa tidur tanpa musik? Aplikasi ini juga menyediakan opsi untuk memutar <em>calming sounds </em>dari beragam sumber seperti YouTube Music, Calm, hingga <a href="https://101wired.com/2020/06/12/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/">Spotify</a>, lho.</p>
<p>Kamu bisa mengintegrasikan aplikasi ini dan mengaturnya sedemikian rupa supaya nggak terjadi interupsi saat kamu mulai beristirahat.</p>
<p>



</p>
<p>Banyak dari kalian yang tidak langsung tidur meski sudah berbaring di kasur. Aplikasi ini memastikan kualitas tidur kalian dengan mencatat aktivitas kalian di ponsel, berapa lama durasinya, termasuk aplikasi apa saja yang kalian gunakan setelah mengaktifkan fitur <a href="https://9to5google.com/2020/06/01/google-clock-bedtime/">“bedtime”.</a> Perhitungannya akan didasarkan pada seberapa lama ponsel berada pada posisi diam dalam kegelapan. Untuk itulah, aplikasi ini akan meminta izin untuk mengakses deteksi gerakan dan cahaya.</p>
<figure id="attachment_2966" aria-describedby="caption-attachment-2966" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/9-to-5-google.gif" alt="Sunrise Alarm di Google Clock yang menunjukkan perubahawan warna dari gelap ke terang" width="700" height="700" /><figcaption id="caption-attachment-2966" class="wp-caption-text">Sunrise Alarm di Google Clock. Credit image: 9to5Google.</figcaption></figure>



<h3><strong>Uniknya Visual Alarm</strong></h3>
<p>Nggak hanya membantu mengatur durasi dan kualitas tidur, aplikasi ini juga mengajarkan sifat disiplin dengan cara paling nyaman: “<em>sunrise alarm</em>”. Kegiatan pertama yang dilakukan orang setelah terbangun biasanya adalah melihat atau mengambil ponsel mereka. Fitur ini membantu mengatur jadwal bangun tidur secara rutin dengan mengatur naiknya “<em>brightness</em>” pada layar ponsel secara perlahan agar kamu tidak terbangun secara tiba-tiba. Alarm visual ini akan diaktifkan 15 menit sebelum suara alarmmu menyala. Warna layarmu perlahan akan berubah dari warna hitam, merah, jingga, hingga kekuningan. Untuk mematikannya, kamu bisa menekan tombol “dismiss alarm” kapan saja. Fitur <em>sunrise alarm</em> kini tersedia bagi perangkat Pixel tapi akan segera dirilis untuk Android pada musim panas alias kisaran September-November 2020 ini.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/sering-insomnia-cobain-terobosan-dari-google-clock-ini/">Sering Insomnia? Cobain Terobosan dari Google Clock Ini!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/sering-insomnia-cobain-terobosan-dari-google-clock-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 06:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Google Meet]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2900</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makin canggih, Google Meet keluarkan fitur keren yang menguntungkan para pengguna setia aplikasi teleconference. Setingkat lebih unggul dari pesaingnya seperti Zoom dan Skype, Google Meet meluncurkan fitur denoiser atau noise cancellation yang memanfaatkan teknologi AI (Artifical Intelligence) atau kecerdasan buatan dan Machine learning alias pembelajaran mesin yang bertujuan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi saat rapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/">Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Makin canggih, Google Meet keluarkan fitur keren yang menguntungkan para pengguna setia aplikasi <em>teleconference</em>. Setingkat lebih unggul dari pesaingnya seperti Zoom dan Skype, Google Meet meluncurkan fitur <em>denoiser </em>atau <em>noise cancellation</em> yang memanfaatkan teknologi AI (<em>Artifical Intelligence</em>) atau kecerdasan buatan dan <em>Machine learning</em> alias pembelajaran mesin yang bertujuan untuk menjaga efektivitas dan efisiensi saat rapat atau <em>video call</em> lho.</p>



<p>Cara bekerjanya adalah dengan menekan suara-suara selain dari para pembicara, misalnya saja suara saat menulis dengan pena, menuang air dalam gelas, atau membuka kotak makan. Suara ini akan diminimalisir bahkan dihilanggkan sehingga tidak akan masuk ke video.</p>



<p><p>Fitur <em>denoiser</em> ini juga ideal untuk menyaring <em>environment </em>rumah tangga, mulai dari penyedot debu, anak-anak dan hewan peliharaan, serta beragam perabot rumah tangga lainnya.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2904" aria-describedby="caption-attachment-2904" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/today.line_.ne_.jpg" alt="Logo Google Meet yang bisa digunakan untuk meeting online" width="300" height="225"><figcaption id="caption-attachment-2904" class="wp-caption-text">Logo Google Meet. Credit image: today.line.me</figcaption></figure></p>



<p>Fitur ini muncul justru dari pengalaman team Google sendiri saat melakukan rapat. Memiliki beberapa orang dari beragam lokasi sekaligus membuat perbedaan zona waktu tak dapat dihindari saat <em>meeting online</em>. Ide <em>noise cancellation </em>terbersit ketika gangguan suara saat sarapan terasa cukup mengganggu jalannya rapat.</p>



<p>Seperti halnya dalam teknologi pengenalan suara yang membutuhkan data tentang mana pembicaraan dan mana yang bukan, fitur <em>denoiser</em> ini juga menggunakan teknik <em>machine learning </em>serupa. Teknologi AI akan mengenali mana yang merupakan <em>noise </em>dan mana yang merupakan suara pembicara dan hanya mempertahankan suara percakapan tersebut dalam panggilan video. Algoritma yang dipakai terdiri atas campuran beragam dataset berisi <em>noise </em>dan suara percakapan.&nbsp;</p>



<p><p>Cara menggunakan fitur ini juga cukup mudah. Bagi pengguna G Suite, fitur ini tersedia secara <em>default</em> alias otomatis, sehingga jika pengguna ingin membiarkan noise selama percakapan, maka pengguna perlu mematikan fitur ini pada bagian <em>setting</em>. Lain halnya dengan versi web dari Google Meet, untuk menggunakannya pengguna perlu menuju <em>setting. </em>Fitur ini akan terlihat di bawah tab <em>Audio</em>, di antara ikon <em>microphone </em>dan <em>speakers </em>dengan label nama <em>“Noise cancellation: Filters out sound that isn’t speech.”</em></p>
<figure id="attachment_2903" aria-describedby="caption-attachment-2903" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/google-meet-audio-settings-noise-cancellation-2020.png" alt="Setting Denoiser pada Google Meet yakni pada Audio Setting" width="1024" height="895"><figcaption id="caption-attachment-2903" class="wp-caption-text">Setting Denoiser pada Google Meet. Credit image: Venture Beat</figcaption></figure></p>



<p>Dilansir dari Venture Beat, <em>team</em> Google Meet mengaku ada beberapa kesulitan untuk mengembangkan fitur ini yakni pengenalan <em>range </em>nada dari berbagai suara serta jarak atau kedekatan dari suara. Aspek tersebut sangat menentukan keberhasilan penyaringan suara. Google Meet mengaku tak ingin salah mengenali mana suara yang harusnya dipertahankan dan dihapus maupun sebaliknya.</p>



<p>Selain itu, Google juga mencoba terobosan keamanan percakapan dengan menyediakan enkripsi <em>end-to-end </em>bagi Google Meet. Privasi akhirnya kembali menjadi pertimbangan karena proses penyaringan suara melalui fitur <em>denoiser</em> akan dilakukan di server Google selama panggilan berlangsung dan dikirim kembali ke pengguna yang melakukan panggilan. Meski begitu, <em>team </em>Google mengaku tidak akan mengetahui atau memantau isi percakapan kecuali jika pengguna memutuskan untuk merekamnya.</p>



<p>Fitur ini akan dirilis untuk aplikasi Android dan iOS akhir bulan ini lho! Dikutip dari Venture Beat, Kamis (11/6/2020), fitur ini akan digulirkan lebih dulu di Google Meet versi web.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/">Google Meet Pakai AI untuk Jaga Rapat Online tetap Kondusif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/google-meet-pakai-ai-untuk-jaga-rapat-online-tetap-kondusif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heningkan Playlist hingga Donasi, Cara Tech Company Hormati Sosok George Floyd</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2020 04:39:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Big Tech Company]]></category>
		<category><![CDATA[Black Lives Matter]]></category>
		<category><![CDATA[George Floyd]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Spotify]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2844</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baru-baru ini, isu rasisme semakin memanas di tengah kematian seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd secara mengenaskan di tangan polisi Minneapolis. Tagar #BlackLivesMatter digaungkan di mana-mana untuk menghormati sosoknya. Tak hanya netizen, beragam tech company juga menunjukkan bela sungkawa mereka terhadap kejadian ini. Beberapa tech company seperti Apple, Snapchat, Google, Facebook, serta Tesla dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/">Heningkan Playlist hingga Donasi, Cara Tech Company Hormati Sosok George Floyd</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Baru-baru ini, isu rasisme semakin memanas di tengah kematian seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd secara mengenaskan di tangan polisi Minneapolis. Tagar #BlackLivesMatter digaungkan di mana-mana untuk menghormati sosoknya. Tak hanya netizen, beragam <em>tech company</em> juga menunjukkan bela sungkawa mereka terhadap kejadian ini.</p>
<p>


<p></p>


</p>
<p>Beberapa <em>tech company</em> seperti Apple, Snapchat, Google, Facebook, serta Tesla dan SpaceX memilih memo dan post media sosial untuk menunjukkan solidaritas mereka. Tak sampai di situ saja, Google, Snapchat, Apple, Facebook, dan YouTube juga akan melakukan donasi sehubungan dengan isu ini. Apple dan Google menyalurkan bantuan dana mereka melalui lembaga Equal Justice Initiative yang menyediakan perwakilan hukum untuk pihak-pihak yang tertuduh atau mengalami kesalahan dalam proses peradilan. YouTube menyumbang 1 juta dollar Amerika, sementara Facebook akan mendonasikan hingga 10 juta dollar Amerika melalui grup keadilan rasial yang disarankan oleh karyawan dan perusahaan.</p>
<figure id="attachment_2849" aria-describedby="caption-attachment-2849" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/VINCE-FLEMING-UNSPLASH.jpg" alt="Kampanye Black Lives Matter setelah kematian George Floyd" width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2849" class="wp-caption-text">Kampanye Black Lives Matter. Credit image: Vince Fleming/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>


</p>
<p>Sejumlah tech company juga melakukan perubahan terhadap brand mereka. Twitter menambahkan tagar #BlackLivesMatter di bio akun official mereka.</p>
<figure id="attachment_2846" aria-describedby="caption-attachment-2846" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/4df2ed54-0339-4f62-8513-d6e6f1b59b50_16x9_600x338.jpg" alt="Logo Twitter berubah menjadi hitam putih mendukung #BlackLivesMatter" width="600" height="337" /><figcaption id="caption-attachment-2846" class="wp-caption-text">Logo Twitter berubah menjadi hitam putih. Credit image: english.alarabiya.net</figcaption></figure>
<p>Homepage Google dan Youtube berisikan dukungan perusahaan terhadap keadilan rasial. Google juga sempat menambahkan pita hitam pada homepage mereka.</p>
<figure id="attachment_2847" aria-describedby="caption-attachment-2847" style="width: 262px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/download.png" alt="Tweet Sundar Pichai mengenai Black Lives Matter dan Pita HItam pada Homepage Google" width="262" height="192" /><figcaption id="caption-attachment-2847" class="wp-caption-text">Tweet dukungan Sundar Pichai terhadap #BlackLivesMatter, CEO Google. Credit image: 9to5Google.com</figcaption></figure>
<p>


<p></p>


</p>
<p>Memilih cara yang berbeda dari <em>company</em> lain, Spotify memilih memanfaatkan platform untuk mengajak pengguna meningkatkan <em>awareness</em> melalui isu rasisme ini. Pihak Spotify “mengheningkan” daftar putar lagu atau playlist selama 8 menit 46 detik, sesuai durasi ketika polisi Minneapolis Derek Chauvin menghimpit leher George Floyd dengan lututnya hingga pria itu meregang nyawa. Hal ini merupakan bagian dari gerakan Blackout Tuesday yakni bentuk protes industri musik terhadap kekerasan dan rasisme oleh polisi di Amerika Serikat.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/">Heningkan Playlist hingga Donasi, Cara Tech Company Hormati Sosok George Floyd</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 07:37:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Big Tech Company]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Sillicon Valley]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Office]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “new normal” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah workflow mereka lho, tak terkecuali 5 big tech company [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “<em>new normal</em>” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah <em>workflow</em> mereka lho, tak terkecuali 5 <em>big tech company</em> ini!</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Google</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2726" aria-describedby="caption-attachment-2726" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/KAI-WENZEL-UNSPLASH.jpg" alt="juga memberikan insentif sebanyak $1000 selama karyawan mereka bekerja dari rumah." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2726" class="wp-caption-text">Ilustrasi Google. Credit image: Kai Wenzel/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Melalui <em>official blog</em> mereka, sang CEO Sundar Pichai telah mengumumkan rencana pembukaan kantor secara bertahap. Tidak semua jabatan diwajibkan kembali ke kantor, beberapa yang terpanggil akan dikontak oleh manajer mereka pada 10 Juni, sementara sisanya masih bisa bekerja dari rumah. Karyawan yang tidak masuk ke dalam daftar tidak dikenai kewajiban ke kantor dan dapat menjalankan sistem <em>Work from Office</em> secara <em>volunteer  </em>hingga akhir tahun nanti.</p>
<p>



</p>
<p>Dimulai pada 6 Juli, perlahan karyawan akan kembali bekerja di kantor dengan sistem rotasi dan memenuhi kapasitas manusia di gedung sebanyak 10%. Google memastikan fasilitas kesehatan dan keamanan yang memadai seperti protokol <em>social distancing</em> dan sanitasi yang tinggi sekaligus membatasi jumlah orang yang memasuki wilayah kerja. Kebijakan ini bertujuan untuk menyusun alokasi waktu yang adil bagi setiap karyawan Google. Pada bulan September jika keadaan memungkinkan, program rotasi akan dilanjutkan hingga kapasitas gedung mencapai 30%. Sundar berharap keadaan ini dapat membawa pelajaran yang berarti bagi fleksibilitas budaya kerja di Google.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Apple</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2728" aria-describedby="caption-attachment-2728" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ZHANG-KAIYV-UNSPLASJ.jpg" alt="Apple memutuskan untuk membuka kembali ratusan store mereka di China dan sebagian wilayah Asia lainnya." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2728" class="wp-caption-text">Ilustrasi Apple. Credit image: Zhang Kaiyv/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Dikutip dari <em>Business Insider</em>, tak seperti <em>big tech company </em>lainnya, Apple memutuskan untuk mengembalikan karyawan ke kantor mulai akhir Mei, menyusul rencana pembukaan ratusan store mereka yang sempat tutup karena pandemi.  Menurut Bloomberg, Apple bahkan telah memulai fase pertama <em>Work From Office</em> bagi beberapa karyawan di beberapa daerah. Rencana ini diperkirakan berlanjut hingga mencapai fase kedua pada bulan Juli. Masih belum ada keterangan jabatan mana yang diwajibkan <em>Work From Office</em> pada fase pertama. Yang jelas, karyawan akan melaporkan kehadirannya di kantor secara rutin atau pada waktu-waktu tertentu. Kebijakan anti-mainstream ini nampaknya diambil karena Apple merupakan model bisnis yang menggantungkan keuntungan pada penjualan <em>hardware</em>, tak seperti Twitter, Facebook atau yang lainnya. Bekerja <em>remote </em>dalam memproduksi <em>hardware </em>tentu tak semudah bekerja dengan fasilitas kantor, apalagi kacamata VR Apple kabarnya sempat tertunda pembuatannya karena karyawan harus bekerja dari rumah.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Facebook</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2723" aria-describedby="caption-attachment-2723" style="width: 910px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ALEX-HANEY-UNSPLASH.jpg" alt="Meski menyediakan opsi bekerja remote, Facebook mengaku akan memonitor dengan ketat lokasi para pekerjaannya agar tidak terjadi kecurangan penghasilan." width="910" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2723" class="wp-caption-text">Ilustrasi Facebook. Credit image: Alex Haney/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Facebook memberi opsi<em> fifty-fifty</em> yakni mengumumkan kesempatan bekerja <em>remote</em> permanen sejak 21 Mei 2020, disusul kebijakan <em>Work From Office</em> yang diwajibkan bagi beberapa jabatan. Facebook akan membuka kantor mereka di beberapa negara seperti Eropa dan Asia mulai 5 Juli dengan protokol kesehatan yang ketat dan penyesuaian terhadap kebijakan negara setempat. Beberapa jabatan yang diminta kembali masuk kantor umumnya berkaitan dengan operasional dan manajer jaringan, <em>hardware, </em>serta petugas keamanan, staf kafetaria dan petugas antar-jemput bus. Karyawan yang tidak diwajibkan ke kantor diprioritaskan bekerja dari rumah hingga akhir tahun. Opsi <em>remote</em> disediakan bagi karyawan di Amerika Serikat, dan mereka diwajibkan memberi tahu perusahaan mengenai rencana lokasi kerja mereka hingga batas waktu 21 Januari 2021. Tujuannya untuk menyesuaikan besaran gaji dengan biaya hidup di wilayah bekerja <em>remote</em>.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><strong>Twitter</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2727" aria-describedby="caption-attachment-2727" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/sARA-KURFE-UNSPLASJ.jpg" alt="Ada kemungkinan Twitter memperpanjang masa bekerja dari rumah hingga 2021." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2727" class="wp-caption-text">Ilustrasi Twitter. Credit image: Sara Kurfe/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Salah satu kebijakan ekstrim <em>big tech company</em> diambil oleh CEO Twitter yang membolehkan karyawan bekerja<em> remote</em> secara permanen, sejauh ini tanpa syarat tertentu. Melalui BuzzFeed News, Twitter mengumumkan tidak akan membuka kantor hingga September dan memastikan tidak ada perjalanan kerja selama periode tersebut. </p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Microsoft</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2725" aria-describedby="caption-attachment-2725" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FRANCK-V-UNSPLASH-2.jpg" alt="Microsoft telah memulai kebijakan bekerja remote sejak Maret 2020." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2725" class="wp-caption-text">Ilustrasi Microsoft. Credit image: Franck V./Unsplash</figcaption></figure>
<p>Microsoft juga termasuk <em>big tech company</em> yang memilih untuk membiarkan karyawannya bekerja dari rumah hingga Oktober. Meski begitu, tampaknya CEO Microsoft Satya Nadella tak begitu menyukai sistem kerja seperti ini. Ia merasa cukup khawatir terhadap efek psikologis dan potensi burn-out yang mungkin dialami sebagian besar pekerja selama Work From Home.</p>
<p>



</p>
<p>Dari sederet kultur kerja <em>big tech company</em> di atas, mana kebijakan yang paling oke menurutmu, 101 Wired People? Bagikan pendapatmu di kolom komentar yah!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
