<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TikTok Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/tiktok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/tiktok/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 00:04:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>TikTok Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/tiktok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Youtube Shorts Fitur Youtube Saingan Tiktok Telah Hadir di Amerika!</title>
		<link>https://101wired.com/2021/03/youtube-shorts-fitur-youtube-saingan-tiktok-telah-hadir-di-amerika/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/03/youtube-shorts-fitur-youtube-saingan-tiktok-telah-hadir-di-amerika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2021 00:04:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>
		<category><![CDATA[Youtube Shorts]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3816</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aplikasi yang satu ini berhasil menumbangkan Instagram sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh, benar Tik Tok. Aplikasi ini berasal dari negara Cina, lebih tepatnya dibentuk oleh Zhang Yi Ming, pendiri ByteDance. Lulusan software engineer ini mendirikan perusahaannya pada tahun 2012 dan melalui ByteDance-lah Tik Tok berhasil dibentuk. Ide awalnya yang cukup simpel yaitu membuat suatu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/03/youtube-shorts-fitur-youtube-saingan-tiktok-telah-hadir-di-amerika/">Youtube Shorts Fitur Youtube Saingan Tiktok Telah Hadir di Amerika!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-group alignwide is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow"><div class="wp-block-group__inner-container"></div></div>



<p class="has-text-align-justify">Aplikasi yang satu ini berhasil menumbangkan Instagram sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh, benar <em>Tik Tok</em>. Aplikasi ini berasal dari negara Cina, lebih tepatnya dibentuk oleh <em>Zhang Yi Ming</em>, pendiri <em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/ByteDance" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ByteDance</a></em>. Lulusan <em>software engineer</em> ini mendirikan perusahaannya pada tahun 2012 dan melalui <em>ByteDance</em>-lah Tik Tok berhasil dibentuk. Ide awalnya yang cukup simpel yaitu membuat suatu aplikasi dimana <em>creator</em> bisa membuat video berdurasi 15 detik. Video tersebut bisa berupa kenangan atau momen yang berharga. Selain itu, <em>Tik Tok</em> juga mendukung penggunanya agar tetap kreatif dalam membuat sebuah video berdurasi singkat tersebut. Tetapi, tahukah kamu jika <em>Tik Tok</em> awalnya mempunyai nama lain? Benar, <em>Duo Yin</em>. <em>Duo Yin</em> merupakan nama awal dari <em>Tik Tok </em>yang muncul pada tahun 2016. Namun, seiring berkembangnya <em>Duo Yin</em> dan pengguna yang semakin mendunia, maka <em>Duo Yin</em> berganti nama menjadi <em>Tik Tok</em>. Terdengar kabar bahwa Yotube siap saingi Tiktok dengan fitur terbarunya yaitu Youtube Shorts.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan semakin maraknya <em>Tik Tok</em> di masyarakat sekarang, banyak aplikasi yang bermunculan dengan menawarkan fitur yang serupa dengan <em>Tik Tok</em>, dimulai dari <em>Reels </em>yang dirilis dari Brazil, <em>Triller</em> yang dirilis dari New York dan masih banyak lagi. Namun, beberapa aplikasi ini masih terdengar cukup awam bagi masyarakat Indonesia, mengapa? Karena belum sempat <em>booming</em> di masyarakat. Tetapi, apa yang terjadi jika <em>YouTube</em> juga menawarkan fitur yang serupa?</p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2020/05/28/youtube-select-program-baru-yang-untungkan-brand-dan-pengiklan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">YouTube Select, Program Baru yang Untungkan Brand dan Pengiklan</a></p>



<p class="has-text-align-justify"><em>YouTube</em> sedang merancang fitur barunya yaitu <em>YouTube Shorts</em> yang memiliki fitur mirip dengan <em>Tik Tok</em>. Telah dilansir bahwa <em>YouTube Shorts</em> ini sudah tersedia versi <em>beta</em>-nya yang diuji coba di Amerika Serikat. Meskipun belum menawarkan fitur yang rumit dan lengkap seperti <em>TikTok,</em> tetapi dasarnya sama. Fitur yang ditawarkan oleh <em>YouTube Shorts</em> berupa kamera multi-segmen yang memudahkan <em>creator </em>untuk merangkai klip dengan cepat, berbagai pilihan trek musik (dengan katalog dari &#8220;lebih dari 250 label dan penerbit&#8221;), dan alat pembuatan teks yang tampak canggih. &#8220;Kami benar-benar ingin menciptakan arena kreativitas di sini, tempat kami memberikan bahan mentah kepada pembuat untuk membuat video hebat, &#8221; kata Todd Sherman, pimpinan produk <em>YouTube</em> untuk <em>Shorts</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti <em>Tik Tok</em>, <em>YouTube Shorts</em> ini juga menawarkan fitur <em>swipe</em> video yang tidak habis-habisnya. Tak lupa ada fitur mengikuti <em>creator</em> yang kamu sukai, atau dalam hal ini berlangganan kepada <em>creator </em>tersebut (diambil dari fitur <em>YouTube</em> sendiri), serta mencari dan mengedit audio yang diinginkan untuk video. Untuk algoritma pada <em>YouTube Shorts</em> ini juga belum berkembang dengan pesat. Hanya akan ada satu halaman yang dilihat yaitu beranda, atau <em>For You Page</em> pada <em>Tik Tok</em>. Serta masih banyak fitur yang belum ditawarkan oleh <em>YouTube Shorts </em>ini, seperti fitur <em>stitch</em> pada <em>Tik Tok</em>, membalas komentar dengan video, dan halaman untuk melihat video dari <em>creator</em> yang telah kamu <em>subscribe</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meskipun masih banyak kekurangan, <em>YouTube Shorts</em> sendiri tidak berniat untuk membuat aplikasi terpisah seperti <em>Tik Tok</em>, melainkan ini akan menjadi tambahan fitur pada aplikasi <em>YouTube </em>yang telah ada. Maka, menurut kami, ini merupakan salah satu trik khusus dari <em>YouTube </em>untuk menambah para <em>creator</em> di <em>YouTube</em>. Tak lupa bahwa <em>YouTube</em> kini perlahan telah menyaingi televisi dan juga program yang ditawarkan oleh stasiun&nbsp; televisi. Para <em>creator</em> juga diberikan lebih banyak pilihan mengenai jenis konten yang ingin dibagikan, dimulai dari <em>video</em>, <em>story</em> yang akan menghilang setelah 24 jam (sama seperti <em>Instagram Story</em>), <em>live streaming</em> yang bisa disimpan sebagai video (sama seperti <em>Live Instagram</em> yang bisa disimpan sebagai konten <em>Instagram TV</em>), ditambah lagi <em>YouTube Shorts </em>yang sedang dalam perkembangan. <em>YouTube</em> <em>is surely looking for a whole package of contents in one application!</em></p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/03/youtube-shorts-fitur-youtube-saingan-tiktok-telah-hadir-di-amerika/">Youtube Shorts Fitur Youtube Saingan Tiktok Telah Hadir di Amerika!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/03/youtube-shorts-fitur-youtube-saingan-tiktok-telah-hadir-di-amerika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rencana Instagram Mengkikis Konten Tiktok, Akhirnya!</title>
		<link>https://101wired.com/2021/02/konten-tiktok-di-instagram-akan-lebih-sulit-muncul/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/02/konten-tiktok-di-instagram-akan-lebih-sulit-muncul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Angga Tammara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2021 03:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3437</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak keluhan para pengguna Instagram yang mulai agak ‘risih’ dengan banyaknya konten Tiktok yang sering mampir di Instagram. Mungkin karena aplikasi yang awalnya dimanfaatkan sebagai kolase foto ini, mulai kehilangan identitasnya. Ditambah lagi kian lama, Tiktok kian populer akibat ulah warga medsos yang senang mengupload video pendek itu, yang berisi berbagai konten menarik berupa joged [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/konten-tiktok-di-instagram-akan-lebih-sulit-muncul/">Rencana Instagram Mengkikis Konten Tiktok, Akhirnya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banyak keluhan para pengguna <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Instagram" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Instagram</a> yang mulai agak ‘risih’ dengan banyaknya konten Tiktok yang sering mampir di Instagram. Mungkin karena aplikasi yang awalnya dimanfaatkan sebagai kolase foto ini, mulai kehilangan identitasnya. Ditambah lagi kian lama, Tiktok kian populer akibat ulah warga medsos yang senang mengupload video pendek itu, yang berisi berbagai konten menarik berupa joged atau candaan ala twitter yang divisualkan.&nbsp;</p>



<p>Rupanya Tiktok yang dulunya dianggap sebagai aplikasi ‘norak’ dan ditolak banyak netizen, sudah mulai memiliki penggemarnya. Bahkan kini netizen mulai mengubah cara pandang pada aplikasi Tiktok ini, sebagai sebuah platform hiburan. Tak lain oleh karena semakin banyaknya pada konten kreator yang berhasil menyajikan konten berkualitas dengan memanfaatkan efek-efek dan filter yang disuguhkan Tiktok.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/24/deretan-aplikasi-pesaing-tiktok-sudah-tahu/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Deretan Aplikasi Pesaing TikTok, Sudah Tahu?</a></p>



<p>Jadi tak heran bukan, jika pengguna Tiktok membagikan hasil karya mereka ke ke platform media sosial lain, seperti Twitter, Facebook dan tentunya Instagram. Apalagi selain bertujuan untuk menambah followers akun mereka, atau sekedar lucu-lucuan.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/NnHu-H0yQMDqyabsI1gsggE31A_1f7t9UeoHhtHtXplhKvRv-fGBbEBjzSgk-ymCKxzwf57Hk8nNxgtnGbp2vZ8Y5lI18GhrxzzxHaQoGv8P4-l9DvC5RHmxeQKAAelCSA9auOU" alt="" /></figure>



<p>Gambar: Unsplash</p>



<p>Didit Putra Erlangga Rahardjo, Sosial Media Manager Kompas Media Nusantara, berpendapat fenomena inilah yang membuat TikTok menjadi populer saat ini. Melansir tekno.kompas, Didit mengatakan &#8220;TikTok sengaja menyantumkan username pengguna dan logo khas TikTok. Hal ini dilakukan agar para penonton dari media sosial lain tahu, kalau video tersebut berasal dari TikTok.&#8221; Ditambah lagi, dengan adanya logo TikTok pada setiap video membuat para konten kreator memiliki tameng untuk mengamankan lisensi musik TikTok dari pelanggaran hak cipta.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/09/susul-youtube-instagram-siapkan-3-fitur-monetisasi-konten/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Susul YouTube, Instagram Siapkan 3 Fitur Monetisasi Konten!</a></p>



<p><br>Tak tinggal diam, Instagram mengambil langkah serius untuk menggeser kepopuleran pesaingnya di platform mereka sendiri. Mengutip The Verge, algoritma Instagram secara pintar dapat mendeteksi sebuah video yang didapati terdapat logo atau watermark TikTok, sehingga video tersebut tidak dapat dibagikan user ke pengguna Instagram lain.</p>



<p>Dengan kata lain Instagram berupaya menghentikan promosi video dari TikTok yang diunggah ulang atau repost oleh penggunanya. Video tersebut akan terhalangi, terutama di bagian konten Reels yaitu fitur Instagram yang menjadi pesaing TikTok. Walau demikian, rupanya Instragram belum benar-benar menjegal Tiktok diwilayah kekuasaan mereka. Sebab, video TikTok yang di repost akan tetap bisa muncul di akun IG pengguna dan tetap bisa dilihat.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/JAkdZqXjTh4TRBvHQF_yfIbrt8n8fBKHNlLXH5w-edq4gqcrA5qLhrHGWVv8BBmomFQVP16fWTQSYlVt2TBLHNKNefeCr1oEZXZvZTKbcf2XgLjIV1XjAIdNE_z7oo8rThhOo28" alt="" /></figure>



<p>Gambar: Instagram</p>



<p>&#8220;Kami menemukan sejumlah video dengan resolusi rendah atau konten yang merupakan daur ulang dari aplikasi lain sehingga membuat pengalaman di konten Reels terasa kurang memuaskan. Jadi kami membuat konten ini tidak terlalu sering muncul di Reels,&#8221; tulis akun resmi Instagram Creator.</p>



<p>Pada dasarnya fitur Reels di Instagram serupa dengan Tiktok, cara menggunakan fitur Reels:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Buka kamera Instagram seperti Anda membuat Stories. Kemudian pilih Reels. Pada fitur ini akan terlihat Tools pengeditan bertumpuk di sisi kiri layar. Pilih tombol rekam untuk membuat video.&nbsp;</li><li>Maksimal video yang dapat Anda buat adalah 15s, Jika sudah tap panah di bagian bawah, menandakan video Reels Anda siap tayang</li><li>Setelah itu, Anda akan ditawarkan memilih opsi untuk membubuhi teks, memilih gambar sampul, menambahkan&nbsp;hashtag kemudian membagikan video ke Reels</li><li>Konten Reels Anda, akan tersimpan pada tab halaman profil, mirip IGTV.</li></ol>



<p>Berdasarkan laporan Tech Crunch, pada bulan Agustus tahun lalu Instagram Reels sudah dirilis di 50 negara namun saat ini fitur atau konten tersebut belum tersedia untuk pengguna di Indonesia. Instagram juga mengkonfirmasi bahwa mereka saat ini tengah mengembangkan cara baru dalam melihat Stories di plaform-nya. Jika saat ini gestur&nbsp; untuk melihat Stories menggunakan gesek kanan-kiri, maka nantinya akan berubah ke atas-bawah atau vertikal seperti milik TikTok.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/konten-tiktok-di-instagram-akan-lebih-sulit-muncul/">Rencana Instagram Mengkikis Konten Tiktok, Akhirnya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/02/konten-tiktok-di-instagram-akan-lebih-sulit-muncul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deretan Aplikasi Pesaing TikTok, Sudah Tahu?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/deretan-aplikasi-pesaing-tiktok-sudah-tahu/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/deretan-aplikasi-pesaing-tiktok-sudah-tahu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2020 03:20:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Collab]]></category>
		<category><![CDATA[Content Creator]]></category>
		<category><![CDATA[Google Tangi]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[TikTokIndo]]></category>
		<category><![CDATA[Zynn]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepopuleran TikTok tampaknya banyak menginisiasi pesaing untuk menciptakan aplikasi serupa. Salah satu di antaranya bahkan sempat dihapus oleh Google, lho. Sudah tahu apa saja aplikasi pesaing TikTok? Ini dia daftarnya! Zynn Aplikasi satu ini sempat super populer di Amerika Serikat. Diluncurkan awal Mei untuk Android maupun iOS, aplikasi ini langsung menjadi favorit netizen. Zynn meroket [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/deretan-aplikasi-pesaing-tiktok-sudah-tahu/">Deretan Aplikasi Pesaing TikTok, Sudah Tahu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Kepopuleran <a href="https://101wired.com/2020/05/23/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/">TikTok</a> tampaknya banyak menginisiasi pesaing untuk menciptakan aplikasi serupa. Salah satu di antaranya bahkan sempat dihapus oleh Google, lho. Sudah tahu apa saja aplikasi pesaing TikTok? Ini dia daftarnya!</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Zynn</li>
</ol>
<figure id="attachment_3163" aria-describedby="caption-attachment-3163" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/info-komputer.jpg" alt="Aplikasi video Zynn yang dihapus oleh Play Store" width="800" height="432" /><figcaption id="caption-attachment-3163" class="wp-caption-text">Aplikasi video Zynn. Credit image: Info Komputer.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Aplikasi satu ini sempat super populer di Amerika Serikat. Diluncurkan awal Mei untuk Android maupun iOS, aplikasi ini langsung menjadi favorit netizen. Zynn meroket di peringkat pertama unduhan aplikasi iOS di akhir Mei, sekaligus tercatat dalam daftar Top 10 Download di Google Play Store. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Aplikasi video ini cukup populer dan berhasil jadi pesaing TikTok karena menawarkan sistem <em>reward </em>yang tidak dimiliki TikTok. <em>Reward </em>akan dibagikan kepada pengguna setelah mereka menonton video dan merekrut teman. Namun ternyata, sistem pembayaran <em>reward </em>ini tidak jelas karena ada <em>user </em>yang mengaku bisa mencairkan <em>reward </em>dan sebagian lainnya tidak. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Aplikasi Zynn sendiri tak lepas dari kontroversi. Awal Juni lalu, <a href="https://www.theverge.com/2020/6/16/21292623/zynn-tiktok-clone-removed-ios-app-store-plagiarism-payments">Zynn dilaporkan telah dihapus oleh Google Play Store</a> karena adanya laporan plagiarisme. Sejumlah TikTok influencer memberikan kesaksian kalau konten mereka diunggah ke Zynn tanpa persetujuan mereka. Bahkan, ada beberapa akun yang dikloning seluruhnya, mulai dari nama, gambar profil hingga konten mereka!</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Collab</li>
</ol>
<figure id="attachment_3165" aria-describedby="caption-attachment-3165" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Facebook-Collab-2-1024x712-1.jpg" alt="Aplikasi Buatan Facebook, Collab yang berfokus pada pembuatan lagu atau musik dari beragam alat musik" width="1024" height="712" /><figcaption id="caption-attachment-3165" class="wp-caption-text">Aplikasi Buatan Facebook, Collab. Credit image: Fon Arena.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Nggak mau ketinggalan hype aplikasi video, Facebook meluncurkan <em>apps</em>nya sendiri yang dinamai <a href="https://www.theverge.com/2020/5/27/21270640/facebook-collab-npe-invite-only-beta-release-music-making-app">Collab</a>. Aplikasi satu ini dapat digunakan untuk merekam tiga video pendek terpisah. Misalnya merekam permainan instrumen seperti gitar, drum, yang diiringi oleh vokal. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Nantinya video tersebut dapat mengeditnya dengan pengguna lain untuk menciptakan sebuah lagu. Demi melindungi hak cipta, pengguna perlu memposting karya mereka di Collab sebelum membagikannya ke <em>platform </em>lain. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Saat ini, Collab tersedia bagi pengguna iOS di wilayah Amerika Serikat dan Kanada. Kalau terbukti populer, aplikasi ini akan ekspansi secara global, lho. Tidak cukup mirip, tapi bisa dikatakan sebagai salah satu aplikasi pesaing TikTok nih.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Google Tangi</li>
</ol>
<figure id="attachment_3164" aria-describedby="caption-attachment-3164" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/kompas-tekno.jpeg" alt="Aplikasi Google Tangi fokus pada video Do It Yourself" width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-3164" class="wp-caption-text">Aplikasi Google Tangi. Credit image: Kompas Tekno.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Aplikasi video pesaing TikTok ini merupakan besutan proyek inkubasi Google, Area 120. Sedikit berbeda dengan Tiktok yang kontennya cukup variatif, Google Tangi fokus pada video DIY. Tujuan aplikasi ini pun menyasar pembelajaran singkat selama 1 menit, mulai dari memasak hingga kerajinan. Mencoba lebih interaktif bagi penggunanya, aplikasi ini menyediakan tombol “Try It”. Fungsinya untuk mengunggah foto karya yang dibuat setelah menonton video tutorial. Saat ini, aplikasi ini baru tersedia untuk pengguna iOS saja. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Tertarik untuk mencoba aplikasi di atas, atau masih kecantol sama TikTok, peeps?</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/deretan-aplikasi-pesaing-tiktok-sudah-tahu/">Deretan Aplikasi Pesaing TikTok, Sudah Tahu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/deretan-aplikasi-pesaing-tiktok-sudah-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Alasan Kamu Harus Download Tik-Tok!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2020 02:58:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Content Creator]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[TikTokIndo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2527</guid>

					<description><![CDATA[<p>Para artis, selebgram, YouTuber hingga tokoh publik dan pemerintah kini sedang mengalami demam TikTok. Bahkan, di tengah wabah virus corona yang sedang melanda dunia saat ini, WHO pun turut membuat video TikTok demi membagikan informasi tentang virus corona. </p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/">5 Alasan Kamu Harus Download Tik-Tok!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Para artis, selebgram, YouTuber hingga tokoh publik dan pemerintah kini sedang mengalami demam TikTok. Bahkan, di tengah wabah virus corona yang sedang melanda dunia saat ini, WHO pun turut membuat video TikTok demi membagikan informasi tentang virus corona. TikTok memang punya banyak fitur menarik yang membuatmu nggak sadar telah menghabiskan waktu berjam-jam di platform ini lho. Ini dia 5 alasan kamu harus download Tik-Tok!</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li><b>Cara Baru Menikmati Konten!</b></li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2532" aria-describedby="caption-attachment-2532" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FREEPIK-4.jpg" alt="TikTok meciptakan lingkungan kreator yang menarik, organik sekaligus unik." width="626" height="469" /><figcaption id="caption-attachment-2532" class="wp-caption-text">Ilustrasi Content Creator di TikTok. Credit image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Yup, TikTok menyediakan berbagai fitur menarik buatmu yang memang berniat jadi <em>creator</em> maupun yang mampir untuk sekedar mencari hiburan. Untuk membuat konten pertamamu, kamu bisa memilih merekam langsung dari TikTok dengan pilihan durasi video 15 detik atau 60 detik. Kalau kamu memilih menggunakan rekaman video dari memori pribadimu, kamu bisa mengunggahnya dengan durasi lebih dari 60 detik. Tersedia beberapa jenis konten yang bisa kamu buat, mulai dari merekam video biasa, menggabungkan video dan foto (<em>slideshow</em>), atau melakukan <em>react/duet</em> dari video user lain yang telah diunggah dengan cara menekan pilihan ‘duet’ pada tombol share. Tersedia berbagai fitur yang membuat proses perekaman konten lebih mudah lho, seperti timer untuk menyediakan waktu bersiap-siap, berbagai macam make-up dan filter unik dan ribuan katalog suara yang bisa dijadikan <em>background song</em>. <em>Interfacenya</em> cukup jelas dan mudah dimengerti buat pemula sekalipun. </p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><b>1001 Tools untuk Mengasah Kreativitas</b></li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2533" aria-describedby="caption-attachment-2533" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/freepik-5.jpg" alt="TikTok mempunyai interface yang sederhana dan mudah dipahami" width="626" height="626" /><figcaption id="caption-attachment-2533" class="wp-caption-text">Interface TikTok. Credit image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Sama seperti proses perekaman, TikTok juga menyediakan berbagai fasilitas dan <em>tools</em> yang membuat proses mengedit video lebih seru tapi juga mudah dipelajari. Kamu bisa memotong video sesuai bagian yang kamu inginkan dengan menggunakan <em>trim tools</em>, tersedia juga berbagai efek transisi misalnya <em>slow motion</em> atau <em>blink</em>. Kamu juga bisa menambahkan stiker untuk memperindah tampilan videomu. Kalau kamu memutuskan merekam sendiri suara untuk <em>background video</em>mu, TikTok akan menandainya sebagai “<em>original sound</em>” dan menambahkannya ke katalog suara yang bisa dipakai oleh <em>user</em> lain!</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><b>Share, share, share! </b></li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2531" aria-describedby="caption-attachment-2531" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FREEPIK-3.jpg" alt="" width="626" height="417" /><figcaption id="caption-attachment-2531" class="wp-caption-text">TikTok membuat penyebaran dan keviralan konten begitu mudah terjadi dengan fitur yang tersedia. Credit image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Membagikan dan memviralkan konten lewat platform satu ini sangatlah mudah. Selain tersedia pilihan share ke berbagai media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Twitter, hingga Instagram, kamu pun bisa menyimpan video yang kamu temukan dalam bentuk video asli maupun GIF ke <em>device</em> pribadimu!</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><b>Inspirational dan Anti-FOMO</b></li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2535" aria-describedby="caption-attachment-2535" style="width: 890px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/unsplash-7.jpg" alt="Hashtag pada TikTok mempermudah keviralan dan proses kurasi konten." width="890" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2535" class="wp-caption-text">Ilustrasi Hashtag TikTok. Credit image: Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Mulai dari resep makanan, trik <em>fashion</em>, tips-tips edukatif, unjuk bakat menyanyi dan menari, hingga berbagai parodi dan <em>lipsync</em>, semuanya bisa kamu dapatkan di <em>platform</em> ini. Hingga sekarang belum ada yang memahami bagaimana <em>timeline</em> yang disebut <em>for your page </em>pada TikTok bekerja, saking randomnya video yang keluar. Hal ini berbeda dengan media sosial lain yang rata-rata memeriksa histori atau jejak pencarian kita untuk kemudian memunculkan konten bertema sama atau serupa. <em>Timeline</em> yang dirancang dalam bentuk <em>scroll up</em> dan <em>scroll down</em> memastikan video berganti setiap waktu setelah kita me<em>refresh</em> bagian atas halaman. Karakteristik ini membuat TikTok sukses menjadi platform yang menyuburkan berbagai <em>challenge</em> atau <em>campaign</em> populer ke seluruh dunia melalui penggunaan <em>hashtag</em>.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><b>Prospek Cerah untuk Creator</b></li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2530" aria-describedby="caption-attachment-2530" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FREEPIK-2-1.jpg" alt="Content Creator menjadi pekerjaan yang makin populer di era digital." width="626" height="417" /><figcaption id="caption-attachment-2530" class="wp-caption-text">Ilustrasi Content Creator. Credit Image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Selain Instagram, kamu yang berminat menjadi <em>creator</em> mungkin bisa mempertimbangkan <em>platform</em> satu ini sebagai wadah untuk mempopulerkan kontenmu dan memperkuat <em>branding</em> diri. TikTok menggunakan fitur AI untuk mengukur persentase videomu yang ditonton oleh orang-orang termasuk jumlah <em>likes</em>, <em>comments</em>, dan <em>share</em>. Seperti yang telah dijelaskan di atas, TikTok mempunyai algoritma yang berpotensi membuatmu ditonton banyak orang karena videomu bisa sewaktu-waktu muncul di laman <em>For Your Page</em> mereka. Layaknya menjadi creator di media sosial lain, kuncinya adalah konsistensi dan interaksi dengan calon <em>followers</em>mu. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>101 Wired People, apakah 5 alasan ini cukup untuk membuatmu tertarik <em>download</em> TikTok seperti orang-orang? <em>Comment your thoughts</em> di bawah ya!</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/">5 Alasan Kamu Harus Download Tik-Tok!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pro-Kontra Brand Marketing via TikTok, Sudah Tahu?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 07:17:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Brand Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Content Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Content Strategy]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesuksesan TikTok pada tahun 2018 berlanjut hingga kuartal pertama 2020 dengan jumlah unduhan sebanyak 315 juta di seluruh penjuru dunia. Nggak heran banyak brand tertarik untuk mencoba strategi marketing mereka melalui platform ini, tapi ada juga yang masih ragu. Is it worth the hype?</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/">Pro-Kontra Brand Marketing via TikTok, Sudah Tahu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Akhir-akhir ini video bersimbol not balok mungkin membanjiri media sosialmu. Selebritas seperti Marsha Aruan, Zara ex JKT48, dan selebgram tak mau ketinggalan. Mereka mulai rajin mengunggah konten di aplikasi yang satu ini. Ialah TikTok, <a href="https://101wired.com/2020/05/23/5-alasan-kamu-harus-download-tik-tok/"><em>platform</em> video yang jadi andalan anak-anak muda terutama gen Z buat mencari hiburan</a>.</p>
<p>TikTok berhasil menuai sukses sebagai aplikasi paling didownload tahun 2018. Tak sampai di situ, kesuksesan TikTok berlanjut hingga kuartal pertama 2020. Aplikasi ini memiliki <a href="https://wallaroomedia.com/blog/social-media/tiktok-statistics/#:~:text=In%20Q1%20of%202020%2C%20the,those%20coming%20from%20the%20U.S.).">jumlah unduhan sebanyak 315 juta</a> di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Nggak heran banyak brand tertarik untuk mencoba strategi marketing mereka melalui platform ini. Meski begitu, sebagian lainnya masih ragu.<em> Is it worth the hype?</em></p>
<p>



</p>
<p><strong>Karakteristik Tik-Tok dan Usernya</strong></p>
<p>



</p>
<p>Tik-Tok merupakan aplikasi untuk mengunggah maupun menonton video singkat berdurasi 15-60 detik. Menargetkan usia 13-24 tahun, konten Tik-Tok memiliki ragam video. Sebut saja video menari, memasak, hewan peliharaan, hingga parodi dan lipsync.</p>
<p>



</p>
<h5><strong>TikTok sebagai Brand Marketing: Pro &amp; Kontra</strong></h5>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2456" aria-describedby="caption-attachment-2456" style="width: 753px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/unsplash.png" alt="Ilustrasi Pembuatan Marketing Plan dan Pemasaran Brand yang Efektif" width="753" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2456" class="wp-caption-text">Ilustrasi Pembuatan Marketing Plan. Credits image: Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Kepopuleran TikTok membuat banyak <em>brand </em>melirik <em>platform</em> satu ini untuk menarik lebih banyak konsumen. Meski begitu, tak sedikit pula <em>brand</em> yang masih ragu untuk memperluas <em>marketing</em> mereka ke TikTok.</p>
<p>Mari memikirkan hal paling penting dulu. Pertama, kita perlu mencermati jenis strategi untuk menambah <em>engagement </em>konten mereka di TikTok:</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li><em>Brand</em> dapat membuat kanal mereka sendiri dan mengunggah konten yang relevan.</li>
<li><em>Brand</em> juga bisa bekerja sama dengan <em>influencer </em>atau selebgram untuk menjangkau target audiens. Seperti halnya platform video lain, seorang selebgram berpotensi besar menarik audiens lewat TikTok. Kuncinya, membiarkan influencer membuat konten sesuai dengan karakteristik dan nilai-nilai yang mereka bawa. Sebaiknya konten yang dibuat bersifat ringan sesuai karakteristik mayoritas pengguna TikTok. Mayoritas Gen Z pun lebih memilih video yang tampak “asli” ketimbang “polesan”. Mereka menghindari konten <em>high-production </em>seperti iklan-iklan televisi. <em>Be personal and authentic.</em></li>
<li><em>Brand</em> juga bisa memilih untuk memasang iklan di TikTok. Fitur ini tergolong baru dan masih diuji coba. </li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2453" aria-describedby="caption-attachment-2453" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/freepik-2.jpg" alt="Ilustrasi Pembuatan Strategi Digital Marketing dan Media Sosial" width="626" height="444" /><figcaption id="caption-attachment-2453" class="wp-caption-text">Ilustrasi Strategi Marketing. Credits image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Fitur seperti Hashtag dan karakteristik Tik-Tok perlu dimaksimalkan untuk menciptakan User-Generated Content. Hashtag dan Challenge akan membuat konten lebih mudah diingat dan dicari oleh pengguna. Brand dapat memanfaatkan fitur ini pada kanal mereka sendiri. Namun, disarankan untuk mempopulerkannya dulu lewat influencer atau selebgram agar audiens terbiasa. </p>
<p>Setelah ada ketertarikan, nantinya diharapkan akan muncul beragam User-Generated Content. Gen Z diharapkan menjadi pioneer karena sifat mereka yang suka terlibat suatu kegiatan. Challenge semacam ini sangat berpotensi menarik user dan calon konsumen. Nantinya, diharapkan mereka mau berpartisipasi lebih lanjut terhadap brand, termasuk melakukan pembelian.</p>
<h5>Pro dan Kontra Penggunakan TikTok sebagai Strategi Marketing</h5>
<p>



</p>
<p>Bukti kesuksesan brand marketing melalui Tik-Tok telah dituai oleh beberapa brand internasional. </p>
<p>NBA mencoba membuat profil organisasi yang lebih fun melalui kanal TikTok mereka. Hal itu dilakukan dengan mengunggah konten seperti momen off-stage lucu para atlet. Kadang mereka juga mengunggah video yang memperlihatkan maskot mereka. </p>
<p>Serupa dengan NBA, The Washington Post mencoba menunjukkan &#8220;keaslian&#8221; organisasi lewat TikTok. Mereka memperlihatkan sisi yang menghibur di balik newsroom yang membuat user merasa tersentuh. </p>
<p>Hal ini membuat <em>user</em> merasa mengenal brand dalam cara yang jauh lebih otentik. Akibatnya, akan timbul kepercayaan terhadap brand tersebut.</p>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2455" aria-describedby="caption-attachment-2455" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/PIXABAY-2-1024x682.jpg" alt="Tampilan Aplikasi Video Populer TikTok" width="1024" height="682" /><figcaption id="caption-attachment-2455" class="wp-caption-text">Tampilan Aplikasi TikTok. Credit image: Pixabay.</figcaption></figure>
<p>Di sisi lain, strategi brand marketing melalui TikTok dianggap juga memiliki kelemahan. </p>
<p>Pertama, karakteristik dan user TikTok mungkin kurang sesuai dengan beberapa brand. Brand tersebut bisa jadi punya target market dengan usia jauh berbeda. Akhirnya, mereka kurang bisa memahami strategi yang tepat untuk melakukan marketing melalui TikTok. Kebanyakan brand telah lebih dulu memproduksi iklan dengan format televisi. Format keduanya sangat berbeda, sehingga iklan tersebut sulit disesuaikan dengan format aplikasi TikTok. </p>
<p>Kedua, strategi marketing ini hanya cocok untuk tujuan tertentu. Misalnya, untuk meningkatkan awareness ketimbang meningkatkan penjualan atau tujuan monetisasi lainnya. Tingginya tarif iklan juga membuat beberapa brand enggan menggunakan TikTok untuk marketing. </p>
<p>Ketiga, permasalahan brand safety. Beberapa brand mencemaskan minimnya kontrol dalam konteks ditampilkannya brand pada konten video TikTok.</p>
<p>



</p>
<p>Terlepas dari pro dan kontra penerapan brand marketing via TikTok, platform ini memang unik. Baik secara algoritma maupun karakteristiknya, dan hal ini telah diakui oleh para ahli. </p>
<p>Brand perlu mempertimbangkan audiens yang semakin cerdas dalam mengonsumsi iklan. TikTok dapat menjadi alternatif dalam menciptakan brand marketing yang unik dan berbeda.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/">Pro-Kontra Brand Marketing via TikTok, Sudah Tahu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/pro-kontra-brand-marketing-via-tiktok-sudah-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
