<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Twitter Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/twitter/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/twitter/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2021 05:23:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Twitter Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/twitter/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belum Sempat Jadi Raja, Clubhouse Harus Siap Ditikung Twitter Spaces</title>
		<link>https://101wired.com/2021/03/belum-sempat-jadi-raja-clubhouse-harus-siap-ditikung-twitter-spaces/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/03/belum-sempat-jadi-raja-clubhouse-harus-siap-ditikung-twitter-spaces/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Angga Tammara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 05:23:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Clubhouse]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[twitter spaces]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3530</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak bulan-bulan akhir tahun lalu, Twitter sudah membicarakan pengembangan fitur Space. Fitur yang masih dalam tahap pengujian ini, akan segera rilis dan menyaingi kepopuleran Clubhouse. Rencananya peluncuran Twitter Spaces menjadi sebuah fitur perpesanan audio yang dapat digunakan pada Tweets dan DM. Disisi lain, keseriusan Twitter dalam mengerjakan projek ini juga terlihat saat Twitter mengkonfirmasi akuisisi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/03/belum-sempat-jadi-raja-clubhouse-harus-siap-ditikung-twitter-spaces/">Belum Sempat Jadi Raja, Clubhouse Harus Siap Ditikung Twitter Spaces</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak bulan-bulan akhir tahun lalu, Twitter sudah membicarakan pengembangan fitur Space. Fitur yang masih dalam tahap pengujian ini, akan segera rilis dan menyaingi kepopuleran Clubhouse. Rencananya peluncuran Twitter Spaces menjadi sebuah fitur perpesanan audio yang dapat digunakan pada Tweets dan DM.</p>



<p>Disisi lain, keseriusan Twitter dalam mengerjakan projek ini juga terlihat saat Twitter mengkonfirmasi akuisisi Breaker. Yang mana Breaker merupakan aplikasi <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Podcast" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><em>podcast</em> </a>yang berfokus pada interaksi social, hal ini diumumkan melalui <em>blog</em> resmi Breaker pada hari Senin (4/1/2021), dimana perusahaan menginformasikan bahwa tim mereka akan membantu membangun fitur Twitter Spaces yang baru.</p>



<p>Salah seorang pendiri Breaker, Leah Culver turut mengkonfirmasi dalam cuitannya.</p>



<p>&#8220;Pada kabar pekerjaan, Saya bergabung dengan Twitter untuk bantu membangun @TwitterSpaces! Walaupun saya akan sangat merindukan @breaker, saya sangat bersemangat untuk membantu menciptakan percakapan audio masa depan,&#8221; ungkap Culver melalui akun @leahculver.</p>



<p>Bagi Anda pengguna Breaker, aplikasi ini ditutup pada 15 Januari baik dari iOS dan Android dan jika Anda berminat berpindah haluan, Anda bisa mengikuti jejak sang pendiri yang telah menjadi bagian dari Twitter.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="528" height="200" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-1.png" alt="" class="wp-image-3532" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-1.png 528w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-1-300x114.png 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-1-260x98.png 260w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-1-50x19.png 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-1-150x57.png 150w" sizes="(max-width: 528px) 100vw, 528px" /><figcaption>Gambar: tek.id</figcaption></figure></div>



<p>CEO Breaker Erik Berlin mengungkapkan Twitter Spaces merupakan fitur baru yang menawarkan percakapan audio dalam waktu nyata melalui ruang virtual dengan pengguna lain. Dalam konteksnya, Space menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang dalam sebuah percakapan teks. Mereka mencoba membuat sebuah komunikasi yang lebih kompleks dengan kembali membangun emosi dan kedekatan yang biasa didapatkan dalam percakapan suara.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/09/fitur-terbaru-twitter-tweetmu-sekarang-bisa-dijadwalkan-lho/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Fitur Terbaru Twitter, Tweetmu Sekarang Bisa Dijadwalkan, Lho!</a></p>



<p>Tim juga mengungkapkan bahwa Space saat ini ada empat hal sedang dalam tahap pengujian&nbsp;yaitu reaksi&nbsp;<em>hand gestures</em>, transkripsi otomatis, pelaporan dan pemblokiran, dan membagikan Tweets di Space. Untuk bercuit lewat suara, nantinya pengguna Twitter dapat membuat ruang obrolan di mana saja dan siapapun dapat bergabung dalam percakapan. Pembuat ruang, dikenal dengan&nbsp;sebutan <em>host</em>, dapat mengatur siapa-siapa yang boleh berbicara. Space juga dilengkapi dengan emoji yang masih tahap perampungan.</p>



<p>Saat bergabung dalam ruang obrolan Spaces, pengguna dapat melihat member lain dalam daftar jumlah pengguna yang hadir. Tampilan Space nampaknya akan mirip dengan aplikasi Clubhouse. Hanyas aja &nbsp;jika pada aplikasi Clubhouse, daftar pendengar &#8211; pembicara yang hadir ditampilkan dalam susunan tiga kolom. Sedangkan Spaces tersusun dalam empat kolom.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="529" height="397" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-1.jpg" alt="" class="wp-image-3534" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-1.jpg 529w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-1-300x225.jpg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-1-195x146.jpg 195w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-1-50x38.jpg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-1-100x75.jpg 100w" sizes="(max-width: 529px) 100vw, 529px" /><figcaption>Gambar: Unsplash</figcaption></figure></div>



<p>Melansir The Verge, Twitter mengatakan bahwa orang pertama yang diberi akses di Spaces adalah perempuan dan orang-orang yang termarjinalkan. Fitur ini juga dikhawatirkan akan menjadi sarana pelanggaran etika dalam pelecehan dan kekerasan verbal. Untungnya, Space juga menyediakan fitur lapor dan blokir yang juga bisa digunakan dalam awal perilisan fitur.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://101wired.com/2021/02/26/terancam-aplikasi-viral-clubhouse-ternyata-belum-kantongi-izin-kominfo/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Terancam! Aplikasi Viral Clubhouse Ternyata Belum Kantongi Izin Kominfo</a></p>



<p>Dirancang sebagai sebuah fitur diskusi atau percakapan, maka tak heran fitur kontorl dalam Spaces akan menerangkan ‘status’ pengguna yang hadir. Pada bawah foto profil setiap pengguna yang hadir akan disematkan status sebagai keterangan apakah mereka host, pembicara, pendengar, atau pendengar yang meminta bergabung.<br><br></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="528" height="346" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2.png" alt="" class="wp-image-3535" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2.png 528w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-300x197.png 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-223x146.png 223w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-50x33.png 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/02/image-2-114x75.png 114w" sizes="(max-width: 528px) 100vw, 528px" /><figcaption>Gambar: tekno.Kompas</figcaption></figure></div>



<p>Berdasarkan informasi dari situs resmi Twitter, Space juga akan aktif selama sesi percakapan masih terbuka, dan ruang tersebut akan menghillang jika sesi sudah selesai. Pihak Twitter akan menyimpan salinan Space selama 30 hari setelah selesai ditunjau, apakah ada pelanggaran Peraturan Twitter atau tidak.</p>



<p>Memang terlihat sebagai inovasi lainnya dalam dunia media sosial, tetapi lagi-lagi kabar dukanya adalah hanya pengguna sistem operasi berbasis iOS saja yang baru bisa menikmati fitur Space ini. Selain itu, akun Twitter yang &#8220;digembok&#8221; juga tidak dapat membuat Space, kalian hanya <em>tok bisa bergabung doang.</em><em></em></p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/03/belum-sempat-jadi-raja-clubhouse-harus-siap-ditikung-twitter-spaces/">Belum Sempat Jadi Raja, Clubhouse Harus Siap Ditikung Twitter Spaces</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/03/belum-sempat-jadi-raja-clubhouse-harus-siap-ditikung-twitter-spaces/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Retweet Artikel di Twitter Kini Harus Melalui Proses Baca Dulu?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/retweet-artikel-di-twitter-kini-harus-melalui-proses-baca-dulu/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/retweet-artikel-di-twitter-kini-harus-melalui-proses-baca-dulu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2020 06:27:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Twitter memang menjadi salah satu rujukan informasi paling laris, terutama buat millenials dan Gen-Z. Sayangnya, hal ini memicu berkembangnya hoax yang diperparah oleh kebiasaan meretweet artikel setelah membaca judulnya saja. Twitter yang mulai memperhatikan konten dan cuitan penggunanya akhir-akhir ini mengeluarkan fitur baru lagi yang akan mengkonfirmasi pembaca bahwa mereka telah membaca keseluruhan artikel sebelum [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/retweet-artikel-di-twitter-kini-harus-melalui-proses-baca-dulu/">Retweet Artikel di Twitter Kini Harus Melalui Proses Baca Dulu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Twitter memang menjadi salah satu rujukan informasi paling laris, terutama buat millenials dan Gen-Z. Sayangnya, hal ini memicu berkembangnya hoax yang diperparah oleh kebiasaan meretweet artikel setelah membaca judulnya saja. Twitter yang mulai memperhatikan konten dan cuitan penggunanya akhir-akhir ini mengeluarkan fitur baru lagi yang akan mengkonfirmasi pembaca bahwa mereka telah membaca keseluruhan artikel sebelum mereka menekan tombol retweet.</p>



<p><p>Twitter melihat banyak hoaks tumbuh dengan subur karena seringkali judul pada artikel tidak merepresentasikan seluruh isinya. Pada akhirnya, dibutuhkan kesadaran pembaca sebelum melakukan penyebaran informasi yang menyesatkan. Fitur ini adalah salah satu upaya Twitter untuk memaksa pembaca membaca keseluruhan informasi, mengecek, dan berpikir ulang sebelum membuat sebuah tweet tentangnya.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2909" aria-describedby="caption-attachment-2909" style="width: 653px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/96964-postingan-fitur-baru-twitter.jpg" alt="Unggahan @TwitterSupport tentang fitur Retweet Article untuk mencegah hoax" width="653" height="366"><figcaption id="caption-attachment-2909" class="wp-caption-text">Unggahan @TwitterSupport tentang fitur Retweet Article. Credit image: Suara.com.</figcaption></figure></p>



<p>Fitur ini pertama kali diumumkan oleh @TwitterSupport pada 11 Juni 2020. Twitter menulis bahwa mereka mengeluarkan sebuah “<em>prompt</em>” berisi pertanyaan seputar apakah kamu telah membuka artikel yang hendak kamu retweet yang akan diuji coba pada pengguna Android. Menurut mereka, aktivitas membagikan artikel bisa memantik diskusi, sehingga mereka ingin pengguna memiliki pertimbangan yang matang sebelum berbagi artikel via tweet.&nbsp;</p>



<p>Seperti yang dikatakan Twitter, <em>sharing article </em>dapat menciptakan pada diskusi yang produktif namun juga bisa berbuntut pada misinformasi bahkan hoaks. Twitter ingin menjaga alur percakapan tetap sehat dan memiliki validitas informasi sekaligus mencoba meminimalisir hoaks melalui penerapan fitur ini.</p>



<p><p>Twitter sudah mulai meluncurkan fitur ini kepada sejumlah pengguna di aplikasi Android. Ketika pengguna me-<em>retweet</em> unggahan dengan artikel, sebuah <em>prompt</em> akan muncul dengan keterangan, &#8220;<em>Headlines don&#8217;t tell the full story. Want to read this before Retweeting?</em>&#8220;</p>
<figure id="attachment_2910" aria-describedby="caption-attachment-2910" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/martin-bjork-unsplash.jpg" alt="Ilustrasi Timeline Twitter yang akan segera menjadi sasaran uji coba fitur retweet article" width="334" height="501"><figcaption id="caption-attachment-2910" class="wp-caption-text">Ilustrasi Timeline Twitter. Credit Image: Martin Bjork/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Pengguna tetap dapat me-<em>retweet</em> artikel tersebut jika menginginkannya. Jadi, fitur baru ini merupakan pengingat bagi para pengguna untuk membaca artikel agar tidak menyebarkan informasi yang salah.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/retweet-artikel-di-twitter-kini-harus-melalui-proses-baca-dulu/">Retweet Artikel di Twitter Kini Harus Melalui Proses Baca Dulu?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/retweet-artikel-di-twitter-kini-harus-melalui-proses-baca-dulu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heningkan Playlist hingga Donasi, Cara Tech Company Hormati Sosok George Floyd</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2020 04:39:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Big Tech Company]]></category>
		<category><![CDATA[Black Lives Matter]]></category>
		<category><![CDATA[George Floyd]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Spotify]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2844</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baru-baru ini, isu rasisme semakin memanas di tengah kematian seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd secara mengenaskan di tangan polisi Minneapolis. Tagar #BlackLivesMatter digaungkan di mana-mana untuk menghormati sosoknya. Tak hanya netizen, beragam tech company juga menunjukkan bela sungkawa mereka terhadap kejadian ini. Beberapa tech company seperti Apple, Snapchat, Google, Facebook, serta Tesla dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/">Heningkan Playlist hingga Donasi, Cara Tech Company Hormati Sosok George Floyd</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Baru-baru ini, isu rasisme semakin memanas di tengah kematian seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd secara mengenaskan di tangan polisi Minneapolis. Tagar #BlackLivesMatter digaungkan di mana-mana untuk menghormati sosoknya. Tak hanya netizen, beragam <em>tech company</em> juga menunjukkan bela sungkawa mereka terhadap kejadian ini.</p>
<p>


<p></p>


</p>
<p>Beberapa <em>tech company</em> seperti Apple, Snapchat, Google, Facebook, serta Tesla dan SpaceX memilih memo dan post media sosial untuk menunjukkan solidaritas mereka. Tak sampai di situ saja, Google, Snapchat, Apple, Facebook, dan YouTube juga akan melakukan donasi sehubungan dengan isu ini. Apple dan Google menyalurkan bantuan dana mereka melalui lembaga Equal Justice Initiative yang menyediakan perwakilan hukum untuk pihak-pihak yang tertuduh atau mengalami kesalahan dalam proses peradilan. YouTube menyumbang 1 juta dollar Amerika, sementara Facebook akan mendonasikan hingga 10 juta dollar Amerika melalui grup keadilan rasial yang disarankan oleh karyawan dan perusahaan.</p>
<figure id="attachment_2849" aria-describedby="caption-attachment-2849" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/VINCE-FLEMING-UNSPLASH.jpg" alt="Kampanye Black Lives Matter setelah kematian George Floyd" width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2849" class="wp-caption-text">Kampanye Black Lives Matter. Credit image: Vince Fleming/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>


</p>
<p>Sejumlah tech company juga melakukan perubahan terhadap brand mereka. Twitter menambahkan tagar #BlackLivesMatter di bio akun official mereka.</p>
<figure id="attachment_2846" aria-describedby="caption-attachment-2846" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/4df2ed54-0339-4f62-8513-d6e6f1b59b50_16x9_600x338.jpg" alt="Logo Twitter berubah menjadi hitam putih mendukung #BlackLivesMatter" width="600" height="337" /><figcaption id="caption-attachment-2846" class="wp-caption-text">Logo Twitter berubah menjadi hitam putih. Credit image: english.alarabiya.net</figcaption></figure>
<p>Homepage Google dan Youtube berisikan dukungan perusahaan terhadap keadilan rasial. Google juga sempat menambahkan pita hitam pada homepage mereka.</p>
<figure id="attachment_2847" aria-describedby="caption-attachment-2847" style="width: 262px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/download.png" alt="Tweet Sundar Pichai mengenai Black Lives Matter dan Pita HItam pada Homepage Google" width="262" height="192" /><figcaption id="caption-attachment-2847" class="wp-caption-text">Tweet dukungan Sundar Pichai terhadap #BlackLivesMatter, CEO Google. Credit image: 9to5Google.com</figcaption></figure>
<p>


<p></p>


</p>
<p>Memilih cara yang berbeda dari <em>company</em> lain, Spotify memilih memanfaatkan platform untuk mengajak pengguna meningkatkan <em>awareness</em> melalui isu rasisme ini. Pihak Spotify “mengheningkan” daftar putar lagu atau playlist selama 8 menit 46 detik, sesuai durasi ketika polisi Minneapolis Derek Chauvin menghimpit leher George Floyd dengan lututnya hingga pria itu meregang nyawa. Hal ini merupakan bagian dari gerakan Blackout Tuesday yakni bentuk protes industri musik terhadap kekerasan dan rasisme oleh polisi di Amerika Serikat.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/">Heningkan Playlist hingga Donasi, Cara Tech Company Hormati Sosok George Floyd</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/mengheningkan-playlist-hingga-donasi-cara-tech-company-hormati-sosok-george-floyd/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fitur Terbaru Twitter, Tweetmu Sekarang Bisa Dijadwalkan, Lho!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/fitur-terbaru-twitter-tweetmu-sekarang-bisa-dijadwalkan-lho/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/fitur-terbaru-twitter-tweetmu-sekarang-bisa-dijadwalkan-lho/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2020 06:40:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2832</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita seringkali membuka Twitter sambil multitasking alias mengerjakan banyak hal. Bisa jadi kamu ingin membuat tweet penting misalnya mengucapkan ulang tahun ke orang terkasih, tapi kelupaan karena terlalu banyak pekerjaan. Twitter menyiapkan fitur baru yang mempermudah aktivitas ini lho, yakni schedule tweet. Tweet yang telah dijadwalkan dengan fitur tersebut akan terkirim sesuai waktu yang telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/fitur-terbaru-twitter-tweetmu-sekarang-bisa-dijadwalkan-lho/">Fitur Terbaru Twitter, Tweetmu Sekarang Bisa Dijadwalkan, Lho!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><p>Kita seringkali membuka Twitter sambil multitasking alias mengerjakan banyak hal. Bisa jadi kamu ingin membuat <em>tweet </em>penting misalnya mengucapkan ulang tahun ke orang terkasih, tapi kelupaan karena terlalu banyak pekerjaan. Twitter menyiapkan fitur baru yang mempermudah aktivitas ini lho, yakni <em>schedule tweet. Tweet </em>yang telah dijadwalkan dengan fitur tersebut akan terkirim sesuai waktu yang telah ditentukan. Bagi para social media administrator atau manager, fitur ini tentunya juga sangat membantu pekerjaan mereka.</p>
<figure id="attachment_2835" aria-describedby="caption-attachment-2835" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/nathanael-ginting-unsplash.jpg" alt="Ilustrasi jaringan Twitter dan share tweetsdi dunia maya" width="626" height="352"><figcaption id="caption-attachment-2835" class="wp-caption-text">Ilustrasi jaringan Twitter. Credit Image: Nathanael Ginting/Unsplash</figcaption></figure></p>



<p>Fitur ini sebenarnya sudah mulai diuji coba sejak November tahun lalu, namun baru dapat bekerja pada aplikasi pihak ketiga seperti Tweetdeck. Cara menggunakan fitur ini sangat simpel kok. Saat compose atau menulis tweet, cari ikon kalender kecil pada baris bawah jendela compose. Setelah menekan ikon tersebut, kamu hanya perlu mengatur kapan tweet itu ingin dikirim. Twitter menyediakan <em>schedule windows </em>yang menampilkan seluruh <em>tweets</em>mu yang ingin dijadwalkan dan mempermudah kamu untuk menyuntingnya kapanpun.</p>



<p><p>Pembaruan lain dari Twitter.com adalah kamu bisa menyimpan draft di sini lho, caranya dengan menekan tombol ‘save’ di jendela <em>compose </em>setelah menulis <em>tweet </em>yang diinginkan. Perlu menjadi catatan, draft yang tersimpan dari mobile web tidak akan secara otomatis tersimpan di Twitter versi web.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_2834" aria-describedby="caption-attachment-2834" style="width: 606px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/EXc2DS1XsAs6yeB-e1588955873624.png" alt="Fitur Schedule Tweet di Twitter Web untuk mengatur kapan tweet dikirim" width="606" height="424"><figcaption id="caption-attachment-2834" class="wp-caption-text">Fitur Schedule Tweet di Twitter. Credit Image: Screenshot Twitter Web.</figcaption></figure></p>



<p>Sama seperti pada versi <em>mobile</em>nya, ada jendela <em>drafts </em>untuk melihat <em>drafts </em>yang belum jadi dikirim, kamu bisa menyunting atau menghapusnya secara lebih mudah. Caranya dengan menekan tulisan “Unsent Tweets” pada menu <em>compose tweet</em> ya.</p>



<p>Saat ini, fitur schedule Tweet juga baru tersedia di Twitter.com alias versi <em>website</em> dari Twitter. Kita tunggu ya kapan fitur ini akan dipasang pada <em>mobile apps </em>mereka.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/fitur-terbaru-twitter-tweetmu-sekarang-bisa-dijadwalkan-lho/">Fitur Terbaru Twitter, Tweetmu Sekarang Bisa Dijadwalkan, Lho!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/fitur-terbaru-twitter-tweetmu-sekarang-bisa-dijadwalkan-lho/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2020 07:37:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Big Tech Company]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Sillicon Valley]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Office]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “new normal” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah workflow mereka lho, tak terkecuali 5 big tech company [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Sudah dengar kebijakan pemerintah untuk menguji coba “<em>new normal</em>” pada seluruh lini kehidupan? Tentunya kultur kerja juga akan terpengaruh oleh peraturan baru ini. Nggak hanya di Indonesia, beberapa negara lainnya juga tampak mengadopsi cara ini untuk bertahan hidup dari pandemi. COVID-19 memaksa beberapa perusahaan besar mengubah <em>workflow</em> mereka lho, tak terkecuali 5 <em>big tech company</em> ini!</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Google</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2726" aria-describedby="caption-attachment-2726" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/KAI-WENZEL-UNSPLASH.jpg" alt="juga memberikan insentif sebanyak $1000 selama karyawan mereka bekerja dari rumah." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2726" class="wp-caption-text">Ilustrasi Google. Credit image: Kai Wenzel/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Melalui <em>official blog</em> mereka, sang CEO Sundar Pichai telah mengumumkan rencana pembukaan kantor secara bertahap. Tidak semua jabatan diwajibkan kembali ke kantor, beberapa yang terpanggil akan dikontak oleh manajer mereka pada 10 Juni, sementara sisanya masih bisa bekerja dari rumah. Karyawan yang tidak masuk ke dalam daftar tidak dikenai kewajiban ke kantor dan dapat menjalankan sistem <em>Work from Office</em> secara <em>volunteer  </em>hingga akhir tahun nanti.</p>
<p>



</p>
<p>Dimulai pada 6 Juli, perlahan karyawan akan kembali bekerja di kantor dengan sistem rotasi dan memenuhi kapasitas manusia di gedung sebanyak 10%. Google memastikan fasilitas kesehatan dan keamanan yang memadai seperti protokol <em>social distancing</em> dan sanitasi yang tinggi sekaligus membatasi jumlah orang yang memasuki wilayah kerja. Kebijakan ini bertujuan untuk menyusun alokasi waktu yang adil bagi setiap karyawan Google. Pada bulan September jika keadaan memungkinkan, program rotasi akan dilanjutkan hingga kapasitas gedung mencapai 30%. Sundar berharap keadaan ini dapat membawa pelajaran yang berarti bagi fleksibilitas budaya kerja di Google.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Apple</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2728" aria-describedby="caption-attachment-2728" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ZHANG-KAIYV-UNSPLASJ.jpg" alt="Apple memutuskan untuk membuka kembali ratusan store mereka di China dan sebagian wilayah Asia lainnya." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2728" class="wp-caption-text">Ilustrasi Apple. Credit image: Zhang Kaiyv/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Dikutip dari <em>Business Insider</em>, tak seperti <em>big tech company </em>lainnya, Apple memutuskan untuk mengembalikan karyawan ke kantor mulai akhir Mei, menyusul rencana pembukaan ratusan store mereka yang sempat tutup karena pandemi.  Menurut Bloomberg, Apple bahkan telah memulai fase pertama <em>Work From Office</em> bagi beberapa karyawan di beberapa daerah. Rencana ini diperkirakan berlanjut hingga mencapai fase kedua pada bulan Juli. Masih belum ada keterangan jabatan mana yang diwajibkan <em>Work From Office</em> pada fase pertama. Yang jelas, karyawan akan melaporkan kehadirannya di kantor secara rutin atau pada waktu-waktu tertentu. Kebijakan anti-mainstream ini nampaknya diambil karena Apple merupakan model bisnis yang menggantungkan keuntungan pada penjualan <em>hardware</em>, tak seperti Twitter, Facebook atau yang lainnya. Bekerja <em>remote </em>dalam memproduksi <em>hardware </em>tentu tak semudah bekerja dengan fasilitas kantor, apalagi kacamata VR Apple kabarnya sempat tertunda pembuatannya karena karyawan harus bekerja dari rumah.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Facebook</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2723" aria-describedby="caption-attachment-2723" style="width: 910px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/ALEX-HANEY-UNSPLASH.jpg" alt="Meski menyediakan opsi bekerja remote, Facebook mengaku akan memonitor dengan ketat lokasi para pekerjaannya agar tidak terjadi kecurangan penghasilan." width="910" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2723" class="wp-caption-text">Ilustrasi Facebook. Credit image: Alex Haney/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Facebook memberi opsi<em> fifty-fifty</em> yakni mengumumkan kesempatan bekerja <em>remote</em> permanen sejak 21 Mei 2020, disusul kebijakan <em>Work From Office</em> yang diwajibkan bagi beberapa jabatan. Facebook akan membuka kantor mereka di beberapa negara seperti Eropa dan Asia mulai 5 Juli dengan protokol kesehatan yang ketat dan penyesuaian terhadap kebijakan negara setempat. Beberapa jabatan yang diminta kembali masuk kantor umumnya berkaitan dengan operasional dan manajer jaringan, <em>hardware, </em>serta petugas keamanan, staf kafetaria dan petugas antar-jemput bus. Karyawan yang tidak diwajibkan ke kantor diprioritaskan bekerja dari rumah hingga akhir tahun. Opsi <em>remote</em> disediakan bagi karyawan di Amerika Serikat, dan mereka diwajibkan memberi tahu perusahaan mengenai rencana lokasi kerja mereka hingga batas waktu 21 Januari 2021. Tujuannya untuk menyesuaikan besaran gaji dengan biaya hidup di wilayah bekerja <em>remote</em>.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><strong>Twitter</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2727" aria-describedby="caption-attachment-2727" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/sARA-KURFE-UNSPLASJ.jpg" alt="Ada kemungkinan Twitter memperpanjang masa bekerja dari rumah hingga 2021." width="334" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-2727" class="wp-caption-text">Ilustrasi Twitter. Credit image: Sara Kurfe/Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Salah satu kebijakan ekstrim <em>big tech company</em> diambil oleh CEO Twitter yang membolehkan karyawan bekerja<em> remote</em> secara permanen, sejauh ini tanpa syarat tertentu. Melalui BuzzFeed News, Twitter mengumumkan tidak akan membuka kantor hingga September dan memastikan tidak ada perjalanan kerja selama periode tersebut. </p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Microsoft</strong></li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2725" aria-describedby="caption-attachment-2725" style="width: 667px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FRANCK-V-UNSPLASH-2.jpg" alt="Microsoft telah memulai kebijakan bekerja remote sejak Maret 2020." width="667" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2725" class="wp-caption-text">Ilustrasi Microsoft. Credit image: Franck V./Unsplash</figcaption></figure>
<p>Microsoft juga termasuk <em>big tech company</em> yang memilih untuk membiarkan karyawannya bekerja dari rumah hingga Oktober. Meski begitu, tampaknya CEO Microsoft Satya Nadella tak begitu menyukai sistem kerja seperti ini. Ia merasa cukup khawatir terhadap efek psikologis dan potensi burn-out yang mungkin dialami sebagian besar pekerja selama Work From Home.</p>
<p>



</p>
<p>Dari sederet kultur kerja <em>big tech company</em> di atas, mana kebijakan yang paling oke menurutmu, 101 Wired People? Bagikan pendapatmu di kolom komentar yah!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/">Jelang New Normal: Menilik Aturan Kerja 5 Big Tech Company</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/jelang-new-normal-menilik-aturan-kerja-5-big-tech-company/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lawan Hoax COVID-19 dengan Fitur Aplikasi Ini!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 06:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[PeduliLindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hingga 6 April 2020, telah tercatat 1.096 isu hoaks terkait COVID-19 pada platform Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.<br />
Efek dari hoax sangat beragam dan signifikan, mulai dari overthinking hingga psikosomatis, alias “perasaan” seolah memiliki gejala COVID-19.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/">Lawan Hoax COVID-19 dengan Fitur Aplikasi Ini!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>101Wired People, beredarnya informasi di media sosial selama pandemi membuatmu nggak bisa terlepas dari hoax COVID-19. Pada saat yang sama, kamu mungkin memasuki masa-masa jenuh berdiam diri di rumah. </p>
<p>



</p>
<p>Isu mental health sangat penting saat menghadapi pandemi seperti ini. Meluapnya informasi sering dimanfaatkan oknum takk bertanggung jawab untuk menyebar kepanikan massal. Hingga 6 April 2020, telah tercatat 1.096 hoax COVID-19 pada platform Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.</p>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2442" aria-describedby="caption-attachment-2442" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FREEPIK-1024x819.jpg" alt="Berita Bohong atau Hoax di Media Sosial" width="1024" height="819" /><figcaption id="caption-attachment-2442" class="wp-caption-text">Ilustrasi Berita Bohong. Credits image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Efek dari hoax sangat beragam dan signifikan, mulai dari overthinking hingga psikosomatis. Psikosomatis dideskripsikan sebagai “perasaan” seolah memiliki gejala COVID-19.</p>
<p>Saatnya kita terhindar dari kabar hoax COVID-19 yang nggak benar. Yuk, cek informasi yang kamu terima melalui fitur-fitur pada aplikasi atau situs di bawah ini!</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li>
<h5><strong>WhatsApp</strong></h5>
</li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2445" aria-describedby="caption-attachment-2445" style="width: 473px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/Screenshot-Chatbot-WHO-473x1024.jpeg" alt="Tampilan Awal Chatbot WHO untuk cek mitos dan fakta COVID-19." width="473" height="1024" /><figcaption id="caption-attachment-2445" class="wp-caption-text">Tampilan Awal Chatbot WHO. Credits image: Screenshot Chatbot WA Official WHO.</figcaption></figure>
<p>WhatsApp termasuk salah satu aplikasi yang paling sering jadi sumber penyebaran hoax. Makanya, beberapa otoritas kesehatan justru melihat ini sebagai peluang perbaikan. Arus penyebaran informasi difasilitasi dengan adanya beberapa <em>chatbot</em> khusus!</p>
<p>



</p>
<ul class="wp-block-list">
<li><b>Chatbot U-Report UNICEF Indonesia</b></li>
</ul>
<p>



</p>
<p>Chatbot ini salah satu sumber kredibel untuk mengecek keakuratan informasi COVID-19 sekaligus wadah untuk menyuarakan pendapatmu. Caranya, cukup klik tautan <a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=628119004567&amp;text=corona">https://bit.ly/infocovid-19</a> untuk terhubung dengan WhatsApp terkait. Setelahnya, kamu perlu mengisi informasi seperti usia hingga domisili sebagai data pemetaan profil. Selanjutnya, pilih menu F untuk memantau misinformasi seputar COVID-19.</p>
<p>



</p>
<ul class="wp-block-list">
<li><b>Chatbot WHO Health Alert</b></li>
</ul>
<p>



</p>
<p>Selain cek informasi, kita bisa menemukan berita terkini dan berbagai tips kesehatan terkait COVID-19 di chatbot ini. Cukup simpan nomor +41794752209 di ponsel kamu, lalu ketik “Hi” untuk mengawali percakapan. Chatbot akan segera memberi jawaban. Setelahnya kamu perlu memilih menu nomor 4 yakni “mythbusters” untuk memastikan mitos sekaligus fakta soal COVID-19. </p>
<p>



</p>
<ul class="wp-block-list">
<li><b>Chatbot Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Hoax Buster)</b></li>
</ul>
<p>



</p>
<p>Kanal buatan organisasi relawan ini bisa kamu temukan melalui nomor +6285921600500. Punya informasi COVID-19 yang diragukan kebenarannya? Cukup ketik “corona” pada nomor tersebut dan hasil cek fakta akan keluar dalam sekejap.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Aplikasi PeduliLindungi</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2443" aria-describedby="caption-attachment-2443" style="width: 718px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/Google-Play-Store.jpg" alt="Tampilan Aplikasi PeduliLindungi untuk tracing COVID-19 di Google Play Store." width="718" height="718" /><figcaption id="caption-attachment-2443" class="wp-caption-text">Tampilan Aplikasi PeduliLindungi di Google Play Store. Credits image: Screenshot Google Play Store.</figcaption></figure>
<p>Aplikasi ini dihadirkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Tujuannya untuk meredam COVID-19. Aplikasi ini akan mengumpulkan data lokasi dan mobilitas masyarakat untuk memudahkan penelusuran atau kontak dengan penderita COVID-19. Cara kerjanya dilakukan dengan fitur bluetooth untuk merekam pertukaran informasi. Sementara ini, aplikasi baru tersedia di Play Store dan diharapkan segera bisa dirilis di App Store.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>
<p><strong>Twitter</strong></p>
</li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2446" aria-describedby="caption-attachment-2446" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/unsplash-1.jpg" alt="Ilustrasi Laman informasi khusus mengenai COVID-19 pada Timeline Twitter" width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2446" class="wp-caption-text">Ilustrasi Laman Khusus COVID-19 pada Timeline Twitter. Credits image: Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Twitter banyak disukai sebagai sumber pencarian informasi karena sifatnya yang <em>real-time. </em>Sifat <em>real-time </em>ini bisa menjadi pedang bermata dua ini. Makanya, Twitter lantas menerapkan beberapa kebijakan seperti kurasi dan penghapusan konten yang dianggap membahayakan. <a href="https://101wired.com/2020/06/18/retweet-artikel-di-twitter-kini-harus-melalui-proses-baca-dulu/">Twitter akan memberikan label untuk konten yang masuk kategori tersebut dan mengarahkan penggunanya pada tautan berisi fakta dari sumber-sumber terpercaya.</a></p>
<p>Stop cemas berlebihan, gunakan sumber ini untuk memahami lebih lanjut soal COVID-19. Yuk bersama kita bisa!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/">Lawan Hoax COVID-19 dengan Fitur Aplikasi Ini!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
