<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Namira Yudhita, Author at 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/author/namira/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/author/namira/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jul 2020 09:53:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Namira Yudhita, Author at 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/author/namira/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ikuti 5 Langkah Tepat Jadi Atlet ESports Professional!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/07/ikuti-5-langkah-tepat-jadi-atlet-esports-professional/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/07/ikuti-5-langkah-tepat-jadi-atlet-esports-professional/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2020 09:44:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Esport]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu punya hobi bermain game di luar durasi rata-rata? Saatnya menyalurkan hal favoritmu menjadi karier yang bisa mendatangkan keuntungan. Kalau kamu tertarik menekuni dunia game lebih lanjut, ini 5 langkah tepat untuk jadi atlet eSports professional! Eksplorasi Diri Lewat Riset dan Statistik Menjadi gamers professional tentu punya banyak perbedaan dengan sekedar bermain game. Untuk jadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/ikuti-5-langkah-tepat-jadi-atlet-esports-professional/">Ikuti 5 Langkah Tepat Jadi Atlet ESports Professional!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kamu punya hobi bermain game di luar durasi rata-rata? Saatnya menyalurkan hal favoritmu menjadi karier yang bisa mendatangkan keuntungan. Kalau kamu tertarik menekuni dunia game lebih lanjut, ini 5 langkah tepat untuk jadi atlet <a href="http://arik-tentang-fenomena-esports-di-indonesia/">eSports</a> professional!</p>



<h3 class="wp-block-heading">Eksplorasi Diri Lewat Riset dan Statistik</h3>



<p>Menjadi gamers professional tentu punya banyak perbedaan dengan sekedar bermain game. Untuk jadi atlet eSports, kamu perlu memahami kategori game yang kamu suka dan mampu mainkan. Pilih satu kategori game dan fokus pada kategori tersebut. Jangan mencoba jadi pemain terbaik dalam setiap kategori, hal ini penting diingat sebagai calon pemain amatir.&nbsp;</p>



<p><p>Setelah menemukan satu game tersebut, tentu yang harus dilakukan adalah latihan. Kamu perlu membuat jadwal rutin dan disiplin dalam menjalankannya. Latihan ini akan membantumu memahami sekaligus mengasah kemampuanmu sendiri untuk mencapai karier sebagai atlet eSports. Misalnya saja dalam hal taktik dan strategi.</p>
<figure id="attachment_3311" aria-describedby="caption-attachment-3311" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Sean-Do-Unsplash-2.jpg" alt="Ilustrasi kegiatan eSports untuk melatih kemampuan sebagai atlet eSports" width="750" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3311" class="wp-caption-text">Ilustrasi kegiatan eSports. Credit image: Sean Do/ Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Saat latihan, ada baiknya kamu juga memakai peralatan yang canggih. Seperti PC dan mouse yang mendukung performance saat gaming. Sumber berlatih bisa didapatkan dari mana saja, bahkan dari hal sesederhana menonton pertandingan pemain pro di YouTube atau Twitch.</p>



<p>Setelah memahami teknikmu dan belajar dari pola permainan atlet eSports pro, kamu bisa mulai mengikuti Ranked Match atau Push Rank. Meningkatkan statistikmu jadi posisi teratas bakal membuka potensi untuk lebih direkrut. Biasanya, pemain profesional merekrut dengan mempertimbangkan rekomendasi pemain lain yang telah bergabung. Tim eSports juga mempertimbangkan rankingmu dalam suatu game.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perluas Jejaring Lewat Komunitas</h3>



<p><p>Setelah rajin berlatih dan push rank, saatnya memperluas informasi tentang eSports dengan membuka jejaring. Kamu bisa memulainya lewat bergabung dengan komunitas online atau offline. Komunitas online eSports saat ini sudah menjamur lewat reddit hingga IeSPA di Ligagame.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3313" aria-describedby="caption-attachment-3313" style="width: 889px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Stem-List-Unsplash-2.jpg" alt="Ilustrasi komunitas eSports tempat berkumpul dengan orang orang berminat sama untuk bertukar pengalaman dan tips trik" width="889" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3313" class="wp-caption-text">Ilustrasi komunitas eSports. Credit image: Stem List/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Kamu juga perlu mengikuti event-event eSports yang mulai sering digelar. Hal ini akan membuka perspektif baru tentang tips dan trik dalam eSports.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Ikut Akademi dan Kompetisi untuk Gali Skill</h3>



<p>Jika dirasa komunitas dan event belum cukup, gali skillmu lewat kompetisi dan akademi. Seperti halnya belajar di sekolah atau tempat les, belajar di akademi akan membuatmu merasakan pengalaman dilatih langsung oleh atlet eSports atau pelatih professional.</p>



<p><p>Pengalaman ini tentu berbeda dan akan menambah nilai ketimbang belajar secara mandiri. Beberapa tim eSports kerap mengadakan akademi mereka sendiri. Contohnya saja RRQ Academy PUBGM.</p>
<figure id="attachment_3315" aria-describedby="caption-attachment-3315" style="width: 889px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Stem-List-Unsplash.jpg" alt="Ilustrasi akademi eSports untuk melatih kemampuan seseorang menjadi atlet eSports" width="889" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3315" class="wp-caption-text">Ilustrasi akademi eSports. Credit image: Stem List/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Setelah itu, asah terus kemampuanmu lewat beragam kompetisi. Mengikuti kompetisi juga akan membuatmu menyadari bagaimana menghadapi persaingan gaming yang sesungguhnya. Lewat kompetisi semacam ini, kamu bisa dilirik oleh pencari bakat dari berbagai tim profesional. Mereka biasanya memantau cara bermainmu, kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan saat bertanding, termasuk mental dan perilaku sepanjang kompetisi berlangsung.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Raih Exposure Lewat Media&nbsp;</h3>



<p><p>Selain kompetisi, kamu bisa meraih exposure lewat menggelar live streaming. Media ini bakal jadi strategi yang cukup ampuh terutama jika kamu sudah memiliki skill yang mumpuni. Pakai saja media sosialmu mulai dari <a href="https://web.facebook.com/fbgaminghome/creators?_rdc=1&amp;_rdr">Facebook Gaming</a>, Nimo TV, atau YouTube Gaming.</p>
<figure id="attachment_3314" aria-describedby="caption-attachment-3314" style="width: 889px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Stem-List-Unsplash-3.jpg" alt="Ilustrasi kompetisi eSports untuk meningkatkan statistik pemain " width="889" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3314" class="wp-caption-text">Ilustrasi kompetisi eSports. Credit image: Stem List/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Semakin banyak orang yang menonton, semakin tinggi popularitasmu, semakin meningkat pula potensi untuk diperhatikan oleh pencari bakat. Bahkan, cara ini bisa membuka peluang karier lain yakni live-streamer.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Ciptakan Karier Professionalmu Secara Mandiri</h3>



<p><p>Jika tak kunjung ada pencari bakat yang melirikmu, ciptakan saja karier atlet professional secara mandiri. Buat tim sendiri dengan teman-teman yang kamu percaya. Gunakan informasi dan koneksi dari berbagai komunitas yang telah kamu ikuti. Setelah membuat tim, kamu bisa mencari manager dan sponsor untuk memperkuat timmu.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3312" aria-describedby="caption-attachment-3312" style="width: 889px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Sean-Do-Unsplash.jpg" alt="Ilustrasi event eSports yang kini banyak digelar di Indonesia" width="889" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3312" class="wp-caption-text">Ilustrasi event eSports. Credit image: Sean Do/Unsplash</figcaption></figure></p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/ikuti-5-langkah-tepat-jadi-atlet-esports-professional/">Ikuti 5 Langkah Tepat Jadi Atlet ESports Professional!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/07/ikuti-5-langkah-tepat-jadi-atlet-esports-professional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geliat 3 Startup Ramah Lingkungan asal Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2020/07/geliat-3-startup-ramah-lingkungan-asal-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/07/geliat-3-startup-ramah-lingkungan-asal-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2020 09:31:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Eco Friendly]]></category>
		<category><![CDATA[Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Startup di Indonesia mulai populer dan menjamur. Beberapa dari mereka mencoba berkontribusi menciptakan bisnis yang sustainable dengan memanfaatkan bahan ramah lingkungan! Mycotech Seperti namanya, myco yang berarti jamur, Startup ini memperkenalkan beragam inovasi ramah lingkungan berbahan dasar jamur dan limbah pertanian. Titik balik berkembangnya startup ini dimulai sejak penemuan Biobo adalah decorative panel yang berasal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/geliat-3-startup-ramah-lingkungan-asal-indonesia/">Geliat 3 Startup Ramah Lingkungan asal Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://101wired.com/2020/05/27/tiga-startup-inovasi-covid-19-asal-indonesia-lolos-ke-kompetisi-global/">Startup di Indonesia </a>mulai populer dan menjamur. Beberapa dari mereka mencoba berkontribusi menciptakan bisnis yang sustainable dengan memanfaatkan bahan ramah lingkungan!</p>



<h3 class="wp-block-heading">Mycotech</h3>



<p>Seperti namanya, myco yang berarti jamur, Startup ini memperkenalkan beragam inovasi ramah lingkungan berbahan dasar jamur dan limbah pertanian. Titik balik berkembangnya startup ini dimulai sejak penemuan Biobo adalah decorative panel yang berasal dari limbah pertanian dan jamur.</p>



<p>Jalan yang ditempuh untuk menghasilkan Biobo tak mudah. Riset panjang telah dilakukan sejak tahun 2014 dimulai di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, Tangerang. Sempat pula diadakan kerjasama dengan Future Cities Laboratory National University of Singapore (NUS).</p>



<p>Untuk membuat Biobo hampir mirip dengan proses produksi tempe. Bedanya terletak pada bahan yang dilekatkan oleh miselium jamur. Jika pada tempe, bahan tersebut adalah kedelai, pada Biobo yang direkatkan ialah bahan ramah lingkungan yakni limbah pertanian.&nbsp;</p>



<p>Limbah yang dimaksud memiliki kandungan selulosa, misalnya ampas tebu, limbah kelapa sawit, maupun serbuk kayu. Proses seluruhnya bisa memakan 1 bulan untuk mencapai masa panen.</p>



<p>Menariknya, inovasi <a href="https://www.mycote.ch/about-us">Mycotech</a> ini dapat digunakan untuk&nbsp; berbagai kebutuhan. Mulai dari pelapis dinding hingga membuat furnitur atau interior lainnya.&nbsp;</p>



<p>Biobo bahkan pernah diuji coba untuk struktur bangunan. Ialah Myco Tree, instalasi jamur pertama hasil kolaborasi dengan Future Cities Laboratory NUS&nbsp; yang dipamerkan di Seoul Biennale of Architecture and Urbanism 2017.&nbsp;</p>



<p>Di dalam negeri, pasar Biobo sendiri sudah sampai Batam dan Bali. Selain Biobo, Mycotech juga punya inisiasi ramah lingkungan lain yang dinamakan Mylea.</p>



<p>Bila Biobo lebih banyak digunakan sebagai material bangunan maupun furnitur, Mylea dimanfaatkan pada bidang tekstil. Selama ini, banyak produk fashion memanfaatkan kulit dengan proses pewarnaan yang kurang menguntungkan dampaknya bagi lingkungan.&nbsp;</p>



<p>Mylea menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Pewarna bahan ini terdiri dari beragam bahan alami misalnya indigo, kulit kayu, maupun dedaunan. Mylea telah dimanfaatkan banyak brand lokal untuk sampul buku, jam tangan, sampai sepatu. Kolaborasi antara Mycotech dengan produsen jam tangan Pala Nusantara, yaitu Palamylea berhasil menyabet gelar GDI Best di ajang Good Design Indonesia 2019.&nbsp;</p>



<p><p>Bahan dasar fashion yang ramah lingkungan ini juga mulai dilirik brand internasional. Salah satunya Clark, brand fashion asal Inggris.</p>
<figure id="attachment_3304" aria-describedby="caption-attachment-3304" style="width: 589px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/suara.jpg" alt="Produk fashion dari material mycotech yang ramah lingkungan" width="589" height="544"><figcaption id="caption-attachment-3304" class="wp-caption-text">Produk fashion dari material mycotech. Credit image: Suara.com.</figcaption></figure></p>



<p>Mycotech saat ini bekerja sama dengan Kickstarter, sebuah platform crowdfunding populer. Kolaborasi ini mendapatkan ribuan pesanan dan telah menghasilkan lebih dari 26.000 dolar Amerika Serikat. Selain profit, platform ini juga berperan memperkenalkan produk ramah lingkungan dari Indonesia pada dunia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Waste4Change</h3>



<p><a href="https://waste4change.com/official/">Waste4Change</a> adalah startup pengelola limbah yang mulai dirintis sejak 2014. Pengelolaan limbah yang semula hanya dilakukan di satu gedung, kini diperluas layananannya mencapai 40 area komersial dan 2000 rumah.</p>



<p><p>Pengembangan start up ramah lingkungan ini didasari oleh riset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2015 tentang limbah di Indoensia. Ternyata, 69% limbah dibuang ke tempat pembuangan sampah. Lalu 23,5% lainnya dibakar, dikubur, atau dikotori secara ilegal. Hanya 7,5% saja yang didaur ulang.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3302" aria-describedby="caption-attachment-3302" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/20151214-112639-56c7f91886afbd86048b458e-1024x768.jpg" alt="Ilustrasi Pemilahan Sampah oleh Waste4Change" width="1024" height="768"><figcaption id="caption-attachment-3302" class="wp-caption-text">Ilustrasi Pemilahan Sampah oleh Waste4Change. Credit image: Official Websit Waste4Change.</figcaption></figure></p>



<p>Pada Februari 2020 lalu, start up ini mencatatkan guyuran dana dari investor.&nbsp; Dikutip dari DealStreetAsia, besaran investasinya disebut-sebut mencapai US$ 3 juta atau sekitar Rp 42,7 miliar. Tiga investor yang dimaksud adalah SMDV, Agaeti, dan East Ventures.&nbsp;</p>



<p>Waste4Change akan menggunakan dana itu untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan limbah menjadi 2.000 ton per hari pada 2024.&nbsp;</p>



<p>Waste4Change memiliki tujuan jangka panjang untuk mensinergikan circular economy dan zero-waste Indonesia lewat kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, serta pihak swasta dan investor. Untuk itu, dengan dana ini mereka berusaha mengembangkan platform smart city dalam hal pengelolaan limbah. Berencana membangun kerjasama dengan pemerintah kota maupun kabupaten, pengelolaan limbah akan mencakup pemantauan limbah, pembiayaan proyek, hingga edukasi pengelolaan.</p>



<p>Kucuran dana investor juga akan dimanfaatkan start up ramah lingkungan ini untuk meningkatkan kemitraan terkait penanganan limbah.</p>



<p>Salah satu General Partner Agaeti Ventures Agaeti Ventures Michael Soerijadji&nbsp; melihat Waste4Change dapat menjadi salah satu pemecah masalah di Indonesia. Alasan itulah yang membuatnya tertarik berinvestasi pada startup tersebut.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">GeoFast</h3>



<p>Start up ini berawal dari Tim Inovasi Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia dari Dept. Teknik Metalurgi dan Material. Mengusung produk semen cepat kering yang ramah lingkungan, mereka berhasil menorehkan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia.</p>



<p>Keunggulan semen produksi <a href="http://geofast.id/">Geofast</a> adalah waktu pengeringan yang cenderung singkat. Dalam 8 jam &#8211; 3 hari, semen akan memperoleh kekuatan optimum beton. Hal ini jauh lebih cepat dan efisien ketimbang semen konvensional yang butuh 28 hari untuk mencapai fase beton biasa.&nbsp;</p>



<p><p>Selain memiliki kelebihan dari segi konsumsi, semen ramah lingkungan ini pun lebih minim emisi karbon dan polusi dalam proses produksi. Semen konvensional memakai tanah kapur, sedangkan GeoFast hanya membutuhkan limbah. Semen konvensional juga butuh dipanaskan pada tanur -600 derajat celcius.</p>
<figure id="attachment_3305" aria-describedby="caption-attachment-3305" style="width: 768px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/WhatsApp-Image-2019-10-021-at-8.32.05-PM-768x1024.jpeg" alt="Produk semen produksi Geofast lebih ramah lingkungan dari semen biasa dalam segi produksi maupun manfaat" width="768" height="1024"><figcaption id="caption-attachment-3305" class="wp-caption-text">Produk semen ramah lingkungan produksi Geofast. Credit image: Official Website Geofast.id.</figcaption></figure></p>



<p>Semen berbahan dasar slag (limbah tambang/smelter) buatan mereka ini berhasil membawa start up tersebut menjadi The Top 52XTC 2020 Finalist dalam ajang kompetisi Ectreme Tech Challenge (XTC) 2020.</p>



<p>Tak tanggung-tanggung, perhelatan ini berada pada tingkat dunia dengan mempertandingkan lebih dari 2.400 perusahaan rintisan dari 87 negara. Fokus start up pun beragam, mulai dari sektor layanan kesehatan, pendidikan, pertanian, pagan dan air, teknologi bersih dan energi, fintech, transportasi dan kota cerdas, serta “enabling technologies” (teknologi yang dapat diterapkan untuk mendorong perubahan)</p>



<p>XTC ini merupakan ajang start up startup terbesar yang bertujuan untuk menemukan beragam solusi dalam mengatasi tantangan global.</p>



<p>Prestasi GeoFast tak bisa diremehkan. Sebelumnya, mereka juga berhasil menyabet juara 2 pada ajang Leaders Innovation Fellowship di London. Selain itu, start up ramah lingkungan ini juga meraih penghargaan BPPT Awards taun 2019. Masih pada tahun yang sama, GeoFast menerima penghargaan dan medali perak pada ajang ISIF (International Science dan Invention Fair 2019).</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/geliat-3-startup-ramah-lingkungan-asal-indonesia/">Geliat 3 Startup Ramah Lingkungan asal Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/07/geliat-3-startup-ramah-lingkungan-asal-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telemedicine, Masa Depan Layanan Kesehatan New Normal?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2020 09:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<category><![CDATA[Telemedicine]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3290</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjaga kesehatan menjadi aspek penting selama masyarakat melakukan lockdown dan social distancing. Mengikuti pola konsumsi yang bergeser ke digital, semua sektor bergerak dengan strategi online. Tak terkecuali sektor kesehatan. Kini, semakin banyak layanan kesehatan yang dilakukan secara daring, alias telemedicine. Apakah konsultasi digital ini merupakan masa depan kesehatan di era new normal? Apa yang Berubah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/">Telemedicine, Masa Depan Layanan Kesehatan New Normal?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Menjaga kesehatan menjadi aspek penting selama masyarakat melakukan lockdown dan social distancing. Mengikuti pola konsumsi yang bergeser ke digital, semua sektor bergerak dengan strategi online. Tak terkecuali sektor kesehatan. Kini, semakin banyak layanan kesehatan yang dilakukan secara daring, alias telemedicine. Apakah konsultasi digital ini merupakan masa depan kesehatan di era new normal?</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apa yang Berubah pada New Normal?</h3>



<p>Budaya new normal dapat diartikan sebagai upaya pembiasaan diri untuk “hidup bersama” COVID-19. Keamanan dari resiko penularan virus COVID-19 akan menjadi penting. Bahkan, menjadi pertimbangan utama publik dalam melakukan berbagai transaksi.&nbsp;</p>



<p>Hal ini tampaknya mulai menjadi pertimbangan banyak perusahaan. Survei ICIO Community bertajuk ‘Indonesia CIO Priorities Survey During Pandemic COVID 19 &amp; Beyond’ menunjukkan banyak perusahaan mulai memikirkan potensi transformasi ke arah digital. Survei yang dilakukan tanggal 12 Juni hingga 15 Juni 2020 ini melibatkan 50 CIO (Chief Information Officer) dari berbagai industri mulai dari logistik, telekomunikasi, asuransi, manufaktur, layanan kesehatan dan masih banyak lagi.</p>



<p>Rupanya, sebanyak 57 % dari responden, menyatakan bahwa perubahan model bisnis baru berbasis digital harus segera dilakukan jika perusahaan atau organisasi mereka ingin bertahan dan bisa terus tumbuh.&nbsp;</p>



<p>Sejak pandemi, semakin banyak orang yang peduli pada kesehatan mereka. Masyarakat semakin punya kecenderungan <em>patient-centric</em>: mereka haus akan akses informasi dan data kesehatan mereka mulai dari keputusan rawat inap hingga alternatif pengobatan yang bisa dipilih. Keputusan medis sering kali dibuat bersama antara dokter dengan pasien.&nbsp;</p>



<p>Kesadaran ini semakin mendorong perubahan pada sektor kesehatan. Mereka tak lagi berfokus pada layanan kuratif, tapi juga menjadikan promotif, preventif, dan rehabilitatif sebagai prioritas layanan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tumbuhnya Telemedicine di Tengah Pandemi</h3>



<p><p>Salah satu cara yang diadaptasi layanan kesehatan dalam new normal adalah telemedicine alias pengobatan jarak jauh. Seperti yang kita ketahui, rumah sakit sedang memprioritaskan pasien corona. Dari segi pengguna layanan kesehatan, mereka yang hendak berobat juga memiliki kekhawatiran lebih tinggi untuk menyambangi kawasan tersebut. Telemedicine memfasilitasi mereka yang ingin berobat namun menghindari kontak di rumah sakit maupun klinik.</p>
<figure id="attachment_3294" aria-describedby="caption-attachment-3294" style="width: 807px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/apps-main-mobile.png" alt="Aplikasi Halodoc termasuk salah satu layanan kesehatan yang populer selama masa pandemi" width="807" height="664"><figcaption id="caption-attachment-3294" class="wp-caption-text">Tampilan aplikasi Halodoc. Credit image: Halodoc.</figcaption></figure></p>



<p>Beragam platform telemedicine di Indonesia semakin populer dan diminati sejak pandemi. Menurut CEO Halodoc, layanan telemedicine di aplikasi mereka meningkat hingga 600% terutama pada segmen konsultasi dokter dan pengantaran obat. Halodoc juga mencatat kenaikan pengguna layanan rapid test dan PCR hingga 100.000 pengguna. Seperti yang diketahui, saat ini ada beberapa aplikasi kesehatan yang telah terdaftar di Indonesia seperti Halodoc, KlikDokter, maupun AloDokter.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kepopuleran Telemedicine sebagai Ladang Bisnis Baru&nbsp;</h3>



<p><p>Pemerintah juga mulai bekerjasama dengan layanan kesehatan daring untuk mengoptimalkan sektor kesehatan di tengah pandemi. Menurut laman COVID19.go.id, pemerintah sangat menganjurkan masyarakat untuk berobat secara online melalui Telemedicine Association atau Atensi. Atensi terdiri atas 12 layanan perusahaan kesehatan digital yang menyediakan fasilitas konsultasi medis secara daring. Kabarnya, telah ada lebih dari 300 ribu masyarakat yang sudah memanfaatkan layanan ini.</p>
<figure id="attachment_3293" aria-describedby="caption-attachment-3293" style="width: 683px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Anna-Shvets-Pexels-683x1024.jpeg" alt="Ilustrasi konsultasi kesehatan daring yang banyak dilakukan via video call dan foto" width="683" height="1024"><figcaption id="caption-attachment-3293" class="wp-caption-text">Ilustrasi konsultasi kesehatan daring. Credit image: Anna Shvets/Pexels.</figcaption></figure></p>



<p>Pemerintah pun bekerja sama dengan Halodoc dalam aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi yang fungsi utamanya memiliki tracing dan tracking pasien COVID-19 ini sekarang juga menyediakan layanan kesehatan daring. Untuk mengakses layanan telemedicina Halodoc di aplikasi PeduliLindungi, pengguna bisa menekan tombol Periksa Diri pada beranda. Nantinya, pengguna akan diarahkan masuk ke Halodoc pada bagian Konsultasi Dokter.</p>



<p>Perkembangan terakhir usaha pemerintah Indonesia dalam bidang telemedicine tampak dalam kerjasama mereka dengan pemerintah Inggris pada 22 Juni 2020. Nantinya, kerja sama tersebut akan meliputi pelayanan kesehatan, pencegahan dan pengontrolan penyakit, hingga pengembangan riset, tenaga, dan teknologi di bidang kesehatan.</p>



<p><p>Indonesia bahkan telah menyetujui kolaborasi dalam digitalisasi pelayanan kesehatan <em>telemedicine </em>berbasis komunitas. Kerjasama penanganan COVID-19 akan dilakukan melalui teknologi big data dan artificial intelligence sebagai metode berbagi data.</p>
<figure id="attachment_3296" aria-describedby="caption-attachment-3296" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Kai-Pilger-Unsplash.jpg" alt="Ilustrasi aplikasi telemedicine di berbagai negara" width="750" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3296" class="wp-caption-text">Ilustrasi aplikasi telemedicine. Credit image: Kai Pilger/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Kepopuleran aplikasi Telemedicine juga menjadi ladang bagi perusahaan dari sektor lain untuk menjalin afiliasi.&nbsp;</p>



<p>Aplikasi dompet digital DANA baru-baru ini menggandeng YesDok sebagai fitur tambahan pada aplikasi mereka. Pembayaran akan dilakukan melalui saldo dana. Pengguna yang ingin memulai konsultasi bisa memulainya lewat menu Health. Konsultasi ini dilakukan lewat panggilan video pada browser. Proses pembelian dan pengantaran obat juga dapat dilakukan dalam satu layanan.</p>



<p><p>Serupa dengan DANA, sektor pariwisata tak mau ketinggalan. Traveloka melihat telemedicine sebagai peluang untuk meningkatkan komitmen kesehatan mereka. Traveloka, mengumumkan kerja sama dengan sejumlah penyedia layanan kesehatan terkemuka seperti Prodia, Klinik Pintar, dan Biotest untuk menghadirkan layanan Tes COVID-19 dalam platformnya.&nbsp; Hadirnya layanan ini menjadikan Traveloka sebagai platform satu pintu yang memungkinkan pengguna untuk tidak saja memesan tiket pesawat, namun juga sekaligus memenuhi kewajiban protokol kesehatan selama perjalanan.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3292" aria-describedby="caption-attachment-3292" style="width: 675px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/1677513849p.jpg" alt="Tes Rapid Traveloka untuk menjjaga penggunanya tetap aman selama berwisata" width="675" height="338"><figcaption id="caption-attachment-3292" class="wp-caption-text">Tes Rapid Traveloka. Credit image: traveloka.com</figcaption></figure></p>



<p>Layanan Tes COVID-19 yang mencakup layanan uji tes PCR (Polymerase Chain Reaction) dan Rapid Test ini dapat diakses melalui Traveloka Xperience pada kategori produk Pelengkap Travel (Travel Essentials). Saat ini, layanan dari Traveloka ini dapat diakses para pengguna yang berada di 44 kota dan kabupaten di Indonesia melalui aplikasi, website, maupun mobile web Traveloka secara bertahap mulai tanggal 10 Juni 2020.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hambatan Penerapan Telemedicine di Masa Depan&nbsp;</h3>



<p>Meski semakin populer, penerapan telemedicine ini tampaknya masih perlu banyak adaptasi dan pembenahan. Menurut<a href="https://theconversation.com/telekonsultasi-medis-meningkat-pesat-saat-pandemi-covid-19-tapi-muncul-tiga-masalah-baru-140228"> survei The Conversation</a> yang melibatkan 22 dokter umum dan spesialis di berbagai daerah di Indonesia, ada beberapa temuan yang berpotensi memunculkan masalah.&nbsp;</p>



<p><p>Pertama, platform yang populer dipakai untuk layanan telemedicine ternyata justru aplikasi WhatsApp. Pada sisi lain, isu ini belum diatur dalam regulasi di Indonesia terkait dengan pengawasan sistematis untuk prosedur yang dilakukan.Peraturan No. 74 Tahun 2020 tentang Kewenangan Klinis dan Praktik Kedokteran Melalui Telemedicine pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia hanya berlaku saat pandemi, namun bagaimana dengan keberlangsungan praktik semacam ini di masa depan?</p>
<figure id="attachment_3295" aria-describedby="caption-attachment-3295" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/Edward-Jenner-Pexels-1024x682.jpeg" alt="Ilustrasi telemedicine menggunakan video call" width="1024" height="682"><figcaption id="caption-attachment-3295" class="wp-caption-text">Ilustrasi telemedicine. Credit image: Edward Jenner/Pexels.</figcaption></figure></p>



<p>Isu keamanan dan kerahasiaan data seperti rekam medis pasien menjadi isu yang berpotensi menjadi masalah selama telemedicine dilakukan dalam aplikasi percakapan, bukan platform e-health yang telah terdaftar dan memiliki izin.</p>



<p>Kedua, telemedicine yang melibatkan video dan foto belum tentu bisa menyelesaikan suatu permasalahan medis. Selain masalah keamanan data yakni potensi tersebarnya percakapan, akurasi medis juga bisa terganggu. Hal ini karena tidak adanya pemeriksaan langsung yang dapat meningkatkan subjektivitas dokter maupun pasien sehingga terjadi terapi yang tidak tepat.</p>



<p>Ketiga, secara akses internet dan teknologi, tentu layanan ini tak bisa didapatkan oleh semua orang. Beberapa masyarakat di pedalaman masih menyukai tatap muka dan mungkin belum mampu beradaptasi dengan platform semacam ini.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/">Telemedicine, Masa Depan Layanan Kesehatan New Normal?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/07/telemedicine-masa-depan-layanan-kesehatan-new-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah 5 Tim ESports Indonesia yang Punya Segudang Prestasi</title>
		<link>https://101wired.com/2020/07/inilah-5-tim-esports-indonesia-yang-punya-segudang-prestasi/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/07/inilah-5-tim-esports-indonesia-yang-punya-segudang-prestasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 06:19:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[Bigetron]]></category>
		<category><![CDATA[BOOM ID]]></category>
		<category><![CDATA[Esport]]></category>
		<category><![CDATA[EVOS]]></category>
		<category><![CDATA[ONIC]]></category>
		<category><![CDATA[RRQ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3278</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kepopuleran eSports di tanah air semakin menguat sejak diadakan Piala Presiden. Rupanya, kiprah para pemainnya nggak hanya terbatas di negeri sendiri, lho. Saatnya kenalan dengan 5 Tim eSports Indonesia yang menuai sederet prestasi sampai ke luar negeri! EVOS Sports EVOS termasuk salah satu tim yang menjuarai hampir semua ranah game eSports. Tim Evos Esports juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/inilah-5-tim-esports-indonesia-yang-punya-segudang-prestasi/">Inilah 5 Tim ESports Indonesia yang Punya Segudang Prestasi</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kepopuleran eSports di tanah air semakin menguat sejak diadakan Piala Presiden. Rupanya, kiprah para pemainnya nggak hanya terbatas di negeri sendiri, lho. Saatnya kenalan dengan 5 Tim eSports Indonesia yang menuai sederet prestasi sampai ke luar negeri!</p>



<h4 class="wp-block-heading">EVOS Sports</h4>
<figure id="attachment_3285" aria-describedby="caption-attachment-3285" style="width: 636px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/technologue.jpg" alt="Logo EVOS salah satu tim esports Indonesia" width="636" height="357" /><figcaption id="caption-attachment-3285" class="wp-caption-text">Logo EVOS. Credit image: Technologue.</figcaption></figure>



<p>EVOS termasuk salah satu tim yang menjuarai hampir semua ranah game eSports. Tim Evos Esports juga telah membuka cabangnya ke negara tetangga yaitu Singapura dan Vietnam.</p>



<p>EVOS Sports termasuk salah satu tim eSports yang terkenal dan cukup sukses berprestasi lho. Sederet prestasi telah ditorehkan dalam kompetisi nasional. Dalam Mobile Legends Professional League season 4 yang diadakan 2019, tim ini berhasil jadi juara setelah mengalahkan tim eSports lain, RRQ.</p>



<p>Pada M1 World Championship yang diselenggarakan Mobile Legends, EVOS berhasil mewakili Indonesia dan lagi-lagi sukses mengalahkan RRQ dengan skor 4-3.&nbsp; Tak hanya di area Mobile Legends, EVOS juga merajai game Arena of Valor dengan menjadi pemenang ESL Indonesia Championship Season 1 serta ASL Season 2 dan 3.</p>



<p>Tak hanya sukses di ranah nasional, EVOS juga berprestasi di tingkat internasional. Salah satunya adalah menjadi juara ESL Clash of Nations 2019 dari 6 time AOV dari Asia Tenggara. Pemain EVOS berhasil mengalahkan tim asal Thailand, Devita dengan skor 3-2. EVOS juga menjadi juara battle royale, misalnya menjuarai Free Fire World Cup 2019 untuk kategori game Free Fire dan PINC 2019 untuk kategori PUBG Mobile.<em>&nbsp;</em></p>



<h4 class="wp-block-heading">ONIC Esports</h4>
<figure id="attachment_3283" aria-describedby="caption-attachment-3283" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/indosport.jpg" alt="Logo ONIC salah satu tim esports Indonesia" width="750" height="423" /><figcaption id="caption-attachment-3283" class="wp-caption-text">Logo ONIC. Credit image: Indosport.</figcaption></figure>



<p>ONIC Esports dianugerahi predikat tim terpopuler oleh Esports Charts lho, walaupun tim ini baru dibentuk 2018. Tim ini mendominasi kejuaraan Mobile Legends di Indonesia dengan menjuarai berbagai turnamen nasional termasuk MPL Season 3 dan MSC 2019.</p>



<p>Selain itu, ada juga prestasi di bidang PUBG Mobile dan Free Fire yang patut diperhitungkan. Pada PUBG Mobile, PUBGM ONIC akhirnya meraih prestasi saat menjadi juara di <a href="https://esports.id/pubg/news/2019/11/3e77a14629775492504515dc4b23deda/unipin-seaca-2019-dan-harapan-masa-depan-esports-indonesia">Southeast Asia Cyber Arena (<strong>SEACA</strong>) <strong>2019</strong></a>. Tak tanggung-tanggung, keduanya mengalahkan tim populer dari negara lain yakni Malaysia dan Filiphina. Pada perhelatan ini, ONIC juga sukses meraih juara pertama UCL 2019 dan juara ketiga Free Fire.</p>



<p>Masih pada tahun yang sama, ONIC Esport juga memenangkan grand final turnamen <a href="https://www.detik.com/tag/mobile-legends">Mobile Legends</a> Bang Bang South East Asia Cup (MSC) 2019. Tim ini berhasil menundukkan tuan rumah, Filipina, serta tim dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Kamboja, Laos, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Boom ID</h4>
<figure id="attachment_3282" aria-describedby="caption-attachment-3282" style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/boom.png" alt="Logo Boom ID salah satu tim esports Indonesia" width="400" height="447" /><figcaption id="caption-attachment-3282" class="wp-caption-text">Logo Boom ID. Credit image: Official Website Boomsports.id.</figcaption></figure>



<p>BOOM ID memfokuskan atletnya pada kompetisi Game Dota 2. Boom ID memang cukup menunjukkan taringnya pada divisi Dota 2. Tim ini menjadi juara ESL Indonesia Championship Season 1. Selain itu, prestasinya di kancah internasional juga bisa diharapkan. BOOM ID lolos berbagai turnamen Internasional di kategori Dota 2, mulai dari The Bucharest Minor, StarLadder ImbaTV Dota 2 Minor Season 1, Dota PIT Minor 2019 hingga lolos ke babak kualifikasi Asia Tenggara Dota 2 International 2019.</p>



<p>Baru-baru ini, BOOM ID mengharumkan nama Indonesia setelah menjadi runner up DOTA2 dalam ajang Asia Pasific Predator League 2019, di bawah tim Filipina.</p>



<p>Akhir-akhir ini BOOM ID rupanya juga mulai mengembangkan kemampuan atletnya pada kategori lain seperti Mobile Legends, Free Fire, CSGO, AOV, hingga Apex Legends.&nbsp;</p>



<h4 class="wp-block-heading">RRQ</h4>
<figure id="attachment_3281" aria-describedby="caption-attachment-3281" style="width: 996px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/bola.net_.jpg" alt="Logo RRQ salah satu tim esports Indonesia" width="996" height="498" /><figcaption id="caption-attachment-3281" class="wp-caption-text">Logo RRQ. Credit image: Bola.net.</figcaption></figure>



<p>Team yang memiliki kepanjangan Rex Regum Qeon ini punya kategori game andalan Free Fire yang berprestasi di kancah nasional, yakni RRQ Poseidon dan RRQ Hades.RRQ Poseidon mengantongi trofi <a href="https://esports.id/free-fire---battlegrounds/news/2019/08/7486cef2522ee03547cfb970a404a874/dominasi-rrq-poseidon-di-free-fire-summer-league">Free Fire Summer League</a> disusul RRQ Hades yang menjuari <a href="https://esports.id/free-fire---battlegrounds/news/2019/09/5421e013565f7f1afa0cfe8ad87a99ab/berbekal-poin-kill-rrq-hades-juarai-dg-golden-ticket-2019">Dunia Games Golden Ticket 2019</a></p>



<p>RRQ Hades juga berhasil melebarkan sayap ke tingkat internasional, lho. Sub-tim ini berhasil menjuarai Axiata Game Hero Championship 2019 di Malaysia. RRQ memang mengembangkan cabangnya ke berbagai negara di Asia Tenggara seperti Thailand. RRQ juga pernah bekerja sama dengan PSG salah satu tim sepak bola terkenal di Perancis untuk cabang Mobile Legends.</p>



<p>Tim ini punya sederet prestasi internasional yang memukau. Mereka berhasil lolos turnamen PUBG Asia Invitational 2019, PUBG Southeast Asia Championship 2019 phase 1 dan 2, serta MET Asia Series: PUBG Classic untuk tim PUBG, Juara ketiga MPL Season 1 untuk tim Mobile Legends, serta berhasil lolos mengikuti kualifikasi zona Asia Tenggara Dota 2 International pada tahun 2014, 2016, dan 2018.</p>



<p>Kini RRQ tidak hanya berfokus kepada game Dota 2 saja, namun merambah pada game esports besar lainnya seperti PUBG, Mobile Legends, AOV, Free Fire, dan Auto Chess.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bigetron</h4>
<figure id="attachment_3280" aria-describedby="caption-attachment-3280" style="width: 644px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/bigetron.jpg" alt="Logo Bigetron salah satu tim esports Indonesia" width="644" height="363" /><figcaption id="caption-attachment-3280" class="wp-caption-text">Logo Bigetron. Credit image: Line Today.</figcaption></figure>



<p>Awalnya, tim ini dikenal sebagai jagoan League of Legend. Namun, setelah game MOBA itu mulai meredup di Indonesia, mereka merancang strategi untuk mengembangkan karier atletnya pada kategori lain. Sebut saja PUBG, PUBG Mobile, AOV, Mobile Legends, Free fire, hingga Auto Chess.</p>



<p>Prestasi yang berhasil diraih Bigetron Esports antara lain adalah juara 1 PUBG Mobile Indonesia National Championship 2018 dan PUBG Mobile Club Open Indonesia 2019, serta lolos ke babak grand final PUBG Mobile Club Open – Spring Split 2019.&nbsp;</p>



<p>Setelah mengalami pergantian pelatih, Bigetron juga berhasil menjuarai kategori PUBG Mobile lewat PMCO Fall Split 2019. Event ini menambah deretan prestasi mereka di kancah dunia. Tak sampai di situ, Bigetron berhasil menjuarai PUBG Mobile Pro League (PMPL) 2020 musim pertama.</p>



<p>Keberhasilan mereka menjadi juara pertama di PMPL 2020 memberikan dua tiket langsung ke dua turnamen internasional. Pertama, Bigetron RA berhak mewakili Indonesia di turnamen PUBG Mobile Southeast Asia Finals dan PUBG Mobile World League 2020.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/inilah-5-tim-esports-indonesia-yang-punya-segudang-prestasi/">Inilah 5 Tim ESports Indonesia yang Punya Segudang Prestasi</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/07/inilah-5-tim-esports-indonesia-yang-punya-segudang-prestasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Digital Detox dan Kapan Kamu Memerlukannya</title>
		<link>https://101wired.com/2020/07/apa-itu-digital-detox-dan-kapan-kamu-memerlukannya/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/07/apa-itu-digital-detox-dan-kapan-kamu-memerlukannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2020 06:10:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Detox]]></category>
		<category><![CDATA[Stay Home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3269</guid>

					<description><![CDATA[<p>COVID-19 memaksamu beradaptasi dengan beragam budaya baru. Sebut saja self-quarantine, work from home, dan hal-hal yang membatasimu bertemu dengan orang atau keluar rumah. Budaya ini membuat kita mengandalkan teknologi untuk komunikasi atau mencari hiburan. Namun, ketergantungan ini ternyata bisa jadi siklus baru yang nggak sehat.&#160; Tech Stress dan Tanda-Tandanya Apakah kamu panik kalau baterai ponselmu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/apa-itu-digital-detox-dan-kapan-kamu-memerlukannya/">Apa Itu Digital Detox dan Kapan Kamu Memerlukannya</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>COVID-19 memaksamu beradaptasi dengan beragam budaya baru. Sebut saja self-quarantine, work from home, dan hal-hal yang membatasimu bertemu dengan orang atau keluar rumah. Budaya ini membuat kita mengandalkan teknologi untuk komunikasi atau mencari hiburan. Namun, ketergantungan ini ternyata bisa jadi siklus baru yang nggak sehat.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tech Stress dan Tanda-Tandanya</strong></h3>



<p>Apakah kamu panik kalau baterai ponselmu tinggal sedikit? Apakah proses charging laptop membuatmu kebingungan mencari alternatif kegiatan? Apakah kamu tidak bisa berhenti scroll beragam media sosial?</p>



<p>Bisa jadi kamu mulai menderita <em>tech stress. </em>Hal ini ditunjukkan dengan impuls, kebiasaan, dan frustrasi yang disebabkan oleh pemakaian teknologi. Hal ini sekaligus menunjukkan betapa signifikannya peran teknologi terhadap kesehatan fisik dan mental.</p>



<p>Coba pahami dan rasakan apakah kamu mulai mengalami 4 tanda ini:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kamu tidak bisa berpisah dengan ponselmu. Perpisahan beberapa menit membuatmu khawatir dan pusing. Kamu merasa tidak nyaman dan tidak bisa melakukan apapun? Wah, ini salah satu tanda kecanduan ponsel yang bisa memicu tech stress.</li>
<li>Tidak ada notifikasi, tapi kamu tidak bisa berhenti scroll feed Instagram, Facebook, atau media sosial lain. </li>
<li>Selalu online. Itu statusmu mulai dari bangun dari tidur hingga menjelang tidur. Kamu tidak bisa memahami kenapa temanmu tidak segera membalas pesanmu.</li>
<li>Kamu memegang ponselmu selama makan. Kamu berkomunikasi dengan anggota keluarga atau teman serumah melalui ponsel, padahal kalian sedang bersama.</li>
</ol>
<figure id="attachment_3275" aria-describedby="caption-attachment-3275" style="width: 799px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/obi-onyeador-unsplash.jpg" alt="Ilustrasi tech stress selama karantina COVID-19 dari rumah" width="799" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-3275" class="wp-caption-text">Ilustrasi tech stress. Credit image: Obi Onyeador/Unsplash.</figcaption></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Solusi Atasi Tech Stress: Digital Detox</strong></h3>



<p>Erin MacNeil, Director of Wellness di Asaya Hong Kong menyebut <a href="https://hk.asiatatler.com/life/how-to-digital-detox-expert-advice">digital detox </a>sebagai “menciptakan jarak dan kesadaran mengenai perangkat dan <em>platform </em>yang kita gunakan setiap hari”.</p>



<p>Individu hanya menggunakan 5% kesadaran setiap harinya. Sementara, 95% lainnya membuat kita tanpa sadar menyerap apa yang ada di sekitar kita. Mulai dari hal-hal baik hingga buruk. Bagi orang yang peka atau sensitif, hal ini bisa berakibat buruk pada kesehatan mental mereka.</p>



<p>MacNeil menekankan pentingnya mengubah frekuensi penggunaan perangkat digital. Menurutnya, hal ini akan memberikan efek yang berbeda terhadap apa yang kita rasakan.</p>



<p><p>Ia menekankan pentingnya menjaga jarak dengan perangkatnya. Melakukan hal ini secara otomatis memberikan kontrol dan perasaan bebas atas kehidupan.</p>
<figure id="attachment_3274" aria-describedby="caption-attachment-3274" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/maxim-ilyahov-unsplash.jpg" alt="Ilustrasi multitasking dengan gadget yang menimbulkan stress" width="750" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3274" class="wp-caption-text">Ilustrasi multitasking dengan gadget, Credit image: Maxim Ilyahov/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Manfaat digital detox pun tak hanya sampai di situ. Membatasi <em>screentime </em>dapat meningkatkan kualitas tidur, energi. Dari segi emosional, hal itu juga meningkatkan kehadiran kognitif, mengurangi kecemasan. Digital detox juga membuat kita bisa lebih fokus pada orang-orang tersayang.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Langkah-langkah Melakukan Digital Detox</strong></h3>



<p>Bagaimana memulai digital detox dan berapa waktu yang diperlukan? Secara umum, waktu yang dianjurkan adalah 30 hari. Meski begitu, bagi yang merasa kesulitan bisa memulai secara bertahap selama 7 hari.</p>



<p>Ada beberapa cara melakukan digital detox: Hal ini seperti yang telah ditekankan berulang kali oleh MacNeil. Batas dalam hal ini terkait dengan frekuensi dan jangkauan. Terkait ponsel, kamu bisa sesekali menyembunyikannya agar benda itu tak menjadi pusat perhatianmu. Jangan meletekannya di samping tempat tidur, agar membuka ponsel tak jadi kebiasaan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Ciptakan batas</h4>



<p>Batas ini juga bisa diterapkan dalam penggunaan aplikasi. Kamu bisa menghapus aplikasi yang dirasa terlalu menyita fokus. Hal ini bakal membuatmu nggak berusaha mencari mereka lagi. Perlunya mengunduh ulang bisa mencegahmu menghabiskan waktu terlalu lama di aplikasi itu.</p>



<p>Penggunaan lain terkait konsumsi informasi. Batasi konsumsi informasi negatif karena hal itu tidak bisa mengubah apapun. Justru sumber informasi itu bisa membuatmu stress. Jaga pola konsumsi informasi 2x sehari dengan mengandalkan sumber yang kredibel. Angka itu cukup untuk membuatmu <em>update </em>tanpa menambah beban pikiran.</p>



<p><p>Menemui akun yang terus-terusan menyebarkan negativisme? Kamu berhak menekan tombol unfollow atau mute demi ketenangan batinmu sendiri.</p>
<figure id="attachment_3271" aria-describedby="caption-attachment-3271" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/anthony-tran-pexels.jpg" alt="Ilustrasi me-time atau relaksasi dengan membaca buku" width="750" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3271" class="wp-caption-text">Ilustrasi me-time. Credit image: Anthony Tran/Pexels.</figcaption></figure></p>



<p>Kamu juga bisa menciptakan “no tech times” untuk memberi jarak dengan perangkat digitalmu. Misalnya, menghindari membuka media sosial hingga makan siang atau membalas chat ketika kerja.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Disiplin menjalankan beragam aturan</h4>



<p>Setelah berhasil memberi jarak dengan ponsel atau perangkat digital, kamu harus disiplin. Menjalankan aturan dengan konsisten.&nbsp;</p>



<p><p>Kamu bisa menerapkan aturan-aturan itu dalam kebiasaan sehari-hari. Ketimbang email, pesan, atau video chat, kamu bisa telpon saudara atau kekasihmu secara manual. Hal ini akan membuatmu terbebas dari screen-time yang membuat mata lelah. Kita juga jadi tak harus membaca social cue dari visual video call yang seringkali menghabiskan energi.</p>
<figure id="attachment_3273" aria-describedby="caption-attachment-3273" style="width: 751px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/dustin-belt-unsplash.jpg" alt="Ilustrasi menelepon secara manual untuk mengurangi penggunaan internet dan screentime" width="751" height="501"><figcaption id="caption-attachment-3273" class="wp-caption-text">Ilustrasi menelepon secara manual. Credit image: Dustin Belt/Unsplash.</figcaption></figure></p>



<p>Masih soal screen time, coba untuk membuka satu screen saja dalam sekali penggunaan. Stop multi-tasking seperti membuka TV dan ponsel sekaligus. Saat membuka internet, coba tentukan tujuan pencarian yang jelas. Search, jangan scroll. Hal ini akan membantumu fokus menemukan konten yang kamu cari ketimbang berlompatan dari satu konten ke yang lain.</p>



<p>Larang dirimu memakai ponsel pintar saat family time. Hal-hal sederhanaini akan menciptakan kebiasaan baru yang lebih sehat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tantang diri sendiri</h4>



<p><p>Agar tak ketergantungan teknologi, perluas wawasan dan kebiasaanmu melalui beragam aktivitas. Buat rencana kegiatan selama digital detox. Misalnya membaca novel atau buku yang tertunda sejak lama. Kamu juga bisa berolahraga, menulis, atau mendengarkan musik maupun podcast.</p>
<figure id="attachment_3271" aria-describedby="caption-attachment-3271" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/07/anthony-tran-pexels.jpg" alt="Ilustrasi me-time atau relaksasi dengan membaca buku" width="750" height="500"><figcaption id="caption-attachment-3271" class="wp-caption-text">Ilustrasi me-time. Credit image: Anthony Tran/Pexels.</figcaption></figure></p>



<p>Kadang, kamu perlu bantuan orang lain supaya bisa disiplin dalam menjalankan digital detox. Beri tahu orang-orang terdekatmu, minta mereka mengingatkanmu sesekali. Kalau memungkinkan, kamu juga bisa mengajak mereka ikutan digital detox. Aktivitas ini akan membawa banyak pengaruh baik buat kesehatan mental kalian.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/07/apa-itu-digital-detox-dan-kapan-kamu-memerlukannya/">Apa Itu Digital Detox dan Kapan Kamu Memerlukannya</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/07/apa-itu-digital-detox-dan-kapan-kamu-memerlukannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tools ini Bikin Remote Meeting Tetap Efektif!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/tools-ini-bikin-remote-meeting-tetap-efektif/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/tools-ini-bikin-remote-meeting-tetap-efektif/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2020 03:49:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Google Meet]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[Miro]]></category>
		<category><![CDATA[Remote Meeting]]></category>
		<category><![CDATA[Slack]]></category>
		<category><![CDATA[WebEx]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3255</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seiring dengan maraknya Work From Home, muncul juga tren lain dalam sistem kerja: Remote Meeting. Menyesuaikan kultur saat bekerja di kantor dengan kondisi di rumah tentu nggak mudah. Nggak terkecuali adaptasi dalam rapat virtual. Ini adalah tools yang akan memastikan remote meeting tetap berjalan dengan efektif! Pra-Rapat: Brainstorming, Planning, Scheduling Seperti halnya rapat face-to-face, ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/tools-ini-bikin-remote-meeting-tetap-efektif/">Tools ini Bikin Remote Meeting Tetap Efektif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seiring dengan maraknya Work From Home, muncul juga tren lain dalam sistem kerja: Remote Meeting. Menyesuaikan kultur saat bekerja di kantor dengan kondisi di rumah tentu nggak mudah. Nggak terkecuali adaptasi dalam rapat virtual. Ini adalah tools yang akan memastikan remote meeting tetap berjalan dengan efektif!</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Pra-Rapat: Brainstorming, Planning, Scheduling</strong></h4>



<p>Seperti halnya rapat face-to-face, ada aspek-aspek yang perlu disiapkan sebelum remote meeting. Pertama, soal presentasi yang akan disajikan. Hal ini mencakup proses brainstorming dan planning. Kedua, soal waktu pelaksanaan dan metode yang akan digunakan.</p>
<p>



</p>
<p><a href="https://miro.com/">Miro</a> dapat menjadi salah satu tools brainstorming dan planning yang efektif. Tools ini tersedia dalam bentuk aplikasi maupun website. Penggunaan Miro sangat luas, mulai dari mengelola catatan, media, data, dan beragam input lain dengan format maupun sumber yang berbeda. Alat ini memungkinkan kolaborasi secara remote. Partisipan dapat bergabung dari lokasi manapun dalam sesi <em>whiteboard</em> yang bisa dibagikan via tautan. </p>



<p><p>Seluruh peserta sesi juga bisa melihat siapa yang melakukan pembaruan pada dokumen. Melalui paket premium, pengguna bisa membagikan atau bergabung dengan sesi whiteboard melalui fitur screen sharing. Tak ada jumlah batasan untuk partisipan!</p>
<figure id="attachment_3261" aria-describedby="caption-attachment-3261" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/MIRO-SOFTWARE-ADVICE.png" alt="Tampilan Miro yang punya banyak sticky notes dan white board untuk proses brainstorming " width="600" height="369"><figcaption id="caption-attachment-3261" class="wp-caption-text">Tampilan Miro. Credit image: Software Advice.</figcaption></figure></p>



<p>Serupa dengan Miro, <a href="http://trello.com">Trello</a> mengusung konsep remote collaboration. Alat ini mengadopsi metode Kanban yakni to do list-doing-done yang akan meningkatkan produktivitas. Fitur-fiturnya meliputi board dan card yang memiliki checklist, kolom attachment, dan diskusi. Seluruhnya akan membuatmu dan tim kerja memiliki planning yang lebih terstruktur.</p>



<p>Untuk mengatur jadwal atau deadline, SessionLab bisa jadi pilihan. Alat ini sangat cocok untuk merancang sesi-sesi pada meeting. Seluruh modul dan pelatihan yang sudah dimasukkan ke sistem dapat dengan mudah dicari dan digunakan. Alat ini menciptakan plan meeting yang sempurna sekaligus membuat workflow lebih sistematis. Tersedia juga lebih dari 500 inspirasi workshop yang akan berguna untuk menciptakan rapat yang lebih engaging.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Saat Meeting: Time &amp; Process Management</strong></h4>
<figure id="attachment_3262" aria-describedby="caption-attachment-3262" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/TRANMAURITRAM-PEXELS-1024x661.jpeg" alt="Ilustrasi time dan process management saat remote meeting menggunakan alat seperti Slack" width="1024" height="661" /><figcaption id="caption-attachment-3262" class="wp-caption-text">Ilustrasi time dan process management saat remote meeting. Credit image: Tranmauritram/Pexels.</figcaption></figure>



<p>Manajemen waktu dan proses sangat penting saat kerja remote atau work from home,&nbsp;</p>



<p><p>Tools remote meeting yang bisa menjadi pilihan untuk mempermudah alokasi rapat adalah <a href="https://slack.com">Slack</a>. Alat ini sangat mempermudah komunikasi saat rapat. Tak perlu lagi sibuk menggunakan email atau tautan, semuanya dipermudah dengan channel.&nbsp; Channel ini dapat dikategorikan sesuai divisi atau projek, sehingga percakapan lebih terarah.</p>
<figure id="attachment_3263" aria-describedby="caption-attachment-3263" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/windows-hero-desktop-1024x756.png" alt="Tampilan Slack untuk memantau proses remote meeting" width="1024" height="756"><figcaption id="caption-attachment-3263" class="wp-caption-text">Tampilan Slack. Credit image: Slack.com</figcaption></figure></p>



<p>Partisipan memiliki banyak hal yang bisa dilakukan lewat alat ini. Terintegrasi dengan layanan storage dan media sosial, proses meeting akan terasa jauh lebih mudah. Alat ini juga bisa dipakai secara gratis selama 3 bulan.&nbsp;</p>



<p>Tools lain yang tak kalah menarik untuk manajemen meeting adalah Basecamp. Alat ini memfasilitasi beragam task management hingga document management. Peserta rapat bisa melakukan percakapan, membagikan file, sekaligus mencatat <em>milestone</em> lewat <em>milestone tracking</em>.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Saat Meeting: Video Conference Tools</h4>
<figure id="attachment_3259" aria-describedby="caption-attachment-3259" style="width: 683px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/IVAN-SAMKOV-PEXELS-683x1024.jpeg" alt="Ilustrasi remote meeting memakai video conference seperti Zoom, Skype, Google Meet atau WebEx" width="683" height="1024" /><figcaption id="caption-attachment-3259" class="wp-caption-text">Ilustrasi remote meeting memakai video conference. Credit image: Ivan Samkov Pexels.</figcaption></figure>



<p>Untuk mendukung proses rapat virtual, tentu perlu ada media untuk memfasilitasi tatap muka. Aplikasi video conferencing masih menjadi andalan sebagian besar perusahaan. Tools yang satu ini pastinya sangat krusial dalam pengadaan remote meeting. Tempat tinggal karyawan bisa jadi beda zona waktu dan beda kondisinya. Hal ini bisa diselesaikan dengan aplikasi video conference dengan fitur mumpuni.&nbsp;</p>



<p>Misalnya saja Google Meet dengan fitur noise cancelling. Fitur ini akan sangat membantu meminimalisir gangguan saat rapat online. Misalnya saja suara yang tidak dikehendaki, seperti suara piring, suara anak, hingga hewan peliharan. Suara itu nantinya tidak akan masuk ke percakapan rapat sehingga efisiensi meeting akan terjaga.</p>



<p>Untuk perusahaan besar yang membutuhkan “ruang” rapat lebih besar, solusinya adalah Microsoft 365 Integration. Alat ini bisa menampung hingga 10.000 peserta rapat. Fitur menarik lainnya adalah undangan rapat, caption, dan background blur seperti pada Skype.&nbsp;</p>



<p>Jika ingin menjajal tools video conferencing yang tak berbayar, bisa melirik Cisco WebEx Meetings. Batas pesertanya cukup tinggi yakni 100 orang. Pengguna tinggal melakukan pendaftaran pada situs Webex atau mengunduh aplikasinya. Paket non-berbayar ini sudah termasuk 1GB cloud, dan frekuensi serta durasi meeting yang tak berbatas. Peserta rapat juga bisa merekam percakapan dalam format MP4 yang keamanannya terjaga dari pihak luar melalui enkripsi.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Pasca-Rapat: Notulensi dan Penyimpanan Dokumen </strong></h4>
<figure id="attachment_3260" aria-describedby="caption-attachment-3260" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/LINA-KIVAKA-PEXELS-1024x683.jpeg" alt="Ilustrasi notulensi saat meeting online" width="1024" height="683" /><figcaption id="caption-attachment-3260" class="wp-caption-text">Ilustrasi notulensi saat meeting online. Credit image: Lina Kivaka/Pexels.</figcaption></figure>



<p><p>Setelah selesai proses remote meeting, kamu mungkin perlu mencatat atau menyimpan beberapa dokumen. Evernote memudahkanmu mengatur konten tersebut. Sebut saja menghighlight teks pada web, mengambil screenshot atau menulis catatan pribadi. Nantinya, catatan yang terkumpul bisa dibagikan atau ditujukan pada orang tertentu.</p>
<figure id="attachment_3258" aria-describedby="caption-attachment-3258" style="width: 665px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/homepage-hero-desktop.png" alt="Tampilan Evernote yang memiliki banyak fitur untuk menulis catatan saat rapat" width="665" height="396"><figcaption id="caption-attachment-3258" class="wp-caption-text">Tampilan Evernote. Credit image: Evernote.com.</figcaption></figure></p>



<p>Cloud storage adalah hal yang penting untuk menyusun dokumen pasca remote meeting. Tools yang bisa dicoba adalah Dropbox atau Google Drive. Keduanya memungkinkan sinkronisasi dan proses penyimpanan maupun publikasi dokumen yang sangat mudah. Limit Dropbox untuk free user adalah 20 GB dan untuk business plan mencapai 200GB. Sementara, Google Drive memberikan jatah 15GB bagi pengguna gratis.</p>



<p>Sudah siap menyambut new normal dengan remote meeting? Jangan lupa manfaatkan tools ini, ya.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/tools-ini-bikin-remote-meeting-tetap-efektif/">Tools ini Bikin Remote Meeting Tetap Efektif!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/tools-ini-bikin-remote-meeting-tetap-efektif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Ketinggalan, Ini Tampilan Terbaru iOS 14</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/jangan-ketinggalan-ini-tampilan-terbaru-ios-14/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/jangan-ketinggalan-ini-tampilan-terbaru-ios-14/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2020 03:26:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[iOS 14]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3246</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minggu lalu, kita telah membahas prediksi fitur-fitur baru yang akan diluncurkan pada Apple WWDC 2020. Saatnya membuktikan prediksi tersebut lewat tampilan terbaru iOS 14 yang resmi dirilis Senin (22/6/2020) lalu! Home Screen iOS 14 dan Pengaturan Widget yang Minimalis Apple membuat tampilan home screen mereka lebih sederhana. Sekarang, pengguna bisa mengelompokkan aplikasi lebih mudah, tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/jangan-ketinggalan-ini-tampilan-terbaru-ios-14/">Jangan Ketinggalan, Ini Tampilan Terbaru iOS 14</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Minggu lalu, kita telah membahas prediksi fitur-fitur baru yang akan diluncurkan pada Apple WWDC 2020. Saatnya membuktikan prediksi tersebut lewat tampilan terbaru iOS 14 yang resmi dirilis Senin (22/6/2020) lalu!</p>



<h3 class="wp-block-heading">Home Screen iOS 14 dan Pengaturan Widget yang Minimalis</h3>



<p>Apple membuat tampilan home screen mereka lebih sederhana. Sekarang, pengguna bisa mengelompokkan aplikasi lebih mudah, tak lagi seperti sistem halaman.&nbsp;</p>



<p><p>Apple juga memperkenalkan <em>widget</em> yang menggunakan<em> artificial intelligence</em> (AI) untuk memprediksi data yang relevan bagi penggunanya. Widget kini menampilkan informasi yang lebih lengkap dan bisa ditambahkan ke home screen. Widget juga bisa diganti sesuka hari sesuai kebutuhan pengguna. Misalnya saja dalam hal ukuran atau tata letak.</p>
<figure id="attachment_3250" aria-describedby="caption-attachment-3250" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/howtogeek.jpg" alt="Tampilan homescreen dan widget pada iOS14 yang lebih sederhana dan minimalis" width="650" height="465"><figcaption id="caption-attachment-3250" class="wp-caption-text">Tampilan homescreen dan widget pada iOS14. Credit image: Howtogeek.</figcaption></figure></p>



<p>Home Screen iOS 14 kini juga punya fitur mirip split screen yang dinamakan Picture-in-Picture. Fitur ini cocok untuk multi-tasking, contohnya menonton series sambil scrolling media sosial.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pembaruan pada Fitur Pesan iOS 14</h3>



<p>Fitur-fitur baru yang mirip fitur WhatsApp ini akan ditambahkan ke iMessages. Pertama, ada mode mentions untuk menandai orang dalam grup chat melalui tanda “@”. Selain itu ada juga Pinned conversation supaya chat penting tetap berada di atas.</p>



<p><p>Pembaruan lainnya adalah inline replies, group photo, dan sejumlah emoji maupun emoji stickers baru yang dapat digunakan pengguna iOS maupun iPadOS.</p>
<figure id="attachment_3251" aria-describedby="caption-attachment-3251" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/macrumors-2-1024x582.jpg" alt="Tampilan chat pada iOS14 yang punya fotur mirip WhatsApp" width="1024" height="582"><figcaption id="caption-attachment-3251" class="wp-caption-text">Tampilan chat pada iOS14. Credit image: Macrumors.</figcaption></figure></p>



<h3 class="wp-block-heading">App Clips</h3>



<p>Aplikasi ini menjadi salah satu App Clips adalah fitur baru yang menyertai App Store di <a href="https://mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com/tag/iOS-14">iOS 14</a>. Aplikasi ini jadi salah satu andalan untuk mempersingkat waktu melakukan suatu aktivitas lho. Kenapa? Fitur ini membuatmu mendapatkan akses ke sebuah aplikasi, tanpa perlu mengunduh aplikasinya secara lengkap.&nbsp;</p>



<p><p>Misalnya, App Clip Code yang diletakkan di tempat parkir akan membuat pengguna lebih cepat melakukan transaksi. Caranya dengan memuat sebagian fitur aplikasi saja, yakni hanya bagian yang memuat menu pembayaran. Pengguna bahkan bisa melewati entri kartu kredit dengan menggunakan Apple Pay.</p>
<figure id="attachment_3248" aria-describedby="caption-attachment-3248" style="width: 680px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/app-clips-1.jpg" alt="App Clips yang akan memudahkan kegiatanmu karena tidak harus mengunduh keseluruhan aplikasi untuk dapat menggunakannya" width="680" height="382"><figcaption id="caption-attachment-3248" class="wp-caption-text">App Clips yang akan memudahkan kegiatanmu. Credit image: Tech Crunch.</figcaption></figure></p>



<h3 class="wp-block-heading">Penyederhanaan Tampilan Panggilan&nbsp;</h3>



<p>Notifikasi telepon seringkali mengganggu aktivitas lain seperti saat melakukan FaceTime. Kini, Apple mendesain User Interface di iOS 14 lebih minimalis. Mode menerima panggilan tak lagi memakan layar secara penuh.</p>



<p>Selain pada FaceTime, Siri juga mendapat fitur screen minimalis yang serupa. Selain itu, ada fitur tambahan lain. Sebut saja fitur pencarian jawaban di web maupun pengiriman pesan dengan rekaman suara via iMessage.</p>



<h3 class="wp-block-heading">IPhone Bisa Dijadikan Kunci Mobil</h3>



<p><p>Pengguna bisa memakai iPhone dan <a href="https://mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com/tag/Apple">Apple</a> Watch sebagai kunci mobil digital. Kunci mobil digital ini bisa dibagikan lewat Messages. Tersedia juga beberapa pengaturan untuk otorisasi kendaraan sesuai kebutuhan. Fitur ini ditambahkan lewat Aplikasi CarPlay. Untuk sementara, baru BMW Seri 5 tahun 2021, yang akan diluncurkan bulan depan, yang memiliki fitur ini.</p>
<figure id="attachment_3249" aria-describedby="caption-attachment-3249" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/dailyguardian-1024x576.jpg" alt="Ilustrasi iPhone sebagai remote mobil digital melalui aplikasi CarPlay" width="1024" height="576"><figcaption id="caption-attachment-3249" class="wp-caption-text">Ilustrasi iPhone sebagai remote mobil digital. Credit image: Daily Guardian.</figcaption></figure></p>



<h3 class="wp-block-heading">Mode Advanced dari Safari iOS 14</h3>



<p>Browser buatan mereka juga mengalami beberapa pembaruan penting untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Salah satunya adalah penerjemahan website berbahasa asing.&nbsp;</p>



<p>Kita seringkali dibuat pusing ketika harus mencari informasi dari situs yang bahasanya tidak familiar. Fitur baru Safari akan membantu menerjemahkan seluruh aspek website ke beberapa pilihan bahasa lewat teknologi Neural Engine. Selain itu, Safari juga meningkatkan privasi dan tampilan mereka.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Apple Maps</h3>



<p>Aplikasi satu ini dibuat untuk memudahkan pengendara mobil elektrik. Lewat fitur ini, pengendara dapat mengetahui rute-rute yang melewati tempat pengisian ulang baterai. Tujuannya agar pengendara lebih mudah melakukan pengisian ulang sepanjang perjalanan.&nbsp;</p>



<p>Apple bekerja sama dengan sejumlah pabrikan otomotif. Nantinya, fitur ini beroperasi dengan mengolah data berdasarkan kendaraan yang digunakan, kondisi sekitar dan destinasi yang akan dituju. Seluruh data itu pun kemudian dikalkulasi untuk dapat menentukan kebutuhan daya serta rute yang paling optimal.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/jangan-ketinggalan-ini-tampilan-terbaru-ios-14/">Jangan Ketinggalan, Ini Tampilan Terbaru iOS 14</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/jangan-ketinggalan-ini-tampilan-terbaru-ios-14/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Iflix Nggak Jadi Tutup, Justru Dibeli Tencent</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/iflix-nggak-jadi-tutup-justru-dibeli-tencent/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/iflix-nggak-jadi-tutup-justru-dibeli-tencent/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2020 03:12:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[iFlix]]></category>
		<category><![CDATA[Tencent]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah dirumorkan hampir mengalami kebangkrutan, Iflix justru mengumumkan akuisisi oleh Tencent. Hal ini menjadi jalan bagi Tencent untuk memperluas layanan videonya, WeTV ke Asia Tenggara. Di Balik Akuisisi Tencent Tencent melihat ini untuk menjangkau lebih banyak penonton dan meningkatkan pengalaman menonton. Menurut mereka, hal ini akan sangat didukung oleh 13 negara yang telah menjadi basis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/iflix-nggak-jadi-tutup-justru-dibeli-tencent/">Iflix Nggak Jadi Tutup, Justru Dibeli Tencent</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah dirumorkan hampir mengalami kebangkrutan, Iflix justru mengumumkan akuisisi oleh Tencent. Hal ini menjadi jalan bagi Tencent untuk memperluas layanan videonya, WeTV ke Asia Tenggara.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Di Balik Akuisisi Tencent</h3>



<p>Tencent melihat ini untuk menjangkau lebih banyak penonton dan meningkatkan pengalaman menonton. Menurut mereka, hal ini akan sangat didukung oleh 13 negara yang telah menjadi basis iFlix.</p>



<p>WeTv yang dimiliki Tencent mulai tayang secara internasional di Thailand. Ekspansi ini diharapkan bisa meraup lebih banyak pengguna streaming video, apalagi iFlix telah digunakan lebih dari 25 juta orang.</p>



<p><p>Tencent memang telah disebut sebagai pembeli paling potensial sejak kabar iFlix dijual berhembus. Perusahaan ini memang sedang gencar-gencarnya melakukan ekspansi beberapa tahun terakhir. Mereka juga menyasar pasar Asia Tenggara sejak lama.</p>
<p>&nbsp;</p></p>



<p>Akuisisi yang terjadi meliputi semua konten, teknologi, dan sumber daya yang dimiliki oleh Iflix. Tencent mengutamakan konten yang sedang diminati pasar mulai dari acara TV, film, dokumen asli lokal yang bisa diakses dengan internet. Sampai saat ini, nilai akuisisi Tencent terhadap iFlix belum diungkap ke publik.</p>



<p><p>Tampaknya Tencent belum ingin mengakhiri ekspansi mereka. Selain iFlix, Tencent juga dikabarkan akan mencaplok layanan streaming pesaingnya di China, yakni iQiyi.</p>
<figure id="attachment_3243" aria-describedby="caption-attachment-3243" style="width: 620px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/SINDONEWS.jpg" alt="Ilustrasi WeTV, layanan streaming video milik Tencent yang pertama kali diluncurkan di Thailand" width="620" height="413"><figcaption id="caption-attachment-3243" class="wp-caption-text">Ilustrasi WeTV. Credit image: Sindo News.</figcaption></figure></p>



<h3 class="wp-block-heading">Iflix akan Ganti Nama?</h3>



<p>Beberapa rumor menyebutkan iFlix akan berubah nama sejak akuisisi terjadi.&nbsp;</p>



<p>Namun menurut laporan <em>Variety</em>, Iflix disebut masih akan menggunakan nama mereknya saat ini hingga 6-12 bulan ke depan, termasuk para karyawannya. Marc Barnett juga masih akan menjabat sebagai CEO Iflix dalam waktu yang tidak ditentukan. Belum diketahui bagaimana nasib para karyawan iFlix setelah akuisisi ini.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perjalanan Terjal iFlix</h3>



<p><p>Iflix adalah aplikasi streaming video besutan Malaysia yang mulai mengembangkan sayap tahun 2014. Dilansir <em>Variety</em>, hingga April 2020, sudah ada lebih dari 25 juta pelanggan Iflix di 13 negara di Asia Tenggara. Sebut saja Indonesia, Filipina, Thailand, Brunei, Nepal, Sri Lanka, Maladewa, Myanmar, Pakistan, Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Bangladesh.</p>
<figure id="attachment_3242" aria-describedby="caption-attachment-3242" style="width: 830px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/SINAR-HARAPAN.jpg" alt="Ilustrasi iFlix, layanan streaming video yang berbasis di Malaysia" width="830" height="498"><figcaption id="caption-attachment-3242" class="wp-caption-text">Ilustrasi iFlix. Credit image: Sinar Harapan.</figcaption></figure></p>



<p>Sayangnya hal tersebut tak diimbangi dengan performa yang baik. Kerugian iFlix justru meningkat 30% setelah pajak sejak 2018 bahkan mencapai nilai 158 juta dolar AS. iFlix sebetulnya mendapatkan suntikan dana sebesar 348 juta dollar AS pada tahun 2014 lalu. Namun, akumulasi kerugian yang didapat lebih besar yakni 378,5 juta dollar AS sepanjang periode.</p>



<p>Keadaan makin dipersulit oleh pandemi COVID-19. Anggaran iklan mereka mulai tersendat. Akibatnya, mereka menggunakan cadangan kas yang tersisa hingga mereka kehabisan uang.</p>



<p>Iflix akhirnya mengumumkan PHK lebih dari 50 staf pada April 2020. Pada bulan yang sama, dua pendiri Iflix, Patrick Grove dan Luke Elliott, mengundurkan diri dari dewan direksi. Tak sampai di situ, kedua direktur mereka David Nairn dan Mark Andrew Licciardo juga memutuskan hengkang di hari yang sama.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/iflix-nggak-jadi-tutup-justru-dibeli-tencent/">Iflix Nggak Jadi Tutup, Justru Dibeli Tencent</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/iflix-nggak-jadi-tutup-justru-dibeli-tencent/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Protokol Kesehatan Gojek Sebagai Strategi New Normal</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2020 03:50:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Gojek]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3227</guid>

					<description><![CDATA[<p>‘New Normal’ siap menjadi kultur baru di Indonesia. Perlahan menggeliat dari pandemi COVID-19, seluruh sektor mulai bergerak. Tak terkecuali layanan ojek online dan pesan antar makanan. Gojek menunjukkan komitmennya melalui penerapan sederet protokol kesehatan untuk sambut New Normal. Bagi Para Mitra Gojek Gojek telah menyiapkan posko aman bagi para mitranya. Hal ini untuk menjamin kesehatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/">Inilah Protokol Kesehatan Gojek Sebagai Strategi New Normal</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>‘New Normal’ siap menjadi kultur baru di Indonesia. Perlahan menggeliat dari pandemi COVID-19, seluruh sektor mulai bergerak. Tak terkecuali layanan ojek online dan pesan antar makanan. Gojek menunjukkan komitmennya melalui <a href="https://www.gojek.com/blog/gojek/posko-aman-bersama-gojek/">penerapan sederet protokol kesehatan</a> untuk sambut New Normal.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagi Para Mitra Gojek</strong></h4>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek telah menyiapkan posko aman bagi para mitranya. Hal ini untuk menjamin kesehatan dan kebersihan mitra maupun kendaraan mereka. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Posko Aman Bersama ini dioperasikan secara bertahap di 16 kota mulai dari Jabodetabek hingga Batam. Posko ini juga memiliki petugas yang terlatih, termasuk mitra yang tergabung dalam beragam komunitas. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan pendapatan tambahan bagi mereka.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Undangan untuk menyambangi Posko Aman Bersama bagi mitra akan dikirim lewat aplikasi. Nantinya di posko ini, mitra akan mendapat tiga jenis layanan. </p>
<figure id="attachment_3232" aria-describedby="caption-attachment-3232" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/posko-aman-bersama-gojek-03-1024x684.jpg" alt="Pengecekan Suhu Tubuh Driver dilakukan secara rutin" width="1024" height="684" /><figcaption id="caption-attachment-3232" class="wp-caption-text">Pengecekan Suhu Tubuh Driver. Credit image: Gojek.com.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Pertama, pengecekan suhu tubuh. Mitra akan diukur suhunya minimal satu minggu sekali. Data pengukuran akan dikumpulkan dalam sistem. Sehingga, pengguna tak perlu khawatir karena Gojek memastikan kesehatan para mitra sebelum kembali beroperasi.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Kedua, pembagian paket kesehatan setiap bulan. Paket kesehatan bagi para mitra terdiri atas masker, hand sanitizer, dan vitamin. Ketiga, penyemprotan kendaraan dengan disinfektan. Protokol ini akan menjamin kebersihan kendaraan sebelum mitra menjemput penumpang. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Ketiga layanan tersebut tetap mematuhi physical distancing karena dilakukan secara drive thru.</p>
<figure id="attachment_3231" aria-describedby="caption-attachment-3231" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/posko-aman-bersama-gojek-01-1024x684.jpg" alt="Sterilisasi Kendaraan Driver dilakukan secara rutin melalui posko" width="1024" height="684" /><figcaption id="caption-attachment-3231" class="wp-caption-text">Sterilisasi Kendaraan Driver. Credit image: Gojek.com</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek juga rutin mengedukasi para mitra tentang kebiasaan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut meliputi istirahat yang cukup, rajin cuci tangan, menggunakan hand sanitizer, masker, dan sarung tangan saat bertugas. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Driver juga dihimbau untuk membersihkan helm dengan disinfektan secara rutin. Tak sampai di situ, Gojek juga meminta para driver membersihkan kendaraan mereka. Hal ini ditekankan mengingat banyak area motor kerap terpapar kontak fisik. Misalnya saja bagian pegangan belakang jok, rem tangan, maupun stang motor. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Sebagai pencegahan menularnya COVID-19, driver diminta mengurangi kontak fisik maupun pembicaraan dengan pelanggan.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagi para Pengguna Layanan Gojek</strong></h4>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek memberikan standar layanan baru bagi pengguna maupun mitra, yakni Sekat Pelindung. Sekat ini akan berperan sebagai proteksi ekstra dari penyebaran virus saat berkendara. Sekat ini diberikan gratis secara bertahap pada layanan GoCar di 16 kota.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Pengguna juga diberikan <a href="https://www.gojek.com/blog/gojek/info-driver-lebih-lengkap/">akses data kesehatan para driver</a>. Misalnya status verifikasi suhu tubuh driver maupun kebersihan kendaraan mereka. Data ini bisa diakses melalui aplikasi Gojek, tepatnya pada bagian profil driver, setelah pelanggan memesan layanan Go-Ride maupun Go-Car.</p>
<figure id="attachment_3229" aria-describedby="caption-attachment-3229" style="width: 585px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/info-driver-lebih-lengkap-IDN-585x1024.jpg" alt="Status Verifikasi Suhu dan Kendaraan Driver yang bisa dilihat pengguna lwat aplikasi" width="585" height="1024" /><figcaption id="caption-attachment-3229" class="wp-caption-text">Status Verifikasi Suhu dan Kendaraan Driver. Credit image: Gojek.com.</figcaption></figure>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek menyarankan pengguna memakai helm sendiri untuk layanan Go-Ride. Gojek juga menghimbau penumpang mematuhi anjuran kesehatan COVID-19. Misalnya menerapkan etika bersin dan batuk, memakai masker, dan hand sanitizer. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Serupa dengan Go-Ride, pada layanan Go-Car, penumpang diminta memakai hand sanitizer sebelum dan setelah memegang gagang pintu mobil. Penumpang juga dilarang membuang sampah seperti masker atau tisu di dalam mobil. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Gojek juga berkomitmen membagikan masker dan hairnet bagi pengguna sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, Gojek menganjurkan pembayaran menggunakan Gopay untuk meminimalisir kontak fisik selama transaksi.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/">Inilah Protokol Kesehatan Gojek Sebagai Strategi New Normal</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/inilah-protokol-kesehatan-gojek-sebagai-strategi-new-normal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Belum Bisa Cashless Society, Less Cash Society Adalah Jawabannya</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/indonesia-belum-bisa-cashless-society-less-cash-society-adalah-jawabannya/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/indonesia-belum-bisa-cashless-society-less-cash-society-adalah-jawabannya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2020 03:36:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Analysis]]></category>
		<category><![CDATA[Cashless Society]]></category>
		<category><![CDATA[Less Cash Society]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dilansir dari Kompas.com, terjadi peningkatan signifikan pada transaksi dompet digital selama pandemi. DANA mencatat transaksi online tumbuh sebanyak 15 persen, begitu pula dengan OVO yang mendulang kenaikan hingga 100 persen. Hal ini kembali membuka harapan akan Cashless Society di Indonesia yang telah digadang-gadang sejak 2014. Namun, akankah wacana tersebut terwujud dalam waktu dekat?&#160; Kilas Balik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/indonesia-belum-bisa-cashless-society-less-cash-society-adalah-jawabannya/">Indonesia Belum Bisa Cashless Society, Less Cash Society Adalah Jawabannya</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dilansir dari <a href="https://money.kompas.com/read/2020/05/26/074100326/ada-pandemi-transaksi-dompet-digital-melonjak.">Kompas.com</a>, terjadi peningkatan signifikan pada transaksi dompet digital selama pandemi. DANA mencatat transaksi <em>online</em> tumbuh sebanyak 15 persen, begitu pula dengan OVO yang mendulang kenaikan hingga 100 persen. Hal ini kembali membuka harapan akan <em>Cashless Society </em>di Indonesia yang telah digadang-gadang sejak 2014. Namun, akankah wacana tersebut terwujud dalam waktu dekat?&nbsp;</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Kilas Balik Cashless Society di Indonesia</strong></h4>



<p>Berkembangnya sistem perekonomian nasional ke perekonomian global membuat masyarakat masa kini cenderung tertarik dengan model transaksi <em>e-commerce</em> yang tak mengharuskan pertemuan antara penjual dan pembeli. Sistem ini semakin didukung oleh munculnya <em>merchant </em>atau gerai perbelanjaan yang menyediakan pembayaran via uang elektronik. Inilah akar dari <em>Cashless Society </em>alias kondisi masyarakat yang bertransaksi tanpa uang tunai, melainkan Uang Elektronik maupun Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). APMK terdiri dari kartu ATM/Debit hingga kartu Kredit. Uang Elektronik bisa dibedakan menjadi dua yakni <em>chip/card based </em>misalnya Flazz, Brizzi, Tapcash atau <em>server based </em>misalnya OVO, GoPay, atau LinkAja.</p>



<p><p>Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia sejak 2014 menjadi tonggak transformasi Indonesia menuju <em>Cashless Society</em>. Strategi ini dilanjutkan melalui <em>e-toll </em>atau sistem non-tunai untuk pembayaran tol pada 2017 dan peluncuran QRIS tahun 2019.</p>
<figure id="attachment_3220" aria-describedby="caption-attachment-3220" style="width: 560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Jalan-Tikus.jpg" alt="E-toll untuk membayar tol di Indonesia menjadi awal mula wacana cashless society" width="560" height="350"><figcaption id="caption-attachment-3220" class="wp-caption-text">E-toll untuk membayar tol di Indonesia. Credit image: Jalan Tikus.</figcaption></figure>
<p>QRIS merupakan QR Code yang dikeluarkan Bank Indonesia sebagai standar pembayaran digital melalui aplikasi Uang Elektronik <em>server based</em>, dompet digital, maupun <em>mobile banking</em>. Sembilan bulan sejak peluncurannya pada 17 Agustus 2019, QRIS telah dipakai oleh 2,7 juta <em>merchants </em>di seluruh Indonesia.</p></p>



<p>Hingga tahun 2019, penggunaan Uang Elektronik di Indonesia mencapai Rp 16,9 Triliun, meningkat lebih dari lima kali lipat dari tahun sebelumnya. Pemakaian APMK juga mengalami pertumbuhan. Jika pada tahun 2014, pemakai kartu ATM/Debit hanya 112, 9 juta, pada 2019 penggunanya meningkat 54% sebanyak 174,4 juta. Begitu juga dengan penggunaan kartu ATM yang naik 25% dan kartu Kredit yang mengalami pertumbuhan sebanyak 8,75% dari periode 2014-2019.</p>



<p>Hasil <a href="https://www.ipsos.com/sites/default/files/ct/news/documents/2020-01/ims-2020-summary-v1.pdf">survei yang dilakukan IPSOS Indonesia</a> pada awal 2020 menunjukkan perkembangan <em>Cashless Society</em> yang cukup menggembirakan. Survei ini mengambil sampel sebanyak 1000 responden yang tersebar di beberapa pulau: Jawa (66%), Sumatra (21%), Kalimantan (6%), Sulawesi (4%), Bali (4%) and Nusa Tenggara (1%). Ternyata, 47% dari mereka menggunakan lebih dari satu jenis <em>digital wallets. </em>E-Money dan Flazz merupakan kartu yang paling banyak dipakai untuk bertransaksi. Sebanyak 23% dari mereka bahkan memiliki lebih dari tiga <em>non-cash cards</em>. Responden menggunakan transaksi non-tunai untuk melakukan beragam aktivitas seperti belanja online, membayar tagihan listrik, membeli makanan di restoran, menggunakan transportasi umum, menonton film, hingga layanan <em>digital banking </em>lainnya.</p>



<p>Apakah data ini lantas menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi <em>Cashless Society</em>? Saatnya belajar dari negara lain.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Studi Kasus Cashless Society: Swedia vs Kanada</strong></h4>



<p><p>Swedia merupakan salah satu negara yang kerap diunggulkan dalam memasyarakatkan <em>Cashless Society. </em>Data Swedish Central Bank menunjukkan perkembangan signifikan pada penggunaan beragam jenis kartu, sedangkan penarikan <em>cash </em>menurun tajam sebanyak 10% per tahun sejak 2015-2017. Hingga awal 2018, <em>cash </em>hanya merepresentasikan 1 % dari <em>Gross Domestic Product</em> di negara ini. Swedia bahkan sedang mengembangkan mata uang digital mereka sendiri, yakni <em>e-krona</em>. Menurut GlobalData, Swedia selangkah lebih maju dari negara lain dalam hal <em>Cashless Society </em>mengingat 80% penduduknya telah beralih ke kartu sebagai alat pembayaran.</p>
<figure id="attachment_3221" aria-describedby="caption-attachment-3221" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Negative-Space-Pexels-1024x682.jpg" alt="Ilustrasi pemakaian kartu kredit untuk bertransaksi dari rumah" width="1024" height="682"><figcaption id="caption-attachment-3221" class="wp-caption-text">Ilustrasi pemakaian kartu kredit. Credit image: Negative Space/Pexels</figcaption></figure></p>



<p><p>Hal ini tentu tak terlepas dari karakteristik penduduk Swedia sendiri. Mereka bisa dibilang sudah cukup melek teknologi, serta memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap pemerintah dan otoritas. Sebanyak dua per tiga dari populasi mereka menggunakan Swish, sebuah aplikasi untuk melakukan transaksi keuangan melalui nomor ponsel yang telah terhubung dengan rekening bank. Layanan e-Bank seperti BankID yang merupakan kolaborasi bank-bank besar di Swedia juga menjadi favorit para penduduk. Setiap tahunnya, BankID bisa menerima delapan juta pengguna. Tak hanya mengandalkan kartu atau ponsel, Swedia juga punya <em>chip </em>Biohax yang memungkinkan mereka membayar tiket perjalanan hingga beragam makanan dari <em>vending machine </em>hanya dengan lambaian tangan.</p>
<figure id="attachment_3217" aria-describedby="caption-attachment-3217" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Gustavo-Fring-Pexels-1024x682.jpeg" alt="Ilustrasi pembayaran secara contactless dengan smartphone yang mulai merambah bisnis kecil" width="1024" height="682"><figcaption id="caption-attachment-3217" class="wp-caption-text">Ilustrasi pembayaran secara contactless dengan smartphone. Credit image: Gustavo Fring/Pexels</figcaption></figure></p>



<p>Swedia terus berkomitmen melakukan pengembangan <em>Cashless Society </em>melalui proyek P27. Proyek ini bertujuan menciptakan infrastruktur pembayaran lintas-jarak bagi 27 juta penduduk Denmark, Swedia, Norwegia, dan Finlandia. Infrastruktur ini mempermudah proses transaksi keuangan lebih mudah dengan memfasilitasi konversi mata uang secara instan.</p>



<p><p>Kanada, pada satu sisi berada pada klasemen puncak <em>Cashless Society </em>per Maret 2019 menurut laporan <a href="https://www.fisglobal.com/en-gb/insights/merchant-solutions-worldpay/article/cashless-society-learning-from-global-markets">FIS Global</a>. Hingga 2016, 40% <em>retailers </em>telah menyediakan perangkat pembayaran <em>contactless</em> dan 95% kartu kredit telah mendukung sistem pembayaran serupa.</p>
<p>Meski begitu, Bank of Canada menuturkan belum memproyeksikan bahwa Cashless Society akan tercapai dalam waktu dekat. Hal ini mengingat transaksi <em>cash </em>masih menjadi favorit penduduk untuk pembelian produk berskala kecil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bank of Canada juga melihat bahwa koin dan cek yang selama ini menjadi mata uang di negara tersebut bersifat murah (tanpa biaya transaksi), menyediakan keamanan dan selalu tersedia dalam situasi krisis (misal <em>blackout</em>). Pembuat kebijakan di negara tersebut tak bergegas mengatur <em>Cashless Society </em>karena mempertimbangkan keberadaan warga dengan kondisi finansial terbatas.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3216" aria-describedby="caption-attachment-3216" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Dima-D-Pexels-1024x682.jpg" alt="Orang lanjut usia masih bergantung pada cash atau uang tunai" width="1024" height="682"><figcaption id="caption-attachment-3216" class="wp-caption-text">Ilustrasi orang lanjut usia dengan uang tunai/cash. Credit image: Dima D/Pexels</figcaption></figure></p>



<p>Menurut <a href="https://www.macleans.ca/society/will-canada-go-cashless-post-pandemic/">Bank of Canada</a>, <em>cash</em> belum bisa sepenuhnya dihilangkan dari negara mereka. Alasannya, karena memaksakan <em>Cashless Society </em>dapat menambah beban orang-orang yang bergantung pada <em>cash </em>atau memiliki keterbatasan opsi pembayaran.&nbsp;</p>



<p>Contohnya saja, bisnis kecil yang sangat memperhitungkan biaya transaksi kartu kredit karena biaya itu bisa mengurangi profit mereka. Tengok juga orang-orang tua di Kanada dan masyarakat dengan finansial terbatas yang tak memiliki akses internet, ponsel atau aplikasi digital. Mereka juga akan lebih memilih pembayaran tunai.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bagaimana dengan Indonesia?</h4>



<p><p>Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Swedia memiliki modal paling kuat dan potensi terbesar sebagai negara <em>Cashless Society</em>. Hal tersebut tampak dari kesiapan penduduknya baik dalam segi <em>mindset</em> maupun <em>habit </em>dan adaptasi teknologi keuangan digital. <em>Cashless Society </em>telah dipertimbangkan hingga taraf infrastruktur, bahkan menjiwai sektor keuangan negara melalui usaha penciptaan <em>e-krona</em>. Hal ini pun didukung oleh kolaborasi bank-bank lokal dan <em>fintech </em>dari negara tersebut.&nbsp; Kanada memiliki kasus yang menarik, di mana sebetulnya posisinya lebih tinggi dari Swedia untuk menjadi <em>Cashless Society</em>, namun otoritas dan pemegang kebijakan di negara tersebut nampaknya belum mempertimbangkan wacana <em>Cashless Society</em> dalam waktu dekat. Pertimbangan mereka melingkupi kondisi finansial warga yang dirasa belum merata, serta keberadaan cek maupun koin yang dianggap masih menjadi identitas sekaligus alat transaksi tercepat bagi pembelian dalam skala kecil.</p>
<figure id="attachment_3224" aria-describedby="caption-attachment-3224" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Artem-Beliaikin-Unsplash.jpg" alt="Ilustrasi Pemakaian Cash di Indonesia yang masih menjadi andalan bisnis kecil di pasar maupun pedagang" width="334" height="501"><figcaption id="caption-attachment-3224" class="wp-caption-text">Ilustrasi Pemakaian Cash di Indonesia. Credit image: Artem Beliaikin/Unsplash</figcaption></figure></p>



<p>Beralih ke Indonesia, apa modal yang dimiliki untuk segera mencapai <em>Cashless Society</em>? Jika melihat hasil <a href="https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20549">Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK)</a> yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan baru mencapai 38,03%, sementara inklusi keuangan mencapai 76,19%. Tingkat literasi keuangan terdiri dari indikator pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap dan perilaku, sementara tingkat inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan (<em>usage</em>) produk/layanan keuangan dalam satu tahun terakhir.</p>



<p>Survei ini melibatkan 12.773 responden dari 34 Provinsi dan 67 Kabupaten/Kota yang mencakup seluruh sektor jasa keuangan yang berada dibawah pengawasan OJK, mulai dari sektor Perbankan, Pasar Modal, hingga Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) seperti Perasuransian, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, Pegadaian, dan LJK formal lainnya. Jika melihat persebaran wilayahnya, wilayah perkotaan tingkat literasi dan inklusi keuangan mencapai 41,41% dan 83,60%. Sementara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan adalah 34,53% dan 68,49%. Berdasarkan produk keuangan yang digunakan, mayoritas responden masih mengandalkan sektor perbankan&nbsp; (73,88%).&nbsp;</p>



<p>Hal yang bisa disorot dari pemaparan di atas adalah bahwa tingkat pemahaman maupun adopsi layanan/produk keuangan digital di Indonesia masih terbilang rendah. Hal kedua yang tampak dari data-data di atas adalah literasi keuangan belum merata karena adanya ketimpangan antara wilayah kota dan desa. Menurut riset Arsita Ika Adiyani tahun 2018, konsumen pengguna uang elektronik saat ini umumnya masih didominasi oleh masyarakat kelas menengah hingga menengah atas maupun masyarakat yang sudah melek teknologi.<em> Gap</em> antara tingkat inklusi dan literasi menandakan banyak penduduk menggunakan produk keuangan tanpa benar-benar memahaminya.</p>



<p>Artinya, jika berkaca pada Swedia dan Kanada yang separuh penduduknya telah memiliki kesiapan untuk mengadopsi teknologi keuangan, Indonesia masih cukup tertinggal. Terbatasnya produk-produk keuangan yang diketahui masyarakat Indonesia juga menjadi perbedaan penentu yang signifikan. Seperti yang telah dijelaskan, Swedia dan Kanada telah mengadopsi budaya <em>cashless </em>hampir di semua sendi kehidupan. Hal ini tentu akan sulit diterapkan di Indonesia, terutama bagi bisnis kecil yang telah terbiasa bertransaksi dengan uang tunai misalnya pasar tradisional atau toilet umum di tempat-tempat wisata&nbsp; .&nbsp;</p>



<p><p>Infrastruktur adalah kendala lain yang perlu dipikirkan ketika berbicara soal <em>Cashless Society </em>di Indonesia. Swedia punya P27 Project serta berbagai kolaborasi yang senantiasa dikembangkan. Sedangkan, menurut riset Ikaputera Waspada tahun 2012, sebanyak 54,5% kelompok usaha di Indonesia tidak berencana untuk menjadi pengguna uang elektronik karena perlu menyiapkan biaya tambahan untuk EDC. Mesin EDC (<em>Electronic Data Capture</em>) adalah sebuah alat yang bisa membaca data dari uang elektronik yang disediakan oleh <em>merchant</em>. Data lain dari Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia, hingga November 2019, baru 10% dari 10 ribu pasar di Indonesia yang berhasil melakukan digitalisasi. Kendalanya ada pada jaringan internet dan regulasi e-retribusi.</p>
<figure id="attachment_3223" aria-describedby="caption-attachment-3223" style="width: 334px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Wisnu-Bagus-Unsplash.jpg" alt="Pasar Tradisional di Indonesia masih mengandalkan uang tunai" width="334" height="501"><figcaption id="caption-attachment-3223" class="wp-caption-text">Pasar Tradisional di Indonesia. Credit image: Wisnu Bagus/Unsplash</figcaption></figure></p>



<p>Secara garis besar, bisa dilihat kesiapan Indonesia dari segi teknologi maupun Sumber Daya Manusia belum mumpuni untuk mencapai ambisi <em>Cashless Society</em>. Kanada yang telah dielu-elukan sebagai salah satu top <em>Cashless Society </em>pun memilih untuk tidak tergesa untuk mewujudkan wacana tersebut. Indonesia bisa belajar dari keputusan Kanada tentang <em>Cashless Society </em>berdasarkan pertimbangan seperti keadaan finansial, sektor penghasilan masyarakat serta tingkat literasi dan budaya adopsi teknologi mereka. Sama seperti Kanada, adanya ketimpangan literasi di desa dan kota serta bisnis kecil yang didominasi budaya uang tunai di Indonesia dapat membuka mata bahwa adopsi <em>Cashless Society </em>tak sesederhana itu.&nbsp;</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Solusi yang Lebih Realistis: Less Cash Society</strong></h4>



<p><p>Hal yang bisa dilakukan Indonesia saat ini adalah memanfaatkan modal yang ada sebaik-baiknya: mengurangi pemakaian <em>cash </em>pada sektor tertentu. Strategi ini sebetulnya telah dicanangkan Bank Indonesia sejak 2007, yakni dalam seminar bertajuk <a href="https://www.bi.go.id/id/publikasi/sistem-pembayaran/riset/Documents/45fb3801f4e8442eb48bc9a7211e69adLaporanSeminarLCS.pdf">“Toward Less Cash Society”</a>. Strategi <em>less cash </em>tampak lebih realistis dan masuk akal ketimbang menghilangkan uang tunai sepenuhnya di Indonesia. Berdasarkan seminar ini, strategi <em>less cash </em>akan diterapkan pada sektor formal dan daerah perkotaan, sedangkan sektor informal dan daerah pedesaan masih mengandalkan sarana pembayaran tunai.&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3215" aria-describedby="caption-attachment-3215" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Andrea-Piacquadio-Pexels-1024x668.jpeg" alt="Ilustrasi Online Shopping yang meningkat seiring pandemi" width="1024" height="668"><figcaption id="caption-attachment-3215" class="wp-caption-text">Ilustrasi Online Shopping. Credit image: Andrea Piacquadio/Pexels</figcaption></figure></p>



<p>Seminar ini bahkan telah merangkum tantangan apa yang akan dihadapi Indonesia dalam mewujudkan <em>Less Cash Society</em>: Indonesia masih merupakan <em>cash society</em> dimana tendensi bertransaksi dengan uang tunai masih tinggi; masalah infrastruktur; dan kesiapan perangkat hukum yang masih membutuhkan pembenahan lebih lanjut. Sejak 2007 (tahun saat strategi ini dibuat) hingga 2019, data menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya mengatasi kendala tersebut.</p>



<p>Lantas, apakah <em>Cashless Society </em>hanya angan-angan semata bagi Indonesia? Data BSN tahun 2019 menunjukkan terdapat 4,7 juta transaksi cashless, 128 triliun volume transaksi <em>cashless </em>serta peningkatan penggunaan uang elektronik sebesar 241,2% dari sebelumnya. Tren belanja <em>online </em>di Asia Tenggara, termasuk Indonesia diprediksi juga akan bertahan bahkan hingga pandemi berakhir. Untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, lembaga finansial seperti OJK mulai menyasar mahasiswa sebagai agen sosialisasi. Hal ini tentu menjadi langkah yang baik menuju <em>Less Cash Society.</em> Namun, untuk sampai pada tahap <em>Cashless Society </em>yang merata, Indonesia nampaknya masih berada pada perjalanan panjang.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/indonesia-belum-bisa-cashless-society-less-cash-society-adalah-jawabannya/">Indonesia Belum Bisa Cashless Society, Less Cash Society Adalah Jawabannya</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/indonesia-belum-bisa-cashless-society-less-cash-society-adalah-jawabannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Akan Terjadi pada Ponselmu di Tahun 2030?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 05:45:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[6G]]></category>
		<category><![CDATA[Eco-friendly Product]]></category>
		<category><![CDATA[Foldable]]></category>
		<category><![CDATA[Future Phone]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita telah banyak melihat perubahan ponsel dari tahun ke tahun. Satu perkembangan ke perkembangan lainnya memakan waktu yang berbeda-beda, namun yang pasti, teknologi yang ditambahkan semakin canggih. Bagaimana evolusi ponsel 10 tahun lagi, alias tahun 2030? Inilah prediksi 101Wired berdasarkan riset maupun produk yang sedang diuji coba! Lebih Banyak Fitur Human-Like Awalnya, kita berinteraksi dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/">Apa yang Akan Terjadi pada Ponselmu di Tahun 2030?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kita telah banyak melihat perubahan ponsel dari tahun ke tahun. Satu perkembangan ke perkembangan lainnya memakan waktu yang berbeda-beda, namun yang pasti, teknologi yang ditambahkan semakin canggih. Bagaimana evolusi ponsel 10 tahun lagi, alias tahun 2030? Inilah prediksi 101Wired berdasarkan riset maupun produk yang sedang diuji coba!</p>



<h4 class="wp-block-heading">Lebih Banyak Fitur Human-Like</h4>
<figure id="attachment_3181" aria-describedby="caption-attachment-3181" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/modai_phone41-yankodesign.jpg" alt="Ponsel Modai yang punya mode kerja dan personal life" width="600" height="405" /><figcaption id="caption-attachment-3181" class="wp-caption-text">Ponsel Modai. Credit image: Yanko Design.</figcaption></figure>



<p>Awalnya, kita berinteraksi dengan ponsel melalui ketikan atau sentuhan pada keypad. Muncullah teknologi touchscreen yang memindahkan sentuhan ke layar, sehingga kita tak lagi membutuhkan keyboard. Saat ini, layanan seperti Google Assistant dan Samsung Bixby memungkinkan kita berinteraksi dengan ponsel melalui suara kita. Bukan suatu hal mustahil apabila di tahun 2030, teknologi mampu mengerti apa yang kita inginkan dalam sekejap. Tanpa stimulus apapun seperti suara atau sentuhan, melainkan dengan membaca pikiran.</p>



<p>Meski tampak tidak masuk akal, teknologi pembaca pikiran sebetulnya telah dikembangkan. Tahun 2017, Divisi Building 8 dari Facebook menciptakan teknologi yang memungkinkan seseorang mengetik dengan pikiran mereka. Kecepatannya mencapai 100 kata per menit! Sudah tahu kah kalau angka ini 5 kali lebih cepat ketimbang mengetik secara manual?</p>



<p>Para ahli dari MIT pun telah mengembangkan teknologi buatan mereka, <a href="https://www.media.mit.edu/projects/alterego/overview/">AlterEgo</a>. Teknologi ini membuat pengguna bisa bercakap-cakap dengan mesin melalui pikiran mereka.&nbsp;</p>



<p>Keduanya masih membutuhkan perangkat khusus untuk dipasang pada kepala manusia. Bagaimana dengan penerapan fitur human-like ini pada ponsel?</p>



<p>Jauh pada 2011, Modai dihadirkan untuk membuat kita menilik kembali betapa kerennya evolusi ponsel. Desainernya, Julius Tarng membuat <em>modular handset </em>ini untuk menjadikan ponsel sebagai “teman setia”. Layaknya membangun persahabatan, perangkat ini terinspirasi oleh perilaku manusia dalam menciptakan ikatan fisik maupun emosional.&nbsp;</p>



<p>Ponsel Modai akan menyapamu di pagi hari, otomatis menjadi mode diam saat malam hari. Ponsel ini punya reaksi yang dibuat semirip mungkin dengan manusia, ketika dihadapkan dengan berbagai situasi. Misalnya, ketika penggunanya ketiduran, ponsel akan merespon secara otomatis: menyediakan rute tercepat di GPS. Ketika pengguna mengunjungi suatu tempat baru, ia juga akan memberikan rekomendasi aktivitas yang relevan.&nbsp;</p>



<p>Berusaha menyentuh aspek emosional, ponsel Modai juga punya avatar spesial untuk menggambarkan mood pengguna. Ada dua paradigma pada ponsel ini yang akan membantu pengguna menyeimbangkan work-life dan personal-life. Pertama, Prodai yang akan mengatur segala hal tentang pekerjaanmu mulai dari email, projek hingga jadwal kerja. Kedua, Fundai yang difungsikan untuk hiburan, berkirim pesan, dan bermain gim.</p>



<p>Selain punya BFF (Best Friend Forever), kamu sudah siap punya BPF alias Best Ponsel Forever di tahun 2030?</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fleksibilitas Tanpa Batas</h4>
<figure id="attachment_3185" aria-describedby="caption-attachment-3185" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/ROYOLE-FLEXPAI-arenalte.jpg" alt="Ponsel Royole FlexPai yang memiliki model foldable" width="800" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-3185" class="wp-caption-text">Ponsel Royole FlexPai. Credit image: ArenaLTE.</figcaption></figure>



<p>Fleksibilitas jadi karakteristik penting bagi ponsel di masa depan. Tengok saja <em>foldable phones </em>hingga <em>stretchable phones </em>yang mempermudah aktivitas pengguna.</p>



<p><em>Foldable phones </em>telah menyambangi publik sejak tahun 2019. Lihat saja Samsung Galaxy Fold atau Motorola Razr 2019. Banyak orang menganggapnya <em>gimmick </em>yang menarik. Namun, selain fans teknologi, sebagian besar orang masih ragu untuk membeli ponsel jenis ini.&nbsp;</p>



<p>Alasannya, software yang belum sepenuhnya mumpuni dan mahalnya <em>foldable phones</em>. Walaupun begitu, tren ini diperkirakan akan terus meningkat lho. Kepopulerannya akan sangat bergantung apakah ponsel jenis ini bisa memberikan kenyamanan dan kepercayaan pada pengguna. Kedua hal ini sangat menentukan apakah pengguna akan beralih dari ponsel normal mereka.</p>



<p>Bagaimana jika sebuah ponsel tidak hanya bisa dilipat dalam satu arah? Tahun 2008, Nokia pernah menjadi pioneer teknologi semacam ini, lho. Kenalan dengan ponsel Morph, yuk. Didesain oleh Tapani Tyhanen, ponsel ini bisa dilipat dan diubah bentuknya sesuai kebutuhan pengguna. Ponsel ini bisa diletakkan di pergelangan tangan, difungsikan seperti jam untuk melakukan aktivitas ekstrim. Pada saat yang sama, ponsel ini bisa jadi teman menonton film melalui bentuk flat screen.</p>



<p>Samsung juga sudah menunjukkan beberapa teknologi serupa. Namun, hingga saat ini yang dirilis ke publik hanyalah smartphone Galaxy Round.&nbsp;</p>



<p>Royole juga memperkenalkan produk serupa buatan mereka, <a href="https://inet.detik.com/consumer/d-4528694/penjualan-perdana-ponsel-layar-lipat-flexpai-ludes-terjual">FlexPai</a>. Mirip Morph, FlexPai memiliki bentuk fleksibel yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Hal ini bisa dilakukan dengan mempertemukan sisi diagonal pada ponsel.&nbsp;</p>



<p>Melihat antusiasme brand, bisa jadi, tahun 2030 tren ini bakal terulang lagi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Konektivitas Tinggi</h4>
<figure id="attachment_3182" aria-describedby="caption-attachment-3182" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/huawei-p40-pro-kompastekno.jpg" alt="Ponsel Huawei P40 Pro yang mendukung koneksi 5G" width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-3182" class="wp-caption-text">Ponsel 5G Huawei P40 Pro. Credit image: Kompas Tekno.</figcaption></figure>



<p>Saatnya bilang, goodbye 4G, welcome 5G atau bahkan 6G! Seperti yang kita dengar, rumor 5G di Indonesia mulai santer mengudara sejak teknologi tersebut dipakai pada perhelatan Asian Games 2018. <a href="https://101wired.com/2020/06/04/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/">Huawei dan tiga provider Indonesia juga telah mengusahakan negosiasi dengan pemerintah untuk mempercepat adaptasi 5G</a>.&nbsp;</p>



<p>Salah satu faktor yang akan mempercepat penerimaan 5G di masyarakat adalah ketersediaan sumber daya. Prediksinya, tahun 2030 akan semakin banyak ponsel 5G maupun perangkat pendukung konektivitas tersebut. Ponsel 4G akan semakin sulit ditemukan. Makanya, seperti pada kasus adaptasi 4G, mau tak mau masyarakat akan membiasakan diri dan mulai beralih. Sederhananya, hal itu akan terjadi ketika ponsel 5G mulai marak di pasaran dan membelinya jadi suatu hal yang normal. Mungkinkah hal itu terjadi pada tahun 2030?</p>



<h4 class="wp-block-heading">Anything-but-Charging Phone</h4>
<figure id="attachment_3184" aria-describedby="caption-attachment-3184" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/meizu-zero-hitechgilitz.jpg" alt="Ponsel Meizu Zero yang tidak punya port" width="1024" height="768" /><figcaption id="caption-attachment-3184" class="wp-caption-text">Ponsel portless pertama, Meizu Zero. Credit image: HI Tech Glitz.</figcaption></figure>



<p>Kebutuhan berinteraksi dengan ponsel yang semakin intens sering terhambat oleh kemampuan baterai. Makanya, semakin banyak teknologi yang meningkatkan aspek tersebut. Tengok saja beragam charger fast-charging yang jadi favorit pengguna. Kini, pengguna juga cenderung mencari ponsel dengan baterai berdaya besar.</p>



<p>Tenang, tampaknya kebosananmu mencharger ponsel akan berkurang di masa depan.&nbsp; Kita bisa mencharger tanpa perlu bawa-bawa charger. Perusahaan Energous telah menjajal teknik charging baru pada ponsel: charging via udara. WattUp Mid Field Transmitter buatan mereka bisa dipakai untuk mengisi daya meski ponsel berjarak tiga kaki. Di masa depan, bukan tak mungkin bakalan muncul transmitter serupa yang bisa mengakomodasi jarak lebih jauh lagi.</p>



<p>Hal ini tampaknya bakal semakin marak seiring dengan kampanye <em>eco-friendly </em>dan <em>wireless </em>pada barang elektronik.&nbsp;</p>



<p>Yup, salah satu hal menarik yang bisa kita antisipasi adalah berkurangnya kabel dalam pemakaian ponsel. Mulai dari charger hingga headset, kita akan menyambut teknologi wireless. Saat ini, kebanyakan ponsel tak lagi punya port pada desain mereka. Hal ini berjalan bersamaan seiring dengan peningkatan teknologi bluetooth dan Near Field Communication (NFC).</p>



<p>Contohnya, Kyocera yang memperkenalkan prototype ponsel berteknologi sinar matahari tahun 2016. Ponsel ini didesain untuk orang-orang yang bekerja di luar dan berada jauh dari sumber listrik dalam waktu lama. Tiga menit sinar matahari bisa mengisi daya untuk melakukan panggilan telpon selama satu menit.</p>



<p>Gimana, sudah cukup tercengang belum? Selamat menantikan masa depan ponselmu…. kalau di tahun 2030 masih ada teknologi bernama ponsel.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/">Apa yang Akan Terjadi pada Ponselmu di Tahun 2030?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saingi Google Maps, Facebook Akusisi Mapillary</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 05:33:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Google Maps]]></category>
		<category><![CDATA[Mapillary]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Facebook company strikes again. Tampaknya, mereka ingin menjadi pioneer kuat dalam beragam sektor digital. Tak cukup fakta bahwa Instagram mengalahkan Snapchat dan WhatsApp yang bersiap menyaingi Zoom. Kini, mereka bersiap jadi kompetitor Google Maps dengan mengakuisisi Mapillary, startup pemetaan dunia asal Swedia. Apa itu Mapillary? Aplikasi ini beroperasi dengan menyediakan pencitraan jalan. Pencitraan jalan ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/">Saingi Google Maps, Facebook Akusisi Mapillary</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Facebook company strikes again. Tampaknya, mereka ingin menjadi pioneer kuat dalam beragam sektor digital. Tak cukup fakta bahwa Instagram mengalahkan Snapchat dan <a href="https://101wired.com/2020/05/22/pembaruan-fitur-video-call-whatsapp-siap-saingi-zoom/">WhatsApp yang bersiap menyaingi Zoom</a>. Kini, mereka bersiap jadi kompetitor Google Maps dengan mengakuisisi Mapillary, startup pemetaan dunia asal Swedia.</p>
<p>



</p>
<h4 class="wp-block-heading">Apa itu Mapillary?</h4>
<p>



</p>
<p>Aplikasi ini beroperasi dengan menyediakan pencitraan jalan. Pencitraan jalan ini didapatkan dari gambar yang diunggah pengguna.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Gambar-gambar ini selanjutnya akan diproses oleh perangkat lunak untuk menentukan aspek yang ada di dalam gambar. Misalnya saja marka jalan atau rambu lalu lintas. Perangkat tersebut juga memungkinkan pembuat peta untuk memasukkan data ke dalam peta mereka sendiri.</p>
<p>



</p>
<p>Aplikasi yang didirikan tahun 2013 ini <a href="https://blog.mapillary.com/news/2020/06/18/Mapillary-joins-Facebook.html">mengumumkan akuisisi Facebook lewat blog</a> mereka pada 18 Juni 2020. Ketentuan maupun nilai akuisisi tidak disebutkan jelas dalam postingan tersebut.</p>
<figure id="attachment_3175" aria-describedby="caption-attachment-3175" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/Mapillary_2015-08-07_Insjön_Sweden-1024x582.jpg" alt="Contoh pengenalan gambar untuk peta Mapillary yang berasal dari pengguna" width="1024" height="582"><figcaption id="caption-attachment-3175" class="wp-caption-text">Contoh pengenalan gambar untuk peta Mapillary. Credit image: Blog.mapillary.com</figcaption></figure>



<p></p>
<h4 class="wp-block-heading">Sinergi Mapillary &amp; Facebook</h4>
<p>



</p>
<p>Apa yang membuat mereka menjadi pesaing kuat Google Maps? Untuk pengumpulan gambar sebagai bahan pemetaan, Mapillary mengandalkan pengguna. Di sisi lain, Google memanfaatkan tim internal mereka.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Kelebihannya, Google punya kontrol lebih terhadap kualitas foto. Di sisi lain, miliaran gambar dari pengguna Mapillary akan memberikan aktualisasi peta yang lebih tinggi. Hal ini karena skala dan potensi update yang lebih besar.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<figure id="attachment_3174" aria-describedby="caption-attachment-3174" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/2020-06-18-Mapillary-joins-Facebook1-compressed-1024x578.png" alt="Peta Mapillary yang selalu update berkat gambar dari milyaran penggunanya" width="1024" height="578"><figcaption id="caption-attachment-3174" class="wp-caption-text">Peta Mapillary. Credit image: Blog.Mapillary.com</figcaption></figure>
<p>Hasil pemetaan jalan aplikasi asal Swedia ini diharapkan bisa membantu fitur peta Facebook menjadi lebih akurat. Facebook memang mengandalkan peta untuk fitur tertentu mereka misalnya Facebook Marketplace. Fitur ini memungkinkan pengguna membeli dan menjual barang dari orang-orang di daerah mereka.&nbsp;&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Facebook mengatakan menggunakan kombinasi pembelajaran mesin, citra satelit, dan kemitraan dengan komunitas pemetaan untuk meningkatkan peta.</p>
<p>



</p>
<p>Berdasarkan keterangan pihak Mapillary, tidak ada perubahan yang terlalu masif setelah akuisisi Facebook. Platform ini tetap bisa mengunggah citra dan menggunakan data peta dari gambar di platform. Bahkan, citra ini sekarang dibebaskan untuk keperluan komersial.&nbsp;</p>
<p>



</p>
<p>Hal ini yang membedakan aplikasi pemetaan dari Swedia ini sebelum dan sesudah akuisisi Facebook. Seperti yang diketahui, sebelumnya aplikasi tersebut tak memperbolehkan penggunanya menggunakan citra untuk tujuan komersial.</p>
<p>



</p>
<p>Dilansir dari Crunchbase, Mapillary sendiri telah mengumpulkan $ 24,5 juta dari investor selama tujuh tahun terakhir. Pendukung modal ventura termasuk Sequoia Capital, Atomico, dan BMW iVentures.</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/">Saingi Google Maps, Facebook Akusisi Mapillary</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/saingi-google-maps-facebook-akusisi-mapillary/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
