<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>5G Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/5g/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/5g/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2021 02:04:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>5G Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/5g/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menakar Kesiapan 5G di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/07/menakar-kesiapan-5g-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/07/menakar-kesiapan-5g-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2021 01:53:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[5G di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesiapan 5G]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belum lama ini, operator seluler Indosat Ooredoo meluncurkan jaringan 5G pada 22 Juni lalu, setelah seminggu sebelumnya dinyatakan lolos Uji Laik 5G. Kementerian Komunikasi dan Informasi menerbitkan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) yang menandakan bahwa seluruh sarana dan prasarana untuk penggelaran jaringan 5G yang telah selesai dibangun oleh PT.Indosat Tbk, secara teknis siap dioperasikan. Kota [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/07/menakar-kesiapan-5g-di-indonesia/">Menakar Kesiapan 5G di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Belum lama ini, operator seluler Indosat Ooredoo meluncurkan jaringan 5G pada 22 Juni lalu, setelah seminggu sebelumnya dinyatakan lolos Uji Laik 5G. Kementerian Komunikasi dan Informasi menerbitkan Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) yang menandakan bahwa seluruh sarana dan prasarana untuk penggelaran jaringan 5G yang telah selesai dibangun oleh PT.Indosat Tbk, secara teknis siap dioperasikan. Kota Surakarta, Jakarta, Surabaya, dan Makassar akan menjadi daerah layanan jaringan 5G secara komersial dari operator seluler ini.  </p>



<p class="has-text-align-justify">Indosat bukan operator seluler pertama yang meluncurkan 5G, sebelumnya PT. Telkomsel sudah lebih dulu mendapatkan SKLO layanan 5G dari Kkemeninfo pada 24 Mei lalu. PT. Telkomsel kemudian resmi meluncurkan jaringan 5G pada 27 Mei, yang dapat dinikmati secara terbatas dan bertahap di 6 lokasi residensial di wilayah Jabodetabek, serta kota-kota lain seperti Solo, Medan, Balikpapan, Denpasar, Batam, Surabaya, Makassar, dan Bandung. </p>



<p class="has-text-align-justify">Pemerintah memang sedang menggenjot transformasi digital di Indonesia. <a href="https://www.speedtest.net/global-index/indonesia" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Berdasarkan data Speedtest Global Index pada Januari 2020</a>, Indonesia memiliki kecepatan akses internet mobile broadband dengan kecepatan download rata-rata 14,16 Mbps dan upload 9,50 Mbps, dan mendudukkan Indonesia pada peringkat 120 dunia. Kecepatan tersebut berada di bawah kecepatan akses rata-rata dunia, dengan kecepatan download 31,95 Mbps dan upload 11,32 Mbps. Untuk kecepatan fixed broadband, Indonesia menduduki peringkat 115 dengan kecepatan download 20,60 Mbps dan upload 12,53 Mbps, masih jauh di bawah rata-rata kecepatan fixed broadband dunia yakni sebesar 74,32 Mbps untuk download dan upload 40,83 Mbps.</p>



<p class="has-text-align-justify">Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail mengatakan kehadiran 5G diharapkan akan mendorong transformasi digital pada empat sektor strategis, yakni infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>SIAPKAN LINGKUNGAN UNTUK JARINGAN 5G</strong></h4>



<p class="has-text-align-justify">Untuk mendukung implementasi teknologi 5G di Indonesia, pemerintah telah menyiapkan beberapa kebijakan yang komprehensif, “Regulasi, ketersediaan spektrum frekuensi radio, model bisnis yang efisien dan fleksibel, infrastruktur yang memadai, serta kesiapan perangkat, ekosistem, dan talenta digital,” jelas Ismail dalam Webinar “5G dan Peran Insinyur Elektro dalam Pengembangan Transformasi Digital Indonesia. </p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="686" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01-1024x686.jpg" alt="" class="wp-image-4208" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01-1024x686.jpg 1024w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01-300x201.jpg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01-768x515.jpg 768w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01-218x146.jpg 218w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01-50x34.jpg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01-112x75.jpg 112w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/kominfo-menteri-johnny-kunjungan-BRIN-AYH-01.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menteri Komunikasi dan Informatika. Johnny G. Plate (tengah) dalam Konferensi Pers Hasil Uji Laik 5G Indosat Ooredoo yang berlangsung virtual dari Media Center Kominfo, Jakarta, Senin (14/06/2021)</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Menkominfo, Johnny G Plate menegaskan soal dua kebijakan  guna mendukung pengelolaan spektrum 5G di Indonesia. Kebijakan pertama yakni  kebijakan netral, di mana operator seluler dapat memanfaatkan pita frekuensi radio yang telah ditetapkan di dalam izinnya untuk mengimplementasikan teknologi 5G agar lebih efisien dan menjadi semakin kompetitif. <br> <br>“Operator seluler memiliki kesempatan untuk memilih teknologi netral yang cocok dengan pertimbangan bisnis dan keadaan di lingkungan opeselnya masing-masing. Kami mengharapkan pilihan tersebut dapat mendukung penyelenggara layanan telekomunikasi seluler untuk mengembangkan ekosistem teknologi,” Ujar Johnny dalam rilis resmi Kominfo.<br> <br>Kebjijakan kedua berkaitan dengan Program Farming dan Refarming Frekuensi untuk menyediakan tambahan pita-pita frekuensi baru yang dapat dimanfaatkan oleh Penyelenggara Telekomunikasi.<br> <br>&#8220;Untuk mengembangkan kapasitas dan kualitas layanan 5G bagi masyarakat. Lelang frekuensi yang dilakukan sebelumnya termasuk ke dalam kebijakan farming, sedangkan upaya digitalisasi penyiaran yang tengah dilakukan masuk ke dalam upaya refarming,&#8221; papar Menkominfo.<br> <br>Menurutnya kebutuhan spektrum frekuensi untuk mendukung jaringan 4G dan 5G dI  Indonesia hingga tahun 2024, setidaknya sebanyak 2. 047 Mhz. Hingga saat ini Indonesia baru menggunakan sekitar 737 Mhz untuk keseluruhan operasi telekomunikasi. Artinya pemerintah perlu melakukan farming dan refarming spektrum sebanyak 1.310 MHz, atau hampir dua kali lipat dari kapasitas kebutuhan saat ini.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pembangunan infrastuktur internet pun akan terus di genjot. Ada 12.548 desa yang saat ini sedang digenjot pembangunan infrastruktur internetnya, sehingga pada 2024 diharapkan seluruh desa dan kelurahan di Indonesia sudah di cover oleh Base Transceiver Station (BTS). </p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu untuk melengkapi jaringan kabel serat optik yang sudah ada di Indonesia, pemerintah akan meluncurkan High-Throughput Satellite Satria-1 yang rencananya akan beroperasi pada kuartal III 2023. Satelit ini digadang-gadang akan menjangkau 150 ribu titik layanan publik di Indonesia yang belum dapat akses internet lantaran tidak terjangkau oleh kabel serat optik. Proyek satelit SATRIA yang sudah dimulai pada masa kepemimpinan mantan Kominfo Rudiantara ini dikatakan memiliki kapasitas 150GB dengan biaya Rp 6,9 triliun.  </p>



<p class="has-text-align-justify">Menkominfo dalam rilis resminya mengatakan saat ini Indonesia menggunakan 9 satelit untuk keperluan kapasitas telekomunikasi dan 5 satelit untuk mendukung layanan akses internet masyarakat. Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail mengatakan, salah satu prasyarat implementasi 5G adalah  fiberisasi. Sebagai catatan, hingga September 2020, jumlah fiberisasi yang dilakukan oleh salah satu perusahaan investasi dan jasa penunjang telekomunikasi terbesar di Indonesia, Sarana Menara Nusantara (TOWR)  mencapai 37.000. TOWR menyewakan dan melakukan perawatan menara telekomunikasi nirkabel untuk semua operator telekomunikasi di Indonesia. Wakil Direktur Utama TOWR mengungkapkan tahun ini, perusahaan berfokus untuk meningkatkan jumlah fiberisasi. Ia juga mengungkapkan penambahan menara telekomunikasi tahun ini ditargetkan sebanyak 500-1.000 menara baru.  Sementara untuk target colocation tahun ini ditargetkan tumbuh 2.000  sampai 3.000 menara.</p>



<h4 class="wp-block-heading">PITA FREKUENSI YANG IDEAL</h4>



<p class="has-text-align-justify">Laporan GSM Association (GSMA), berjudul “5G Spectrum: GSMA Public Policy Position, yang dipublikasikan pada Maret 2020 lalu menyebutkan bahwa pita frekuensi 2,5 GHz di rentang 3,3 GHz- 3,8 GHz cukup umum digunakan di beberapa negara yang telah menggelar 5G seperti Korea Selatan. Namun di sisi lain, jumlah negara yang menggunakan pita frekuensi 3,8 GHz-4,2 GHz juga mulai meningkat. Negara-negara yang menjadi pengguna awal 5G seperti China dan Jepang, bahkan menggunakan pita frekuensi 4,5 GHz &#8211; 5 GHz. Kendati demikian, GSMA melaporkan beberapa negara juga berencana mengadopsi spektrum 2,3 GHz, 2,5 Ghz atau 2,6 Ghz. Untuk lower band, pita frekuensi 700 Mhz menjadi prioritas Eropa untuk menggelar 5G, demi mendapatkan cakupan yang luas. Sementara pemerintah AS, memilih menggunakan pita frekuensi 600 Mhz di layer tersebut.<br><br>Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Adis Alifiawan menjelaskan jaringan 5G yang saat ini kita nikmati di Indonesia, berada di frekuensi  2,3 Ghz atau Middle Band. Coverage dan kapasitasnya juga lebih besar daripada yang Low Band,” tuturnya dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) Indonesia Maju dengan 5G, dari Ruang Media Center Kominfo, Jakarta, awal bulan lalu.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/06/04/apakah-indonesia-sudah-siap-dengan-5g/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Apakah Indonesia Sudah Siap Dengan 5G?</a></p>



<h4 class="wp-block-heading">PERCEPATAN AKSES INTERNET UNTUK WILAYAH TERTINGGAL</h4>



<p class="has-text-align-justify">Namun seiring dengan langkah optimis pemerintah menggenjot digitalisasi di Indonesia, muncul nada-nada nyinyir di tengah masyarakat. Pasalnya ditengah peluncuran teknologi 5G yang sudah bisa diakses di beberapa kota besar di Indonesia, masih banyak daerah-daerah tertinggal yang kesulitan akses internet.  Terlebih sejak hampir seluruh kegiatan tatap muka beralih menjadi daring  di tengah pandemi.</p>



<p class="has-text-align-justify"> Masih jelas di ingatan menyoal 47 siswa/i di NTT terpaksa melaksanakan Ujian Akhir Sekolah berbasis digital di tenda darurat yang didirikan di tengah hutan agar mendapat akses internet April lalu. Belum lagi seorang mahasiswi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) di Toraja terpaksa jalani ujian proposal secara online di tengah hutan pinus untuk mendapatkan sinyal internet  Mei lalu.  </p>



<p class="has-text-align-justify">Ketersediaan akses broadband yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia,menjadi salah satu penghambat digitalisasi di semua sektor. Dari total 83.218 desa/kelurahan di Indonesia, terdapat 12.548 desa/kelurahan yang belum terjangkau internet 4G. Dengan 9.113 desa/kelurahan diantaranya merupakan wilayah 3T (non komersial), dan 3.435 desa/kelurahan lainnya merupakan wilayah non 3T (komersial). </p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="800" height="451" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/bts_1-1.png" alt="" class="wp-image-4245" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/bts_1-1.png 800w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/bts_1-1-300x169.png 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/bts_1-1-768x433.png 768w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/bts_1-1-260x146.png 260w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/bts_1-1-50x28.png 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/bts_1-1-133x75.png 133w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption>sumber gambar: Baktikominfo.id</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Mengatasi hal tersebut pemerintah telah menyiapkan skema percepatan penyediaan akses internet yang akan ditargetkan pada 9.113 desa di wilayah non komersial. Pasalnya coverage seluler 4G masih terkonsentrasi di wilayah komersial seperti di Pulau Jawa, Sumatera, dan sebagian Kalimantan. </p>



<p class="has-text-align-justify">Untuk memenuhi target 9.113 desa di wilayah non komersial agar segera terlayani internet 4G, Kemenkominfo akan membangun dan menyediakan BTS seluler 4G. Pada tahun 2020, pembangunan BTS telah dilakukan pada sebanyak 1.679 lokasi. Sementara 3.435 desa di wilayah komersial yang belum terlayani internet 4G ditargetkan seluruhnya akan dituntaskan hingga tahun 2024.<br><br>Rani R, Jakarta</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/07/menakar-kesiapan-5g-di-indonesia/">Menakar Kesiapan 5G di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/07/menakar-kesiapan-5g-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Indonesia Sudah Siap Dengan 5G?</title>
		<link>https://101wired.com/2021/06/apakah-indonesia-sudah-siap-dengan-5g/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/06/apakah-indonesia-sudah-siap-dengan-5g/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2021 21:14:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[5G Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan 5G]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4117</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tanggal 27 Mei lalu, layanan jaringan 5G akhirnya mulai tersedia di Indonesia. Hal ini merupakan sebuah pencapaian mengingat persaingan di bidang teknologi antar negara semakin ketat dan banyak negara maju sudah beralih dari jaringan 4G.&#160; Meski baru Telkomsel saja yang menyediakan layanan jaringan 5G, akan tetapi hadirnya jaringan tersebut merupakan sebuah langkah besar bagi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/06/apakah-indonesia-sudah-siap-dengan-5g/">Apakah Indonesia Sudah Siap Dengan 5G?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Pada tanggal 27 Mei lalu, layanan jaringan 5G akhirnya mulai tersedia di Indonesia. Hal ini merupakan sebuah pencapaian mengingat persaingan di bidang teknologi antar negara semakin ketat dan banyak negara maju sudah beralih dari jaringan 4G.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski baru Telkomsel saja yang menyediakan layanan jaringan 5G, akan tetapi hadirnya jaringan tersebut merupakan sebuah langkah besar bagi kemajuan teknologi di Indonesia. Mengingat, persaingan dunia teknologi semakin ketat dan kebutuhan akan akses internet cepat menjadi komoditas.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini didukung dengan banyaknya ponsel pintar yang sudah mulai mengadaptasi dengan layanan jaringan 5G. Sektor bisnis dan teknologi adalah dua sektor yang harus segera beradaptasi dengan cepatnya perkembangan dunia digital yang semakin maju.&nbsp;</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/3D-ovsOlmUGoqe2mllajbJqNsJJyjfEoBeYHIFi57rY8rMOUWNGOumZxCK-Y0Wp4H05hzFkJa6Ye1fdo6CmVjeKwiUm-FyKlDBkaW1gzDwuXGwKdgTKI3-l8LDIsTb6YeUt21yvC" alt="" width="863" height="480"/><figcaption>Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G Plate (Credit: <a href="https://www.cnbcindonesia.com/tech/20191023102459-37-109305/jadi-menteri-kominfo-ini-tugas-khusus-jokowi-ke-johnny-plate" target="_blank" rel="noreferrer noopener">CNBC Indonesia</a>)</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify"><a href="https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/60af8e54cfce9/5g-tersedia-mulai-hari-ini-kominfo-minta-operator-seluler-bersiap" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Menteri Komunikasi dan Informasi</a>, Johnny G Plate, menyampaikan bahwa pengadopsian jaringan 5G di Indonesia merupakan sebuah langkah revolusioner di era telekomunikasi dan digital. Namun, ia juga memperingatkan adanya dampak positif dan negatif dari hadirnya jaringan ini. </p>



<p class="has-text-align-justify">Untuk saat ini layanan operasional jaringan 5G ini masih terbatas di daerah DKI Jakarta, dan kemudian akan dilanjutkan secara bertahap di daerah-daerah lainnya. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana dengan daerah-daerah pelosok yang memiliki keterbatasan akses internet?</p>



<p class="has-text-align-justify">Apa kelebihan dari 5G, seberapa siapkah infrastruktur Indonesia untuk menghadapi evolusi telekomunikasi dan digital, dan bagaimana peluang industri dengan jaringan 5G di Indonesia kedepannya?</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti yang diketahui, jaringan 5G merupakan jaringan internet paling cepat di kelasnya, dengan kecepatan hingga mencapai 1000 Mbps, atau setara dengan 1 Gbps, dilengkapi dengan teknologi <em>beamforming </em>dan MIMO, yang membantu untuk mengirimkan sinyal nirkabel dengan gangguan sekecil mungkin</p>



<p class="has-text-align-justify">Di daerah dengan densitas penduduk yang tinggi seperti di perkotaan, kecepatan internet dengan jaringan 5G bisa seratus kali lebih cepat dari jaringan 4G atau 4.5G yang hanya mencapai kecepatan maksimum 49-60 Mbps, sedangkan di area yang densitasnya tidak terlalu padat, perbedaan kecepatannya tidak jauh berbeda.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara infrastruktur? Untuk kota-kota besar seperti DKI Jakarta, pengimplementasian 5G dirasa sudah siap dikarenakan secara infrastruktur, Jakarta merupakan pusat bisnis dan teknologi yang sangat mengandalkan kecepatan internet untuk bisa beraktivitas secara optimal.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini juga didukung dengan banyaknya kantor-kantor <em>startup </em>yang memiliki basis di Jakarta yang sangat membutuhkan akses internet sangat cepat, dikarenakan, dengan hadirnya jaringan 5G di daerah perkantoran dapat menggenjot efektivitas dan efisiensi berbisnis.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/T8Sd1xbkbmECsrB_BY_-EBVc9fLG3sc3BjfgwnKfbZTQaHqVdwEscQMUDZleM4nOgT49mcsjf_oomH0USbENnm3JPvHDGDLZLepzbTJQ-RQaMUldtGsOR9jVSWm5PkM4WFszghOm" alt="" width="840" height="560"/><figcaption>Jaringan Internet Di Daerah Pelosok (Credit: <a href="https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/60b08e48dde52/kominfo-mulai-gelar-internet-5g-bagaimana-nasib-warga-di-pelosok" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Telkomsel/Katadata)</a></figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Namun sayang, meski untuk di kota-kota besar penggunaan jaringan 5G sudah bisa diimplementasikan. Tetapi untuk daerah-daerah dengan densitas penduduk yang tidak begitu padat maupun daerah tertinggal jaringan ini masih belum bisa dicapai.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Bahkan, <a href="https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/60b08e48dde52/kominfo-mulai-gelar-internet-5g-bagaimana-nasib-warga-di-pelosok" target="_blank" rel="noreferrer noopener">BAKTI</a> (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kominfo baru akan memasang <em>base transceiver station </em>(BTS) tambahan jaringan 4G di daerah-daerah 3T (terdepan, terpelosok dan tertinggal). Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia masih belum merata.</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski begitu, <a href="https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/60af8e54cfce9/5g-tersedia-mulai-hari-ini-kominfo-minta-operator-seluler-bersiap" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Menteri Kominfo</a>, Johnny G Plate meminta semua penyedia layanan seluler untuk menyediakan <em>roadmap </em>dan cara yang efisien untuk membangun infrastruktur yang mendukung jaringan 5G di daerah-daerah lainnya. Di Jakarta sendiri baru ada 5 wilayah yang mendukung jaringan ini, yaitu PIK, BSD, Pondok Indah dan Kelapa Gading.</p>



<p class="has-text-align-justify">Setelah jaringan 5G resmi hadir di Indonesia, bagaimana masa depan Indonesia dengan hadirnya jaringan tersebut? Dikutip dari katadata.id menurut peneliti teknologi, ICT Institute asal Indonesia, <a href="https://katadata.co.id/safrezifitra/digital/60ad3cf916974/butuh-waktu-10-tahun-jaringan-5g-bisa-menjangkau-seluruh-indonesia" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Heru Sutadi</a>, jika hanya ingin “meramaikan” penggunaan jaringan 5G, mungkin hanya membutuhkan waktu dua tahun.</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, jika ingin diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia, hal tersebut akan memakan waktu 8-10 tahun, dan untuk menjalankan itu semua menurut Heru dibutuhkan aspek-aspek yang akan mendukung implementasi jaringan 5G, seperti ekosistem teknologi yang terkait dengan industri 4.0.</p>



<p class="has-text-align-justify">Teknologi seperti <em>Artificial Intelligence, Augmented Reality, Internet of Things, Virtual Reality dan Blockchain </em>yang dikembangkan secara berdampingan, selain itu aspek lain seperti regulasi yang ketat, spektrum radio hingga sumber daya manusianya juga harus disiapkan secara matang. </p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/05/21/kebocoran-data-identik-kominfo-panggil-bpjs-bahaya-apa-yang-mengintai/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kebocoran Identik dengan Data BPJS Kesehatan: Bahaya Apa Saja Yang Mengintai 279 Juta Warga Indonesia?</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Jadi apakah Indonesia sudah siap dengan jaringan 5G ini? Meski sedang berjalan kesana, secara infrastruktur masih ada beberapa aspek yang harus segera dikerjakan oleh pemerintah, terlebih jaringan untuk ibukota negara baru, maka otomatis pembangunan kota juga harus dipercepat.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan hadirnya jaringan tersebut diharapkan, Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya mengingat perkembangan teknologi yang semakin cepat dan persaingan bisnis di bidang tersebut semakin ketat.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/06/apakah-indonesia-sudah-siap-dengan-5g/">Apakah Indonesia Sudah Siap Dengan 5G?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/06/apakah-indonesia-sudah-siap-dengan-5g/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Akan Terjadi pada Ponselmu di Tahun 2030?</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 05:45:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[6G]]></category>
		<category><![CDATA[Eco-friendly Product]]></category>
		<category><![CDATA[Foldable]]></category>
		<category><![CDATA[Future Phone]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3179</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita telah banyak melihat perubahan ponsel dari tahun ke tahun. Satu perkembangan ke perkembangan lainnya memakan waktu yang berbeda-beda, namun yang pasti, teknologi yang ditambahkan semakin canggih. Bagaimana evolusi ponsel 10 tahun lagi, alias tahun 2030? Inilah prediksi 101Wired berdasarkan riset maupun produk yang sedang diuji coba! Lebih Banyak Fitur Human-Like Awalnya, kita berinteraksi dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/">Apa yang Akan Terjadi pada Ponselmu di Tahun 2030?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kita telah banyak melihat perubahan ponsel dari tahun ke tahun. Satu perkembangan ke perkembangan lainnya memakan waktu yang berbeda-beda, namun yang pasti, teknologi yang ditambahkan semakin canggih. Bagaimana evolusi ponsel 10 tahun lagi, alias tahun 2030? Inilah prediksi 101Wired berdasarkan riset maupun produk yang sedang diuji coba!</p>



<h4 class="wp-block-heading">Lebih Banyak Fitur Human-Like</h4>
<figure id="attachment_3181" aria-describedby="caption-attachment-3181" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/modai_phone41-yankodesign.jpg" alt="Ponsel Modai yang punya mode kerja dan personal life" width="600" height="405" /><figcaption id="caption-attachment-3181" class="wp-caption-text">Ponsel Modai. Credit image: Yanko Design.</figcaption></figure>



<p>Awalnya, kita berinteraksi dengan ponsel melalui ketikan atau sentuhan pada keypad. Muncullah teknologi touchscreen yang memindahkan sentuhan ke layar, sehingga kita tak lagi membutuhkan keyboard. Saat ini, layanan seperti Google Assistant dan Samsung Bixby memungkinkan kita berinteraksi dengan ponsel melalui suara kita. Bukan suatu hal mustahil apabila di tahun 2030, teknologi mampu mengerti apa yang kita inginkan dalam sekejap. Tanpa stimulus apapun seperti suara atau sentuhan, melainkan dengan membaca pikiran.</p>



<p>Meski tampak tidak masuk akal, teknologi pembaca pikiran sebetulnya telah dikembangkan. Tahun 2017, Divisi Building 8 dari Facebook menciptakan teknologi yang memungkinkan seseorang mengetik dengan pikiran mereka. Kecepatannya mencapai 100 kata per menit! Sudah tahu kah kalau angka ini 5 kali lebih cepat ketimbang mengetik secara manual?</p>



<p>Para ahli dari MIT pun telah mengembangkan teknologi buatan mereka, <a href="https://www.media.mit.edu/projects/alterego/overview/">AlterEgo</a>. Teknologi ini membuat pengguna bisa bercakap-cakap dengan mesin melalui pikiran mereka.&nbsp;</p>



<p>Keduanya masih membutuhkan perangkat khusus untuk dipasang pada kepala manusia. Bagaimana dengan penerapan fitur human-like ini pada ponsel?</p>



<p>Jauh pada 2011, Modai dihadirkan untuk membuat kita menilik kembali betapa kerennya evolusi ponsel. Desainernya, Julius Tarng membuat <em>modular handset </em>ini untuk menjadikan ponsel sebagai “teman setia”. Layaknya membangun persahabatan, perangkat ini terinspirasi oleh perilaku manusia dalam menciptakan ikatan fisik maupun emosional.&nbsp;</p>



<p>Ponsel Modai akan menyapamu di pagi hari, otomatis menjadi mode diam saat malam hari. Ponsel ini punya reaksi yang dibuat semirip mungkin dengan manusia, ketika dihadapkan dengan berbagai situasi. Misalnya, ketika penggunanya ketiduran, ponsel akan merespon secara otomatis: menyediakan rute tercepat di GPS. Ketika pengguna mengunjungi suatu tempat baru, ia juga akan memberikan rekomendasi aktivitas yang relevan.&nbsp;</p>



<p>Berusaha menyentuh aspek emosional, ponsel Modai juga punya avatar spesial untuk menggambarkan mood pengguna. Ada dua paradigma pada ponsel ini yang akan membantu pengguna menyeimbangkan work-life dan personal-life. Pertama, Prodai yang akan mengatur segala hal tentang pekerjaanmu mulai dari email, projek hingga jadwal kerja. Kedua, Fundai yang difungsikan untuk hiburan, berkirim pesan, dan bermain gim.</p>



<p>Selain punya BFF (Best Friend Forever), kamu sudah siap punya BPF alias Best Ponsel Forever di tahun 2030?</p>



<h4 class="wp-block-heading">Fleksibilitas Tanpa Batas</h4>
<figure id="attachment_3185" aria-describedby="caption-attachment-3185" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/ROYOLE-FLEXPAI-arenalte.jpg" alt="Ponsel Royole FlexPai yang memiliki model foldable" width="800" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-3185" class="wp-caption-text">Ponsel Royole FlexPai. Credit image: ArenaLTE.</figcaption></figure>



<p>Fleksibilitas jadi karakteristik penting bagi ponsel di masa depan. Tengok saja <em>foldable phones </em>hingga <em>stretchable phones </em>yang mempermudah aktivitas pengguna.</p>



<p><em>Foldable phones </em>telah menyambangi publik sejak tahun 2019. Lihat saja Samsung Galaxy Fold atau Motorola Razr 2019. Banyak orang menganggapnya <em>gimmick </em>yang menarik. Namun, selain fans teknologi, sebagian besar orang masih ragu untuk membeli ponsel jenis ini.&nbsp;</p>



<p>Alasannya, software yang belum sepenuhnya mumpuni dan mahalnya <em>foldable phones</em>. Walaupun begitu, tren ini diperkirakan akan terus meningkat lho. Kepopulerannya akan sangat bergantung apakah ponsel jenis ini bisa memberikan kenyamanan dan kepercayaan pada pengguna. Kedua hal ini sangat menentukan apakah pengguna akan beralih dari ponsel normal mereka.</p>



<p>Bagaimana jika sebuah ponsel tidak hanya bisa dilipat dalam satu arah? Tahun 2008, Nokia pernah menjadi pioneer teknologi semacam ini, lho. Kenalan dengan ponsel Morph, yuk. Didesain oleh Tapani Tyhanen, ponsel ini bisa dilipat dan diubah bentuknya sesuai kebutuhan pengguna. Ponsel ini bisa diletakkan di pergelangan tangan, difungsikan seperti jam untuk melakukan aktivitas ekstrim. Pada saat yang sama, ponsel ini bisa jadi teman menonton film melalui bentuk flat screen.</p>



<p>Samsung juga sudah menunjukkan beberapa teknologi serupa. Namun, hingga saat ini yang dirilis ke publik hanyalah smartphone Galaxy Round.&nbsp;</p>



<p>Royole juga memperkenalkan produk serupa buatan mereka, <a href="https://inet.detik.com/consumer/d-4528694/penjualan-perdana-ponsel-layar-lipat-flexpai-ludes-terjual">FlexPai</a>. Mirip Morph, FlexPai memiliki bentuk fleksibel yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Hal ini bisa dilakukan dengan mempertemukan sisi diagonal pada ponsel.&nbsp;</p>



<p>Melihat antusiasme brand, bisa jadi, tahun 2030 tren ini bakal terulang lagi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Konektivitas Tinggi</h4>
<figure id="attachment_3182" aria-describedby="caption-attachment-3182" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/huawei-p40-pro-kompastekno.jpg" alt="Ponsel Huawei P40 Pro yang mendukung koneksi 5G" width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-3182" class="wp-caption-text">Ponsel 5G Huawei P40 Pro. Credit image: Kompas Tekno.</figcaption></figure>



<p>Saatnya bilang, goodbye 4G, welcome 5G atau bahkan 6G! Seperti yang kita dengar, rumor 5G di Indonesia mulai santer mengudara sejak teknologi tersebut dipakai pada perhelatan Asian Games 2018. <a href="https://101wired.com/2020/06/04/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/">Huawei dan tiga provider Indonesia juga telah mengusahakan negosiasi dengan pemerintah untuk mempercepat adaptasi 5G</a>.&nbsp;</p>



<p>Salah satu faktor yang akan mempercepat penerimaan 5G di masyarakat adalah ketersediaan sumber daya. Prediksinya, tahun 2030 akan semakin banyak ponsel 5G maupun perangkat pendukung konektivitas tersebut. Ponsel 4G akan semakin sulit ditemukan. Makanya, seperti pada kasus adaptasi 4G, mau tak mau masyarakat akan membiasakan diri dan mulai beralih. Sederhananya, hal itu akan terjadi ketika ponsel 5G mulai marak di pasaran dan membelinya jadi suatu hal yang normal. Mungkinkah hal itu terjadi pada tahun 2030?</p>



<h4 class="wp-block-heading">Anything-but-Charging Phone</h4>
<figure id="attachment_3184" aria-describedby="caption-attachment-3184" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/meizu-zero-hitechgilitz.jpg" alt="Ponsel Meizu Zero yang tidak punya port" width="1024" height="768" /><figcaption id="caption-attachment-3184" class="wp-caption-text">Ponsel portless pertama, Meizu Zero. Credit image: HI Tech Glitz.</figcaption></figure>



<p>Kebutuhan berinteraksi dengan ponsel yang semakin intens sering terhambat oleh kemampuan baterai. Makanya, semakin banyak teknologi yang meningkatkan aspek tersebut. Tengok saja beragam charger fast-charging yang jadi favorit pengguna. Kini, pengguna juga cenderung mencari ponsel dengan baterai berdaya besar.</p>



<p>Tenang, tampaknya kebosananmu mencharger ponsel akan berkurang di masa depan.&nbsp; Kita bisa mencharger tanpa perlu bawa-bawa charger. Perusahaan Energous telah menjajal teknik charging baru pada ponsel: charging via udara. WattUp Mid Field Transmitter buatan mereka bisa dipakai untuk mengisi daya meski ponsel berjarak tiga kaki. Di masa depan, bukan tak mungkin bakalan muncul transmitter serupa yang bisa mengakomodasi jarak lebih jauh lagi.</p>



<p>Hal ini tampaknya bakal semakin marak seiring dengan kampanye <em>eco-friendly </em>dan <em>wireless </em>pada barang elektronik.&nbsp;</p>



<p>Yup, salah satu hal menarik yang bisa kita antisipasi adalah berkurangnya kabel dalam pemakaian ponsel. Mulai dari charger hingga headset, kita akan menyambut teknologi wireless. Saat ini, kebanyakan ponsel tak lagi punya port pada desain mereka. Hal ini berjalan bersamaan seiring dengan peningkatan teknologi bluetooth dan Near Field Communication (NFC).</p>



<p>Contohnya, Kyocera yang memperkenalkan prototype ponsel berteknologi sinar matahari tahun 2016. Ponsel ini didesain untuk orang-orang yang bekerja di luar dan berada jauh dari sumber listrik dalam waktu lama. Tiga menit sinar matahari bisa mengisi daya untuk melakukan panggilan telpon selama satu menit.</p>



<p>Gimana, sudah cukup tercengang belum? Selamat menantikan masa depan ponselmu…. kalau di tahun 2030 masih ada teknologi bernama ponsel.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/">Apa yang Akan Terjadi pada Ponselmu di Tahun 2030?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/apa-yang-akan-terjadi-pada-ponselmu-di-tahun-2030/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi New Normal, Huawei Dorong Perkembangan Teknologi 5G di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2020 08:08:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[5G]]></category>
		<category><![CDATA[Huawei]]></category>
		<category><![CDATA[New Normal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2787</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak 2018, rupanya Indonesia sudah berupaya menerapkan jaringan super canggih ini. Huawei dan 3 operator lainnya kembali mengungkap rencana adaptasi 5G tahun ini.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/">Hadapi New Normal, Huawei Dorong Perkembangan Teknologi 5G di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Pada Global Analyst Summit yang diadakan 18 Mei hingga 20 Mei 2020 lalu, Huawei menyarankan pengembangan adopsi teknologi seperti 5G, Cloud, dan Artificial Intelligence sebagai strategi menghadapi “new normal” yang akan berimbas pada perekonomian.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Sebetulnya, teknologi yang satu ini bukan merupakan hal baru bagi sektor telekomunikasi di Indonesia. Yup, salah satu operator ponsel yakni Telkomsel telah menguji teknologi ini bertepatan dengan Asian Games dua tahun silam di Gelora Bung Karno. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Huawei bersama Telkomsel dan XL telah mengantongi beragam kerjasama untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan penerapan 5G di Indonesia. Menurut pihak Huawei, adopsi teknologi ini di Indonesia sebetulnya bisa rampung sebelum tahun 2022 lho.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<figure id="attachment_2791" aria-describedby="caption-attachment-2791" style="width: 626px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/katemangostar-freepik.jpg" alt="" width="626" height="377" /><figcaption id="caption-attachment-2791" class="wp-caption-text">Ilustrasi penggunaan teknologi 5G.<br />Credit image: Katemangostar/Freepik.</figcaption></figure>
<p>Mohamad Rosidi, Direktur ICT Strategy Huawei INdonesia, menyebutkan bahwa faktor yang mendukung uji coba 5G di Indonesia adalah kesediaan infrastruktur seperti Palapa Ring atau Tol Langit serta jaringan serat atau fiber hingga menara pemancar alias base transceiver station (BTS). Sementara dari sisi teknologi, Huawei juga mengaku telah menunjukkan kesiapan.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Hal ini ditunjukkan oleh peluncuran smartphone flagship terbarunya, P40 Pro, di Indonesia, Jumat (10/4/2020). Memakai teknologi SoC Kirin 990, ponsel ini telah mendukung jaringan 5G, meski belum dapat digunakan di Indonesia karena belum adanya regulasi yang mengatur akses jaringan 5G bagi seluruh operator seluler. Saat ini, Huawei menonaktifkan fungsi 5G di P40 Pro sehingga ponsel tersebut hanya bisa menggunakan teknologi jaringan maksimal hingga 4G LTE saja.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<figure id="attachment_2789" aria-describedby="caption-attachment-2789" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/huawei.com_-1024x422.png" alt="Ponsel Huawei P40 Pro yang mendukung jaringan 5G" width="1024" height="422" /><figcaption id="caption-attachment-2789" class="wp-caption-text">Ponsel Huawei P40 Pro. Credit image: huawei.com</figcaption></figure>
<p>Regulasi dan harmonisasi spektrum atau tempat sinyal menetap atau hidup tampaknya menjadi hambatan lain yang genting dihadapi dalam penerapan teknologi 5G. Teknologi satu ini membutuhkan alokasi frekuensi tersendiri. Saat ini, di Indonesia hanya tersedia 2 spektrum frekuensi untuk jaringan 5G yakni 2.6GHz dan 3.5GHz.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Rosidi melihat bahwa spektrum terbaik bagi 5G sebetulnya ialah 3.5Gz. Meski begitu, Indonesia kemungkinan besar akan memperhitungkan iklim dan ekosistem untuk kemudian memilih spektrum 2.6GHz sebagai alokasi teknologi 5G. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Tantangan lainnya adalah perlunya kolaborasi jaringan nirkabel dan fixed untuk meningkatkan jumlah pelanggan mengingat cukup rendahnya penetrasi jaringan berbasis serat optik di Indonesia.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Huawei menyatakan tengah berusaha melakukan koordinasi dengan pemerintah dan sejumlah operator mengenai penerapan teknologi 5G di Indonesia. Hingga kuartal III tahun 2019, Huawei telah menyepakati lebih dari 50 kontrak komersial 5G dengan berbagai operator di seluruh dunia. Selain itu, perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok itu juga telah mengapalkan lebih dari 150.000 BTS 5G ke beberapa negara.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Menurutmu, Indonesia sudah siap belum mengadopsi teknologi ini? Komen di bawah ya, peeps!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/">Hadapi New Normal, Huawei Dorong Perkembangan Teknologi 5G di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/hadapi-new-normal-huawei-dorong-perkembangan-teknologi-5g-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
