<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WhatsApp Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/whatsapp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/whatsapp/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Feb 2021 04:31:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>WhatsApp Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/whatsapp/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gampang Banget! Begini Cara Memindahkan Chat WhatsApp ke Telegram</title>
		<link>https://101wired.com/2021/02/gampang-banget-begini-cara-memindahkan-chat-whatsapp-ke-telegram/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/02/gampang-banget-begini-cara-memindahkan-chat-whatsapp-ke-telegram/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kartika Aprilia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 04:43:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Chatting]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan]]></category>
		<category><![CDATA[Telegram]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telegram kini menjadi salah satu aplikasi chatting yang sedang naik daun. Bahkan mayoritas pengguna WhatsApp kini banyak beralih menggunakan Telegram. Dikabarkan kontroversi perubahan kebijakan privasi WhatsApp yang banyak menimbulkan pertanyaan dan membuat pengguna WhatsApp tertarik untuk menggunakan aplikasi alternatif seperti Telegram. Telegram jelas memiliki keunggulan dalam fitur yang ditawarkannya. Jika Anda ingin beralih menggunakan Telegram [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/gampang-banget-begini-cara-memindahkan-chat-whatsapp-ke-telegram/">Gampang Banget! Begini Cara Memindahkan Chat WhatsApp ke Telegram</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Telegram kini menjadi salah satu aplikasi <em>chatting</em> yang sedang naik daun. Bahkan mayoritas pengguna WhatsApp kini banyak beralih menggunakan Telegram. Dikabarkan kontroversi perubahan kebijakan privasi WhatsApp yang banyak menimbulkan pertanyaan dan membuat pengguna WhatsApp tertarik untuk menggunakan aplikasi alternatif seperti Telegram.</p>



<p><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Telegram_(aplikasi)" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Telegram</a> jelas memiliki keunggulan dalam fitur yang ditawarkannya. Jika Anda ingin beralih menggunakan Telegram namun khawatir pesan di WhatsApp akan hilang begitu saja, maka sekarang Anda dapat memindahkan pesan teks hingga <em>file</em> penting lainnya&nbsp; ke Telegram dengan mudah.</p>



<p>Baca Juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/19/whatsapp-pay-fitur-transfer-uang-cepat-lewat-chat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">WhatsApp Pay, Fitur Cepat Transfer Uang Lewat Chat</a></p>



<p>Telegram semakin memanjakan para penggunanya. Aplikasi <em>chatting</em> tersebut merayakan seratus juta pengguna barunya dengan menghadirkan fitur baru, yaitu <em>Import chat</em>. Anda tidak akan kehilangan <em>chat</em> atau memulai dari awal lagi obrolan dengan teman maupun keluarga Anda.&nbsp; Anda bisa melakukan pemindahan ini baik menggunakan Android atau iOs.</p>



<p>Namun ada hal yang perlu Anda perhatikan sebelum melakukan transfer ke Telegram. Pastikan bahwa Anda sudah meng-<em>update</em> versi terbaru dari kedua aplikasi tersebut. Langkah selanjutnya, Anda bisa mulai mengikuti langkah berikut untuk memindahkan chat di WhatsApp ke Telegram.</p>



<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Buka Aplikasi WhatsApp</p>



<p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pilih obrolan atau <em>chat</em> yang Anda ingin pindahkan ke Telegram. Klik titik tiga vertikal yang terletak di pojok kanan atas <strong>&gt; More &gt; Export Chat</strong>.</p>



<p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Setelah itu akan muncul pilihan apakah Anda ingin mengekspor obrolan dengan atau tanpa media.</p>



<p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kemudian klik <strong>Telegram </strong>dan pilih <strong>import.</strong></p>



<p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp; Selesai. Obrolan Anda telah berhasil dipindahkan, dan Anda bisa melanjutkan obrolan dari WhatsApp tanpa khawatir riwayat percakapan hilang.</p>



<p>Langkah di atas bisa dilakukan bagi pengguna Android maupun iOs. Percakapan Anda di WhatsApp dengan semua data akan diperbarui di Telegram lengkap dengan informasi waktu asli dari WhatsApp. Anda bisa melakukan cara yang sama jika ingin memindahkan obrolan grup Anda ke Telegram. Anda hanya perlu memilih menu <em>Group Info </em>lalu pilih <em>Export Chat.</em> Semua anggota grup yang memiliki Telegram dapat melihat pesan yang telah diimpor pada Telegram.</p>



<p>Serupa dengan WhatsApp, Telegram juga memiliki fitur mengirim pesan, emoji, GIF, stiker animasi, dan file. Bahkan fitur Telegram memiliki keunggulan yang tidak dimiliki WhatsApp, lho.&nbsp; Jika di WhatsApp Anda hanya dapat mengirim video dengan ukuran 16 MB, dengan Telegram Anda dapat mengirim file berukuran maksimal 2 GB.</p>



<p>Selain itu, aspek penting yang harus Anda ingat adalah Telegram tidak memiliki <em>‘end-to-end encryption’</em> secara default seperti di WhatsApp. Enkripsi <em>end-to-end</em> adalah metode komunikasi aman yang mencegah pihak ketiga mengakses data saat ditransfer dari satu sistem atau perangkat ke perangkat lainnya. Meski demikian, <em>chat</em> masih dienkripsi menggunakan protokol enkripsi MTProto klien server Telegram. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca penjelasan pada aplikasinya.</p>



<p>Dari segi <em>privacy</em>, Telegram lebih aman dari WhatsApp. Telegram mengizinkan penggunanya untuk menghapus riwayat percakapan Anda hingga riwayat panggilan baik pengirim maupun penerima pesan. Fakta lainnya yaitu, jika di WhatsApp hanya memberi sekitar satu jam untuk menghapus pesan Anda, maka lain halnya dengan Telegram menyediakan fitur hapus pesan tanpa batas waktu.</p>



<p>Telegram memiliki fitur penyimpanan ‘<em>cloud’</em>. Meski pesan sudah terhapus jika sewaktu-waktu Anda ingin me-<em>restore </em>pesan tersebut, Anda bisa mengaksesnya pada fitur ‘<em>cloud’</em>. Fitur ‘Cloud’ adalah cara terbaik untuk menghemat ruang penyimpanan Anda.&nbsp;</p>



<p>Bagaimana pendapat Anda ? Apakah sudah yakin untuk beralih ke Telegram ?</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/gampang-banget-begini-cara-memindahkan-chat-whatsapp-ke-telegram/">Gampang Banget! Begini Cara Memindahkan Chat WhatsApp ke Telegram</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/02/gampang-banget-begini-cara-memindahkan-chat-whatsapp-ke-telegram/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>What&#8217;s Up with WhatsApp?</title>
		<link>https://101wired.com/2021/02/ada-apa-dengan-kebijakan-pembaharuan-whatsapp/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/02/ada-apa-dengan-kebijakan-pembaharuan-whatsapp/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Angga Tammara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2021 21:19:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Telegram]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=3352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Whatsapp Trending, Telegram dan Signal Gak Ambil Pusing! Turun pamor! Kebijakan pembaharuan Whatsapp menuai kontroversi dan berhasil membuat sebagian para penggunanya meninggalkan aplikasi perpesanan ini, dan beralih ke aplikasi serupa seperti Telegram dan Signal. Dalam dua pekan ini Telegram dan Signal tercatat mendapat ribuan para pelanggan baru yang diperkirakan adalah pengguna Whatsapp yang khawatir akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/ada-apa-dengan-kebijakan-pembaharuan-whatsapp/">What&#8217;s Up with WhatsApp?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Whatsapp Trending, Telegram dan Signal <em>Gak</em> Ambil Pusing!</strong></p>



<p>Turun pamor! Kebijakan pembaharuan Whatsapp menuai kontroversi dan berhasil membuat sebagian para penggunanya meninggalkan aplikasi perpesanan ini, dan beralih ke aplikasi serupa seperti Telegram dan Signal.</p>



<p>Dalam dua pekan ini Telegram dan Signal tercatat mendapat ribuan para pelanggan baru yang diperkirakan adalah pengguna Whatsapp yang khawatir akan keamanan privasi mereka terganggu.</p>



<p>Pasalnya pada Januari 2021 ini, Whatsapp menjadi aplikasi trending yang diperbincangkan di berbagai media. Hal ini adalah buntut dari kebijakan aplikasi mereka. Whatsapp ‘memaksa’ para pengguna untuk menyetujui kebijakan berbagi data antara WhatsApp dan Facebook, selaku perusahaan induk Whatsapp. Dan lewat data inilah yang kemudian digunakan oleh Facebook untuk membuat lahan model bisnis baru dari WhatsApp.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/19/whatsapp-pay-fitur-transfer-uang-cepat-lewat-chat/">WhatsApp Pay, Fitur Cepat Transfer Uang Lewat Chat</a></p>



<p>sebelumnya Whatsapp akan memberlakukan kebijakan ini pada 8 Februari 2021, tetapi kemudian kebijakan ini diundur hingga 15 Mei 2021. Budi Rahardjo, Teknologi Institut Teknologi Bandung&nbsp; dalam berita CNN Indonesia berpendapat bahwa pengunduran tersebut menandakan bahwa&nbsp;WhatsApp&nbsp;khawatir penggunanya hengkang karena kebijakan barunya. Terlebih lagi jika seorang <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Elon_Musk" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Elon Musk</a> telah merekomendasikan aplikasi perpesanan lain yang dianggap banyak orang lebih aman dalam menjaga privasi mereka.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/HphVhfsTiz0RoVvd4vvCAhHMuSXoSMSulxX3qgluvyj_k1mpl8fmjJhDMbdXWM8V8gtDSoDQ8kpP6zv9iRQX-qxZnNpyrQiEdT2sjohLLJpZFRn4ILOi2GeU1OUx_Ojh6cTz-k4" alt=""/></figure>



<p>Melihat fenomena ini, seolah teringat pada perseteruan Mac Vs Windows ataupun Android Vs Ios. Yang mana tentu kini para pengguna teknologi dapat dengan mudah beralih dalam menentukan suatu teknologi aman dan nyaman bagi mereka masing-masing. Tetapi alih-alih demikian, para kompetitor Whatsapp seperti Telegram, Signal, Hangouts, Skype dan aplikasi chatting lainnya jangan dulu terburu-buru.&nbsp;</p>



<p>Pasalnya seperti terlalu cepat jika Whatsapp dengan mudah tergantikan oleh kompetitornya. Hal yang paling mungkin adalah kini para pengguna aplikasi chatting mulai <em>aware</em> dengan kebutuhan mereka dan akan pilihan-pilihan aplikasi perpesanan lainnya seperti Telegram dan Signal yang belakangan ini mulai menampilkan pesona mereka untuk menggaet pelanggan. Yah, dapat dikatakan jika momen ini adalah kesempatan baik bagi Telegram dan Signal untuk memperkenalkan diri lebih dalam, jika mereka serius ingin menyingkirkan Whatsapp.&nbsp;</p>



<p>Hanya saja perlu diketahui jika, WhatsApp Indonesia dalam laman resminya menjawab kekhawatiran kebijakan terbaru mereka pada para pengguna aplikasi ini.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/GYiHmVLpcOfJPhWce1vNJFS5_-YwRaLfY64uaHCe0fdAkf5e1BVmmAZoOlikyllDWCOBETLUWLHHN0sbHKanoTmJ5rAEod8LRtzDvBGLWDhYPsx-J7srQiojm3Yga5yOPMfaO54" alt=""/></figure>



<p>Whatsapp membuat klarifikasi bahwa, kebijakan terbaru mereka lebih dikhususkan&nbsp; bagi para pengguna WhatsApp Business dengan fitur-fitur yang bersifat opsional. Selain itu, WhatsApp menyatakan baik WhatsApp maupun Facebook tidak dapat melihat pesan pribadi atau mendengarkan panggilan pengguna, Whatsapp maupun Facebook tidak dapat membaca pesan atau mendengarkan panggilan yang dilakukan pengguna aplikasi ini dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Apa pun yang para pengguna bagikan hanya diketahui oleh pengirim dan penerima pesan atau lawan bicara. Hal ini karena pesan pribadi para pengguna dilindungi oleh enkripsi <em>end-to-end</em>. Whatsapp berkomitmen tidak akan pernah menurunkan tingkat keamanan ini dan tetap memberi label enkripsi <em>end-to-end</em> secara jelas pada setiap chat agar pengguna mengetahui hal ini.&nbsp;</p>



<p>Jadi sekalipun WhatsApp dan Facebook dapat berbagi data, para pengguna aplikasi pesan ini masih memiliki pilihan untuk mengubah setting default mereka dalam hal ini. Jika pengguna telah memasang Whatsapp pada telepon, pengguna akan memiliki opsi untuk mengirim pesan ke bisnis tersebut. Facebook mungkin menggunakan cara pengguna Whatsapp berinteraksi dengan iklan-iklan ini untuk mempersonalisasi iklan yang pengguna lihat di Facebook.</p>



<p>Sekalipun telah menjadi perusahaan raksasa dan dipercaya, WhatsApp baiknya sadar jika kompetitornya telah menunggu dan bersiap untuk sebuah kesempatan untuk menggeser posisinya.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/02/ada-apa-dengan-kebijakan-pembaharuan-whatsapp/">What&#8217;s Up with WhatsApp?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/02/ada-apa-dengan-kebijakan-pembaharuan-whatsapp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WhatsApp Pay, Fitur Cepat Transfer Uang Lewat Chat</title>
		<link>https://101wired.com/2020/06/whatsapp-pay-fitur-transfer-uang-cepat-lewat-chat/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/06/whatsapp-pay-fitur-transfer-uang-cepat-lewat-chat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2020 01:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Payment]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp Pay]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meski telah melakukan banyak uji coba dan negosiasi di India, Brasil adalah wilayah peluncuran pertama WhatsApp Pay. Fitur ini, menurut Mark Zuckerberg, mempercepat proses kirim uang layaknya mengirim gambar. Dalam pengadaan layanan keuangan ini, WhatsApp bermitra dengan beragam bank lokal di Brasil. Bank tersebut di antaranya Nubank, Cielo, Sicredi, dan Banco do Brasil.&#160; Hal pertama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/whatsapp-pay-fitur-transfer-uang-cepat-lewat-chat/">WhatsApp Pay, Fitur Cepat Transfer Uang Lewat Chat</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meski telah melakukan banyak uji coba dan negosiasi di India, Brasil adalah wilayah peluncuran pertama WhatsApp Pay. Fitur ini, menurut Mark Zuckerberg, mempercepat proses kirim uang layaknya mengirim gambar. Dalam pengadaan layanan keuangan ini, WhatsApp bermitra dengan beragam bank lokal di Brasil. Bank tersebut di antaranya Nubank, Cielo, Sicredi, dan Banco do Brasil.&nbsp;</p>



<p>Hal pertama yang perlu dilakukan pengguna adalah melakukan sinkronisasi kartu kredit atau kartu kredit Visa dan Mastercard ke WhatsApp. Setelahnya, transaksi keuangan dapat dilakukan semudah menjentikkan jari. Pengguna hanya perlu membuka kolom chat dan memasukkan enam digit PIN untuk keperluan otentifikasi dan keamanan data. Pengiriman uang tidak dikenakan biaya. Seluruh layanan bersifat gratis bagi pengguna umum, sementara pengguna WhatsApp Business perlu membayar <em>charge </em>sebesar 3.99%.&nbsp;</p>



<p>Fitur WhatsApp satu ini memiliki beragam keuntungan. Selain melihat katalog bisnis, pengguna juga bisa mengirim pembayaran untuk produk yang mereka beli. Hal ini merupakan bentuk komitmen WhatsApp untuk memajukan ekonomi digital di era new normal. WhatsApp Pay juga bertujuan mempermudah transaksi keuangan tanpa perlu ke ATM atau keluar rumah, mengingat bahaya penularan virus COVID-19.</p>



<p><p>WhatsApp Pay masih terintegrasi di bawah Facebook Pay. Fitur ini dikembangkan sejak Februari 2018, namun baru tersedia di aplikasi versi beta di wilayah India saja. Kehadiran WhatsApp Payments tak terlepas dari telah terintegrasinya Unified Payment Interface (UPI) yang didukung berbagai bank di Negeri Bollywood tersebut, seperti State Bank of India, ICIC Bank, HDFC Bank, hingga Axis Bank. Unified Payments Interface (UPI) adalah sebuah sistem yang memungkinkan transfer dana secara real time di antara akun-akun bank.</p>
<figure id="attachment_2933" aria-describedby="caption-attachment-2933" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/ANTON-PEXELS-1024x682.jpeg" alt="Ilustrasi Aplikasi WhatsApp.  yang kini bisa untuk transfer uang" width="1024" height="682"><figcaption id="caption-attachment-2933" class="wp-caption-text">Ilustrasi Aplikasi WhatsApp. Credit image: Anton/Pexels.</figcaption></figure></p>



<p>Sejak dirilis di India pada Februari 2018 hingga Mei 2019, WhatsApp Pay masih dalam masa percobaan. Layanan ini belum bisa melakukan pembayaran di merchant, masih sebatas transfer uang. Namun, jumlah penggunanya sudah cukup menggembirakan, di kisaran 1 juta orang.</p>



<p><p>Bagaimana dengan Indonesia? Desas desus dari laporan Reuters telah terdengar sejak Agustus 2019. Menurut laporan tersebut, WhatsApp sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan beberapa perusahaan pembayaran digital seperti GoJek, Dana, serta startup fintech OVO. WhatsApp kabarnya juga mendekati bank milik BUMN yakni Bank Mandiri yang punya layanan dompet digital e-wallet. Rumor semakin santer setelah Facebook, perusahaan yang satu grup dengan WhatsApp mendanai startup Gojek sebulan yang lalu.</p>
<figure id="attachment_2935" aria-describedby="caption-attachment-2935" style="width: 680px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/06/TECH-CRUNCH.jpg" alt="Ilustrasi penggunaan WhatsApp Pay untuk mengirim dan menerima uang" width="680" height="483"><figcaption id="caption-attachment-2935" class="wp-caption-text">Ilustrasi penggunaan WhatsApp Pay. Credit image: Tech Crunch.</figcaption></figure></p>



<p>Mark Zuckerberg memang berencana untuk terus mengembangkan layanan transaksi mobile digital yang mudah bagi pengguna. Hal ini tampaknya diwujudkan sejak peluncuran Facebook Pay pada November 2019 lalu.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/06/whatsapp-pay-fitur-transfer-uang-cepat-lewat-chat/">WhatsApp Pay, Fitur Cepat Transfer Uang Lewat Chat</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/06/whatsapp-pay-fitur-transfer-uang-cepat-lewat-chat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2020 08:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Hacker]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Data]]></category>
		<category><![CDATA[Kebocoran Data]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus pembajakan WhatsApp semakin marak akhir-akhir ini. Kemudahan pertukaran informasi di dunia maya tampaknya dimanfaatkan sebagian oknum untuk melakukan kejahatan siber. Modusnya, mengaku sebagai identitas tertentu dan meminta uang kepada kontak terdekat orang tersebut. Selain berpotensi merusak reputasi, kita tentu tak ingin data pribadi kita jatuh ke tangan orang lain dan dimanfaatkan untuk tujuan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/">WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Kasus pembajakan WhatsApp semakin marak akhir-akhir ini. Kemudahan pertukaran informasi di dunia maya tampaknya dimanfaatkan sebagian oknum untuk melakukan kejahatan siber. Modusnya, mengaku sebagai identitas tertentu dan meminta uang kepada kontak terdekat orang tersebut. Selain berpotensi merusak reputasi, kita tentu tak ingin data pribadi kita jatuh ke tangan orang lain dan dimanfaatkan untuk tujuan yang tak semestinya.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Apa saja sih tanda WhatsApp kita mungkin telah dibajak? </strong></p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Unduhan Aplikasi Asing di Ponsel</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Apakah kalian pernah merasa tidak pernah mengunduh suatu aplikasi, namun aplikasi itu berada di deretan layar kalian? Hal ini patut diwaspadai lho. Justru karena hal ini sering luput dari perkiraan (nggak banyak orang yang mengecek jumlah atau ikon aplikasi kecuali sedang ingin menggunakannya), banyak <em>hacker</em> memanfaatkan hal ini untuk memasang malware sebagai jebakan penyadapan akun WhatsAppmu.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Perhatikan Tanda Read pada Percakapan</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Beberapa orang punya kebiasaan menunda untuk membalas chat, entah karena sedang beraktivitas atau lupa. Kalau kamu salah satu dari mereka, coba ingat-ingat dan cek lagi setiap chat yang kamu punya. Kalau seingatmu ada pesan yang belum dibuka, namun ternyata sudah terbaca, kamu perlu hati-hati. Apalagi jika kejadian tersebut berulang.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>WhatsApp Logout Secara Tiba-Tiba</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Akun WhatsApp nggak semudah itu LogOut seperti pada Instagram atau media sosial lainnya. Kalau tiba-tiba akunmu keluar, ada potensi nomermu sedang berpindah ke ponsel atau perangkat lain lho. </p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="4">
<li>Pentingnya Cek Riwayat Log In</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Meski terlihat sepele, fitur pengecekan riwayat pada WhatsApp ini akan sangat berguna untuk memantau aktivitas akunmu, termasuk melihat daftar <em>log-in device</em>. Cara mengeceknya sangat mudah, tinggal klik titik tiga di ujung kanan atas.</p>
<figure id="attachment_2673" aria-describedby="caption-attachment-2673" style="width: 625px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/freepik-2-2.jpg" alt="WhatsApp sebetulnya memiliki fitur enkripsi yang membuat percakapan hanya bisa diketahui dua pihak yang berkirim pesan. Namun, rupanya beberapa perusahaan keamanan tetap melihat celah pembajakan pada aplikasi satu ini." width="625" height="417" /><figcaption id="caption-attachment-2673" class="wp-caption-text">Ilustrasi WhatsApp Web. Credit image: Freepik.</figcaption></figure>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="5">
<li>Pesan terkirim tanpa sepengetahuanmu</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Merasa belum membalas atau mengirimkan suatu pesan? Pesan yang terkirim dengan sendirinya ke kontak yang ada maupun nomor asing bisa menjadi salah satu tanda WhatsApp telah diretas, lho.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Cara Mencegah Agar WhatsApp Tak Diretas</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list">
<li>Maksimalkan Pengamanan dengan 2 Factor Authentification</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Kode ini berbeda dengan OTP, tujuannya agar orang tidak sembarangan bisa masuk ke akun Anda dan membajak kode QR. Kode 2FA terdiri dari 6 angka dan bisa didapatkan dari menu Setting, Account, lalu pilih Two Step Verification. </p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Menggunakan Pemindai Sidik Jari</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Fitur ini bisa dijadikan alternatif 2FA sebagai pengaman akun untuk mempersulit para hacker yang ingin membajak akun Anda. Pilih menu Setting, Privacy, dan pilih Fingerprint Lock. Setelahnya, Anda akan diminta merekam sidik jari untuk menjadi “kunci” untuk membuka akun WhatsApp Anda. Setelah memilih menu tersebut dan melakukan perekaman sidik jari, WhatApp akan terkunci secara otomatis beberapa menit kemudian.</p>
<p></p>
<p></p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Berjaga-jaga dengan LogOut WhatsApp</li>
</ol>
<p></p>
<p></p>
<p>Fitur logout from all devices yang tersedia di WhatsApp Web bisa menjadi alternatif untuk mengontrol aktivitas akun yang tidak diinginkan. Jika melihat ada aktivitas akun mencurigakan yang bukan berasal darimu, lebih baik pilih menu “log out from all devices”.</p>
<p></p>
<p></p>
<p><strong>Bagaimana jika WhatsApp terlanjur diretas?</strong></p>
<p></p>
<p></p>
<figure id="attachment_2672" aria-describedby="caption-attachment-2672" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/christian-wiediger-unsplash.png" alt="Jika ingin memastikan percakapan pada WhatsApp tetap aman, kamu juga bisa memilih opsi yang sedikit merepotkan seperti mengaktifkan notifikasi keamanan." width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2672" class="wp-caption-text">Ilustrasi Percakapan di WhatsApp. Credit image: Christian Wiediger/Usnplash.</figcaption></figure>
<p>Hal termudah pertama yang bisa dilakukan adalah menginstall ulang WhatsApp yang telah terpasang untuk mendapatkan kode OTP. Syaratnya, Anda masih menggunakan nomor yang terdaftar pada akun WhatsApp tersebut karena kode OTP akan dikirimkan ke nomor tersebut. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Anda juga bisa masuk ke WhatsApp dengan nomor ponsel yang terdaftar dan memverifikasinya dengan 6 kode yang akan dikirimkan melalui SMS. Pilih negara Anda untuk memasukkan kode negara secara otomatis lalu masukkan nomor ponsel di kotak bagian kanan (tanpa angka 0). Kode akan dikirimkan dalam waktu maksimal 10 menit. Jika telah berhasil masuk, perangkat lain yang menggunakan akun Anda akan melog-out akun secara otomatis. </p>
<p></p>
<p></p>
<p>Jika Anda telah mengaktifkan verifikasi dua langkah atau 2 Factor Authentification, Anda akan diminta kode keamanan jika ada indikasi peretasan. Kode itu menjaga akun agar tak sembarangan log-in pada perangkat lain. Bagaimana jika lupa kode 2FA? Anda harus menunggu selama 7 hari untuk bisa log-in tanpa kode ini. Meski begitu, 6 kode yang didapatkan lewat SMS akan memastikan sang hacker telah log-out dari akun Anda.</p>
<p></p>
<p></p>
<p>Cara terakhir yang bisa dilakukan adalah menonaktifkan akun. WhatsApp menyediakan layanan pengaduan di <a href="mailto:support@whatsapp.com">support@whatsapp.com</a>. Kirimkan sebuah email ke alamat tersebut dengan frasa “Hilang/Dicuri: Silahkan nonaktifkan akun saya” pada badan email, seperti dilansir India Today. Anda punya 30 hari untuk mengaktifkan akun Anda sebelum akun tersebut dihapus sepenuhnya.</p>
<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/">WhatsAppmu Dibajak? Pahami Tanda, Pencegahan, dan Pemulihannya!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/whatsappmu-dibajak-pahami-tanda-pencegahan-dan-pemulihannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lawan Hoax COVID-19 dengan Fitur Aplikasi Ini!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 06:38:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[PeduliLindungi]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hingga 6 April 2020, telah tercatat 1.096 isu hoaks terkait COVID-19 pada platform Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.<br />
Efek dari hoax sangat beragam dan signifikan, mulai dari overthinking hingga psikosomatis, alias “perasaan” seolah memiliki gejala COVID-19.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/">Lawan Hoax COVID-19 dengan Fitur Aplikasi Ini!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>101Wired People, beredarnya informasi di media sosial selama pandemi membuatmu nggak bisa terlepas dari hoax COVID-19. Pada saat yang sama, kamu mungkin memasuki masa-masa jenuh berdiam diri di rumah. </p>
<p>



</p>
<p>Isu mental health sangat penting saat menghadapi pandemi seperti ini. Meluapnya informasi sering dimanfaatkan oknum takk bertanggung jawab untuk menyebar kepanikan massal. Hingga 6 April 2020, telah tercatat 1.096 hoax COVID-19 pada platform Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.</p>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2442" aria-describedby="caption-attachment-2442" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/FREEPIK-1024x819.jpg" alt="Berita Bohong atau Hoax di Media Sosial" width="1024" height="819" /><figcaption id="caption-attachment-2442" class="wp-caption-text">Ilustrasi Berita Bohong. Credits image: Freepik.</figcaption></figure>
<p>Efek dari hoax sangat beragam dan signifikan, mulai dari overthinking hingga psikosomatis. Psikosomatis dideskripsikan sebagai “perasaan” seolah memiliki gejala COVID-19.</p>
<p>Saatnya kita terhindar dari kabar hoax COVID-19 yang nggak benar. Yuk, cek informasi yang kamu terima melalui fitur-fitur pada aplikasi atau situs di bawah ini!</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list">
<li>
<h5><strong>WhatsApp</strong></h5>
</li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2445" aria-describedby="caption-attachment-2445" style="width: 473px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/Screenshot-Chatbot-WHO-473x1024.jpeg" alt="Tampilan Awal Chatbot WHO untuk cek mitos dan fakta COVID-19." width="473" height="1024" /><figcaption id="caption-attachment-2445" class="wp-caption-text">Tampilan Awal Chatbot WHO. Credits image: Screenshot Chatbot WA Official WHO.</figcaption></figure>
<p>WhatsApp termasuk salah satu aplikasi yang paling sering jadi sumber penyebaran hoax. Makanya, beberapa otoritas kesehatan justru melihat ini sebagai peluang perbaikan. Arus penyebaran informasi difasilitasi dengan adanya beberapa <em>chatbot</em> khusus!</p>
<p>



</p>
<ul class="wp-block-list">
<li><b>Chatbot U-Report UNICEF Indonesia</b></li>
</ul>
<p>



</p>
<p>Chatbot ini salah satu sumber kredibel untuk mengecek keakuratan informasi COVID-19 sekaligus wadah untuk menyuarakan pendapatmu. Caranya, cukup klik tautan <a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=628119004567&amp;text=corona">https://bit.ly/infocovid-19</a> untuk terhubung dengan WhatsApp terkait. Setelahnya, kamu perlu mengisi informasi seperti usia hingga domisili sebagai data pemetaan profil. Selanjutnya, pilih menu F untuk memantau misinformasi seputar COVID-19.</p>
<p>



</p>
<ul class="wp-block-list">
<li><b>Chatbot WHO Health Alert</b></li>
</ul>
<p>



</p>
<p>Selain cek informasi, kita bisa menemukan berita terkini dan berbagai tips kesehatan terkait COVID-19 di chatbot ini. Cukup simpan nomor +41794752209 di ponsel kamu, lalu ketik “Hi” untuk mengawali percakapan. Chatbot akan segera memberi jawaban. Setelahnya kamu perlu memilih menu nomor 4 yakni “mythbusters” untuk memastikan mitos sekaligus fakta soal COVID-19. </p>
<p>



</p>
<ul class="wp-block-list">
<li><b>Chatbot Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Hoax Buster)</b></li>
</ul>
<p>



</p>
<p>Kanal buatan organisasi relawan ini bisa kamu temukan melalui nomor +6285921600500. Punya informasi COVID-19 yang diragukan kebenarannya? Cukup ketik “corona” pada nomor tersebut dan hasil cek fakta akan keluar dalam sekejap.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Aplikasi PeduliLindungi</strong></li>
</ol>
<figure id="attachment_2443" aria-describedby="caption-attachment-2443" style="width: 718px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/Google-Play-Store.jpg" alt="Tampilan Aplikasi PeduliLindungi untuk tracing COVID-19 di Google Play Store." width="718" height="718" /><figcaption id="caption-attachment-2443" class="wp-caption-text">Tampilan Aplikasi PeduliLindungi di Google Play Store. Credits image: Screenshot Google Play Store.</figcaption></figure>
<p>Aplikasi ini dihadirkan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Tujuannya untuk meredam COVID-19. Aplikasi ini akan mengumpulkan data lokasi dan mobilitas masyarakat untuk memudahkan penelusuran atau kontak dengan penderita COVID-19. Cara kerjanya dilakukan dengan fitur bluetooth untuk merekam pertukaran informasi. Sementara ini, aplikasi baru tersedia di Play Store dan diharapkan segera bisa dirilis di App Store.</p>
<p>



</p>
<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>
<p><strong>Twitter</strong></p>
</li>
</ol>
<p>



</p>
<figure id="attachment_2446" aria-describedby="caption-attachment-2446" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/unsplash-1.jpg" alt="Ilustrasi Laman informasi khusus mengenai COVID-19 pada Timeline Twitter" width="750" height="500" /><figcaption id="caption-attachment-2446" class="wp-caption-text">Ilustrasi Laman Khusus COVID-19 pada Timeline Twitter. Credits image: Unsplash.</figcaption></figure>
<p>Twitter banyak disukai sebagai sumber pencarian informasi karena sifatnya yang <em>real-time. </em>Sifat <em>real-time </em>ini bisa menjadi pedang bermata dua ini. Makanya, Twitter lantas menerapkan beberapa kebijakan seperti kurasi dan penghapusan konten yang dianggap membahayakan. <a href="https://101wired.com/2020/06/18/retweet-artikel-di-twitter-kini-harus-melalui-proses-baca-dulu/">Twitter akan memberikan label untuk konten yang masuk kategori tersebut dan mengarahkan penggunanya pada tautan berisi fakta dari sumber-sumber terpercaya.</a></p>
<p>Stop cemas berlebihan, gunakan sumber ini untuk memahami lebih lanjut soal COVID-19. Yuk bersama kita bisa!</p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/">Lawan Hoax COVID-19 dengan Fitur Aplikasi Ini!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/lawan-hoax-covid-19-dengan-fitur-aplikasi-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fitur Video Call Baru WhatsApp Siap Saingi Zoom!</title>
		<link>https://101wired.com/2020/05/pembaruan-fitur-video-call-whatsapp-siap-saingi-zoom/</link>
					<comments>https://101wired.com/2020/05/pembaruan-fitur-video-call-whatsapp-siap-saingi-zoom/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Namira Yudhita]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2020 06:22:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Video Call]]></category>
		<category><![CDATA[WhatsApp]]></category>
		<category><![CDATA[Zoom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=2431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saingi Zoom dan aplikasi teleconference lainnya, WhatsApp mencoba mengembangkan fitur baru yakni video call untuk 50 orang tanpa limitasi waktu. </p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/pembaruan-fitur-video-call-whatsapp-siap-saingi-zoom/">Fitur Video Call Baru WhatsApp Siap Saingi Zoom!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p></p>


</p>
<p>Saingi Zoom dan aplikasi <em>teleconference</em> lainnya, fitur video call WhatsApp mencoba menjadi yang terdepan dengan memungkinkan partisipan sebanyak 50 orang tanpa limitasi waktu. Beberapa waktu lalu, WhatsApp sempat menyenangkan pengguna dengan tambahan kapasitas <em>video call</em> sebanyak 8 orang. Kesempatan WhatsApp sebagai kompetitor makin kuat di tengah pandemi yang menyebabkan krisis silaturahmi ini. Apalagi, setelah salah satu aplikasi video call, <a href="https://101wired.com/2020/06/12/zoom-menambah-jaminan-keamanan-data-sayangnya-hanya-bagi-pengguna-berbayar/">Zoom</a>, sempat terkena skandal Zoombombing.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Kabar ini pertama kali disebarluaskan oleh <a href="https://wabetainfo.com/">WABetaInfo.</a> Komunitas ini populer karena kerap “membocorkan” fitur-fitur baru WhatsApp secara akurat. </p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Seperti yang telah kita ketahui, WhatsApp memang dimiliki oleh Facebook. Hingga saat ini, kita telah melihat banyak integrasi fitur antara kedua aplikasi ini. Contohnya fitur untuk membagikan konten Facebook ke WhatsApp. Fitur <em>video call </em>WhatsApp untuk 50 orang ini pun tak terkecuali. Integrasi fitur satu ini dilakukan antara Facebook Messenger Room dengan WhatsApp versi Web Beta maupun Android.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<figure id="attachment_2433" aria-describedby="caption-attachment-2433" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/pixabay-1024x586.jpg" alt="Ilustrasi Video Call WhatsApp sebagai Media Silaturahmi." width="1024" height="586" /><figcaption id="caption-attachment-2433" class="wp-caption-text">Ilustrasi Video Call WhatsApp. Credit image: Pixabay.</figcaption></figure>
<h5>Cara Menggunakan Fitur Video Call Terbaru pada WhatsApp</h5>
<p>Bagaimana cara menggunakan fitur ini? Pertama, pengguna perlu memperbarui versi terbaru WhatsApp mereka. Fitur ini membutuhkan WhatsApp Beta versi 2.2019.6 untuk iOS dan WhatsApp versi 2.20.139 versi Android.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Setelahnya, pengguna perlu mencari ikon klip kertas pada WhatsApp Web maupun Android. Pada ikon tersebut akan ditemukan <em>shortcut </em>Messenger Rooms untuk mulai menjalankan aplikasi tersebut.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Pada Messenger Rooms, pengguna harus mencari fitur Rooms untuk segera memulai rapat online maupun percakapan santai yang diinginkan.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<figure id="attachment_2434" aria-describedby="caption-attachment-2434" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/pixabay2-1024x682.jpg" alt="Ilustrasi Meeting Online Memakai Aplikasi Teleconference." width="1024" height="682" /><figcaption id="caption-attachment-2434" class="wp-caption-text">Ilustrasi Meeting Online. Credit image: PIxabay.</figcaption></figure>
<h5><strong>Keuntungan Video Call WhatsApp</strong></h5>
<p>Selain menguntungkan secara durasi, fitur ini punya beberapa keuntungan lain. Pertama, pengguna bisa mengubah <i>background</i> video seperti pada aplikasi Zoom. Kedua, pengguna juga memiliki kontrol untuk mengatur siapa saja yang bergabung dan melihat “rooms”. Ketiga, fitur <em>share link</em> akan mempermudah kita untuk join video call kapanpun kita mau. Orang yang ingin join atau menyelenggarakan meeting tak harus punya akun Facebook atau WhatsApp. Fleksibilitas lain yang dimiliki fitur ini adalah ketiadaan limitasi waktu, jadi pengguna bisa bertelepon sesuka hati.</p>
<p>


<p></p>
<p></p>


</p>
<p>Seperti yang terlihat, sejauh ini WhatsApp masih mengalihkan pengguna ke fitur Messenger Rooms di Facebook untuk menjalankan fitur terbarunya. Belum dapat dipastikan, kapan WhatsApp akan menambahkan fitur ini secara resmi ke versi aplikasi mereka yang dirilis secara umum. </p>
<p>


<p></p><p>The post <a href="https://101wired.com/2020/05/pembaruan-fitur-video-call-whatsapp-siap-saingi-zoom/">Fitur Video Call Baru WhatsApp Siap Saingi Zoom!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2020/05/pembaruan-fitur-video-call-whatsapp-siap-saingi-zoom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
