<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bank Digital Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/tag/bank-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/tag/bank-digital/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2021 00:05:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Bank Digital Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/tag/bank-digital/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melirik Persiapan Bank Digital di Indonesia, Masa Depan Perbankan Digital Semakin Nyata</title>
		<link>https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sakinah Karimatunnisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 00:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Bank digital Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4254</guid>

					<description><![CDATA[<p>Era digital sudah di depan mata, hampir semua aspek kehidupan kini mulai tersentuh oleh digitalisasi. Mulai dari belanja hingga melakukan kegiatan perbankan, seperti transfer dan transaksi secara online. Terlebih pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan manusia mendadak harus dilakukan dari rumah saja, kerja remote menjadi solusinya. Salah satunya adalah kegiatan perekonomian dan perbankan. Pandemi membuat masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melirik Persiapan Bank Digital di Indonesia, Masa Depan Perbankan Digital Semakin Nyata</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Era digital sudah di depan mata, hampir semua aspek kehidupan kini mulai tersentuh oleh digitalisasi. Mulai dari belanja hingga melakukan kegiatan perbankan, seperti transfer dan transaksi secara online.</p>



<p class="has-text-align-justify">Terlebih pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan manusia mendadak harus dilakukan dari rumah saja, kerja remote menjadi solusinya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Salah satunya adalah kegiatan perekonomian dan perbankan. Pandemi membuat masyarakat mau tidak mau lebih sering melakukan transaksi secara digital. Menjadi pemicu percepatan digital yang terjadi secara ‘alami’ di masyarakat.</p>



<p class="has-text-align-justify">Oleh karena itu dunia perbankan menjadi salah satu sektor yang dirasa perlu dan penting untuk mempercepat digitalisasinya. Oleh karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat sebuat skema bernama bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital merupakan bank yang memberikan pelayanan perbankan kepada nasabahnya secara penuh melalui internet. Walaupun sama-sama berbasis internet, tetapi bank digital berbeda dengan layanan mobile banking dan internet banking yang sudah ada.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mobile banking dan internet banking memiliki layanan yang terbatas, dan layanan perbankan lain masih harus diurus secara offline, ke kantor cabang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sedangkan bank digital memberikan layanan perbankan penuh secara online, mulai dari pembukaan rekening, administrasi, kelola keuangan, otoritas transaksi, hingga penutupan rekening.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nasabah sama sekali tidak perlu ke kantor cabang untuk melakukan kegiatan perbankan, karena semua layanan dapat dinikmati secara online melalui gawai masing-masing.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital ibarat bank konvensional dalam genggaman tangan. Otomatis pelayanan perbankan juga dapat dinikmati selama 24 jam penuh, karena bank tidak pernah &#8216;tutup&#8217;.</p>



<p><strong>Bank Digital di Indonesia</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="597" height="594" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9.jpg" alt="" class="wp-image-4256" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9.jpg 597w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-300x298.jpg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-150x150.jpg 150w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-147x146.jpg 147w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-50x50.jpg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-75x75.jpg 75w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-85x85.jpg 85w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-80x80.jpg 80w" sizes="(max-width: 597px) 100vw, 597px" /><figcaption>Bank digital BRI Agro./Instagram/@briagro.id.</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Indonesia sudah memiliki regulasi untuk mengatur layanan bank digital yang dikeluarkan oleh <a href="https://www.ojk.go.id/Default.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OJK</a> melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 12/POJK.03/2018 tentang Layanan Perbankan Digital oleh bank umum.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital dapat dibentuk dengan dua kategori yaitu membuat bank baru, bank digital atau dengan mengubah bank konvensional menjadi bank digital. Salah satu bank konvensional yang diubah menjadi bank digital adalah BRI Agro.</p>



<p><strong>BRI Agro Menuju Bank Digital</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah mempersiapkan bank digital, dengan mengubah salah satu anak perusahaannya yaitu BRI Agroniaga atau Agro menjadi bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebelumnya BRI Agro sudah memiliki ekosistem kredit digitalnya sendiri yang telah beroperasi yaitu ‘Pinang’ atau Pinjaman Tenang, hanya dalam waktu 15 menit, nasabah sudah mendapat uang pinjaman di rekeningnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">BRI memungkinkan para nasabahnya untuk melakukan transaksi pinjaman uang hanya melalui aplikasi digital ‘Pinang’ tanpa harus ke kantor cabang, atau melakukan administrasi lain secara offline.</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara sederhana, itulah cara kerja bank digital. Nasabah dapat melakukan segala jenis transaksi hanya melalui sebuah aplikasi digital, dan tidak perlu lagi ke kantor cabang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Direktur Utama Bank BRI Agroniaga Kaspar Situmorang, mengatakan bahwa BRI Agro akan mengalami perubahan nama, guna mematangkan konsep bank digital yang dibawa.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Secara prinsip kami akan mengubah nama karena persepsinya seperti bank sawit digital. Kami punya beberapa opsi nama,” tutur Kaspar Situmorang dikutip dari laman finansial.bisnis.com.</p>



<p class="has-text-align-justify">BRI Agro sebagai bank digital nantinya akan mengincar segmen gig ekonomi yaitu pasar tenaga kerja kontrak atau jangka pendek atau freelancer.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan gig ekonomi meningkat sebesar 27% dari tahun sebelumnya. Diperkirakan juga gig ekonomi akan terus bertumbuh, dan di tahun 2025 akan menyentuh angka 74 juta.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dilansir dari CNBC Indonesia, menurut Kaspar Situmorang segmen gig ekonomi tersebut belum terfasilitasi oleh bank lain, sehingga menjadi peluang yang dilihat BRI Agro untuk membuat struktur bank digital yang menjangkau segmen tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">BRI Agro memiliki visi yaitu ‘House of fintech and Home for Gig Economy’, dengan kesiapan infrastruktur digital, nantinya BRI Agro pun akan memfasilitasi fintech-fintech, dan menjadi penyalur jasa fintech yang ada.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kami sudah siapkan digital saving, digital landing, open IPI nya untuk bisa terintegrasi dengan&nbsp; banyak sekali fintech yang ada di Indonesia, sehingga aspirasi kami sebagai ‘House of Fintech dan Home of Gigs Economy’ betul-betul bisa terlaksana,” tutur Kaspar Situmorang dikutip dari CNBC Indonesia.</p>



<p><strong>Berlomba-lomba membuat bank digital</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Sejumlah bank umum di Indonesia pun mulai mempersiapkan bank digital dan berlomba-lomba untuk mendapatkan lisensi dari OJK.</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti bank swasta terbesar di Indonesia yaitu Bank BCA, dilansir dari CNBC Indonesia, Bank BCA diketahui yang telah mengakuisisi Bank Royal pada November 2019 dan mengubahnya menjadi Bank Digital BCA.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kemudian ada Bank Artos yang mendapat suntikan dana dari investor, dan berubah nama menjadi Bank Jago pada Juni 2020 kemarin, Bank Jago disiapkan akan menjadi bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Salah satu pemegang saham Bank Jago adalah perusahaan ride hailing Indonesia, Gojek dengan 22% akuisisi pemegang saham. Gojek diketahui berminat untuk mengakuisisi Bank Jago secara penuh untuk memantapkan eksositem pembayaran digital yang sebelumnya sudah ada yaotu GoPay.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lalu PT. Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membangun ekosistem bank digital dengan bekerja sama dengan Group Salim, melalui gerai ritel, Indomaret. Nasabah BINA dapat melakukan transaksi melalui pipa gerai-gerai Indomaret.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tidak hanya itu, PT. Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) pun bekerjasama dengan Alfamart dan Halodok untuk membangun ekosistem bank digital. Hal sama pun terjadi, Alfamart bekerjasama dengan PT. Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) dengan meluncurkan aplikasi ‘Tebak Nama Aplikasi’.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu beberapa yang sudah lebih dulu beroperasi ada Jenius yang dibentuk dari Bank BTPN, kemudian TMRW atau Tomorrow dari Bank UOB, ada D-Save dari Bank Danamon, dan Digibank dari Bank DBS.</p>



<p class="has-text-align-justify">Indonesia masih dalam tahap persiapan, lalu bagaimana pelaksanaan bank digital di negara lain? Mari simak selanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/07/05/mimpi-bank-indonesia-ciptakan-digital-rupiah-mata-uang-digital-milik-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Mimpi Bank Indonesia Ciptakan Digital Rupiah, Mata Uang Digital Milik Indonesia</a></p>



<p><strong>Melihat Bank Digital Negara Tetangga</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/o2wZdQ3tAF8qCokaB2KDrFCK647ehu8bigU4BDBXc00MJRCHdzSFzNHZQZ7FwzhAg5UTChPTMbHuplFYxALXtMOkZcXvBhQYLwWk8_Ium1Dc-k-IcMqSL3-RXSgHVJg4MON7uBFz" alt=""/><figcaption>Ilustrasi nasabah bank digital./Pexels/Karolina Grabowska.</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Diawal tahun 2021, Singapura telah memberikan izin kepada empat konsorsium untuk mendirikan bank digital yang akan beroperasi di tahun 2022 mendatang, dilansir 101Wired dari CNBC Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-justify">Singapura mengeluarkan lisensi bank digital dalam 2 kategori yaitu, lisensi untuk digital full bank dan lisensi digital wholesale bank.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lisensi digital full bank diberikan kepada konsorsium Singtel (perusahaan telekomunikasi Singapura) dengan Grab (star-up ride-hailing Asia Tenggara), dan kepada Sea Limited, induk dari e-commerce Shopee.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan lisensi digital full bank, digital bank konsorsium Singtel dengan Grab, dan Sea Limited dapat memberikan layanan perbankan digital kepada nasabah ritel maupun korporasi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sedangkan lisensi digital wholesale bank diberikan kepada Greenland Financial (perusahaan China), dan Ant Financial atau Alipay (Alibaba Group).</p>



<p class="has-text-align-justify">Berbeda dengan sebelumnya, lisensi <em>digital wholesale</em> bank hanya berlaku untuk melakukan layanan perbankan digital kepada nasabah korporasi dan UMKM.</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa bank digital lain yang sudah beroperasi ada seperti WeBank dari China, ZA Bank dari Hongkong, lalu Monzo, Revolut, Starling Bank dari United Kingdom.</p>



<p><strong>Potensi Bank Digital di Indonesia</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/fEc0vzu9_kGc1ks7TNSEiwYeSWLQSko1pJ498HHMEg-8uDqFV53C3OQSkb9QgwI4y3SJka1_TE3JaIxgHeLXujD_sZMYuQBD0_khXKGXcqaS-hoLwTXst-6bCIeSQU90Auwf2QDn" alt=""/><figcaption>Ilustrasi potensi bank digital di Indonesia./Pexels/Anna Nekrashevich.</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Indonesia merupakan negara kepulauan dengan cakupan wilayah yang sangat luas. Geografis Indonesia terpisah oleh lautan, mengakibatkan banyak daerah tergolong kedalam kawasan 3T, Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal.</p>



<p class="has-text-align-justify">Faktor tersebut menjadi salah satu pemicu banyaknya populasi unbanked di Indonesia. Dilansir dari CNBC Indonesia, berdasarkan data dari e-economy sea tahun 2019 Indonesia menjadi negara dengan populasi unbanked terbanyak di ASEAN, dengan penduduk unbanked sebanyak 92 juta jiwa.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kemudian menurut data Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian tahun 2018, sebanyak 51% penduduk dewasa di Indonesia tidak memiliki akses ke bank.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebenarnya hal tersebut merupakan potensi bagi pertumbuhan bank digital di Indonesia. Sebab bank digital memungkinkan untuk mengakses nasabah dimana saja, tanpa perlu kantor cabang di daerahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini pun didukung dengan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukan bahwa 82% wilayah di Indonesia sudah mendapatkan akses layanan internet 4G. Dan data pengguna smartphone di Indonesia yang meningkat sebesar 30-50% per tahunnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Data tersebut menunjukan penduduk Indonesia mayoritas sudah mendapatkan layanan internet, dan memiliki smartphone untuk mengaksesnya. Tetapi disisi lain setengah dari jumlah populasi masyarakat dewasa belum mendapatkan akses perbankan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Diharapkan kehadiran bank digital nantinya dapat menggapai lebih banyak kalangan, dan memperluas sebaran nasabah di seluruh pelosok Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Juga membangun ekosistem perbankan digital yang dapat dinikmati semua orang dengan mudah. Tidak hanya itu, bahkan bisa memperluas hingga ke ekosistem global.***</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melirik Persiapan Bank Digital di Indonesia, Masa Depan Perbankan Digital Semakin Nyata</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2021 06:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[digital banking]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran Jenius, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital. Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di platform Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran <a href="https://www.btpn.com/id/tentang-kami/segmen-usaha/jenius" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Jenius</a>, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di <em>platform </em>Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. Semenjak saat itu perlahan banyak bank-bank besar mulai bergerak untuk mendigitalisasi layanan perbankan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ditambah dengan perkembangan pesat jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 117 juta pada tahun 2020, dan ditambah dengan keterbatasan untuk melakukan transaksi manual yang diakibatkan oleh hadirnya pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sebagian besar kegiatan jual beli secara langsung menyebabkan jumlah peningkatan yang cukup masif pada sektor <em>e-commerce</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini membuat banyak bank mulai merambah untuk mendigitalisasi seluruh layanan perbankan untuk mendorong efisiensi dan memperluas jangkauan untuk mengakuisisi calon nasabah terutama para kaum millennial yang sangat melek dengan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, untuk melakukan transisi digital membutuhkan investasi yang cukup besar. Di tahun 2019, HSBC menggelontorkan lebih dari 68 triliun rupiah untuk pembelanjaan teknologi, di tahun yang sama CITIgroup menggelontorkan 130 triliun, namun DBS hanya mengeluarkan 10 triliun saja untuk pembaharuan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Di tengah perkembangan teknologi yang berkembang cepat, para bank juga melakukan kolaborasi dengan <em>fintech</em> seperti GoPay, WeChat Pay, yang menghadirkan fitur-fitur layaknya perbankan seperti transfer antar bank maupun pembayaran tagihan. Berdasarkan <em>roadmap </em>yang dikeluarkan oleh OJK, hadirnya kaum millennial memaksa bank untuk menyesuaikan diri agar bisa bersaing dengan <em>fintech</em>.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa negara seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Korea Selatan dan beberapa negara maju lainnya sudah mulai mengembangkan sistem perbankan berbasis internet atau <em>internet-based only banking </em>yang memanfaatkan aplikasi pada ponsel pintar. Hal ini mendorong Indonesia untuk melakukan transisi dari perbankan konvensional menuju perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam dua tahun terakhir, beberapa lembaga bank nasional seperti BCA salah satunya sudah mulai melakukan transformasi layanan dengan menempuh cara akuisisi Bank Royal senilai 988 miliar di tahun 2019, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan <a href="https://101wired.com/2021/05/21/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">bank digital</a> BCA. Selain dari BCA, beberapa bank besar seperti Bank Mega juga sudah melebarkan sayapnya ke <em>digital banking, </em>hingga bank syariah melalui Bank Net Syariah milik NTI Indonesia juga sudah terjun ke dunia tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &amp; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Umumnya, perpindahan transisi konvensional ke digital ini lebih banyak menargetkan kaum millennial yang memiliki mobilitas tinggi, untuk bisa menarik perhatian tersebut ada beberapa aspek ekspektasi millenial terhadap bank, mulai dari <em>invisible payment, multi banking, digital banking experience, </em>akses perbankan 24/7 dan <em>omnichannel expectation</em>. Aspek-aspek itulah yang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bisa menciptakan iklim perbankan digital. </p>



<p class="has-text-align-justify">Inovasi dan peningkatan layanan perbankan yang masih minim, ditambah dengan regulasi yang belum mengakomodir para bank untuk melakukan perkembangan digital secara cepat, hal ini juga ditambah dengan proses transisi dari konvensional ke digital yang memakan waktu yang tidak sedikit.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ancaman siber juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan transisi <em>digital banking, </em>seperti <em>system failure, cyber security risk, </em>hingga <em>digital black-out</em>. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frost &amp; Sullivan di tahun 2018 menyebutkan kejahatan siber yang terjadi di Indonesia akan menyebabkan kerugian masif hingga 478 triliun rupiah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Lalu, bagaimana peluang <em>digital banking </em>di Indonesia sendiri kedepannya? Meski saat ini sudah banyak bank konvensional yang mulai transisi dari konvensional menuju digital, ditambah dengan melonjaknya jumlah pengguna internet di Indonesia, serta munculnya <em>fintech</em> yang mulai marak menyebabkan para pemain bank konvensional harus bisa bersaing dengan keadaan tersebut. </p>



<p class="has-text-align-justify"><br>Kolaborasi antara <em>fintech </em>dan bank konvensional dapat membantu mengurangi beban operasional bank menurut survei PwC Indonesia di tahun 2016. Namun perlu diperhatikan, infrastruktur dan keamanan juga wajib diperhatikan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Dengan itu, diharapkan di tahun 2050 dunia perbankan di Indonesia sudah seutuhnya berganti menjadi digital.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bank Digital: Masa Depan Perbankan Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tommy Rasta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 02:34:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[digital banking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, menabung melalui bank konvensional dengan datang langsung ke bank sudah menjadi suatu hal yang biasa. Seiring perkembangan zaman, masyarakat semakin dipermudah dengan hadirnya bank digital. Bank digital atau digital banking bukanlah mobile banking yang sudah lama ada. Bank digital merupakan konsep bank baru tanpa adanya cabang fisik. Cukup melalui ponsel, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/">Bank Digital: Masa Depan Perbankan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, menabung melalui bank konvensional dengan datang langsung ke bank sudah menjadi suatu hal yang biasa. Seiring perkembangan zaman, masyarakat semakin dipermudah dengan hadirnya bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital atau <em>digital banking</em> bukanlah <em>mobile banking</em> yang sudah lama ada. Bank digital merupakan konsep bank baru tanpa adanya cabang fisik. Cukup melalui ponsel, kita bisa langsung menabung dan melakukan transaksi tanpa perlu lagi datang ke bank. Dengan begitu, masyarakat mempunyai pilihan yang semakin beragam dalam hal kenyamanan untuk menabung.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan perbankan digital, seolah-olah cabang bank buka dalam waktu 24 jam sehari. Layanan bank digital memang dirancang untuk menjadi sangat intuitif dan mudah untuk digunakan oleh semua pengguna. Untuk mengetahui apa itu bank digital, 101Wired akan mengulasnya untuk kalian.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="700" height="394" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169.jpeg" alt="bank-jago" class="wp-image-4083" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169.jpeg 700w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-300x169.jpeg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-260x146.jpeg 260w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-50x28.jpeg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/bank-jago_169-133x75.jpeg 133w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption>Foto: Bank Jago</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Perbankan digital memberikan pelayanan seperti layaknya perbankan konvensional secara umum, akan tetapi memiliki perbedaan yaitu segala urusan pelayanan perbankan dilakukan secara mandiri melalui aplikasi perbankan di <em>smartphone</em>. Perbankan digital memungkinkan nasabah untuk memperoleh layanan perbankan secara mandiri (<em>self-service</em>) tanpa harus datang langsung ke bank.</p>



<p class="has-text-align-justify">Menurut <a href="https://www.ojk.go.id/id/Default.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Otoritas Jasa Keuangan (OJK)</a>, layanan perbankan digital memungkinkan calon nasabah dan/atau nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan, dan penutupan rekening, termasuk memperoleh informasi lain dan transaksi di luar produk perbankan, antara lain nasihat keuangan (<em>financial advisory</em>), investasi, transaksi sistem perdagangan berbasis elektronik (<em>e-commerce</em>), dan kebutuhan lainnya dari nasabah bank.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://infobanknews.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200331-WA0016.jpg" alt=""/><figcaption>Foto oleh BRI</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital memiliki perbedaan dengan <em>m-banking, sms banking, e-banking</em> dan layanan lainnya yang berbasis internet. Perbedaan tersebut yaitu layanan <em>m-banking, sms banking, </em>dan <em>e-banking</em> merupakan layanan perbankan yang dapat diakses sendiri melalui <em>smartphone</em> dengan fitur mulai dari transaksi pembayaran, pembelian, transfer, hingga penarikan tunai tanpa kartu di mesin ATM.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lebih dari pada hal tersebut <em>digital banking</em> mencakup keseluruhan layanan perbankan dari administrasi rekening, otorisasi transaksi, pengelolaan keuangan; dan/atau pembukaan, penutupan rekening, transaksi digital dan pelayanan produk keuangan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti yang telah dijelaskan diatas.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" src="https://investasi.online/wp-content/uploads/2019/02/ojk-1200x900.jpg" alt=""/><figcaption>Foto oleh Investasi Online</figcaption></figure></div>



<p>Bank digital menawarkan sejumlah keuntungan baik bagi konsumen maupun pemilik bisnis. Berikut adalah beberapa keuntungannya:&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Akses kapan saja dan dimana saja: Dengan akses 24 jam non-stop ke rekening perbankan anda baik melalui <em>website</em> ataupun <em>mobile banking</em>, anda dapat mengakses rekening anda tanpa terpaut dengan jam kantor bank konvensional.</li><li>Tarif yang lebih baik dan biaya yang lebih rendah: Dengan terbukanya akses informasi ke banyak bank melalui channel <em>online</em>, nasabah dapat membandingkan tarif-tarif yang ditetapkan oleh bank sehingga nasabah dapat memilih bank sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka tanpa harus mengunjungi bank konvensional satu per satu.</li><li>Kesamarataan: Bank digital memungkinkan akses bagi orang yang mungkin tidak mempunyai waktu untuk mengunjungi bank konvensional,  juga mampu menjangkau orang yang belum pernah mengenal sistem perbankan sama sekali melalui <em>website</em> dan <em>mobile banking.</em></li></ul>



<p>Meskipun sangat nyaman dan mudah diakses, bukan berarti bank ini tidak memiliki kekurangan:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em>Downtime</em>: Anda akan mengalami berbagai masalah jika anda hanya mengandalkan bank digital sebagai akses perbankan anda. Karena, sewaktu-waktu <em>website</em> dan <em>mobile banking</em> dapat mengalami <em>downtime</em> atau pemadaman layanan sementara untuk perbaikan. Pikirkan kembali ya sebelum menggunakan sepenuhnya.</li><li>Waktu belajar: Bagi mereka yang tidak terlalu paham dengan penggunaan teknologi, mencerna bank digital melalui <em>website</em> dan <em>mobile banking</em> mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama dan juga membingungkan.</li><li>Keamanan: Akan selalu ada kemungkinan akun rekening <em>online</em> anda diretas oleh <em>hacker</em>; Namun jangan khawatir, pihak perbankan selalu mengembangkan tingkat perlindungan dan keamanan dari bank digital mereka. Penggunaan autentikasi multifaktor dan verifikasi kode OTP adalah beberapa cara perbankan untuk meningkatkan keamanan.</li></ul>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital memberikan orang lebih banyak cara untuk mengakses fungsi perbankan yang mereka butuhkan untuk mengelola keuangan mereka melalui fasilitas perbankan. Khususnya dalam pandemi Covid-19, dimana layanan tatap muka tidak dapat dilangsungkan. Banyak sekali orang yang menggunakan dan membutuhkan fasilitas bank ini.</p>



<p class="has-text-align-justify"><a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OJK </a>sendiri dalam sebuah webinar nasional menyatakan bahwa masa depan bank digital di Indonesia memang suatu keharusan yang tidak dapat dibendung lagi. <a href="https://www.ojk.go.id/id/tentang-ojk/pages/dewan-komisioner.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Heru Kristiyana</a>, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menyatakan bahwa di masa pandemi dan kebijakan <em>lockdown, </em>nasabah perbankan Indonesia sudah terbiasa menggunakan layanan perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sehingga, tidak mungkin apabila nantinya pandemi telah berakhir, nasabah dengan senang hati mau untuk kembali menggunakan layanan bank konvensional. Hal ini berlaku khususnya bagi para generasi milenial yang sudah terbiasa dengan digitalisasi. Heru menambahkan bahwa OJK sebagai regulator perbankan di Indonesia harus mampu untuk mengantisipasi permintaan masyarakat atas layanan perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebagai regulator perbankan di Indonesia, OJK nantinya akan membuat peraturan serta kebijakan yang memudahkan dan tidak membelenggu para <em>stakeholders</em> agar <em>digital banking</em> dapat tumbuh dan berkembang melayani nasabah di seluruh Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/">Bank Digital: Masa Depan Perbankan Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &#038; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</title>
		<link>https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tommy Rasta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2021 07:10:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Money]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini berita terkait bank digital di Indonesia semakin marak dibahas khususnya di lingkungan portal berita yang berfokus kepada sektor ekonomi dan bisnis. Pada mulanya, hal ini disebabkan oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan OJK, yang memastikan bahwa OJK akan menerbitkan regulasi terkait bank digital di Indonesia. Heru Kristiyana, Ketua Eksekutif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &#038; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini berita terkait bank digital di Indonesia semakin marak dibahas khususnya di lingkungan portal berita yang berfokus kepada sektor ekonomi dan bisnis.</p>



<p>Pada mulanya, hal ini disebabkan oleh <a href="https://www.ojk.go.id/id/Default.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Otoritas Jasa Keuangan Indonesia</a> atau yang lebih dikenal dengan OJK, yang memastikan bahwa OJK akan menerbitkan regulasi terkait bank digital di Indonesia.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/2aBvN1E0LmjqaPQ_Tq4tbfI14-T49LjoZnBfNBMPGw1LFIDJuRgG2tVsIsnUJxfgBGrkyQFFdSA9VmDBDqUvlJyyDjxsjKnFidPupzG_3vye34RHUPS_xiS4Ypl4Bhe7vEvugTI2" alt=""/><figcaption>(Otoritas Jasa Keuangan, dok. Antara)</figcaption></figure></div>



<p>Heru Kristiyana, Ketua Eksekutif Industri Perbankan OJK, dalam VIP Forum Digital Bank pada Kamis, (8/4/2021) menyatakan &#8220;Kami memang sedang menyiapkan rancangan POJK mengenai bank umum, di dalamnya juga akan mengatur pendirian bank baru, termasuk yang ingin mendirikan bank <em>fully digital</em>. OJK tidak mendikotomikan bank digital atau bank umum, di dalam Undang-Undang perbankan kita hanya mengenal dua bank, Bank Umum dan BPR.&#8221;</p>



<p>Heru juga menambahkan bahwa sudah ada beberapa bank umum di Indonesia yang mengajukan lisensi untuk menjadi bank digital di Indonesia. Penasaran siapa saja? Kali ini 101Wired akan membahasnya buat kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bank Digital di Indonesia</h2>



<p>Perilaku masyarakat Indonesia kian bergeser dari tahun ke tahun. Digitalisasi semakin kentara di dalam kehidupan kita saat ini. Hampir semua aktivitas dapat dilakukan via <em>smartphone</em>, mulai dari berkomunikasi, bersosial media, menonton film, bekerja, jual-beli barang, serta transaksi <em>banking</em> pun juga dapat dilakukan melalui <em>smartphone</em>.</p>



<p>Hal inilah yang mendorong konsep bank digital di Indonesia menjadi kenyataan bagi masyarakat. Selain itu, pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir semakin mendorong konsep bank ini untuk segera lahir di Indonesia.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/XfdGzhj_C4LEyVm5cpTJlSra8fMO0xuu2MsWlw7QNc6vNyng2xaHLoMmB2CAWsNexcRZiLet4Ihr053a0mDzQoLC__EcmcPNj4QPGawK08RWVuJtNy6uAmDvkmcD_DeZE5uLZhbf" alt=""/><figcaption>(<em>Digital Banking</em>, dok:Rawpixel)</figcaption></figure></div>



<p>Mengingat karena keterbatasan gerak masyarakat dalam masa pandemi ini, banyak lini bisnis saat ini beralih dari operasional secara konvensional menjadi digital.&nbsp;</p>



<p>Pertimbangan-pertimbangan diatas adalah beberapa alasan utama mengapa konsep bank ini perlu lahir di Indonesia dan saat ini bank-bank umum pun sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan lisensi resminya.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/26/indonesia-belum-bisa-cashless-society-less-cash-society-adalah-jawabannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Indonesia Belum Bisa Cashless Society, Less Cash Society Adalah Jawabannya</a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Startup</em> dan Bank Konvensional yang ‘Berebut’ Lisensi</h2>



<p>Seperti yang kita ketahui, di Indonesia saat ini tidak hanya bank konvensional saja yang menyediakan layanan simpan pinjam uang. Apalagi di era industri 4.0 dimana banyak lini bisnis beralih dari sistem yang konvensional ke sistem komputasi awan serta komputasi kognitif yang mendukung lahirnya banyak <em>startup</em> besar di Indonesia.</p>



<p>Sebut saja Gojek, Tokopedia, Traveloka, Ruangguru, dan yang lainnya merupakan beberapa nama <em>startup</em> besar anak bangsa yang besar di Indonesia. Salah satu <em>startup </em>yang mengajukan lisensi bank digital adalah Gojek dengan <a href="https://www.jago.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bank Jago</a>.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/vFKNDl9KO-ph6gQzEv6Ly6bnv1UzwPByraG24RzOi3D56A-aTcJNdrfQ3v04wIV5luNwJqK3FjqM-bwLOZvfQjSoIOjVKydli31Y9Em4tI-HGYdt_jQsHcYeYPbSS2ybKB8sgv3E" alt=""/><figcaption>(Bank Jago, dok. Katadata)</figcaption></figure></div>



<p>Bank Jago sendiri adalah layanan bank digital dimana pengguna Gojek nantinya dapat membuka rekening Bank Jago langsung melalui aplikasi Gojek serta mengelola rekeningnya melalui aplikasi Gojek langsung. Selain Bank Jago dari ranah <em>startup</em>, BCA dan Maybank juga sudah mendaftarkan lisensi untuk operasional bank digital di Indonesia.</p>



<p>BCA nantinya akan membuka Bank Digital BCA untuk layanan perbankan digital mereka, sedangkan Maybank akan membuka Bank Net Syariah sebagai layanan perbankan digital mereka. Wah, ternyata sudah banyak ya yang mengajukan lisensi ke OJK.</p>



<p>Namun, meskipun demikian, bank-bank besar di Indonesia terbilang lambat dalam menjawab kebutuhan akan bank digital di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jasa keuangan non-perbankan yang menyediakan fasilitas bagi masyarakat melalui OJK.</p>



<p>Tetapi, tak perlu menunggu lama lagi, karena sebentar lagi bank-bank besar di Indonesia akan beralih ke bank digital dengan dikeluarkannya regulasi terkait bank digital. Jika melihat perilaku masyarakat Indonesia, maka hampir dapat dipastikan bahwa bank digital berdiri di ladang basah di Indonesia.</p>



<p>Bagi bank konvensional yang tidak mau beralih atau terbilang lambat dalam beralih, maka harus bersiap untuk termarginalisasi oleh teknologi serta para milenial yang hampir setiap hari bergantung pada <em>smartphone</em>-nya.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &#038; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
