<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Financial Archives - 101Wired</title>
	<atom:link href="https://101wired.com/category/financial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://101wired.com/category/financial/</link>
	<description>Hi Peeps</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Aug 2021 00:05:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://101wired.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-101Wired_Square-32x32.png</url>
	<title>Financial Archives - 101Wired</title>
	<link>https://101wired.com/category/financial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melirik Persiapan Bank Digital di Indonesia, Masa Depan Perbankan Digital Semakin Nyata</title>
		<link>https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sakinah Karimatunnisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 00:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Bank digital Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4254</guid>

					<description><![CDATA[<p>Era digital sudah di depan mata, hampir semua aspek kehidupan kini mulai tersentuh oleh digitalisasi. Mulai dari belanja hingga melakukan kegiatan perbankan, seperti transfer dan transaksi secara online. Terlebih pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan manusia mendadak harus dilakukan dari rumah saja, kerja remote menjadi solusinya. Salah satunya adalah kegiatan perekonomian dan perbankan. Pandemi membuat masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melirik Persiapan Bank Digital di Indonesia, Masa Depan Perbankan Digital Semakin Nyata</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Era digital sudah di depan mata, hampir semua aspek kehidupan kini mulai tersentuh oleh digitalisasi. Mulai dari belanja hingga melakukan kegiatan perbankan, seperti transfer dan transaksi secara online.</p>



<p class="has-text-align-justify">Terlebih pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan manusia mendadak harus dilakukan dari rumah saja, kerja remote menjadi solusinya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Salah satunya adalah kegiatan perekonomian dan perbankan. Pandemi membuat masyarakat mau tidak mau lebih sering melakukan transaksi secara digital. Menjadi pemicu percepatan digital yang terjadi secara ‘alami’ di masyarakat.</p>



<p class="has-text-align-justify">Oleh karena itu dunia perbankan menjadi salah satu sektor yang dirasa perlu dan penting untuk mempercepat digitalisasinya. Oleh karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat sebuat skema bernama bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital merupakan bank yang memberikan pelayanan perbankan kepada nasabahnya secara penuh melalui internet. Walaupun sama-sama berbasis internet, tetapi bank digital berbeda dengan layanan mobile banking dan internet banking yang sudah ada.</p>



<p class="has-text-align-justify">Mobile banking dan internet banking memiliki layanan yang terbatas, dan layanan perbankan lain masih harus diurus secara offline, ke kantor cabang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sedangkan bank digital memberikan layanan perbankan penuh secara online, mulai dari pembukaan rekening, administrasi, kelola keuangan, otoritas transaksi, hingga penutupan rekening.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nasabah sama sekali tidak perlu ke kantor cabang untuk melakukan kegiatan perbankan, karena semua layanan dapat dinikmati secara online melalui gawai masing-masing.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital ibarat bank konvensional dalam genggaman tangan. Otomatis pelayanan perbankan juga dapat dinikmati selama 24 jam penuh, karena bank tidak pernah &#8216;tutup&#8217;.</p>



<p><strong>Bank Digital di Indonesia</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="597" height="594" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9.jpg" alt="" class="wp-image-4256" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9.jpg 597w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-300x298.jpg 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-150x150.jpg 150w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-147x146.jpg 147w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-50x50.jpg 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-75x75.jpg 75w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-85x85.jpg 85w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/08/pasted-image-0-9-80x80.jpg 80w" sizes="(max-width: 597px) 100vw, 597px" /><figcaption>Bank digital BRI Agro./Instagram/@briagro.id.</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Indonesia sudah memiliki regulasi untuk mengatur layanan bank digital yang dikeluarkan oleh <a href="https://www.ojk.go.id/Default.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OJK</a> melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 12/POJK.03/2018 tentang Layanan Perbankan Digital oleh bank umum.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bank digital dapat dibentuk dengan dua kategori yaitu membuat bank baru, bank digital atau dengan mengubah bank konvensional menjadi bank digital. Salah satu bank konvensional yang diubah menjadi bank digital adalah BRI Agro.</p>



<p><strong>BRI Agro Menuju Bank Digital</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah mempersiapkan bank digital, dengan mengubah salah satu anak perusahaannya yaitu BRI Agroniaga atau Agro menjadi bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebelumnya BRI Agro sudah memiliki ekosistem kredit digitalnya sendiri yang telah beroperasi yaitu ‘Pinang’ atau Pinjaman Tenang, hanya dalam waktu 15 menit, nasabah sudah mendapat uang pinjaman di rekeningnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">BRI memungkinkan para nasabahnya untuk melakukan transaksi pinjaman uang hanya melalui aplikasi digital ‘Pinang’ tanpa harus ke kantor cabang, atau melakukan administrasi lain secara offline.</p>



<p class="has-text-align-justify">Secara sederhana, itulah cara kerja bank digital. Nasabah dapat melakukan segala jenis transaksi hanya melalui sebuah aplikasi digital, dan tidak perlu lagi ke kantor cabang.</p>



<p class="has-text-align-justify">Direktur Utama Bank BRI Agroniaga Kaspar Situmorang, mengatakan bahwa BRI Agro akan mengalami perubahan nama, guna mematangkan konsep bank digital yang dibawa.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Secara prinsip kami akan mengubah nama karena persepsinya seperti bank sawit digital. Kami punya beberapa opsi nama,” tutur Kaspar Situmorang dikutip dari laman finansial.bisnis.com.</p>



<p class="has-text-align-justify">BRI Agro sebagai bank digital nantinya akan mengincar segmen gig ekonomi yaitu pasar tenaga kerja kontrak atau jangka pendek atau freelancer.</p>



<p class="has-text-align-justify">Pandemi Covid-19 membuat pertumbuhan gig ekonomi meningkat sebesar 27% dari tahun sebelumnya. Diperkirakan juga gig ekonomi akan terus bertumbuh, dan di tahun 2025 akan menyentuh angka 74 juta.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dilansir dari CNBC Indonesia, menurut Kaspar Situmorang segmen gig ekonomi tersebut belum terfasilitasi oleh bank lain, sehingga menjadi peluang yang dilihat BRI Agro untuk membuat struktur bank digital yang menjangkau segmen tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">BRI Agro memiliki visi yaitu ‘House of fintech and Home for Gig Economy’, dengan kesiapan infrastruktur digital, nantinya BRI Agro pun akan memfasilitasi fintech-fintech, dan menjadi penyalur jasa fintech yang ada.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kami sudah siapkan digital saving, digital landing, open IPI nya untuk bisa terintegrasi dengan&nbsp; banyak sekali fintech yang ada di Indonesia, sehingga aspirasi kami sebagai ‘House of Fintech dan Home of Gigs Economy’ betul-betul bisa terlaksana,” tutur Kaspar Situmorang dikutip dari CNBC Indonesia.</p>



<p><strong>Berlomba-lomba membuat bank digital</strong></p>



<p class="has-text-align-justify">Sejumlah bank umum di Indonesia pun mulai mempersiapkan bank digital dan berlomba-lomba untuk mendapatkan lisensi dari OJK.</p>



<p class="has-text-align-justify">Seperti bank swasta terbesar di Indonesia yaitu Bank BCA, dilansir dari CNBC Indonesia, Bank BCA diketahui yang telah mengakuisisi Bank Royal pada November 2019 dan mengubahnya menjadi Bank Digital BCA.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kemudian ada Bank Artos yang mendapat suntikan dana dari investor, dan berubah nama menjadi Bank Jago pada Juni 2020 kemarin, Bank Jago disiapkan akan menjadi bank digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Salah satu pemegang saham Bank Jago adalah perusahaan ride hailing Indonesia, Gojek dengan 22% akuisisi pemegang saham. Gojek diketahui berminat untuk mengakuisisi Bank Jago secara penuh untuk memantapkan eksositem pembayaran digital yang sebelumnya sudah ada yaotu GoPay.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lalu PT. Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membangun ekosistem bank digital dengan bekerja sama dengan Group Salim, melalui gerai ritel, Indomaret. Nasabah BINA dapat melakukan transaksi melalui pipa gerai-gerai Indomaret.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tidak hanya itu, PT. Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) pun bekerjasama dengan Alfamart dan Halodok untuk membangun ekosistem bank digital. Hal sama pun terjadi, Alfamart bekerjasama dengan PT. Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) dengan meluncurkan aplikasi ‘Tebak Nama Aplikasi’.</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain itu beberapa yang sudah lebih dulu beroperasi ada Jenius yang dibentuk dari Bank BTPN, kemudian TMRW atau Tomorrow dari Bank UOB, ada D-Save dari Bank Danamon, dan Digibank dari Bank DBS.</p>



<p class="has-text-align-justify">Indonesia masih dalam tahap persiapan, lalu bagaimana pelaksanaan bank digital di negara lain? Mari simak selanjutnya.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/07/05/mimpi-bank-indonesia-ciptakan-digital-rupiah-mata-uang-digital-milik-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Mimpi Bank Indonesia Ciptakan Digital Rupiah, Mata Uang Digital Milik Indonesia</a></p>



<p><strong>Melihat Bank Digital Negara Tetangga</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/o2wZdQ3tAF8qCokaB2KDrFCK647ehu8bigU4BDBXc00MJRCHdzSFzNHZQZ7FwzhAg5UTChPTMbHuplFYxALXtMOkZcXvBhQYLwWk8_Ium1Dc-k-IcMqSL3-RXSgHVJg4MON7uBFz" alt=""/><figcaption>Ilustrasi nasabah bank digital./Pexels/Karolina Grabowska.</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Diawal tahun 2021, Singapura telah memberikan izin kepada empat konsorsium untuk mendirikan bank digital yang akan beroperasi di tahun 2022 mendatang, dilansir 101Wired dari CNBC Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-justify">Singapura mengeluarkan lisensi bank digital dalam 2 kategori yaitu, lisensi untuk digital full bank dan lisensi digital wholesale bank.</p>



<p class="has-text-align-justify">Lisensi digital full bank diberikan kepada konsorsium Singtel (perusahaan telekomunikasi Singapura) dengan Grab (star-up ride-hailing Asia Tenggara), dan kepada Sea Limited, induk dari e-commerce Shopee.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dengan lisensi digital full bank, digital bank konsorsium Singtel dengan Grab, dan Sea Limited dapat memberikan layanan perbankan digital kepada nasabah ritel maupun korporasi.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sedangkan lisensi digital wholesale bank diberikan kepada Greenland Financial (perusahaan China), dan Ant Financial atau Alipay (Alibaba Group).</p>



<p class="has-text-align-justify">Berbeda dengan sebelumnya, lisensi <em>digital wholesale</em> bank hanya berlaku untuk melakukan layanan perbankan digital kepada nasabah korporasi dan UMKM.</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa bank digital lain yang sudah beroperasi ada seperti WeBank dari China, ZA Bank dari Hongkong, lalu Monzo, Revolut, Starling Bank dari United Kingdom.</p>



<p><strong>Potensi Bank Digital di Indonesia</strong></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/fEc0vzu9_kGc1ks7TNSEiwYeSWLQSko1pJ498HHMEg-8uDqFV53C3OQSkb9QgwI4y3SJka1_TE3JaIxgHeLXujD_sZMYuQBD0_khXKGXcqaS-hoLwTXst-6bCIeSQU90Auwf2QDn" alt=""/><figcaption>Ilustrasi potensi bank digital di Indonesia./Pexels/Anna Nekrashevich.</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Indonesia merupakan negara kepulauan dengan cakupan wilayah yang sangat luas. Geografis Indonesia terpisah oleh lautan, mengakibatkan banyak daerah tergolong kedalam kawasan 3T, Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal.</p>



<p class="has-text-align-justify">Faktor tersebut menjadi salah satu pemicu banyaknya populasi unbanked di Indonesia. Dilansir dari CNBC Indonesia, berdasarkan data dari e-economy sea tahun 2019 Indonesia menjadi negara dengan populasi unbanked terbanyak di ASEAN, dengan penduduk unbanked sebanyak 92 juta jiwa.</p>



<p class="has-text-align-justify">Kemudian menurut data Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian tahun 2018, sebanyak 51% penduduk dewasa di Indonesia tidak memiliki akses ke bank.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sebenarnya hal tersebut merupakan potensi bagi pertumbuhan bank digital di Indonesia. Sebab bank digital memungkinkan untuk mengakses nasabah dimana saja, tanpa perlu kantor cabang di daerahnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini pun didukung dengan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukan bahwa 82% wilayah di Indonesia sudah mendapatkan akses layanan internet 4G. Dan data pengguna smartphone di Indonesia yang meningkat sebesar 30-50% per tahunnya.</p>



<p class="has-text-align-justify">Data tersebut menunjukan penduduk Indonesia mayoritas sudah mendapatkan layanan internet, dan memiliki smartphone untuk mengaksesnya. Tetapi disisi lain setengah dari jumlah populasi masyarakat dewasa belum mendapatkan akses perbankan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Diharapkan kehadiran bank digital nantinya dapat menggapai lebih banyak kalangan, dan memperluas sebaran nasabah di seluruh pelosok Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Juga membangun ekosistem perbankan digital yang dapat dinikmati semua orang dengan mudah. Tidak hanya itu, bahkan bisa memperluas hingga ke ekosistem global.***</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melirik Persiapan Bank Digital di Indonesia, Masa Depan Perbankan Digital Semakin Nyata</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/08/persiapan-dan-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Menghadirkan Bursa Kripto</title>
		<link>https://101wired.com/2021/07/indonesia-menghadirkan-bursa-kripto/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/07/indonesia-menghadirkan-bursa-kripto/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rani]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2021 05:08:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Bursa Kripto]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Currency]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Uang Digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Digitalisasi menyentuh hampir segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam komoditas investasi. Salah satu perkembangan digital yang cukup pesat adalah mata uang digital atau digital currency. Survei dari Bank for International Settlements (BIS) yang dirilis pada 2019 menunjukan bahwa pada tahun 2017, mayoritas bank sentral yang concern pada digital currency baru sekitar 50%, namun tahun 2018 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/07/indonesia-menghadirkan-bursa-kripto/">Indonesia Menghadirkan Bursa Kripto</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Digitalisasi menyentuh hampir segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam komoditas investasi. Salah satu perkembangan digital yang cukup pesat adalah mata uang digital atau <em>digital currency</em>. Survei dari Bank for International Settlements (BIS) yang dirilis pada 2019 menunjukan bahwa  pada tahun 2017, mayoritas bank sentral yang <em>concern</em> pada <em>digital</em> currency baru sekitar 50%, namun tahun 2018 meningkat menjadi 80%, ini menunjukan mayoritas bank sentral di dunia saat ini sedang  fokus untuk membahas mata uang digital. <br><br>Salah satu komoditas investasi yang banyak digandrungi kaum milenial terlebih di masa pandemic covid-19 ini adalah <em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang_kripto" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cryptocurrency</a></em>. Di Indonesia sendiri sebutan<em> Cryptocurrency</em> dianggap kurang tepat karena mengarah pada pemahaman mata uang atau alat tukar. Sementara Kripto tidak diakui sebagai nilai tukar di Indonesia, melainkan sebagai komoditi sehingga sebutannya lebih tepat menjadi Aset Kripto. Karena statusnya sebagai aset atau komoditi, maka pengaturan dan supervisinya berada di bawah kementerian perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). <br><br>Banyak investor yang biasa bermain saham kini mulai melirik aset kripto. Desakan masyarakat agar aset kripto dapat dibursakan di Indonesia mendapat respon positif dari Kementerian Perdagangan Indonesia. <br><br><strong>Bursa Kripto Hadir di Indonesia<br></strong><br>Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR RI  mengatakan bursa Kripto akan segera diluncurkan paling lambat akhir tahun 2021. Hal ini dilakukan melihat minat terhadap aset kripto sebagai instrumen investasi semakin tinggi, maka sudah seharusnya memiliki regulasi yang jelas untuk melindungi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat pada instrumen investasi ini. <br><br>“Mengingat transaksinya juga sudah luar biasa, perhari ini data yang kami terima di Bappebti transaksi perhari untuk arus lalu lintas kripto sudah 1,7 triliun rupiah , dan itu sangat potensial. Kita bisa gunakan itu sebagai sumber pemasukan negara dan hal hal lain. Kita bangga juga jika komoditasnya banyak, pemain tidak perlu main di luar, bisa main di dalam negeri. Kalaupun jadi nanti dibuat, Indonesia akan menjadi negara pertama yang bursanya diatur oleh pemerintah,” ujarnya. <br><br>Untuk melindungi masyarakat dan memberikan kepastian hukum kepada pelaku usaha di bidang perdagangan berjangka aset Kripto, pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 tahun 2018 dan Peraturan Bappebti nomor 5 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka, dan yang terbaru Peraturan Bappebti nomor 7 tahun 2020 tentang Penetapan Dasar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. <br><br>Beberapa poin penting yang disebutkan dalam peraturan Bappebti ini antara lain: <br>1. Pasar Fisik Aset Kripto dilaksanakan menggunakan sarana elektronik yang difasilitasi oleh Bursa Berjangka, atau yang dimiliki oleh pedagang Fisik Aset Kripto.<br>2. Aset Kripto adalah komoditi berbentuk aset digital yang tidak berwujud, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain. <br>3. Pengelola Tempat penyimpanan Aset Kripto adalah pihak yang telah memperoleh persetujuan dari Kepala Bappebti untuk melakukan penyimpanan, pemeliharaan, pengawasan, dana tau penyerahan aset kripto. <br>4. Bukti simpan aset Kripto adalah dokumen yang diterbitkan oleh Pengelola Tempat penyimpanan sebagai tanda bukti kepemilikan.<br>Wallet adalah media yang digunakan untuk menyimpat aset kripto baik berupa koin atau token<br>5. Token adalah salah satu bentuk aset kripto yang dibuat sebagai produk turunan koin<br>Koin adalah salah satu bentuk Aset Kripto yang memiliki konfigurasi blockchain tersendiri dan memiliki karakteristik seperti bitcoin.<br><br>Melalui payung hukum tersebut, Bappebti telah menetapkan sebanyak 229 jenis aset Kripto yang dapat diperdagangkan. Hingga saat ini setidaknya ada 13 calon pedagang aset Kripto yang telah terdaftar Bappebti.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image1.png" alt="" class="wp-image-4192" width="332" height="409" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image1.png 275w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image1-243x300.png 243w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image1-118x146.png 118w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image1-41x50.png 41w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image1-61x75.png 61w" sizes="(max-width: 332px) 100vw, 332px" /><figcaption>Sumber: Bappebti</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify"><br>Salah satu bursa yang mengajukan sebagai penyelenggara bursa kripto adalah Indonesia Commodity &amp; Derivatives Exchange (ICDX) atau disebut juga Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI).  Jericho Biere, Manajer Research and Development ICDX menjelaskan  bahwa di bursa ICDX transaksi kripto tidak dikategorikan sebagai transaksi bilateral ataupun multilateral, karena transaksi fisik aset kripto terjadi di Pedagang Pasar Fisik Aset Kripto. Perdagangan aset kripto sendiri saat ini sudah berjalan. Namun mekanisme yang sudah berjalan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan mitigasi resiko melalui skema ekosistem perdagangan aset kripto melalui bursa dan Lembaga kliring.<br><br>Dikatakan bahwa bursa ICDX dan lembaga kliring ICH akan melakukan mitigasi resiko terstruktur dengan mekanisme pelaporan transaksi real-time di bursa, disertai beberapa lapisan verifikasi dan penjaminan transaksi dengan analisis yang komprehensif. Selanjutya untuk keamanan data informasi, masing-masing pedagang aset kripto diwajibkan untuk melaporkan setiap transaksi yang terjadi.  Selain itu Lembaga kliring akan mengawasi aset kepemilikan yang disimpan oleh pengelola tempat penyimpanan aset kripto serta perputaran dana nasabah yang tersimpan pada bank penyimpan aset kripto. <br><br>Jericho memprediksi akan terjadi perkembangan sangat besar dan mencakup lebih banyak pasar dibandingkan saat ini. Hal ini terkait dengan pemanfaatan teknologi blockchain dalam dunia finansial, “Keterkaitan teknologi dan dunia finansial yang semakin lama semakin erat akan menjadi pondasi pengemabangan aset kripto untuk berbagai kebutuhan dan menjadi sebuah ekosistem perdagangan terintegrasi,” ujarnya dalam penyataan resmi kepada buletin Bappebti.<br><br><strong>Pesona Aset Kripto<br></strong><br>Bappebti mencatat jumlah investor aset kripto per akhir Februari 2021 mencapai 4,2 juta orang, hampir menyamai jumlah investor di pasar modal (saham, obligasi, reksadana, dan lainnya) yang mencapai 4,5 juta orang. Padahal tahun lalu investor aset Kripto baru mencapai 2 juta orang. Data terbaru Bappebti, Hingga Mei 2021 tercatat total transaksi aset kripto di Indonesia telah mencapai Rp 370 triliun yang ditransaksikan oleh 6,5 juta orang. Padahal di bulan Maret 2021 lalu,  total transaksi aset kripto di Indonesia  baru mencapai Rp 126 triliun. <br><br>Data dari Statista menyebutkan penyedia uang kripto di seluruh dunia  saat ini mencapai 4.501  koin, padahal di tahun 2013 hanya ada 66 koin kripto termasuk bitcoin. <br></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="722" height="478" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image2.png" alt="" class="wp-image-4193" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image2.png 722w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image2-300x199.png 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image2-221x146.png 221w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image2-50x33.png 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image2-113x75.png 113w" sizes="(max-width: 722px) 100vw, 722px" /></figure></div>



<p class="has-text-align-justify"><br>Begitu juga dengan harga aset kripto yang melambung tinggi. Mari kita lihat perkembangan bitcoin, salah satu aset kripto yang paling besar pangsa pasarnya. Bitcoin juga merupakan aset kripto pertama yang diluncurkan pada tahun 2009, dan kini merupakan aset kripto yang paling mahal diantara aset kripto lainnya..<br><br>Data dari Statista tahun 2021, harga bitcoin pertama kali pada Oktober 2013 sebesar US$ 196,02, kini harga bitcoin per 28 Juni 2021  mencapai US$34. 213 per koinnya setelah sebelumnya melonjak hingga US$ 58. 734 pada maret 2021. Harga tersebut merupakan harga tertiunggi bitcoin sejak 2013 hingga sekarang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="789" height="586" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image5-2.png" alt="" class="wp-image-4196" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image5-2.png 789w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image5-2-300x223.png 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image5-2-768x570.png 768w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image5-2-197x146.png 197w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image5-2-50x37.png 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/07/image5-2-101x75.png 101w" sizes="(max-width: 789px) 100vw, 789px" /></figure>



<p class="has-text-align-justify"><br><br>Sigit Tanoko, Investor Bitcoin dan influencer dalam salah satu video di kanal sosial medianya mengatakan ada beberapa keuntungan investasi bitcoin, diantaranya; likuiditas tinggi, tidak ada hari libur di market cryptocurrency, tidak seperti forex yang hanya senin-jumat. Kapanpun pemilik bitcoin bisa melakukan cash out, sarana transfer instan kemanapun dengan fee yang rendah, karena jumlah bitcoin terbatas, maka semakin lama nilai uang bitcoin akan semakin tinggi, bitcoin adalah jaringan yang terdesentralisasi, banyak negara yang menerima bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, Philipina, Thailand, Singapore, USA , Jepang, Swiss, harga cryptocurrency akan bertambah nilainya seiring bertambahnya user bitcoin, investor menguasai 100% uangnya. <br><br>Iman Sugema, Pakar ekonomi dan perbankan menilai perkembangan kripto yang begitu pesat butuh naungan peraturan agar dapat dikendalikan, “ini kan lebih pada kanalisasi dari aset kripto yang memang bertebaran, berserakan tanpa bisa dikendalikan, itu dalam jangka panjang tidak bagus untuk perekonomian, pembangunan. Ekonomi membutuhkan keteraturan. Kalau tanpa aturan nanti. Kalua sizenya masih kecil tidak masalah, kalau besar harus diregulate dengan baik,” ujarnya dalam diskusi INDEF bertema Plus-Minus Investasi Kripto beberapa waktu lalu. </p>



<p class="has-text-align-justify"><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/07/05/mimpi-bank-indonesia-ciptakan-digital-rupiah-mata-uang-digital-milik-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Mimpi Bank Indonesia Ciptakan Digital Rupiah, Mata Uang Digital Milik Indonesia</a><br><br><br><strong>Resiko Investasi Aset Kripto<br></strong><br>Pun perkembangan harganya yang fantastis sangat menggiurkan, namun investasi ini bukan tanpa resiko. Pergerakan yang fluktuatif membuat aset kripto menjadi investasi yang beresiko tinggi. Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Jakarta Future Exchange (JFX) mengatakan para investor dan calon investor aset kripto perlu memahami resiko atas volatilitas dari harga aset kripto, karena pergerakan harganya sangat cepat dan volatilitas sangat tinggi, “gunakan dana yang benar-benar tidak mengganggu operasional kehidupan atau pun kebutuhan yang mendesak lainnya, pilihlah jenis aset kripto yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti,” ujar stephanus. <br><br>Pandangan yang serupa juga disampaikan oleh Eko Listiyanto, Wakil Direktur INDEF. Menurutnya investasi aset kripto cocok untuk investor dengan tipe risk taker , atau orang-orang yang berani mengambil resiko dalam berinvestasi, “fluktuasi yang tinggi dalam keuangan biasanya tidak match dengan janji keuntungan tetap. Itu agak sulit dimengerti jika ada yang bilang investasi ini menjanjikan keuntungan tetap,” ujarnya dalam webinar INDEF bertema plus-Minus Investasi Aset Kripto. <br><br>Selain itu, Eko juga menilai perlunya memperhatikan jaminan keamanan dan keberlangsungan dalam investasi ini. Menurutnya Kripto naik tidak hanya karena digitalisasi, namun juga karena ekonomi global sedang lesu akibat pandemi, saham-saham berguguran. Yang menjadi pertanyaan adalah Jika nanti ekonomi sudah membaik, apakah aset kripto, masih menjadi pilihan investasi? Atau masyarakat kembali memilih investasi konvensional seperti saham atau reksadana, dsb . <br><br>“Dari jenis krypto yang ditetapkan bappebti pun sulit menentukan standarisasi nilai produk kripto ini ya, karena tidak ada pembandingnya. Minat? Ini mirip dan saya masih membayangkan kayak bunga gelombang cinta beberapa tahun lalu yang ngetren. Hanya orang-orang yang suka sama tanaman itu yang menganggap bunga itu mahal.” Ujar Eko. <br><br><br>Rani R, Jakarta <br></p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/07/indonesia-menghadirkan-bursa-kripto/">Indonesia Menghadirkan Bursa Kripto</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/07/indonesia-menghadirkan-bursa-kripto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Investasi Saham dan Investasi Crypto</title>
		<link>https://101wired.com/2021/06/perbedaan-investasi-saham-dan-investasi-crypto/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/06/perbedaan-investasi-saham-dan-investasi-crypto/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dhea Noveria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2021 05:04:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Crypto]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi saham]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan]]></category>
		<category><![CDATA[Saham]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4111</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini, banyak dari masyarakat yang mulai memikirkan financial mereka. Istilah singkatnya adalah “how to flip your cash” mulai dari investasi banyak orang yang mulai dari investasi saham sampai sekarang yang sedang trend adalah investasi di dunia cryptocurrency. Sebelum menjelaskan secara detail kita akan menjelaskan tentang saham dan crypto. Saham adalah sebuah bukti kepemilikan nilai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/06/perbedaan-investasi-saham-dan-investasi-crypto/">Perbedaan Investasi Saham dan Investasi Crypto</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Saat ini, banyak dari masyarakat yang mulai memikirkan <em>financial</em> mereka. Istilah singkatnya adalah “<em>how to flip your cash</em>” mulai dari investasi banyak orang yang mulai dari investasi saham sampai sekarang yang sedang trend adalah investasi di dunia <em><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang_kripto" target="_blank" rel="noreferrer noopener">cryptocurrency</a></em>. Sebelum menjelaskan secara detail kita akan menjelaskan tentang saham dan crypto. Saham adalah sebuah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan sedangkan, crypto adalah aset bersifat digital yang dibuat untuk pertukaran kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan. Setelah kita mengetahui arti dari kedua jenis investasi yang lagi trend saat ini kita akan menjelaskan tentang perbedaannya.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/Mg7WfPDkflHE0BrKJCc88V-I3pMfNsCskomJDAqBCiLJnuCru9W6njFYkrWYsQSLGXGcbt_mDV39WVFxdsESSnjdbUYQ4Y4Sy9Fu_Yj3qUnGVL3d-LPEsTB_Upm8MPTBrYwR3e6J" alt=""/><figcaption>Credits: Unsplash.com</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Investasi saham merupakan investasi yang terbilang sangat aman daripada crypto. Seperti yang sudah dibahas bahwa saham adalah bukti dari kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Seperti yang kita tahu bahwa sebagai pemilik saham, mereka juga bisa memiliki hak nya untuk mendapatkan keuntungan dari perusahaan (deviden) sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham tersebut. Keuntungan dari bermain saham sebagai investor maupun pemegang saham dari perusahaan tersebut bisa mengikuti atau menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam jenis saham terdapat 9 sektor yaitu pertanian, pertambangan, industri dasar dan kimia, dan industri mesin, barang konsumsi, properti dan konstruksi bangunan, infrastruktur dan transportasi, keuangan dan terakhir yaitu perdagangan jasa dan investasi. Untuk saham yang kita beli di pasar modal merupakan investasi yaitu memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan instrumen investasi lainnya seperti Emas, tabungan berjangka, deposito dan obligasi. Untuk bermain saham turun harganya sebuah saham sendiri mulai dari kondisi ekonomi suatu negara, kinerja dari perusahaan tersebut. Dalam membeli saham terdapat orang ketiga dalam transaksi tersebut dari kita sebagai pembeli kemudian ke sekuritas dan kemudian ke perusahaan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/05/07/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bibit Meraih Pendanaan 65 Juta Dollar Untuk Pengembangan Platform Robo-Advisory</a></p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/xWiKcCgRV9YrQyZ8ePkCEQhwOnOTbTIewY1v4Ek2dTWODnJ70vcuWXsNwAegoURkgSkKlfFGX4pfq_Vt-_ay7Qs6PXmXHG72NWl7CVTVyKrnnBn7gD-vC_b6wOvN_BWWRagtqQwd" alt="This image has an empty alt attribute; its file name is xWiKcCgRV9YrQyZ8ePkCEQhwOnOTbTIewY1v4Ek2dTWODnJ70vcuWXsNwAegoURkgSkKlfFGX4pfq_Vt-_ay7Qs6PXmXHG72NWl7CVTVyKrnnBn7gD-vC_b6wOvN_BWWRagtqQwd"/></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Sedangkan, Investasi crypto merupakan investasi yang terbilang lebih berbahaya dan beresiko dibandingkan dengan saham. Seperti yang kita lihat bahwa, <em>cryptocurrency</em> merupakan salah satu investasi berupa mata uang digital yang ditransaksikan dalam jaringan internet. Crypto sendiri diawasi oleh<a href="http://www.bappebti.go.id/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Bappebti)</a>. Bedanya dengan saham yaitu saham memiliki jam perdagangan di bursa saham dari pukul 9 pagi sampai 4 sore di hari Senin – Jumat saja. Akan tetapi, untuk crypto sendiri yaitu 24 jam x 7 hari yang tidak ada liburnya sama sekali dan bisa bertransaksi dimanapun dan kapanpun membuat hal tersebut beresiko tinggi karena seperti yang kita ketahui bahwa manusia harus beristirahat akan tetapi crypto tidak boleh karena itu sangat beresiko. Dalam pasar crypto terdapat tulisan dari platform “Indodax” yang mengatakan bahwa dunia crypto mengikuti harga dan sifatnya fluktuatif sehingga sangat memiliki resiko yang tinggi karena tidak ada batasan dan bisa dibanting sesaat oleh 1 bandar.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>:<a href="https://101wired.com/2021/05/10/binance-dilarang-di-indonesia-ojk-investasi-bodong/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Binance Dilarang di Indonesia, OJK: Investasi Bodong!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Secara keseluruhan menurut saya setiap trader ataupun orang yang ingin berinvestasi harus sudah mengetahui resiko yang dapatkan jika ingin bermain dalam dunia saham ataupun crypto. <em>Financial </em>sangat penting dan dilihat oleh banyak orang mulai sekarang karena susahnya mencari lapangan kerja dan banyak pegawai yang mulai di PHK sehingga ekonomi menjadi sesuatu patokan yang tepat untuk mereka memiliki perekonomian yang baik. <em>Trend </em>viralnya berinvestasi sangat membantu memotivasi masyarakat lain untuk mencari <em>passive income</em> karena sangat membantu financial mereka dikemudian hari.&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/06/perbedaan-investasi-saham-dan-investasi-crypto/">Perbedaan Investasi Saham dan Investasi Crypto</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/06/perbedaan-investasi-saham-dan-investasi-crypto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2021 06:28:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[digital banking]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran Jenius, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital. Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di platform Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Tahun 2018, dunia perbankan Indonesia digemparkan dengan kehadiran <a href="https://www.btpn.com/id/tentang-kami/segmen-usaha/jenius" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Jenius</a>, sebuah gebrakan dari bank BTPN yang menghadirkan aplikasi perbankan berbasis digital dimana semua kegiatan perbankan yang biasanya mengharuskan kita untuk melakukan di bank bisa dilakukan secara digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Nasabah hanya perlu mengunduh aplikasi Jenius di <em>platform </em>Google Play ataupun App Store, sisanya melakukan registrasi via aplikasi tersebut. Semenjak saat itu perlahan banyak bank-bank besar mulai bergerak untuk mendigitalisasi layanan perbankan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ditambah dengan perkembangan pesat jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 117 juta pada tahun 2020, dan ditambah dengan keterbatasan untuk melakukan transaksi manual yang diakibatkan oleh hadirnya pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sebagian besar kegiatan jual beli secara langsung menyebabkan jumlah peningkatan yang cukup masif pada sektor <em>e-commerce</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini membuat banyak bank mulai merambah untuk mendigitalisasi seluruh layanan perbankan untuk mendorong efisiensi dan memperluas jangkauan untuk mengakuisisi calon nasabah terutama para kaum millennial yang sangat melek dengan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, untuk melakukan transisi digital membutuhkan investasi yang cukup besar. Di tahun 2019, HSBC menggelontorkan lebih dari 68 triliun rupiah untuk pembelanjaan teknologi, di tahun yang sama CITIgroup menggelontorkan 130 triliun, namun DBS hanya mengeluarkan 10 triliun saja untuk pembaharuan teknologi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Di tengah perkembangan teknologi yang berkembang cepat, para bank juga melakukan kolaborasi dengan <em>fintech</em> seperti GoPay, WeChat Pay, yang menghadirkan fitur-fitur layaknya perbankan seperti transfer antar bank maupun pembayaran tagihan. Berdasarkan <em>roadmap </em>yang dikeluarkan oleh OJK, hadirnya kaum millennial memaksa bank untuk menyesuaikan diri agar bisa bersaing dengan <em>fintech</em>.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Beberapa negara seperti Inggris, Amerika Serikat, China, Korea Selatan dan beberapa negara maju lainnya sudah mulai mengembangkan sistem perbankan berbasis internet atau <em>internet-based only banking </em>yang memanfaatkan aplikasi pada ponsel pintar. Hal ini mendorong Indonesia untuk melakukan transisi dari perbankan konvensional menuju perbankan digital.</p>



<p class="has-text-align-justify">Dalam dua tahun terakhir, beberapa lembaga bank nasional seperti BCA salah satunya sudah mulai melakukan transformasi layanan dengan menempuh cara akuisisi Bank Royal senilai 988 miliar di tahun 2019, dan dalam waktu dekat akan meluncurkan <a href="https://101wired.com/2021/05/21/bank-digital-masa-depan-perbankan-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">bank digital</a> BCA. Selain dari BCA, beberapa bank besar seperti Bank Mega juga sudah melebarkan sayapnya ke <em>digital banking, </em>hingga bank syariah melalui Bank Net Syariah milik NTI Indonesia juga sudah terjun ke dunia tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &amp; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Umumnya, perpindahan transisi konvensional ke digital ini lebih banyak menargetkan kaum millennial yang memiliki mobilitas tinggi, untuk bisa menarik perhatian tersebut ada beberapa aspek ekspektasi millenial terhadap bank, mulai dari <em>invisible payment, multi banking, digital banking experience, </em>akses perbankan 24/7 dan <em>omnichannel expectation</em>. Aspek-aspek itulah yang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk bisa menciptakan iklim perbankan digital. </p>



<p class="has-text-align-justify">Inovasi dan peningkatan layanan perbankan yang masih minim, ditambah dengan regulasi yang belum mengakomodir para bank untuk melakukan perkembangan digital secara cepat, hal ini juga ditambah dengan proses transisi dari konvensional ke digital yang memakan waktu yang tidak sedikit.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ancaman siber juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan transisi <em>digital banking, </em>seperti <em>system failure, cyber security risk, </em>hingga <em>digital black-out</em>. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Frost &amp; Sullivan di tahun 2018 menyebutkan kejahatan siber yang terjadi di Indonesia akan menyebabkan kerugian masif hingga 478 triliun rupiah.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Lalu, bagaimana peluang <em>digital banking </em>di Indonesia sendiri kedepannya? Meski saat ini sudah banyak bank konvensional yang mulai transisi dari konvensional menuju digital, ditambah dengan melonjaknya jumlah pengguna internet di Indonesia, serta munculnya <em>fintech</em> yang mulai marak menyebabkan para pemain bank konvensional harus bisa bersaing dengan keadaan tersebut. </p>



<p class="has-text-align-justify"><br>Kolaborasi antara <em>fintech </em>dan bank konvensional dapat membantu mengurangi beban operasional bank menurut survei PwC Indonesia di tahun 2016. Namun perlu diperhatikan, infrastruktur dan keamanan juga wajib diperhatikan untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Dengan itu, diharapkan di tahun 2050 dunia perbankan di Indonesia sudah seutuhnya berganti menjadi digital.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/">Melihat Peluang Masa Depan Bank Digital Di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/melihat-peluang-masa-depan-bank-digital-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edfintech Berkembang Pesat, Akankah Kualitas Pendidikan Juga Berkembang?</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/edfintech-berkembang-pesat-akankah-kualitas-pendidikan-juga-berkembang/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/edfintech-berkembang-pesat-akankah-kualitas-pendidikan-juga-berkembang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 May 2021 03:27:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Fintech Edfintech]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4089</guid>

					<description><![CDATA[<p>Industri fintech yang berbasis P2P Lending atau Edfintech saat ini sangat diminati oleh banyak kalangan dan sektor termasuk sektor pendidikan. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, kondisi keuangan cenderung menurun bahkan beberapa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.  Bagi keluarga yang sedang menyekolahkan putra-putrinya, kondisi pandemi berimbas pada penghasilan bulanan keluarga yang juga ikut berkurang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/edfintech-berkembang-pesat-akankah-kualitas-pendidikan-juga-berkembang/">Edfintech Berkembang Pesat, Akankah Kualitas Pendidikan Juga Berkembang?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Industri <em>fintech </em>yang berbasis<a href="https://koinworks.com/blog/ketahui-tentang-peer-peer-lending/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> P2P <em>Lending</em></a><em> </em>atau Edfintech saat ini sangat diminati oleh banyak kalangan dan sektor termasuk sektor pendidikan. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini, kondisi keuangan cenderung menurun bahkan beberapa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. </p>



<p class="has-text-align-justify">Bagi keluarga yang sedang menyekolahkan putra-putrinya, kondisi pandemi berimbas pada penghasilan bulanan keluarga yang juga ikut berkurang dan kesulitan untuk membayarkan biaya bulanan/semester agar anaknya masih bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah.</p>



<p>Sektor pendidikan tinggi merupakan sektor dengan biaya pendidikan termahal. Bagaimana tidak, rata-rata uang kuliah tunggal atau UKT di universitas negeri saja untuk satu semester bisa berada di kisaran 3-6 juta , tergantung dari jurusan yang ditempuh, beberapa jurusan bisa menetapkan UKT diatas 10 juta.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Meski ada pemotongan UKT bagi mahasiswa penerima beasiswa seperti SNMPTN, SBMPTN atau Bidikmisi, tetap saja dengan kondisi seperti ini, pembayaran UKT terasa berat, terutama bagi mahasiswa dari kalangan kurang mampu, yang penghasilan orangtua berada dibawah UMR.</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Global Business Guide Indonesia, tingkat <em>enrollment</em> untuk pendidikan tinggi di Indonesia berada dibawah 40%, jauh dari negara-negara tetangga seperti Thailand dan Singapura yang berada diatas 50%. </p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/05/11/paylater-semakin-marak-persaingan-pembayaran-kredit-semakin-ketat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Paylater Semakin Marak, Persaingan Pembayaran Kredit Semakin Ketat</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Maka dari itu, bagi seseorang yang bisa menempuh pendidikan tinggi merupakan sebuah <em>privilege,</em> karena biaya masuk yang sangat mahal, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk UKT juga tidak sedikit. Terlebih jika menempuh pendidikan di universitas swasta, UKT yang dipatok oleh kampus bisa dua kali lipat lebih besar dari UKT di Perguruan TInggi Negeri.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Biaya pendidikan tinggi di Indonesia memakan biaya 14,5 juta hingga 72,5 juta per tahunnya. Belum lagi untuk beberapa jurusan seperti kedokteran salah satunya bisa menghabiskan ratusan juta per tahunnya. Sedangkan rata-rata penghasilan keluarga di Indonesia berada dibawah 50 juta per tahun.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Kurangnya akses pinjaman untuk pembiayaan pendidikan dari pihak bank konvensional, resiko yang akan dialami bank terlalu tinggi apabila memberikan pinjaman untuk kebutuhan biaya pendidikan. Para orangtua juga masih dikelut kekhawatiran apabila meminjam dari bank, selain karena bunga yang cukup tinggi, bagi sebagian keluarga, kondisi keuangan yang terbatas membuat mereka takut apabila tidak bisa membayar pinjaman sebelum jatuh tempo</p>



<p class="has-text-align-justify">Melihat hal tersebut, industri <em>fintech </em>melihat peluang untuk melebarkan sayap ke dunia pendidikan, Cicil, Danadidik, Pintek adalah beberapa <em>platform education fintech </em>atau dikenal sebagai <em>edfintech</em> yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada orang tua untuk pembiayaan pendidikan.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><em>Edfintech</em> memberikan kemudahan akses bagi orangtua untuk melakukan pinjaman pembiayaan pendidikan bagi keluarga yang memiliki keuangan yang serba terbatas. Dengan cicilan yang rendah, mulai dari 0% serta pengajuannya yang mudah, dan juga beberapa <em>edfintech</em> seperti Pintek juga menawarkan kemudahan untuk membayar pinjaman setelah selesai melaksanakan studinya, Danadidik yang menawarkan fitur <em>crowdfunding</em> untuk membantu para <em>borrower </em>membayarkan pinjaman mereka atau Cicil yang selain bisa meminjam untuk kebutuhan biaya pendidikan juga bisa digunakan di <em>platform </em>lainnya seperti <em>e-commerce</em>.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Tetapi seiring berkembangnya industri <em>fintech </em>yang melebarkan sayapnya ke dunia pendidikan, tidak sejalan dengan kualitas dan realita pendidikan di Indonesia. Ditengah pandemi COVID-19 ini banyak dosen/guru harus kehilangan pekerjaannya. Belum lagi terbatasnya akses internet bagi mahasiswa yang berada di daerah diluar pulau jawa. Hal ini dikarenakan perpindahan pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring menyebabkan terjadinya <em>gap </em>yang besar bagi kualitas pendidikan di tingkat perguruan tinggi.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Selain hal tersebut, kualitas pengajar dan akses fasilitas yang berbeda-beda dan kesenjangan dari segi pendidik dan fasilitas di perguruan tinggi daerah di luar jawa dengan di pulau jawa, ditambah dengan pandemi yang masih belum memungkinkan untuk melakukan pertemuan tatap muka menyebabkan sulitnya bagi sebagian mahasiswa, terutama yang kurang mampu untuk bisa mengikuti perkuliahan dengan lancar tanpa harus terkendala akses internet.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify"><br>Diharapkan dengan adanya <em>edfintech </em>ini, kualitas pendidikan di Indonesia akan membaik, mengingat kemudahan yang diberikan oleh <em>fintech </em>ini untuk membantu mewujudkan mimpi menempuh pendidikan tinggi. Namun hal ini juga harus diiringi dengan perbaikan kualitas pengajar dan fasilitas perguruan tinggi yang hingga saat ini masih kurang baik, agar kedepannya lulusan yang dihasilkan tidak hanya banyak tetapi juga berkualitas untuk bisa bersaing dengan dunia internasional</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/edfintech-berkembang-pesat-akankah-kualitas-pendidikan-juga-berkembang/">Edfintech Berkembang Pesat, Akankah Kualitas Pendidikan Juga Berkembang?</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/edfintech-berkembang-pesat-akankah-kualitas-pendidikan-juga-berkembang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Paylater Semakin Marak, Persaingan Pembayaran Kredit Semakin Ketat</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/paylater-semakin-marak-persaingan-pembayaran-kredit-semakin-ketat/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/paylater-semakin-marak-persaingan-pembayaran-kredit-semakin-ketat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fairuz Insani]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 May 2021 10:01:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[Paylater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4060</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbelanja menggunakan pembayaran kredit bukanlah hal baru, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga bepergian baik dalam negeri maupun luar negeri. Pembayaran dengan sistem cicilan yang beragam dari 0% hingga 6% membuat transaksi menggunakan sistem ini digandrungi banyak orang.&#160; Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini, dengan melemahnya beberapa sektor seperti sektor hiburan membuat banyak orang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/paylater-semakin-marak-persaingan-pembayaran-kredit-semakin-ketat/">Paylater Semakin Marak, Persaingan Pembayaran Kredit Semakin Ketat</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Berbelanja menggunakan pembayaran kredit bukanlah hal baru, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga bepergian baik dalam negeri maupun luar negeri. Pembayaran dengan sistem cicilan yang beragam dari 0% hingga 6% membuat transaksi menggunakan sistem ini digandrungi banyak orang.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini, dengan melemahnya beberapa sektor seperti sektor hiburan membuat banyak orang yang lebih memilih berbelanja melalui <em>platform e-commerce, </em>dan pembayaran dengan sistem kredit merupakan salah satu opsi yang digunakan oleh banyak konsumen.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Saat ini selain dengan menggunakan kartu kredit, salah satu alternatif pembayaran sistem kredit hadir dalam bentuk <em>paylater</em> atau sistem <em>buy now pay later </em>(BNPL), dimana konsumen bisa melakukan transaksi pembelian barang maupun jasa, tetapi tidak perlu membayar pada saat itu juga, melainkan membayar pada masa tertentu. </p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &amp; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Skema pembayaran bayar tunda ini memudahkan para konsumen untuk melakukan transaksi apapun dan persyaratan yang dibutuhkan cukup mudah. Menjadikan sistem <em>paylater </em>ini menjadi ladang para <em>e-commerce </em>dan <em>fintech </em>untuk menjaring konsumen.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Setiap perusahaan <em>startup</em> yang bergerak dibidang pelayanan jasa maupun <em>e-commerce</em> berbondong-bondong untuk menambahkan fitur <em>paylater</em> di dalam aplikasi atau jasa yang mereka tawarkan untuk menarik banyak konsumen berbelanja maupun menggunakan jasa dari perusahaan tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Hal ini sejalan dengan riset yang diadakan oleh<a href="https://www.tribunnews.com/techno/2021/02/10/riset-membuktikan-layanan-bayar-nanti-makin-diminati-di-masa-pandemi" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> <em>Research Institute of Socio Economic Development </em>(RISED) </a>pada awal tahun kemarin, dimana terjadi peningkatan signifikan terhadap penggunaan fitur transaksi BNPL ini. Dari 2000 responden yang berada di 10 provinsi, tercatat terjadi peningkatan hingga 22,5% pada pengguna fitur <em>paylater </em>dan lebih dari 92% sangat puas dengan fitur tersebut. </p>



<p class="has-text-align-justify">Lantas bagaimana dengan pasar kartu kredit? Dilansir dari <a href="https://www.cnbcindonesia.com/investment/20210409113548-21-236499/terungkap-pandemi-mengubah-pola-belanja-via-kartu-kredit" target="_blank" rel="noreferrer noopener">CNBC Indonesia</a>, terjadi penurunan sebanyak 20% meskipun menurut direktur eksekutif AKKI, Steve Maria pasar kartu kredit dan <em>paylater</em> tergolong berbeda. Tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran fitur ini secara perlahan memberikan perlawanan sengit kepada bisnis kartu kredit. </p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/05/07/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bibit Meraih Pendanaan 65 Juta Dollar Untuk Pengembangan Platform Robo-Advisory</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Sebenarnya apa yang menyebabkan <em>paylater </em>lebih digandrungi dibandingkan dengan kartu kredit? Meski terbilang sebuah pasar baru, tetapi <em>paylater </em>memberikan kemudahan dalam bertransaksi secara daring dan memberikan perlawanan terhadap penggunaan kartu kredit konvensional.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>1. Mudah diakses oleh setiap kalangan </strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Salah satu kemudahan sistem paylater yang tidak dimiliki oleh kartu kredit konvensional adalah sistem pengajuan kredit, dimana jika kita mengajukan kredit melalui bank konvensional, persyaratan dan proses yang harus dilalui terbilang cukup rumit dan banyak. Sedangkan dengan menggunakan fitur <em>paylater</em>, proses pengajuan jauh lebih mudah karena semua sudah didigitalisasi. Maka dari itu, fitur ini mudah diakses oleh para pemula yang ingin melakukan transaksi dengan sistem kredit.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>2. Limit jauh lebih rendah. </strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Dibandingkan dengan kartu kredit, limit yang dikeluarkan oleh <em>paylater </em>jauh lebih rendah. Jika limit pada kartu kredit konvensional dimulai dari angka 3 juta. Maka untuk <em>paylater </em>sendiri limit bisa dimulai dari ratusan ribu, meski begitu tiap <em>brand paylater </em>menetapkan limit yang berbeda-beda.&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>3. Pengaturan limit yang fleksibel</strong></h2>



<p class="has-text-align-justify">Tidak seperti kartu kredit pada umumnya yang pengaturan limitnya sudah ditentukan oleh pihak bank, maka dengan <em>paylater </em>pengaturan limit jauh lebih fleksibel dimana konsumen menentukan sendiri limit yang akan dipergunakan untuk berbelanja, dengan itu maka akan jauh lebih mudah untuk mengatur keuangan bagi pengguna fitur tersebut.&nbsp;</p>



<p class="has-text-align-justify">Ketiga alasan ini bisa jadi salah satu faktor mengapa bisnis kartu kredit mulai menurun, dan meningkat pesatnya bisnis <em>paylater. </em>Meski mereka bergerak di bidang transaksi kredit, namun antara kartu kredit dan <em>paylater</em> memiliki perbedaan cakupan yang cukup besar. Cakupan <em>paylater</em> lebih kepada <em>platform e-commerce</em> sedangkan kartu kredit lebih luas cakupannya karena melibatkan juga transaksi fisik menggunakan EDC. </p>



<p><strong>Baca juga</strong>: <a href="https://101wired.com/2021/05/10/binance-dilarang-di-indonesia-ojk-investasi-bodong/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Binance Dilarang di Indonesia, OJK: Investasi Bodong!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Lantas dengan kemudahan yang diberikan oleh <em>paylater</em> dan ditambah dengan matinya beberapa sektor andalan kartu kredit seperti hiburan, <em>ticketing</em> yang juga sudah mulai menambah fitur <em>paylater </em>seperti Traveloka. Akankah bisnis kartu kredit akan segera usai?&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/paylater-semakin-marak-persaingan-pembayaran-kredit-semakin-ketat/">Paylater Semakin Marak, Persaingan Pembayaran Kredit Semakin Ketat</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/paylater-semakin-marak-persaingan-pembayaran-kredit-semakin-ketat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Binance Dilarang di Indonesia, OJK: Investasi Bodong!</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/binance-dilarang-di-indonesia-ojk-investasi-bodong/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/binance-dilarang-di-indonesia-ojk-investasi-bodong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tommy Rasta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2021 08:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Hot news]]></category>
		<category><![CDATA[Binance]]></category>
		<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Bodong]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4062</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan yang cukup ketat dalam hal aset digital. Cryptocurrency, salah satu aset digital secara efektif juga dilarang sebagai alat pembayaran yang berlaku di Indonesia. Peraturan baru yang disahkan awal tahun 2020 mengharuskan investor untuk memasang modal cukup besar untuk memperdagangkan derivatif kripto. Tetapi hal ini tidak menutup perdagangan cryptocurrency yang tampaknya berkembang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/binance-dilarang-di-indonesia-ojk-investasi-bodong/">Binance Dilarang di Indonesia, OJK: Investasi Bodong!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Pemerintah Indonesia memberlakukan aturan yang cukup ketat dalam hal aset digital. <em><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Cryptocurrency#:~:text=A%20cryptocurrency%2C%20crypto%2Dcurrency%2C,the%20creation%20of%20additional%20coins%2C" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cryptocurrency,</a> </em>salah satu aset digital secara efektif juga dilarang sebagai alat pembayaran yang berlaku di Indonesia. Peraturan baru yang disahkan awal tahun 2020 mengharuskan investor untuk memasang modal cukup besar untuk memperdagangkan derivatif kripto.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tetapi hal ini tidak menutup perdagangan <em>cryptocurrency</em> yang tampaknya berkembang di negara terpadat keempat di dunia ini. Berkembangnya perdagangan <em>cryptocurrency</em> dinilai juga disebabkan oleh celah yang diberikan oleh pemerintah Indonesia sendiri. Meskipun tidak ada data independen yang menunjukkan seberapa besar pasar kripto lokal, sumber industri yang berbicara kepada Reuters pada bulan Februari menempatkan <em>volume</em> perdagangan <em>cryptocurrency</em> pada level yang mungkin sama dengan pasar saham di Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-justify"><a href="https://cryptoharian.com/binance-apa-itu-binance-dan-cara-menggunakan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Binance</a>, sebagai salah satu <em>platform</em> perdagangan aset digital terbesar di dunia, juga pastinya tak mau ketinggalan dengan geliat pasar <em>cryptocurrency</em> yang sudah dapat dilihat potensinya. Binance telah memilih strategi yang berbeda di Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-justify">Binance memfokuskan diri pada dua jalan strategi pemasaran di Indonesia. Mendapatkan paparan terhadap aktivitas perdagangan aset digital di Indonesia, serta berusaha untuk mendapatkan paparan tersebut tanpa melalui rintangan birokrasi yang pastinya harus dilewati apabila ingin menjadi <em>platform</em> yang resmi di Indonesia.</p>



<p class="has-text-align-justify">Namun, hal ini tidak sejalan dengan apa yang didengungkan oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan OJK. OJK sendiri dengan tegas menyatakan bahwa <em>platform</em> pertukaran aset digital atau <em>cryptocurrency</em>, Binance, dipastikan tidak boleh beroperasi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena <em>platform</em> ini belum terdaftar sebagai bursa penukaran di Badan Pengawas Berjangka Komiditi (Bapebbti).</p>



<p>Bapebbti sendiri sudah menerbitkan izin pada tiga belas platform perdagangan di Indonesia. Yakni:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>PT Cripto Indonesia Berkat,</li><li>Upbit Exchange Indonesia,</li><li>PT Tiga Inti Utama,</li><li>PT Indodax Nasional Indonesia,</li><li>PT Pintu Kemana Saja,</li><li>PT Zipmex Exchange Indonesia,</li><li>PT Bursa Cripto Prima,</li><li>PT Luno Indonesia Ltd,</li><li>PT Rekeningku Dotcom Indonesia,</li><li>PT Indonesia Digital Exchange,</li><li>PT Cipta Coin Digital,</li><li>PT Triniti Investama Berkat, dan</li><li>PT Plutonext Digital Aset.</li></ol>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/CUzUQygLJpfNERDLHK-vVjCglSYg0oqsoyj75cQlgj98z8j8uqMEk1oYYKfW8VUcWPfKiERmiVy-sYQig4DQMdWdf-xwyRTdnhZX1l3RIDj8PP1-11NqHJMtlE1gCIkDQ8uXNQLX" alt=""/><figcaption>Foto oleh Bareksa</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">Tongam L. Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan bahwa pihak OJK telah memanggil pihak Binance yang diwakili oleh pengurus dan pengacaranya. Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa <em>platform</em> Binance akan menghentikan kegiatannya di Indonesia hingga mengantongi izin resmi.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2021/05/07/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bibit Meraih Pendanaan 65 Juta Dollar Untuk Pengembangan Platform Robo-Advisory</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Tongam juga menyatakan bahwa pada Oktober 2020, Binance telah ditetapkan sebagai <em>platform</em> perdagangan <em>cryptocurrency</em> ilegal. Predikat ilegal tersebut disematkan karena Binance melakukan kegiatan perdagangan <em>cryptocurrency </em>tanpa mempunyai izin usaha dari instansi terkait. Menurut Tongam, standar bagi sebuah perusahaan agar dapat beroperasi di wilayah Indonesia adalah dengan mengantongi izin resmi dari instansi terkait dan Binance belum memiliki hal tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Tongam juga menjelaskan bahaya dari perusahaan tak berizin beroperasi di Indonesia. Perusahaan tersebut tidak ada yang mengawasinya di Indonesia. Data seperti kegiatan usaha, aliran dana, perlindungan konsumen sulit ditegakkan bila terjadi masalah. Investasi tanpa izin dan pengawasan di Indonesia, dapat dikategorikan sebagai investasi bodong, ujar Tongam.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/binance-dilarang-di-indonesia-ojk-investasi-bodong/">Binance Dilarang di Indonesia, OJK: Investasi Bodong!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/binance-dilarang-di-indonesia-ojk-investasi-bodong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bibit Meraih Pendanaan 65 Juta Dollar Untuk Pengembangan Platform Robo-Advisory</title>
		<link>https://101wired.com/2021/05/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/05/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tommy Rasta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 May 2021 07:03:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4044</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumlah investor reksadana di Indonesia tumbuh sebesar 78% per tahun dan pada tahun 2020 menjadi 3,2 juta orang. Jumlah ini disumbang oleh terutama kaum milenial. Bibit.id, startup robo-advisor di Indonesia, mengumumkan telah mengumpulkan 65 juta dolar Amerika dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Sequoia Capital India. Prosus Ventures Group, Tencent, Harvard Management Company, AC Ventures [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/">Bibit Meraih Pendanaan 65 Juta Dollar Untuk Pengembangan Platform Robo-Advisory</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-justify">Jumlah investor <a href="https://www.ksei.co.id/files/uploads/fokuss_bulletins/fokuss_file/id-id/63_edisi_3_20201111140608.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">reksadana di Indonesia</a> tumbuh sebesar 78% per tahun dan pada tahun 2020 menjadi 3,2 juta orang. Jumlah ini disumbang oleh terutama kaum milenial.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bibit.id, <em>startup</em> <em>robo-advisor</em> di Indonesia, mengumumkan telah mengumpulkan 65 juta dolar Amerika dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Sequoia Capital India.</p>



<p class="has-text-align-justify">Prosus Ventures Group, Tencent, Harvard Management Company, AC Ventures dan East Ventures juga bergabung dalam putaran pendanaan tersebut.</p>



<p class="has-text-align-justify">Uang tersebut akan digunakan untuk peluncuran produk baru, pengembangan teknologi, pencarian bakat (rekrutmen), dan investasi besar-besaran di sektor pendidikan finansial.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bibit mendapatkan suntikan dana ini tepat empat bulan setelah memperoleh kucuran dana sebesar 30 juta dolar Amerika dari Sequoia, East Ventures, EV Growth, dan 500 Startups.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bibit lahir pada tahun 2019 sebagai platform bagi investor untuk berbagi ide, berita, dan informasi terkait <em>trading </em>dan investasi secara <em>real-time</em>.</p>



<p class="has-text-align-justify">Saat ini, Bibit.id adalah layanan aplikasi investasi digital dengan fitur <em>robo-advisory</em> yang membantu investor baru berinvestasi pada produk reksa dana.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bibit memegang izin sebagai agen penjual bursa efek reksa dana di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Salah satu fitur yang ditawarkan dalam aplikasi Bibit adalah layanan StockBit. StockBit adalah <em>platform</em> investasi saham yang dikhususkan untuk para milenial di Indonesia.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="750" height="750" src="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0.png" alt="bibit" class="wp-image-4047" srcset="https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0.png 750w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0-300x300.png 300w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0-150x150.png 150w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0-146x146.png 146w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0-50x50.png 50w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0-75x75.png 75w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0-85x85.png 85w, https://101wired.com/wp-content/uploads/2021/05/DE284276-2BFE-467E-9B4D-39603C2023A0-80x80.png 80w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption>Foto oleh Bibit</figcaption></figure></div>



<p class="has-text-align-justify">CEO Bibit, Sigit Kouwagam, berkata: “Sebelumnya, pasar saham dipandang sebagai tempat yang menakutkan untuk berinvestasi. Bibit memanfaatkan teknologi untuk membuat investasi saham dapat diakses oleh semua orang, termasuk investor pemula yang tidak mempunyai pengalaman sama sekali. Oleh karena itu, kami melihat adanya peningkatan jumlah investor dari investor ritel ke pasar modal.&#8221;</p>



<p class="has-text-align-justify">“Nasabah reksa dana Indonesia telah tumbuh hampir 10x lipat dalam waktu lima tahun terakhir. Menabung melalui reksa dana adalah langkah pertama menuju investasi dan Bibit telah membantu jutaan konsumen untuk memulai perjalanan investasi mereka secara bertanggung jawab, ”kata Rohit Agarwal, VP, Sequoia India.</p>



<p class="has-text-align-justify">Sachin Bhanot, Head of Southeast Asia Investments di Prosus Ventures, mengatakan: “Segmen manajemen kekayaan digital di Indonesia berada pada titik perubahan, didorong oleh ekonomi yang mengutamakan teknologi telepon genggam dan dipimpin oleh milenial di negara ini. Bibit telah berada di garis depan dalam memberikan layanan yang sangat kurang ini di Indonesia.”</p>



<p class="has-text-align-justify">Berdasarkan data BEI dan Kustodian Sentral, jumlah investor reksa dana di Indonesia tumbuh sebesar 78 persen per tahun dan pada tahun 2020 menjadi 3,2 juta orang.</p>



<p>Pertumbuhan ini terutama dikontribusikan oleh kaum milenial, yang merupakan 92 persen dari seluruh investor baru pada tahun 2020.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2021/04/30/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &amp; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a></p>



<p class="has-text-align-justify">Pada Semester 1 2021 saja, lebih dari satu juta investor reksa dana baru datang ke pasar. Meskipun pertumbuhan pesat ini, namun sejauh ini masih kurang dari 2 persen dari total seluruh warga Indonesia yang telah berpartisipasi di pasar modal.</p>



<p class="has-text-align-justify">“Kami percaya bahwa semua orang Indonesia berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik. Memungkinkan orang untuk berpartisipasi dalam pasar modal dan membantu mereka melakukan investasi yang tepat akan membantu untuk mencapai hak tersebut. Kami merasa terhormat mendapatkan dukungan kuat dari mitra investor kami untuk mempercepat misi ini.” tutup Kouwagam.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bibit mengatakan akan menggunakan dana segar untuk meluncurkan produk baru, mengembangkan teknologinya, mencari tenaga-tenaga berbakat, dan meningkatkan investasi di sektor pendidikan.</p>



<p class="has-text-align-justify">Bibit menciptakan aplikasi investasi digital yang membantu investor pemula untuk berinvestasi dalam produk reksa dana, dengan portofolio yang dapat disesuaikan berdasarkan profil risiko masing-masing.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/05/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/">Bibit Meraih Pendanaan 65 Juta Dollar Untuk Pengembangan Platform Robo-Advisory</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/05/bibit-meraih-dana-investasi-65-juta-dollar-dari-india/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &#038; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</title>
		<link>https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/</link>
					<comments>https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tommy Rasta]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2021 07:10:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Finansial]]></category>
		<category><![CDATA[Money]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[Startup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://101wired.com/?p=4028</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini berita terkait bank digital di Indonesia semakin marak dibahas khususnya di lingkungan portal berita yang berfokus kepada sektor ekonomi dan bisnis. Pada mulanya, hal ini disebabkan oleh Otoritas Jasa Keuangan Indonesia atau yang lebih dikenal dengan OJK, yang memastikan bahwa OJK akan menerbitkan regulasi terkait bank digital di Indonesia. Heru Kristiyana, Ketua Eksekutif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &#038; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Belakangan ini berita terkait bank digital di Indonesia semakin marak dibahas khususnya di lingkungan portal berita yang berfokus kepada sektor ekonomi dan bisnis.</p>



<p>Pada mulanya, hal ini disebabkan oleh <a href="https://www.ojk.go.id/id/Default.aspx" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Otoritas Jasa Keuangan Indonesia</a> atau yang lebih dikenal dengan OJK, yang memastikan bahwa OJK akan menerbitkan regulasi terkait bank digital di Indonesia.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/2aBvN1E0LmjqaPQ_Tq4tbfI14-T49LjoZnBfNBMPGw1LFIDJuRgG2tVsIsnUJxfgBGrkyQFFdSA9VmDBDqUvlJyyDjxsjKnFidPupzG_3vye34RHUPS_xiS4Ypl4Bhe7vEvugTI2" alt=""/><figcaption>(Otoritas Jasa Keuangan, dok. Antara)</figcaption></figure></div>



<p>Heru Kristiyana, Ketua Eksekutif Industri Perbankan OJK, dalam VIP Forum Digital Bank pada Kamis, (8/4/2021) menyatakan &#8220;Kami memang sedang menyiapkan rancangan POJK mengenai bank umum, di dalamnya juga akan mengatur pendirian bank baru, termasuk yang ingin mendirikan bank <em>fully digital</em>. OJK tidak mendikotomikan bank digital atau bank umum, di dalam Undang-Undang perbankan kita hanya mengenal dua bank, Bank Umum dan BPR.&#8221;</p>



<p>Heru juga menambahkan bahwa sudah ada beberapa bank umum di Indonesia yang mengajukan lisensi untuk menjadi bank digital di Indonesia. Penasaran siapa saja? Kali ini 101Wired akan membahasnya buat kamu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bank Digital di Indonesia</h2>



<p>Perilaku masyarakat Indonesia kian bergeser dari tahun ke tahun. Digitalisasi semakin kentara di dalam kehidupan kita saat ini. Hampir semua aktivitas dapat dilakukan via <em>smartphone</em>, mulai dari berkomunikasi, bersosial media, menonton film, bekerja, jual-beli barang, serta transaksi <em>banking</em> pun juga dapat dilakukan melalui <em>smartphone</em>.</p>



<p>Hal inilah yang mendorong konsep bank digital di Indonesia menjadi kenyataan bagi masyarakat. Selain itu, pandemi Covid-19 yang juga belum berakhir semakin mendorong konsep bank ini untuk segera lahir di Indonesia.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/XfdGzhj_C4LEyVm5cpTJlSra8fMO0xuu2MsWlw7QNc6vNyng2xaHLoMmB2CAWsNexcRZiLet4Ihr053a0mDzQoLC__EcmcPNj4QPGawK08RWVuJtNy6uAmDvkmcD_DeZE5uLZhbf" alt=""/><figcaption>(<em>Digital Banking</em>, dok:Rawpixel)</figcaption></figure></div>



<p>Mengingat karena keterbatasan gerak masyarakat dalam masa pandemi ini, banyak lini bisnis saat ini beralih dari operasional secara konvensional menjadi digital.&nbsp;</p>



<p>Pertimbangan-pertimbangan diatas adalah beberapa alasan utama mengapa konsep bank ini perlu lahir di Indonesia dan saat ini bank-bank umum pun sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan lisensi resminya.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://101wired.com/2020/06/26/indonesia-belum-bisa-cashless-society-less-cash-society-adalah-jawabannya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Indonesia Belum Bisa Cashless Society, Less Cash Society Adalah Jawabannya</a></p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Startup</em> dan Bank Konvensional yang ‘Berebut’ Lisensi</h2>



<p>Seperti yang kita ketahui, di Indonesia saat ini tidak hanya bank konvensional saja yang menyediakan layanan simpan pinjam uang. Apalagi di era industri 4.0 dimana banyak lini bisnis beralih dari sistem yang konvensional ke sistem komputasi awan serta komputasi kognitif yang mendukung lahirnya banyak <em>startup</em> besar di Indonesia.</p>



<p>Sebut saja Gojek, Tokopedia, Traveloka, Ruangguru, dan yang lainnya merupakan beberapa nama <em>startup</em> besar anak bangsa yang besar di Indonesia. Salah satu <em>startup </em>yang mengajukan lisensi bank digital adalah Gojek dengan <a href="https://www.jago.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Bank Jago</a>.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/vFKNDl9KO-ph6gQzEv6Ly6bnv1UzwPByraG24RzOi3D56A-aTcJNdrfQ3v04wIV5luNwJqK3FjqM-bwLOZvfQjSoIOjVKydli31Y9Em4tI-HGYdt_jQsHcYeYPbSS2ybKB8sgv3E" alt=""/><figcaption>(Bank Jago, dok. Katadata)</figcaption></figure></div>



<p>Bank Jago sendiri adalah layanan bank digital dimana pengguna Gojek nantinya dapat membuka rekening Bank Jago langsung melalui aplikasi Gojek serta mengelola rekeningnya melalui aplikasi Gojek langsung. Selain Bank Jago dari ranah <em>startup</em>, BCA dan Maybank juga sudah mendaftarkan lisensi untuk operasional bank digital di Indonesia.</p>



<p>BCA nantinya akan membuka Bank Digital BCA untuk layanan perbankan digital mereka, sedangkan Maybank akan membuka Bank Net Syariah sebagai layanan perbankan digital mereka. Wah, ternyata sudah banyak ya yang mengajukan lisensi ke OJK.</p>



<p>Namun, meskipun demikian, bank-bank besar di Indonesia terbilang lambat dalam menjawab kebutuhan akan bank digital di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jasa keuangan non-perbankan yang menyediakan fasilitas bagi masyarakat melalui OJK.</p>



<p>Tetapi, tak perlu menunggu lama lagi, karena sebentar lagi bank-bank besar di Indonesia akan beralih ke bank digital dengan dikeluarkannya regulasi terkait bank digital. Jika melihat perilaku masyarakat Indonesia, maka hampir dapat dipastikan bahwa bank digital berdiri di ladang basah di Indonesia.</p>



<p>Bagi bank konvensional yang tidak mau beralih atau terbilang lambat dalam beralih, maka harus bersiap untuk termarginalisasi oleh teknologi serta para milenial yang hampir setiap hari bergantung pada <em>smartphone</em>-nya.</p>
<p>The post <a href="https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/">Regulasi Bank Digital di Indonesia Segera Terbit, Startup &#038; Bank Berlomba Mendapatkan Lisensi!</a> appeared first on <a href="https://101wired.com">101Wired</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://101wired.com/2021/04/regulasi-bank-digital-di-indonesial-segera-terbit-bank-dan-startup-berlomba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
